
Aisyah duduk di balkon kamar penginapan nya.Ia menatap sendu ke arah langit.Al yang baru saja datang ia segera memeluk sang istri dari belakang.
"Udara nya begitu sejuk,jika terus berlama disini,kamu akan sakit!"Al mengecup le-her sang istri yang tidak mengenakan hijab ataupun cadar saat itu.
"Mas,apa yang kamu lakukan,ini membuat ku geli!"Lirih Aisyah,yang terus bergerak,saat Al mengecup pelan bagian le-her dan bahu nya,serta Al beberapa kali meniup daun telinga Aisyah.
"Sudah malam,ayo tidur!"Ucap Al,masih dengan posisi yang sedang memeluk Aisyah dari belakang.Aisyah mengangguk pelan,Al segera mengendong sang istri,membuat Aisyah terperanjat.
"Mas!"Aisyah menatap netra Al yang berbinar-binar,Pria itu menatap nya dengan senyuman,membuat Aisyah tersipu malu.
Dengan gerak pelan Al melangkah masuk ke kamar nya,ia masih menatap sang istri dengan senyuman yang tak pernah memudar dari bi-bir nya.
Al membaringkan Aisyah di tempat tidur,lalu menyeka beberapa helai rambut yang mulai menutupi wajah mulus sang istri.Al menuntun wajah nya agar lebih dekat dengan wajah Aisyah.Terlihat bi-bir Aisyah yang bergerak gugup,dan detak jantung yang mulai berdetak kian mengencang.Al tersenyum,lalu ia terus membelai wajah Aisyah.
"Ning gugup"Bisik Al,Aisyah membulatkan mata nya,ia benar-benar malu,apalagi Al dengan sengaja mengajukan pertanyaan yang membuat Aisyah semakin gugup.
"Apa Ning siap?"Bisik nya lagi,saat melihat Aisyah hanya diam saja,dengan kedua tangan berada di perut nya,ia berbaring di atas kasur tanpa bergerak sedikit pun,saat Al mendekat ke arah nya.
"Eeem"Aisyah mengangguk pelan,Al tersenyum,ia segera memegang tangan Aisyah,dan beberapa kali mengecup nya dengan lembut.
'Bismillah!'Batin Al menatap netra Aisyah,meskipun ke dua nya terlihat begitu gugup,Al dapat menyembunyikan rasa gugup itu,dengan terus tersenyum ke arah Aisyah.
Al memegang wajah Aisyah,ia mengecup kening sang istri,Aisyah memejamkan mata nya,merasakan setiap sentuhan Al adalah cinta untuk nya.
Dengan sedikit tangan gemetar,Al mengecup setiap inci wajah sang istri,dari dahi,kening,pipi dan juga hidung,bahkan Al mengecup sekilas bi-bir ranum milik sang istri,yang membuat deru nafas Aisyah tak beraturan.
__ADS_1
"Rileks sayang,Aku akan melakukan nya dengan pelan!"Ucap Al,seakan mengerti apa yang di takutkan sang istri.Al kembali menggenggam tangan Aisyah,ia terus menci-um le-her dan juga mengecup pelan bagian bawah le-her.Tangan Al bergerak menarik resleting gamis Aisyah.yang kini memperlihatkan ke dua buah pear madu yang membuat Al menelan saliva nya.
Cup! Cup! Al mengecup sekilas buah pear tesebut.Dan kecupan terakhirnya meninggalkan bekas kepemilikan disana,tangan Aisyah bergerak menarik sprei disaat tubuh nya mulai menerima serangan demi serangan dari sang suami.
"Boleh !"Bisik Al lagi,tangan Aisyah terasa begitu dingin,begitu juga dengan kaki nya.Aisyah hanya mengangguk pelan,Al segera membuang baju piyama nya ke lantai,ia segera menarik selimut untuk menutupi kedua tubuh mereka yang kini di serang hawa dingin nya salju.
Entah sejak kapan Al sudah melepaskan gamis yang dari tadi melekat di tubuh Aisyah,kini sudah berada di lantai.
Wajah nya selalu memancarkan sinar kebahagian,Al selalu tersenyum kala ia akan mengecup kening dan pipi Aisyah.Al juga menci-um mesra bi-bir ranum sang istri,yang membuat tangan Al menjelajahi puncak gunung salju yang ada di sana,yang sudah menantang nya sejak tadi.
