
Ayin tertegun,Ayin tidak bermaksud terlalu serius dengan perkataan nya.
Tidak terasa perjalanan Mereka sudah lebih dari satu jam,saat mereka keluar dari rumah utama.
"Aku memang tau,menikah lebih dari satu di perbolehkan dalam agama Islam,dan itu termasuk Sunnah Rasul,tapi Ayin seperti yang Ku katakan sebelum nya,Aku bukan wanita sempurna,Aku bukan wanita soleha,pakaian Ku tidak menjamin kalau Aku adalah orang baik!"
Ujar Maryam dengan suara yang rendah.
"Maaf,Nyonya Aku tidak bermaksud untuk membuat Nyonya sedih!"
Ayin melihat Maryam yang sedang menundukkan pandangan nya.
"Bahkan,dalam Alquran pun disebutkan bahwa orang yang berpoligami tidak akan bisa adil.Jika khawatir tidak benar-benar bisa adil,maka sebaiknya tidak usah berpoligami"
Sambung Maryam.
"Apa Nyonya benar takut jika Tuan menikah lagi?apa yang Nyonya takuti,apa Nyonya takut jika Tuan tidak bisa adil?"
"Adil?apa yang kurang dari Tuan Alex,ia kaya dan juga banyak kekuasaan,ia pasti akan bisa adil,tapi Ayin,soal hati,siapa yang bisa menerima Nya,saya salah satu orang yang menolak keras untuk menerima poligami.Meskipun orang akan membenci saya,tapi saya lebih takut jika Saya tidak bisa menahan diri dan akan membuat saya setiap hari suudzon kepada madu dan suami Saya,karena setiap orang pasti akan ada penyakit hati,saya pribadi mengakui nya!"
Pungkas Maryam.Ayin kehabisan kata-kata,sejauh apapun Ayin ingin bertanya,jawaban Maryam tetap sama,ia menolak untuk berpoligami.
"Ayin ini sudah lebih dari satu jam,apa masih lama,kenapa mobil Tuan Alex tidak terlihat?"
Tanya Maryam.
"Memang jauh Nyonya,ini memakan waktu satu hari satu malam,perjalanan nya!"
Jawab Ayin.
"Kenapa Aku bisa lupa,sebelum nya bahkan pergi pagi Kita tiba di villa larut malam!"
Maryam menggelengkan kepala nya.
Di sepanjang jalan,hanya ada hutan,dan di penuhi dengan pepohonan,suasana terlihat begitu gelap dan menakutkan,padahal ini masih sore.
Tidak ada satu pun kendaran yang lewat dari sana,karena tempat tinggal Mereka jauh dari kota,hanya ada satu ada dua rumah dan gedung yang ada di dekat rumah utama.
"Nyonya jika Anda mengantuk istirahat saja,nanti begitu tiba Aku akan membangunkan Anda!"
Maryam mengangguk nya,ia segera merebahkan kepala nya,untuk beristirahat.
Ayin menghela nafas nya,lalu melirik ke arah Maryam,yang sedang beristirahat.
'Aku sendiri,tidak tahu bagaimana Tuan bisa menghadapi perjodohan itu,namun keputusan itu semua ada pada Tuan,hanya Tuan yang bisa mengatasi Nya!'
Batin Ayin,sesekali melirik Maryam.
Ayin segera menaikan kecepatan mobil nya agar bisa segera sampai ke menara,Ayin berharap jika Mereka telah membereskan semua nya.
Di tempat lain,di dalam mobil,Alex sedang menatap layar laptop nya.
Alex belum menyadari jika ponsel nya tertinggal,padahal ia hampir sampai ke menara.
Kriing...
Kriing...
Ponsel Jerry berdering,ia segera mengangkat nya.
"Hallo!"
"Jerry,Kau bersama Alex?"
Suara Mario dari seberang sana.
"Jika,Aku bersama dengan Tuan"
"Kenapa Dia tidak mengangkat panggilan Ku?"
"Tuan Mario,Aku tidak tau,Anda bisa langsung bertanya kepada Nya"
Jerry memberikan ponsel kepada Alex.
"Ada apa!"
Tanya Alex.
"Kenapa Kau menolak proposal Ku?"
__ADS_1
Teriak Mario,
Alex menyempitkan mata nya,mendengar teriakan Mario.
"Proposal?kertas sampah itu Kau bilang proposal?Kau sedang mengerjakan Proposal proyek,bulan sedang bermain-main,proposal Mu sungguh tidak layak pakai!"
Tegas Alex.
"Ck!"
Mario berdecak kesal.
"Aku bisa memperbaiki Nya,tapi kenapa Kau memberikan tugas itu kepada Ayin?"
