
"Al-katakan,apa yang terjadi dua puluh tahun yang lalu"Sandra memegang lengan sang Anak,kini Albert melirik ke arah Sandra yang menunggu jawaban darinya.
"Tidak ada yang terjadi,mama duduk lah,kenapa berdiri!"Albert sengaja mengalihkan pembicaraan,ia tidak ingin membahas masa lalu.
"Tapi,kamu menghilang?kami sudah melakukan banyak hal untuk menemukan mu,dimana Kamu tinggal?"
"Aku tidak pergi kemana-mana,aku tetap tinggal di asrama pelatihan militer!"
"Tapi,kenapa pelatih nya bilang sama mama kalau kamu pergi dari sana?"
"Itu Aku yang minta untuk merahasiakan nya dari Mama"Sandra hanya bisa menggelengkan kepala nya.Anak berumur tujuh tahun tapi,sudah bisa memikirkan rencana begitu dalam,menyembunyikan keberadaan nya dari semua orang.
"Mama mohon untuk kali ini tetap lah tinggal disini,jangan tinggalkan mama!"Ujar Sandra yang memegang kedua tangan anaknya.
"Ma,aku akan selama nya disini,menjaga mama,dan tinggal bersama mama,meskipun sekarang kita sudah berbeda.Namun,Kamu tetap Mama ku,wanita yang melahirkan ku,Aku mencintai mu!"Albert memeluk Sandra dengan erat,Albert tahu,Sandra wanita yang selama ini menjaga nya,ia juga tahu betapa sulit bagi Sandra untuk menjaga nya dari kecil hingga berumur tujuh tahun,hidup tanpa seroang Ayah di sisi dirinya.
"Kamu persis seperti Ayah mu!"Ucap Sandra dalam keadaan tanpa sadar,membuat Albert terkejut,untuk pertama kali nya,Sandra menyebut tentang Ayah di depan Albert.
"Mama...."Albert memegang ke dua bahu Sandra dan menatap nya lekat.
"Siapa Ayah ku?"Pertanyaan itu keluar dari bi-bir Albert,yang sudah lama ia simpan.
Sandra menghela nafas nya,Sandra tidak mungkin akan menyembunyikan itu selama nya dari Albert,bagaimana pun ia berhak tahu siapa Ayahnya.
"Papa mu seorang militer,dia pria yang paling di hormati dan di takuti oleh siapapun.Dia ma-ti saat bertugas,seseorang mengkhianati nya,untuk merebut posisi Papa mu,dan yang pertama kali mengetahui hal itu adalah Papa Alex mu.Dia yang tahu kalau papa mu di jebak dan di bunuh oleh seseorang"Sandra menyeka air mata nya,ia tidak ingin mengingat kembali masa lalu yang kelam itu,peristiwa itu terjadi sebelum Albert lahir,dan selama ini Sandra selalu menyembunyikan identitas papa kandung nya dari Albert.
"Mama tahu siapa orang yang merebut posisi Papa saat itu?"
Sandra menggelengkan kepala,ia tidak tahu,tapi Alex pasti tahu siapa orang di balik itu semua.Namun,waktu itu,di negara orang lain,tanpa bukti pelaku tidak dapat di hukum.
Tap..Tap..Tap..
Langkah kaki Geisha,membuat Albert dan Sandra melirik secara bersamaan ke arah Geisha,melihat raut wajah Geisha yang terlihat begitu sedih,dengan memegang alat tes di tangan nya.
"Sayang,apa yang terjadi kenapa kamu bersedih?bagaimana hasil nya?"Albert segera berdiri dari tempat duduk nya,dan menghampiri Geisha.
__ADS_1
Begitu juga dengan Sandra,ia juga penasaran dengan hasil tes tersebut.
"Ge,bagaimana hasil nya?"Sandra memegang bahu Geisha yang terlihat begitu bersedih,ia menundukkan wajah nya dari hadapan suami dan ibu mertua.
Geisha memperlihatkan hasil tes tersebut ke pada Albert dan Sandra,mereka berdua melihat nya dengan seksama.Albert mengambil benda tersebut di tangan Geisha.
"Sayang ..."Albert segera memeluk Geisha begitu melihat garis dua yang ada di benda tersebut.
