
Menyimpan perlengkapan sholat kembali ke tempat Nya.Serta merapikan kembali tempat tidur.
Maryam duduk di tepi ranjang,lalu kembali menatap dalam kearah bingkai foto dengan ukuran besar yang terpajang di dalam kamar Mereka.
Maryam membaringkan tubuh nya,berharap saat membuka mata besok pagi,Alex telah kembali itu lah harapan nya.
Maryam tertidur tanpa mengenakan cadar,ia telah mengunci pintu kamar,dan lupa mencabut kunci nya.Berharap saat Alex pulang,Alex akan mengetuk pintu kamar dan ia akan terbangun,dan membuka nya,itu juga salah satu harapan nya,kenapa ia mengunci pintu supaya ia tahu jam berapa Alex kembali.
Malam pun semakin gelap,udara sejuk menebus celah kamar yang di batasi dinding kaca.Disaat angin menyibak gorden jendela,saat itu lah angin menyelinap masuk ke dalam kamar besar itu,di tambah lagi dengan suhu AC yang membuat tubuh kedinginan dalam kesepian.
Hakikat malam bukanlah hanya sekedar pergantian waktu saat tenggelamnya matahari.
Namun, bila kita merenungkan lebih dalam lagi,malam memiliki arti tersendiri dimana Tuhan ingin memperlihatkan kuasa dan cintanya.Melalui paparan keindahan bintang dan rembulan ketika saling bersanding berpasangan memantulkan cahaya pada langit malam yang cerah.
Alex memejamkan mata nya sejenak,masih dalam perjalanan menuju rumah utama.
Bayangan-bayangan Maryam terus menganggu pikiran nya.Ia membayangkan saat pertama kali melihat wajah yang cantik putih berseri itu,saat pertama kali menyentuh lembut pipi tirus itu.
Bahkan pertama kali dalam hidup nya melihat wanita se anggun istri nya.Untuk pertama kali juga Alex mengakui jika ia benar telah jatuh hati kepada wanita yang tak berwujud itu,yang saat dulu sangat tidak di inginkan nya,bahkan Alex tidak dapat membayangkan wajah wanita di balik cadar itu.
Tapi siapa sangka,rasa sakit nya akan berkurang saat ia mengingat wajah istrinya,rasa takut nya akan menghilang bila ia sebut nama istri dalam hatinya.
Rindu terkadang teramat menyakitkan.Meremukkan hati hingga debu
meniupkan,belati yang tertancap asmara
sakit di ujung rasa.
Tuhan tahanlah rasa rindu ini,kurung ia di sudut jeruji,ajari ia cara bersabar dan bertahan,agar ia tidak memaksa dengan cara sangat menyakitkan.
Itulah yang saat ini di rasakan Alex,pria kejam dan dingin,ucapan nya yang di lontarkan selalu datar terdengar,bila ia marah ucapan nya akan dingin sedingin salju.
Bila ia membenci ucapan nya akan setajam silet yang menggores hati.
"Tuan,Kita sudah sampai!"
Ujar Jerry Law,telah mematikan mesin mobil.
Alex membuka matanya perlahan.Mata nya tertuju ke lantai atas,lampu kamar Maryam padam,hanya di balkon yang terlihat menyala.
Alex melihat sisi rumah,masih menyala lampu begitu terang,padahal jam sudah menunjukan waktu tengah malam.
Ceklek !
Jerry law membuka pintu mobil untuk Alex.
Beberapa pengawal msih berjaga di depan rumah,hanya saja tidak sebanyak di menara,tempat ini adalah kawasan pribadi nya,yang jarang musuh datang.
"Saya bantu!"
__ADS_1
Jerry ingin memegang lengan Alex,namun Pria ini segera menghindarinya.
"Saya bisa sendiri!keluarkan semua barang milik Saya,dan juga paperbag nya!"
"Baik Tuan!"
Jerry segera melakukan pekerjaan nya,Alex berjalan masuk ke dalam rumah.
Brak!
Caston membuka pintu rumah dengan lebar,saat tahu Alex telah pulang,ia sudah menunggu begitu lama.
"Mau saya antar ke atas?"
Caston tidak berani bertindak sebelum bertanya.
