Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Mencari


__ADS_3

Maryam masih melihat ke arah Alex yang kini berdiri di ambang pintu.


"Mas,apa Kamu butuh sesuatu mencari Ku kemari?"


Tanya Maryam,ia menyeka air mata yang hampir membasahi pipinya.


"Enggak !"


Sahut Alex,ia berjalan menghampiri sang istri yang duduk di tepi ranjang.


Alex membawa nampan bersama nya,ada sarapan dan segelas susu kacang hijau.


"Aku tau Kamu belum sarapan,jadi Aku membawa Nya kesini!"


Ujar Alex,meletakkan nampan di atas nakas.


Alex segera duduk di tepi ranjang di samping Maryam.


"Kenapa Kamu disini?Aku mencari Kamu di kamar atas barusan !"


Alex melihat istri nya,yang ada disebelah,sedang menundukan pandangan nya.


"Memang seharusnya ini tempat Ku kan Mas?"


Maryam berbalik bertanya kepada Alex.


"Apa yang Kamu katakan,Kamar Kita ada diatas!dan selamanya disana!"


Pungkas Alex memegang tangan Maryam,dan menatap nya dengan tajam.


"Bukan kah Mas baru saja menyuruh Ibu dan Anak itu ke kamar atas?"


Kini Maryam menatap Alex dengan menaikan satu alis nya.


"Memang Aku menyuruh Mereka ke kamar atas,tapi Kamar di atas ada li-ma kamar.Dan Mereka tidak tinggal di kamar Kita!"


Ketus Alex.


"Jadi Mas,siapa Mereka ?kenapa Kamu tidak pernah bercerita sama Aku mengenai Wanita itu?"


Maryam menatap Alex dengan netra penuh tanda tanya.


"Heeemmm..huuff!"


Alex menghela nafas dengan kasar,lalu melihat istrinya yang kini juga sedang melihat nya.


"Apa Kamu cemburu?"


Tanya Alex,memegang pipi Maryam.


"Mas,cukup ini bukan nya waktu bercanda!"


Ketus Maryam yang sedang hampir menangis.


Alex membuka Cadar Maryam,lalu membiarkan kain itu di atas ranjang.


"Apa yang membuat Mu menangis?kenapa mata Mu begitu sembab ?"


Alex memegang kedua pipi istri nya,lalu menatap nya dalam.

__ADS_1


Tanpa terasa air mata yang sedari tadi di tahan Maryam akhir nya luruh juga membasahi pipi mulus nya.


Bugh !


Maryam mendekap kan wajah nya ke dada bidang Alex,ia menangis tanpa suara di dada kekar milik sang suami.


"Heii,Aku hanya bertanya,Aku tidak bermaksud membuat Mu menangis,berhenti lah!"


Alex membujuk sang istri,ia mengelus lembut punggung Maryam.


"Katakan siapa Wanita itu?"


Maryam kembali mengulang pertanyaan Nya yang tadi,ia tidak akan tenang bila tidak mendengar jawaban dari Alex.


"Tenang lah dulu,kalau Kamu masih menangis,Aku tidak akan bercerita!"


Tegas Alex.


Maryam segera mendongakkan kepala nya menatap sang suami.Alex menyeka air mata Maryam.


"Wanita itu adalah Anak Ayah angkat,Dia sudah menikah di usia nya 18 tahun dan sekarang umur nya 24 tahun beranjak ke 25 tahun.Suami Nya meninggal dalam sebuah kecelakaan sebelum anak nya lahir.Jadi begitu Albert King lahir,Aku menganggap Dia seperti Anak Ku,makanya sampai saat ini ia memanggil Aku Papa"


Jelas Alex,Maryam masih belum puas,masih banyak pertanyaan yang ia simpan untuk Alex.


"Jadi Kalian gak pernah cerita sama Albert mengenai Ayah kandung nya?"


"Pernah,bahkan Albert tau,kalau Aku bukan Papa nya,hanya saja Albert lebih senang memanggil Ku papa dari pada sebutan Paman.Dan itu tidak masalah dengan Ku,dan nanti Dia juga akan memanggil Kamu dengan sebutan Mama !"


Sambung Alex.


