Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Kepanikan Alex.


__ADS_3

Mendengar ucapan Albert,Alex segera mengendong Albert,dan membawa nya bersama.


"Dimana Bunda?"


"Ada di kamar Mama!"Teriak Albert lagi,menunjuk ke arah kamar Sandra yang ada di kamar ke ti-ga dari kamar Alex dan Maryam.


Brak !


Alex mendorong pintu kamar dengan kasar,Maryam yang sedang memilih baju untuk Albert terlihat kaget,dan menoleh ke arah pintu.


"Mas!"Seru Maryam,saat mengetahui Alex yang mendorong pintu kamar dengan kasar.


Alex segera meletakkan Albert di lantai,membuat Albert menatap nya dengan kesal.


"Albert bilang,Kamu sakit,mana yang sakit?apa masih sakit perut Mu?"Alex memegang bahu Maryam,sembari mengecek kondisi nya.


"Mas,Aku baik-baik saja,Aku pikir Mas sudah berangkat kerja!"


Maryam meletakkan baju Albert di atas ranjang,Albert segera naik ke atas ranjang.


Alex menatap ke arah Albert dengan tajam,memberi peringatan yang tidak bisa di langgar oleh Albert lagi.


"Eeemmm"Albert membulatkan matanya sembari membuang muka dari pandangan Alex.


"Albert!"Panggil Maryam sembari berkacak pinggang.


"Maaf Bunda,Albert hanya bercanda,lagian Papa terlalu sibuk dengan kerjaan,bahkan Dia tidak punya waktu untuk Kita!"Cemberut Albert.


Maryam segera meraih pipi Albert dan menarik nya.


"Berani nakal ya,minta maaf enggak?"


"Aaw..Sakit Bunda,sakit,ia Albert minta maaf sama Papa!"Maryam segera melepaskan cubitan gemes nya di pipi Albert.


"Tapi boong!"Sambung Albert,Maryam hanya tertawa geli,Alex membulatkan mata nya lalu segera melompat ke atas ranjang.


"Aaa..Ampun Pah,ampun..Enggak lagi,janji!"Teriak Albert yang digelitik oleh Alex.


Melihat pemandangan itu,Maryam hanya tersenyum,sembari mengelus perut nya,membayangkan jika Albert adalah Anak nya kelak,dan itu akan membuat ia lebih bahagia melihat kedekatan kedua nya.


"Sudah!ayo turun,Albert harus siap-siap,katanya mau berbelanja!"Mengajak Albert untuk turun dari ranjang.


"Benar Pah,Aku akan memakai baju,Bunda sama Papa bisa tunggu di bawah Albert akan nyusul Kalian!"


"Eeem,Kami tunggu saja disini,Albert segera pakai baju nya!"


"Keluarga kecil Ku!"Gumam Maryam.Alex melirik ke arah Maryam yang sempat mendengar ucapan Maryam meskipun seperti angin lalu.

__ADS_1


"Albert,Papa tunggu dibawah dalam waktu li-ma menit Kamu sudah siap!"Tegas Alex,yang berdiri sambil berkacak pinggang di depan Albert.


"Pah,Aku anak Mu,bukan bawahan Mu,waktu li-ma menit terlalu singkat untuk Aku berdandan !"Ketus Albert mengerucutkan bi bir nya.


"Eh,berlaku untuk siapa saja!"Tegas Alex lagi.


"Iya tapi tidak berlaku untuk bunda,coba saja bunda yang di posisi Albert,Papa akan tunggu seberapa lama pun itu!"Sambil melirik ke arah Maryam.Wanita ini hanya tersenyum mendengar ucapan Albert.


"Sudah,sudah!bunda akan nunggu Albert,tidak perlu terburu-buru"Bujuk Maryam,agar Albert berhenti cemberut.


"Albert sayang Bunda!"


Cup!


Albert menci um pipi Maryam membuat raut wajah Alex memerah.


"Albert!"Panggil Alex,Albert tahu kalau Alex pasti akan memarahi nya,Albert pura-pura tidak mendengar panggilan Alex.


"Papa tau,Kamu sengaja enggak mau respon Papa panggil kan?oke fine!"


