
El mengetahui jika Atika sedang di selimuti rasa takut yang begitu kuat.Namun,El tidak ingin menyentuh wanita itu,El tahu batasan nya.Tapi,ia sendiri tidak bisa hanya diam saja begitu melihat seseorang membutuhkan pertolongan nya.
"Cepat,bukan 'kan pintu lift nya!"Teriak Caston dengan begitu keras.
Semua pekerja yang di panggil oleh Caston segera memeriksa lift yang macet itu,dan membuka paksa pintu tersebut.
"Bagaimana ?tidak bisa lebih cepat?"Tanya Caston yang panik.
"Tuan Muda,apa Anda bisa mendengarkan saya ?"Tanya Caston.Namun,tidak ada jawaban.
"Tuan muda!"Teriak Caston lebih keras,Caston terlihat begitu panik.Jerry baru saja tiba.
"Bagaimana ?"
"Masih belum ada jawaban !"
"Tuan Muda!"
"Paman,segera buka Kami butuh bantuan !"Teriak El dari dalam,mengetahui El baik-baik saja,Caston sedikit lega,dan menyuruh pekerja itu lebih cepat lagi dalam membuka pintu lift.
Krak!
Krak !
"Aagrh!"Teriak pekerja itu lebih keras,dan akhirnya,pintu lift dapat terbuka dengan terpaksa.
"Tuan muda"Caston segera memegang El yang berdiri di sisi dinding lift.Sementara Atika,terlihat begitu lemah,ia masih sadar,namun ia terlihat seperti orang linglung.
"Bantu dokter Atika,dan bawa ia keruangan UKK!"Titan Ayin, Caston segera membawa El ke ruangan UKK.
Tiba disana,Caston membaringkan tubuh El,dan juga ia segera meminta perawat untuk memberikan El oksigen.
"Tuan Muda apa Anda baik-baik saja?"Tanya Caston,El mengangguk nya.
Setelah merasa tubuh nya membaik,El segera turun dari hospital bed,lalu pergi meninggalkan ruangan itu.Caston mengikuti nya dari belakang.
"Tuan Muda,semua nya sudah siap di perbatasan,Kita akan berangkat setelah magrib nanti!"
"Baik,Aku akan segera kembali ke rumah utama.Pastikan dokter Atika baik-baik saja,saat ini mungkin ia sedang ketakutan,karena Aku melihat nya tadi begitu takut!"Ujar El,yang pergi meninggalkan tempat itu.Jerry menatap El yang pergi,lalu menggelengkan kepalanya.
Ceklek !
"Tuan Jerry!"Semua perawat memberi salam kepada Jerry.Pria itu mengangguk nya.
"Apa yang terjadi?"Jerry berjalan ke arah Ayin.
"Aku juga tidak tahu,ia masih belum siuman!"Ungkap Ayin menatap wanita itu yang berbaring di atas ranjang pasien.
"Aku sudah mempersiapkan semua nya untuk nanti malam,pastikan Caston,sudah membawa semua gadis-gadis itu ke tempat yang lebih aman!"
"Caston sudah pergi sejak tadi!"
"Kalau begitu,Aku serah 'kan dokter Atika kepada mu"
Ayin mengangguk nya.Jerry segera pergi meninggalkan wanita itu.
* * *
__ADS_1
Perbatasan Rumah utama.Malam itu terlihat begitu mendung,cuaca nya sedikit buruk tidak seperti biasanya.
"Tuan muda,Caston sudah membawa semua orang ke tempat yang Anda perintahkan !"
"Baik Kita segera pergi kesana!"
"Eeemmm"
Brruuummm!
Jerry melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi,dan di ikuti oleh beberapa mobil lain nya di belakang.
"Apa semua nya sudah di persiapkan?"
"Sudah Tuan muda!"Jerry melirik ke arah El.
"Ada apa?apa Anda gugup?"Tanya Jerry lagi,yang melihat raut wajah El begitu panik.
"Ini pertama kali bagi Ku,semoga saja apa yang Ku lakukan ini tidak salah!"Ucap El,melihat ke arah Jerry yang mengangguk nya.
Satu jam berlalu,mereka semua tiba di lokasi.Setelah mendapat informasi dari Caston,Jerry melarang El untuk turun.
"Ada apa?"El bertanya saat melihat Jerry yang tidak memperbolehkan El untuk turun.
"Saya takut jika Tuan muda belum siap!"Ungkap Jerry,menatap dalam ke arah El.
"Tenang saja paman,El sudah siap!"
Drrt..Drrt..
"Iya Caston!"
"Baik lah!"
Jerry segera memutuskan panggilan nya dengan Caston.
"Tidak satu pun orang disana,Kita hanya perlu membakar tempat ini!"
El mengangguk nya,lalu turun bersama dengan Jerry.Semua pengawal mengikuti Jerry dan El.Satu orang membawa satu bahan bakar untuk disiram 'kan ke tempat itu.
"Satu sisi bagikan menjadi empat orang,Saya dan Tuan Muda akan mengambil bagia depan,kalian semua ambil bagian sisi gedung!"