Satu masalah sudah kelar pikir Maryam,ia sedikit lega.Namun,masih banyak pertanyaan yang belum ia tanyakan pada suaminya.


"Sssttt!"


Alex meletakkan jari telunjuk nya di bi bir sang istri,Maryam terdiam.


"Jangan pernah sebut kata - kata itu,Aku tidak mengijinkan Mu mengucapkan kata-kata ma ti.Ingat itu!"


Tegas Alex,Maryam mengangguk nya.


"Aku tidak memiliki rahasia yang harus Ku ceritakan padamu,namun Aku mengetahui satu rahasia masa lalu Mu!"


Maryam terkejut,mata nya membulat melotot ke arah Alex.


"Ra-rahasia apa yang Mas ketahui ?"


Maryam gugup,ia takut Alex akan marah.


"Apa hubungan Mu dengan Revan?"


Pertanyaan Alex membuat Maryam terdiam.Dia masih berpikir,bagaimana Alex bisa mengenal Revan.


"Apa Mas menyelidiki masa lalu Ku?"


Maryam menatap Alex,Pria ini ragu untuk melihat Maryam.


"Iya,Aku menyuruh Jerry untuk menyelidiki nya,Karena beberapa hari yang lalu,Aku melihat Mu bertemu dengan seseorang di Mall!"


Maryam menatap Alex,ia tidak tahu harus berkata apa,jika Alex sudah mengetahui semua terpaksa juga Maryam harus menceritakan nya.

__ADS_1


"kalau Mas sudah tau semua nya Aku tidak ada cara lain selain mengangguk nya kan?"


Maryam melirik ke arah Alex.


"Kamu boleh membantah,Kamu juga boleh marah,karena Aku sudah lancang menyelediki masa lalu Mu!"


"Setelah Mas,menyelidiki apa Mas merasa tenang?"


Alex melirik menatap netra Maryam dengan tajam,mendengar pertanyaan itu.


"Tenang?"


Maryam mengangguk nya.


"Tidak sama sekali,Aku malah gelisah,dan juga marah,kenapa ada Pria seperti itu di hidup Mu,Aku benci itu!"


Ketus Alex dengan kesal.


"Mas,semua Kita ada masa lalu,baik Aku atau pun Mas,tapi Aku ingin Kita bersama-sama melupakan masa lalu,jangan ada masa lalu di antara kita selain masa depan !"


Maryam menyentuh dengan lembut pipi suaminya,Alex melihat Maryam dengan intens.


"Aku janji,mulai sekarang tidak akan ada rahasia di antara Kita!"


Pungkas Alex,lalu memeluk Maryam.


'Tapi Aku belum bisa menceritakan tentang Revan sepenuh nya kepada Mu,Aku tidak ingin Kamu marah pada Ku,Aku juga tidak penyebab mantan Mu ma ti karena Aku!'


Alex mengelus lembut punggung sang istri.


"Mas siapa nama wanita itu?"


Tanya Maryam melihat wajah Alex.


"Apa Kamu terus memikirkan wanita itu,apa Dia membuat Mu cemburu?"


Alex memegang wajah Maryam.


"A-Aku tidak hmmp...."


Belum selesai Maryam melanjutkan ucapan nya,Alex sudah mengecup bi bir sang istri dengan lembut.


"Sudah merasa lega?"


Tanya Alex kembali setelah mengecup bi bir Maryam.Wanita ini malu dan menundukkan pandangan nya.


"Dia Sandra Summer King,Anak Ayah angkat satu-satu Nya,selain memperhatikan mereka disini,menjaga Nyawa Mereka lebih berharga dari Nyawa sendiri!"


Pungkas Alex.


"Tapi Mas,Nyawa Mu sangat berarti bagiKu,karena sebagian hidup Ku ada disini!"


Maryam menyentuh da da bidang sang suami,yang keras dan berotot.


Untuk pertama kali Alex merasa kalau wajahnya merona.


"Kenapa wajah Mas begitu tegang?"


Maryam melihat raut wajah Alex yang tidak biasa,pria itu tidak terbiasa mendengar ucapan romantis,tapi kali ini Maryam membuat nya merona.

__ADS_1


SELAMAT HARI SENIN JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE+ BERI HADIAH YA BUAT AUTHOR😘


__ADS_2