Alex segera mengeluarkan ponsel milik nya,


"Papa akan meminta Paman Caston untuk mengantar Kamu ke bandara!"Ancam Alex.


"Papa..!"Teriak Albert,dengan raut wajah yang cemberut.


"Baik Bunda"Albert melirik ke arah Alex,sembari berperang melalui netra masing-masing.


"*Salah Papa!"


"Salah Kamu*!"


Kedua nya masih saja ribut,meskipun hanya melalui gerak bi bir.


"Bisa berhenti?"Tanya Maryam yang berdiri di tengah - tengah Mereka,lalu Maryam menoleh ke arah Albert yang menundukkan kepala nya.


"Bisa Bunda.."


"Bisa Sayang !"


Albert dan Alek kembali diam,sementara Albert segera memakai baju nya,yang di tunggu oleh Maryam dan Alex.


Begitu selesai,Maryam segera mengandeng tangan Albert untuk keluar dari kamar tersebut,dan mengabaikan Alex.


Alex yang merasa dirinya di abaikan,mengikuti Maryam dan Albert dengan malas,sambil mengerucutkan bi bir nya.


Di lantai bawah,Pak Kim sudah menunggu Alex begitu lama.

__ADS_1


"Pak Kim,bawa Albert ke taman,ajak Dia untuk keliling rumah utama,sekalian bawa Dia untuk melihat kandang binatang!"Titah Alex.


"Baik Tuan !"Pak Kim melirik ke arah Albert.


"Mari Tuan Muda,ikut Saya!"Ajak Pak Kim.


"Eeh,tunggu,bukannya Kita mau ke mall?"Albert melirik ke arah Alex,lalu bergantian menatap Maryam,yang sedang menaikan ke dua bahu nya.


"Kita pergi siang nanti,sekarang Papa mau bawa bunda untuk melihat sesuatu,Papa sama bunda ada keperluan mendadak!"


Albert terlihat enggan untuk pergi,ia terus menatap Alex penuh dengan intimidasi.


"Sudah,nurut saja,Papa tidak lama!"Paksa Alex lagi,mendorong tubuh Albert agar segera mengikuti Pak Kim.


"Nanti bunda nyusul Albert !"Ucap Maryam lagi,


"Albert tunggu bunda!"


Maryam mengangguk nya,Albert segera pergi dengan Pak Kim,dan di ikuti oleh dua orang pelayan di belakang Mereka.


"Apa yang terjadi?kenapa Mas tiba-tiba menunda waktu Kita pergi ke mall?"


"Aku punya sesuatu yang harus di bahas dengan Mu!"


"Katakan,Aku akan setia mendengar"Maryam memeluk lengan kekar Alex.


"Ayo,ikut Aku !"Alex mengajak Maryam ke arah tempat mushola.


'Apa yang mau Dia lakukan?apa Dia ingin sholat Dhuha?'Maryam melirik Alex,


Namun,tempat yang mau di ajak Alex bukan lah mushola,Mereka melewati tempat tersebut.


Alex masih berjalan belum sampai ke tujuan nya.Sementara Maryam masih bertanya-tanya,sembari melihat ke arah Alex.


"Sudah ikut saja,Aku tidak akan berbuat macam-macam!"Ucap Alex saat melihat netra istri nya yang terlihat bingung.


Alex mengeluarkan sebuah card,lalu menempelkan nya di dinding.


Welcome Mr.Alex


Pintu dinding beton yang terlihat seperti dinding pun segera terbuka,Maryam membelalakkan mata nya saat melihat ruangan tersebut.


"Ayo masuk!"Alex menarik lengan istri nya agar segera masuk ke dalam,karena pintu tersebut agar terkunci otomatis selama li-ma menit.


"Mas,untuk apa Kita disini?",Maryam melirik ke arah Alex,yang sedang melihat tempat tersebut.


"Bukan kah Kamu ingin belajar ilmu bela diri?Aku akan mengajari Mu sesuatu!"Ujar Alex melangkah masuk ke dalam lapangan yang besar dan luas tersebut.

__ADS_1


Tempat yang di datangi Mereka sangat bersih,dan hanya ada beberapa papan yang tertata dengan rapi di lapangan tersebut.


__ADS_2