Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Seorang Mafia bisa malu juga?


__ADS_3

Sandra menggelengkan kepala nya.


"Caston liat lah Bos Kamu,Pria yang kejam tapi bisa malu juga!"


Goda Sandra.


"Nyonya Muda,Aku sudah melihat itu sejak Tuan Alex menikah,seperti nya ia benar-benar jatuh cinta!"


Sahut Caston.


"Caston!"


Panggil Alex,Caston segera diam,saat mendengar suara bariton milik Alex,yang sedikit serak dan menakutkan itu.


"Tapi Ku rasa Dia hanya lembut kepada Wanita nya saja,kepada Kita yang hanya orang lain,Dia akan tetap bersikap kejam dan menakutkan !"


Bisik Sandra kepada Caston.


Caston hanya bisa mengangguk kan kepala nya tanpa bisa berbicara.


"Bunda Maryam!"


Panggil Albert,Maryam menoleh.


"Ada apa sayang?"


"Pa..bantu Aku mau pingsan!"


Goda Albert,Maryam hanya tersenyum begitu juga yang lain.


"Albert duduk di pangkuan papa saja ya!"


Ujar Alex,segera memindahkan posisi Albert dengan Maryam.


Albert hanya nurut saja tanpa berani membantah ucapan Alex.Karena Pria ini selalu berbicara dengan nada serius,sekali berbicara dengan sebuah candaan membuat orang harus berhati-hati setengah ma ti.


Albert kini duduk di pangkuan Alex menghadap jendela.


Alex sengaja ingin menyentuh tangan Maryam yang terletak di tempat duduk.


Maryam melihat ke arah Alex,Pria itu tersenyum,kini ke dua tangan Mereka berdua menyatu,Alex memegang tangan Maryam dengan erat,sambil menggelitik nya dengan jari.


"Mas apa yang Kau lakukan !"


Bisik Maryam.


"Kamu tau apa yang Ku lakukan kenapa bertanya!"


Sahut Alex,yang masih ingin menggoda Maryam.


Maryam hanya bisa tersenyum melihat sikap suami nya itu.


Caston menghentikan mobil nya.


"Papa turun kan Aku!"


Albert segera minta di turun kan,begitu melihat restoran yang ingin mereka kunjungi.


Alex menurun kan Albert dari pangkuan nya,Albert segera memegang tangan Maryam.


"Ayo Bunda Kita turun !"


Maryam mengangguk nya,Albert segera menuntun Maryam masuk ke dalam restoran.


Sementara ke tiga orang itu baru turun dari mobil.


"Kamu liat Kak,Albert begitu dekat dengan Maryam,Aku ibu kandung di lupakan nya!"


Pungkas Sandra dengan kecewa.


"Kamu sudah sering bersama nya apa Kamu enggak merasa bosan,biarkan Dia bersama dengan Maryam,Dia butuh teman baru!"


Alex segera menyusul Maryam dan Albert.


"Pah,sini!"


Panggil Albert,menepuk sofa yang ada di sebelah nya,disisi kiri ada Maryam dan Albert ingin Alex duduk disisi kanan nya.

__ADS_1


Alex segera duduk di sebelah Albert.


Sekali lagi Sandra dan Caston hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Pah,ingat !Aku hanya ingin makan Lobster Newberg,enggak mau yang lain!"


"Pesan sama saja!"


Ujar Sandra.


Yang lain mengangguk nya.


"Maryam enggak makan,pesan tiga porsi saja!"


Alex melirik ke arah Maryam.


"Kenapa tiga?Kakak enggak makan?"


Tanya Sandra.


"Aku masih kenyang!"


Sahut Alex,sambil melirik pelayan yang sedang berjalan ke arah mereka.


Sandra hanya mengangguk saja,sembari mengembangkan senyum nya.


Mereka segera memesan makanan nya,lalu Albert mengeluh ingin pipis.


"Bunda,temani Aku ke toilet?"


Albert memegang tangan Maryam.


"Biar sama Mama saja!"


Sahut Sandra yang segera berdiri.


"Enggak mau,mau sama Bunda!"


Rengek Albert.


"Enggak apa-apa biar Aku temani saja!"


Alex melirik melihat ke arah mereka yang berjalan ke arah toilet.