"Saya bisa sendiri!Jerry,berikan paper bag obat kepada Saya!"
Alex mengulurkan tangan nya.Jerry memberikan paperbag kepada Alex.
"Apa Dia sudah tidur?"
Alex menatap Caston.
"Terakhir kali di periksa Ayin,Nyonya hendak sholat,ketika Ayin mengajak makan,Nyonya menolak nya!"
"Menolak nya?"
Alex berbalik menatap nyalang kearah Caston yang sedang mengangguk.
"Tidak bisa kah kalian membujuk nya?Kalian punya mulut,bisa berbicara,tidak bisa kah kalian melakukan hal yang sederhana itu?"
Teriak Alex dengan keras.
"Tuan tenang,luka Anda?"
Jerry memegang lengan Alex,Pria ini menghentak nya.
Caston menatap Jerry,begitu juga Jerry kedua nya sama-sama sedang mencari jawaban atas kemarahan Alex.
Ayin keluar dari kamar saat mendengar Alex berteriak,Pak Kim juga ikut keluar.
"Apa yang terjadi ?"
Tanya Ayin begitu tiba.
"Apa yang Kau lakukan?apa Kau tidur dalam keadaan perut kenyang?apakah mimpi Mu indah?"
Alex memalingkan wajahnya menatap Ayin dengan nyalang,Wanita ini terdiam.
__ADS_1
'Apa yang terjadi?kenapa Tuan begitu marah !'
Ayin melirik Caston,Pria ini sedang menundukan pandangan nya.
'Hari ini benar-benar hari yang sial!'
Jerry berdiri gemetar.
"Kamu !"
Alex menatap Jerry,Pria ini mendongakkan kepala nya.
"Kamu sudah bisa kembali,urusan Mu telah selesai!"
"Ba..baik Tuan,Saya permisi!"
Jerry segera berbalik,dan pergi.
"Tuan Alex,Saya mengetahui jika Anda terluka,lebih baik Anda istirahat lebih awal,agar luka Anda segera sembuh!"
Pak Kim mencoba memberi saran kepada Alex,agar ia berhenti marah-marah.
"Pak Kim,selama ini Saya tidak pernah komplain atas pekerjaan Anda!apa yang Anda lakukan hari ini,sehingga membiarkan satu gelas pecah di ruangan dapur!"
Suara bariton Alex,membuat Pak Kim gemetar,semarah apapun Alex,tidak pernah memarahi Pria tua itu,yang telah menjaga makanan nya agar terhindar dari racun setiap saat.
Mendengar perkataan Alex,Ayin baru sadar penyebab kemarahan Alex,ternyata ada pada Mereka,yang pertama gelas pecah,kedua Maryam tidur dalam keadaan perut kosong,ketiga hari ini membuat emosi Maryam meledak.Itu sungguh membuat Alex tidak senang.
Alex segera melangkahkan kaki nya menuju tangga,ia mengenakan kaos putih,karena berteriak berulang kali,membuat luka nya terbuka kembali,dan terlihat dari baju yang ia kenakan,terdapat noda darah.
"Ayin letakan kemeja dan jas mantel Saya ke ruangan Laundry!"
"Baik Tuan!"
Ayin segera pergi,semetara Caston dan Pak Kim masih mematung.
'Sejak wanita itu datang,masalah bukan berkurang,tapi malah menambahkan masalah,Aku harus memberitahukan Tuan King!'
"Pak Kim,apa yang Kau pikirkan,jangan sekali-kali melanggar aturan Tuan Alex,Anda akan tau akibatnya,jika Tuan Alex tau,bahkan Tuan King saja tidak dapat menolong Anda!"
Caston mencoba mengingatkan Pria tua yang berdiri tidak jauh darinya.
"Apapun yang ku lakukan atas ijin Tuan Besar!Kamu pikirkan sendiri hidup Kamu ke depan nya,jangan mengurusi hidup orang lain!"
Pak Kim segera pergi menuju kamar nya.Caston hanya memicingkan mata nya menatap Pria tua yang pergi begitu saja.
"Apa Pria Tua itu benar-benar berpikir kalau Tuan King akan benar melindungi dirinya ?"
Caston lalu pergi menuju kamar sendiri untuk beristirahat setelah bergadang begitu larut.
__ADS_1