"Ayin lebih bisa menjamin Nya,dan hari ini telah siap,proyek itu akan di kerjakan Minggu depan!"
Tut...
Alex segera mematikan panggilan itu,saat ini Mario pasti sedang kesal dan memaki Alex.
Alex memberikan ponsel Jerry kembali kepada Nya.
"Kenapa Dia tidak menghubungi Ku?"
Tanya Alex,
"Katanya Tuan tidak mengangkat panggilan Nya!"
"Bagaimana bisa?Aku saja tidak mendengar deringan ponsel!"
Ketus Alex,lalu ia baru sadar untuk mencari benda itu.
"Ponsel Ku ketinggalan ?"
Gumam Alex,lalu melanjutkan memeriksa laptop Nya.
Dari jauh sudah terlihat menara tempat dimana Mereka akan datang.
Alex langsung menyimpan kembali laptop nya,dan menurun kan kaca mobil,sambil mengintip keluar jendela mobil.
"Apa ada aba-aba dari Tuan Guntur?"
Tanya Alex.
"Tenang?bagaimana bisa?Mereka baru saja memulai peperangan dengan Kita,dan Mereka tenang saja?pasti ada yang tidak beres!"
Pungkas Alex,
"Aku merasa juga begitu,sebelum nya disaat Devano di sandera,besok Nya Revan langsung pergi untuk menyelamatkan Devano,tapi kali ini tidak ada sama sekali pergerakan dari kubu sebelah !"
Alex memijit pelipis nya,sembari memikirkan suatu rencana yang baru.
"Saya juga bingung Tuan,seharusnya Lion sudah mulai menyerang menara,jika ia tahu Devano terlibat dalam kehancuran markas King !"
Jerry membelokkan mobil nya ke arah gerbang menara,pintu itu terbuka secara otomatis,saat plat mobil di scan secara otomatis.
Ckkiittt!
Jerry memarkirkan mobil nya,beberapa pengawal datang menghampiri mobil Mereka.
Ceklek !
"Tuan,selamat datang !"
Sapa Mereka membuka pintu mobil.
Alex mengangguk nya,ia segera turun dari dalam mobil.
Beberapa pengawal berbaris di depan mobil Alex,dan membungkuk untuk memberi hormat kepada Bos Mereka.
"Tuan Alex!"
Sapa Caston yang baru saja keluar,Jerry mengikuti Alex dari belakang.
"Dimana Dia?"
"Ada di dalam gudang belakang,Aku tidak membawa nya ke lantai bawah tanah!"
Pungkas Caston,
__ADS_1
"Kita kesana!"
"Baik!"
Caston,Alex dan Jerry segera pergi menuju gudang belakang.
"Dia ada disini!"
Caston dan dua orang lain nya,berdiri di depan pintu gudang.
Ceklek !
Caston membuka pintu Nya,Alex dan Jerry segera masuk kedalam .
Tap..Tap...Tap...
Terdengar suara langkah Kaki Alex yang bergema di dalam gudang tersebut.Devano terikat di sebuah kursi,menyadari Alex datang ia segera tersenyum licik.
"Ck!"
Devano berdecak.
"Sebelum Aku menghabisi Mu,ada yang ingin Ku tanyakan!"
Ucap Alex dengan datar.
"Tidak ada yang mau ku dengar apapun itu,dasar ba jingan,Kau telah melenyapkan Kakak Ku,Pria sialan !"
Teriak Devano.
"Heeeh!"
Alex menaikan sudut bi bir kanan nya,saat mendengar penuturan Devano.
"Apa hubungan Mu dengan Istri Ku?"
Tanya Alex yang sudah lama menahan pertanyaan itu.
"Istri?cuiih!"
Devano meludah.
Duuaaackkk !
"Aaah!"
Brak!
Alex langsung mendaratkan satu tendangan di wajah Devano,sehingga membuat ia terjatuh.
Caston membantu untuk membangun kan kursi nya ke semula.
"Apa hubungan Mu dengan istri Ku,Aku tidak akan mengulangi lagi,Kalau Kau tidak menjawab!"
Alex menarik kerah baju Devano.
"Kau mau tau,Dia teman tidur Ku!"
Teriak Devano
Dar...!
Dugh!
Dugh!
"Uuhh!"
Sudut bibir Devano berdarah,akibat pukulan dari Alex.
"Sampah !"
Cibir Alex,lalu berbalik,menjauh dari hadapan Devano.
Krak!
Alex berbalik lagi menodongkan pis tol ke arah Devano.
"Mas!"
__ADS_1
Panggil Maryam,yang baru saja tiba dengan Ayin.
Alex menoleh karena terkesiap mendengar suara Maryam.Begitu juga Caston dan Jerry.Ponsel Alex ada di tangan Maryam.