"Selamat ya buat kalian berdua!"Ucap Sandra,
"Terimakasih mama...",Albert dan Geisha memeluk Sandra.
"Sayang,kamu harus banyak-banyak istirahat,jangan kecapean,kamu harus benar-benar menjaga kandungan mu ini!"Ujar Sandra begitu lembut.Albert saja terharu melihat sikap ibu nya yang telah berubah,ia tidak menyangka Sandra dapat berubah begitu baik.
* * *
Mesir. . .
Pagi Senin,El telah bersiap-siap,kini El berada di kamar Alex dan Maryam.
"El,selamat untuk mu ya sayang,Umi sangat senang,akhir nya kamu menemukan pujaan hati mu!"
"Terimakasih Umi,Papa!"El memeluk ke dua orang tua nya.
Tok..Tok..Tok..
"Tunggu,seperti nya itu Al!"Seru Maryam,yang mencoba melepaskan pelukan El,lalu berjalan ke arah pintu kamar.
Ceklek !
"Al,Aisyah,Ayo masuk,kita semua sudah siap!"Ujar Maryam,membawa menantu nya untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
"Sekali lagi,selamat ya El!"Ucap Al kini memeluk sang Adik,yang tengah membenarkan jubah nya.
"Sangat tampan!"Puji Maryam yang mengukirkan senyuman indah nya."Tunggu sebentar,Umi pakai cadar dulu!"Lanjut Maryam yang pergi mengambil cadar nya yang ia letakkan di atas ranjang.
__ADS_1
"Pa,bagaimana dengan Geisha apa ia akan datang?"Tanya Al,
"Enggak!"Sahut Maryam yang tengah memasang penutup wajah nya.
"Ge,tengah kurang sehat,tadi Albert ia akan datang jika Ge sehat,tapi seperti nya ia sendang mengandung,tidak mungkin bisa datang,jangan berkecil hati ya El!"
"Iya Umi,El mengerti,kesehatan Ge lebih penting,nanti kita dapat bertemu di NY umi!"
"Eeemmm"Setelah selesai,Maryam segera menghampiri suami dan ke dua nya anaknya,serta menantu yang sedang duduk di tepi ranjang.
Mereka semua pergi meninggalkan kamar itu,Al tidak melepaskan tangan nya yang menggenggam erat tangan Aisyah.Begitu juga dengan Alex,yang menggandeng tangan Maryam,untuk masuk ke dalam mobil,begitu tiba di depan hotel.
Dua puluh menit. . .
Mereka tiba di depan masjid Al-azhar,dari dalam mobil,Alex mengintip ke arah Masjid,terlihat Abizar dan istri nya menunggu Alex di depan masjid.
"Ayo turun,mereka sedang menunggu kita!"Semua orang segera turun,kecuali Aisyah,yang merasa kepala nya sakit dan bahkan ia merasa meriang.
"Ada apa ?"Tanya Al,saat melihat sang istri yang menyentuh kepala nya.
"Tidak apa-apa,ayo turun mas!"Ujar Aisyah,Al mengangguk,ia segera turun,dan di susul oleh Aisyah.
El dan Alex berdiri berdampingan,Maryam memegang lengan El,begitu juga dengan Alex,mereka berdua mengiringi langkah El menuju pintu masjid.
Sementara Al,menggandeng tangan Aisyah,meskipun ia khawatir dengan kondisi Aisyah,Al juga tidak mungkin bisa melewatkan acara yang sangat sakral ini bagi El,Al sudah berjanji akan datang di acara pernikahan El.
"Assalamualaikum"Ucap Mereka serentak.
"Waalaikumsalam "Sahut Abizar dengan Ming Hao yang sudah menunggu mereka begitu lama.
"Dimana pengantin pria satu lagi?"Tanya Alex saat tidak melihat adanya Michael disana.
"Belum tiba,katanya masih di jalan!"
"Dante juga akan datang,tapi ia menunggu di hotel,setelah ini kita akan datang kesana,untuk makan malam bersama !"
__ADS_1
"Tentu,Aku juga ingin bertemu dengan Dante!"Alex melirik ke arah mobil yang baru saja masuk dalam pekarangan masjid.