
"Apa ada yang bertanya mengenai pembahasan Kita hari ini,keuntungan yang di dapat masing - masing perusahaan adalah enam puluh persen itu sudah final"
Seseorang sedang berbicara di dalam ruangan,memimpin rapat,dengan layar proyektor yang masih menyala.
Masing-masing di antara mereka menggunakan laptop,untuk melihat statistik perkembangan dari rapat yang mereka hadiri beberapa hari ini.
Brak!
Alex tiba-tiba berdiri,sembari mengebrak meja,semua klien dan juga CEO,dari berbagai Negara yang berkumpul di ruangan tersebut terlihat kaget dan menatap heran ke arah Alex.
"Tuan Alex,apa yang Kamu lakukan?"Bisik Dante yang duduk di sebelah Alex.
Di dalam ruangan tersebut,masih ada Presdir yang datang dari Korea,memberikan projek baru kepada Dante dan Alex.Tetapi,saat ini melihat sikap Alex yang jauh dari kata sopan,membuat Presdir tersebut mengerutkan dahi nya.
"Maaf,untuk semua nya,mohon sedikit tenang!"Pria yang memimpin rapat tersebut mencoba melerai keadaan yang sedikit ricuh.
"Mohon maaf,Saya harus segera kembali ke NY.Ada keadaan mendesak!"Alex menangkup ke dua tangan nya ke depan.
"Tuan Alex,jika hari ini Anda pergi,maka Anda tidak bisa menjalankan projek baru dari Presdir,dan Anda di nyatakan gagal!"Ujar Seorang pria dengan bed nama Dorris,Pria ini adalah yang memimpin rapat hari ini.
"Saya memohon maaf untuk Presdir Hyun Bin,Saya harus segera kembali,Saya punya urusan mendesak di NY!"Alex segera pergi meninggalkan ruangan tersebut,tanpa menoleh ke arah semua orang yang terlihat bingung.
Brak !
Alex membanting pintu ruangan rapat,suasana semakin terlihat gaduh.
"Saya selaku teman projek nya,Saya memohon maaf kepada semua orang yang hadir disini,dan terutama kepada Presdir Hyun Bin,maaf 'kan atas ke tidak nyaman ini!"Tutur Dante sembari berdiri,lalu duduk kembali setelah semua orang terlihat tenang.
"Harap kembali tenang,Kita akan melanjutkan rapat nya !"Ujar Dorris,Presdir Hyun Bin,melirik ke arah Dante,sebelum nya ia berniat untuk memberikan projek tersebut kepada Alex.Karena,diantara yang lain,hanya Alex CEO nomer satu di antara mereka semua.
"Dia cukup berpotensi di dalam bidang bisnis ini.Namun,sikap Tuan Alex,barusan membuat Saya harus berpikir dua kali untuk menyerahkan projek ini kepada nya!"Ujar Presdir Hyun Bin.
Dante hanya bisa terdiam,dari awal mengikuti rapat ini,dia sendiri sudah yakin kalau Alex bakal menjadi pemenang atas pelelang projek ini.
London Heathrow Airport . . .
Alex sedang menunggu jadwal keberangkatan nya,Alex sudah mencoba menghubungi Jerry.Namun,tidak ada jawaban,panggilan tidak terhubung.
__ADS_1
Alex meminta seseorang untuk menyiapkan pesawat pribadi kepada nya.Namun,itu di luar perkiraan Alex.
Sebelumnya Alex telah menjadwal 'kan kepulangan nya besok.Sehingga membuat dia harus menunggu pesawat yang lain untuk segera kembali.
"Apakah tidak ada yang bisa kalian lakukan disini?Saya tamu istimewa di Negara ini,tapi begitu kepedulian Kalian?"Teriak Alex,Staff ticketing yang di bentak oleh Alex hanya bisa terdiam,tidak ada yang dapat mereka lakukan.
"Tuan,Anda sudah menjadwal 'kan nya besok pagi.Namun,Anda tiba-tiba datang mengubah keberangkatan Anda,itu di luar rencana,maafkan Saya!"Terlihat Staff perempuan itu menundukkan kepala nya.Takut melihat netra Alex yang berkobaran disana.