"Siap!"
Semua orang terlihat berpencar mengambil alih bagian masing-masing,El dan Jerry mengambil alih bagian depan.
"Cctv sudah di matikan oleh Caston,seharusnya ini sudah aman!"Ucap Jerry yang mencoba masuk dari depan.
"Tes..Tes,pastikan dalam 10 menit semua tempat ini telah di bakar,tidak ada yang tersisa!"Semua nya menggunakan alat pendengar masing-masing.
"Tuan Jerry,Kami menemukan gudang penyimpanan uang dan juga beberapa berkas ilegal milik keluarga Guntur!"
"Ambil berkas itu dan uang nya biarkan 'kan saja disana !"
"Baik !"
Jerry mengambil bensin yang ada di tangan El,lalu menuangkan itu dari sisi depan dan juga samping di bagian pintu.
__ADS_1
Jerry melemparkan korek api yang ada di tangan nya ke arah pintu,sehingga kobaran api yang baru saja menyala telah melahap seluruh isi gedung tersebut.
Li-dah api yang menjulur begitu tinggi membuat semua orang pergi meninggalkan tempat itu.Hanya ada El dan Jerry yang tersisa di sana.
Lalu Jerry mengajak El untuk pergi meninggalkan tempat itu,sebelum Peter bersama dengan bawahan nya datang ke tempat itu.
"Tuan muda,apa yang Kau tunggu ?"Tanya Jerry saat melihat El yang terdiam terpaku menatap tempat itu.
"Ayo Kita pergi !"Jerry segera menarik paksa tangan El hingga sampai ke mobil,dan membuka pintu mobil untuk El.
Baru saja li-ma menit berlalu El dan Jerry pergi meninggalkan tempat itu,Peter dan bawahan nya datang ke gedung itu,guna untuk menjemput para gadis untuk di bawa ke tempat pelelangan gadis - gadis muda.
"Sial!"Teriak Peter,yang segera turun dari mobil,menatap si merah yang sedang melahap gedung milik nya dengan begitu rakus.
"Tuan,pasti ada seseorang yang sengaja membakar tempat ini!"Seru seorang bawahan.
"Periksa cctv nya !"
"Tu-Tuan,maaf 'kan Kami,cctv nya mati!"
"Apa ?"
Duuaacckkk!
Peter menendang bawahan itu dengan keras.Mereka semua menundukkan kepala nya,tidak berani menatap Peter yang sedang terselubung emosi,bahkan Peter tidak dapat berdiri dengan tenang.
Tut ...Tut..Tut...
"Hallo"
"Apa yang Kau lakukan,kenapa lama sekali mengangkat panggilan nya?"
"Aku ada di condo!"Sahut Atika yang saat ini di hubungi Peter.
"Bagaimana ?"
"Ada pada Ku,kita bisa bertemu di tempat biasa!"
"Baiklah.Jangan membuat Aku kecewa,jika tidak Kau akan tau akibat nya!"Tegas Peter,lalu memutuskan panggilan itu.
Peter berbalik,dan kembali ke mobil nya.
"Tuan,apa rencana Anda selanjutnya,semua gadis yang ingin Kita bawa ke tempat pelelangan telah hilang,tidak ada satupun yang tersisa disini,kalau di lihat api sebesar itu!"Ungkap Bawahan Peter,yang berdiri di samping Peter.
"Kita masih punya satu berlian yang Ku simpan selama ini dengan baik dan ku jaga dengan begitu patuh"Peter tersenyum sinis,menatap gedung milik nya yang terbakar.
Kriing..Kriing...
"Hallo,selamat malam Tuan Big!"Ucap Peter,dengan nada yang ramah.
"Tuan Peter,dimana Gadis yang Anda janjikan?kenapa belum satu pun yang datang,Anda tau,Saya telah membantu Anda dalam kasus pembunuhan Nona Charlotte,jika Anda terus menunda nya.Mungkin saya tidak bisa berjanji lagi akan dapat menyimpan rahasia ini!"Ancam Pria bernama Big tersebut.
"Ohoo..Tenang dulu,Saya punya satu berlian untuk Anda,saat ini masih dalam perjalanan kembali ke NY,begitu ia tiba,Saya akan mengantar dia ke tempat Anda.Saya yakin Anda tidak akan menolak nya!"
"Yang terpenting Dia pera-wan !"Tegas Tuan Big.
"Tentu saja,Aku yang merawat nya!"
__ADS_1
"Baiklah,Saya tunggu janji Anda!"
Big segera memutuskan panggilan itu.Big adalah pria yang membantu Peter dalam kasus Charlotte beberapa tahun yang lalu,saat Al membantu membersihkan nama Maryam dari tuduhan pembu-nuhan.Namun,pihak kepolisian tidak dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah kasus itu di tekan oleh Big.Pria yang sangat berpengaruh di LA,selain Dante.Bahkan,Dante saja saat itu tidak dapat terlibat dengan kasus itu,ia hanya dapat membela ke dua belah pihak secara keseimbangan,sebagai duta yang baik.