"Sudah jangan di liatin terus,enggak akan hilang kalau cuma ke toilet!"


Cibir Sandra.


Alex segera menatap nya dengan tajam,Sandra cuek saja,tinggal pura-pura enggak tahu saja,masalah kelar.


"Bunda tunggu disini,Albert bisa sendiri,jangan kemana-mana,kalau Bunda hilang Papa akan marahin Aku!"


Ketus Albert.


"Iya sayang!"


Albert segera masuk ke dalam toilet,sementara Maryam menunggu di luar toilet.


Di sebelah toilet wanita terdengar seperti seseorang yang sedang berantem.Maryam mengintip nya.


Ada dua orang pria yang sedang menarik paksa seorang perempuan.


Maryam melihat pria itu telah berhasil membuat wanita tersebut pingsan,dan sekarang meletakan nya di atas troli barang.


"Cepat!jangan sampai ada yang lihat,hari ini lumayan ada li-ma orang yang Kita tangkap,bos pasti akan senang!"


Ujar Mereka,dan berjalan melewati Maryam.


Tanpa sadar Maryam mengikuti Mereka yang keluar dari pintu belakang toilet.


Maryam mengikuti mereka sampai mobil.


"Cepat masukan mereka ke mobil!"


Di saat box mobil terbuka,memang sudah ada wanita remaja,dewasa dan juga anak kecil di dalam box itu.


"Apa yang kalian lakukan !"

__ADS_1


Teriak Maryam,yang tidak bisa melihat perempuan di perlakukan begitu.


"Siapa Kamu?"


Salah satu dari mereka bertanya kepada Maryam.Yang satu lagi,malah menatap Maryam dari atas sampai bawah.


"Bro,bawa saja sekalian!"


Bisik Pria itu yang sudah lama memperhatikan Maryam.


"Jangan mendekat,kalau kalian berani mendekat,Aku akan berteriak!"


"Teriak lah,enggak akan ada orang yang datang kemari!"


Ha..ha..ha..


Maryam kehabisan ide,ini bukan di Indonesia yang bisa menakut-nakuti preman,ini di Negara luar,mereka melakukan kejahatan di siang bolong pasti tidak takut tertangkap.


Maryam segera mengambil sapu sampah yang tersimpan di balik pintu besi tersebut.


"Tangkap wanita itu!"


"Aaa...."


Dugh ..Dugh..Dugh ...


Maryam memukul nya dengan keras,sehingga Pria itu tidak dapat memegang tangan Maryam.


Dugh!


"Aah!"


Prang !


Pria satu lagi melempar Maryam dengan botol minuman,sehingga mengenai kepala nya dan berdarah.


Maryam merasakan kepala nya sedikit pusing,dan sapu di tangan nya terjatuh.


"Akhirnya,Kau ketangkap juga!"


Ujar Pria itu.


Akhirnya Maryam dan Pria itu saling tarik menarik,sehingga gelang yang di berikan Alex waktu pernikahan terlepas.


"Waah,emas asli,lumanyan Bro rejeki !"


Teriak Pria itu.


"Lepas!tolong...tolong!"


"Percuma berteriak enggak akan ada yang nolongin !"


Cetus mereka dengan senyuman licik nya.


"Heii,apa yang kalian lakukan !"


Petugas sampah keliling ada li-ma orang yang datang untuk mengambil sampah.


"Lari,ada orang!"


Dua orang tersebut yang tidak di ketahui identitas nya segera lari meninggalkan tempat itu.


Wanita yang barusan di bawa oleh Mereka dari toilet belum sempat di masukin ke mobil,sehingga ia selamat.


"Anda enggak apa-apa?"


Tanya petugas sampah keliling.


"Saya enggak apa-apa,terimakasih!"


Petugas sampah segera pergi setelah mengambil sampah,kini hanya tinggal Maryam dan wanita itu saja.


Maryam semakin lama,semakin merasakan kalau kepala nya begitu sakit dan juga pusing,ia segera terjatuh tepat nya di depan troli wanita itu.


Bugh!


Maryam tergeletak di lantai,di belakang restoran tersebut,di jalan akses tempat penerimaan barang untuk restoran tersebut.

__ADS_1


Di Tempat lain!


Albert yang baru saja selesai segera keluar.Namun,tidak menemukan adanya Maryam.


__ADS_2