Alex segera menghubungi beberapa orang yang bekerja di airport terdekat dari bandar udara tersebut.
Rumah Utama. . .
Tuan King menatap datar ke arah Maryam,tanpa memindahkan pandangan nya walaupun hanya sedetik.
Jerry dan Caston berdiri di dekat Maryam,begitu juga dengan Ayin.
"Kalian,tidak ke kantor?"Tuan King menatap Jerry.
"Saya baru kembali dari kantor,Tuan Alex menyuruh saya untuk melihat keadaan Nyonya !"
"Tugas Saya selama satu Minggu menjaga dan merawat Nyonya!"Sambung Ayin.
Mendengar jawaban ke tiga orang tersebut,membuat Tuan King mengerutkan dahi nya.
"Heeh"Tuan Besar,menyungging bi bir nya lalu menatap wanita bercadar tersebut dengan pandangan rendah nya.
"Bawa dia ke kamar belakang,Kalian tau apa yang harus kalian lakukan.Kim,antar mereka ke kamar pemeriksaan!"Titah Tuan King,dengan datar.
Pak Kim,tidak berani beranjak dari tempat nya,saat ini ada tiga bawahan yang siap melindungi Maryam.
"Apa yang Kau tunggu!"Teriak Tuan King,seluruh orang yang ada di ruang tamu terkesiap.
"Maaf!"Ucap Maryam,membuat semua orang menoleh ke arah nya.Tuan King,menaikan satu alis nya.Sandra mengepalkan tangan nya,tidak tahu harus berbuat apa.
"Boleh Saya tau,apa tujuan Anda datang kemari?"
Tuan King menatap Maryam dengan nyalang,tidak langsung menjawab pertanyaan yang di berikan Maryam.
__ADS_1
"Apa hak mu bertanya kepada Ku!"Tuan King mengarahkan tongkat nya ke arah Maryam.Meskipun jarak tempat duduk mereka sedikit berjauhan.Namun,Jerry tahu sikap keras nya Tuan King.
"Disini ada dokter dan juga perawat,mereka akan membantu Kamu untuk mengetahui jenis kelamin anak mu!"Ketus Tuan King.
"Ayah,bukan kah Ayah sudah berjanji kepada Albert,kalau Ayah tidak mempermasalahkan itu lagi!"Imbuh Sandra,
"Kamu diam!"Tuan King menatap Sandra dengan tajam.
"Disini saya yang berhak memerintah dan bertanya,kalian tidak berhak untuk membantah.Tugas kalian hanya menuruti!"Tegas Tuan King lagi.
"Tapi saya keberatan !"Ujar Maryam sembari berdiri.
"Saat ini,suami Saya sedang dinas di luar,dan saya tidak bisa menuruti semua keinginan Anda,tanpa sepengetahuan suami Saya!"Ucap Maryam dengan lantang.
Tuang King,menaikan konsentrasi penglihatan nya,lalu menatap Maryam dengan tatapan mematikan.
Tuk!
Tuan King berdiri dari tempat duduk nya,sembari mengetuk tongkat.Semua orang terlihat kaget,dan Sandra ikut berdiri.
"Ayah tenang,Ayah tidak boleh mengingkari janji Ayah dengan Albert!"Sandra mencoba bernegosiasi dengan Tuan King.
"Aku bisa berjanji,dan bisa mengingkari nya!"Tuan King,kembali menatap Sandra dengan tanda peringatan yang keras.Tuan King tidak ingin Sandra ikut campur masalah nya.
"Tapi Ayah!"
Tuan King menoleh ke arah Sandra,wanita ini segera menundukkan kepala nya.
"Anda telah berjanji kepada Albert.Namun,Anda sekarang mengingkari nya?"
Tuan King,menatap wanita yang berdiri di depan nya,ia tidak menyangka jika Maryam tidak ada gentar terhadap nya.
"Nyonya,kembali lah ke kamar,saya akan menangani masalah ini!"Ujar Jerry.
"Siapa Kamu berani memberi perintah!"Teriak Tuan King,menatap Jerry dengan tatapan maut.
"Saya tidak berani.Namun,saat ini Nyonya di bawah perlindungan saya!"Pungkas Jerry sembari menundukkan kepala nya.
__ADS_1