"Aagrh!"Tangan lembut Aisyah,tanpa sengaja mere-mas rambut Al,saat Pria itu menggigit pelan bagian da-da Aisyah.
Albarak memperlakukan istri nya dengan begitu lembut,ia tahu Aisyah akan merasakan sakit beberapa saat kemudian,ia berusaha melakukan nya dengan pelan,agar tidak menyakiti sang istri.
Dari arah jendela terlihat cahaya remang dari dalam kamar,ada dua insan yang sedang memadu cinta di bawah selimut itu,rintihan demi rintihan mulai terdengar,meskipun Aisyah berusaha menahan nya.Namun,saat tongkat itu mulai menebus sukma nya,ia terus berusaha sekuat tenaga untuk menahan suara nya.
"Aaah!"Akhir nya suara itu terlepas juga dari mulut sang istri,Al mengecup nya dengan mesra,Al mulai menahan nya untuk beberapa saat di bawah sana,setelah tubuh sang istri mulai rileks kembali,Al menuntaskan kewajiban nya saat itu juga.
Al membelai pucuk kepala Aisyah,saat ia melihat air mata yang menetes dari netra sang istri.Cup!Al mengecup kening Aisyah.
"Terimakasih sayang !"Ucap Al kembali ia memeluk erat sang istri,dan di balas pelukan hangat dari Aisyah.
Setelah beristirahat satu jam lepas,Al sadar jika kedua nya belum melakukan sholat insya.Al segera membangun 'kan Aisyah dari tidur nya,mengajak sang istri untuk mandi bersama.
"Sayang.."Panggil Al,membelai wajah Aisyah yang terlelap."Sayang,bangun!"Bisik Al lagi,kepada Aisyah yang berada di dalam pelukannya.
__ADS_1
Aisyah membuka mata,ia mengucek pelan matanya,lalu melirik ke arah Al yang sedang tersenyum,Aisyah segera menarik selimut untuk menutupi raut wajah nya yang merona.
"Ayo mandi,setelah itu sholat bersama!"Ujar Al,yang berusaha meraih handuk yang ada di atas kursi dekat ranjang.Al segera turun dari ranjang setelah melilit handuk di pinggang nya.
Melihat Aisyah yang belum keluar dari selimut,Al mencoba menggoda nya lagi.
"Mau lanjut,atau mau mandi?"Seru Al dengan begitu semangat.Aisyah segera menurunkan selimut dari wajahnya.
"Mandi!"Ketus Aisyah,Al tersenyum.Al segera mengendong sang istri.
"Mas,aku bisa jalan sendiri!"Lirih nya.
"Yakin?"Aisyah mengangguk.Namun,Al tetap tidak menurunkan sang istri dari gendongan nya.
Sampai di kamar mandi,Aisyah segera di turunkan di dalam bathub,dengan handuk masih berbalut di tubuh nya.Al menghidupkan air hangat,lalu menuangkan sabun dengan aroma mawar ke dalam bathub tersebut.
"Cukup segini sayang?"Tanya Al,Aisyah mengangguk.
Al segera mengambil shower dan membilas tubuh Aisyah,menggosok nya dengan lembut,sejauh ini Al selalu memperlakukan sang istri dengan lembut.Setelah selesai membantu Aisyah.Kini giliran Aisyah membantu Al untuk mandi,ia melihat ada beberapa belas cakaran di tubuh sang suami,yang paling parah di bagian pinggang terlihat begitu dalam cakaran nya.
"Awww.."Desis Al,saat punggung nya terkena air.
"Apa ini sakit?"Aisyah menyentuh punggung Al,pria itu mengangguk pelan,dengan lembut Aisyah mengecup nya.
"Maafkan Aku mas,kalau perbuatan ku melukai mu!"Ujar Aisyah,Al menyentuh wajah Aisyah,"Ini tidak sakit,ini adalah bukti cinta mu kepada ku!"Sekali lagi,Al mengecup dahi Aisyah,setelah itu kedua nya melanjutkan ritual mandi.
__ADS_1
Maaf jika banyak Typo!
Next..!