
"Haah!Aku ketiduran !"
Maryam segera bangun dari tidur nya lalu sholat,begitu siap,ia melihat jam di dinding sudah begitu larut.
Maryam juga melirik nakas,sudah ada makan malam yang di letakan di atas nakas oleh pelayan.
Ia segera meraih piring tersebut dan memakan nya sekitar satu atau dua suap saja,agar tidak membuat perut nya kosong,sebenarnya Maryam jarang makan malam.
Lalu ia teringat dengan buku yang sudah lama tidak ia baca,ia mencari nya,karena di dalam buku tersebut banyak makna yang dapat ia pelajari,dulu ia membaca nya agar memahami arti cinta dalam Islam.
Tapi sekarang orang yang akan ia hormati adalah Pria kejam bertubuh kekar,yang akan menjadi suaminya.
"Dimana buku nya!"
Gumam Maryam,mengobrak abrik isi lemari dan koper bawaan nya.
"Jangan sampai hilang,itu adalah buku terakhir yang diberikan Revan,kalau sekarang Aku membelinya lagi pasti tidak ada,makanya Aku menyimpan,meskipun Aku tidak mau menyimpan tapi itu buku edisi terbatas!"
Gumam Maryam lagi,yang mulai kesal tidak menemukan buku tersebut.
Brak!
Brak!
Maryam menutup laci bawah lemari dengan kasar,barang yang ia cari belum ketemu.
Tap...tap..tap...tap..
Maryam mondar mandir di dalam kamar,untuk memikirkan dimana buku itu terakhir ia simpan.
Di dalam mobil,di perjalan pulang,Alex sedang membaca buku yang ia temukan tadi.Perasaan nya tersentuh dengan isi buku yang ia baca,namun ia juga terlihat begitu tidak senang,karena Maryam telah membaca buku itu sejak lama,pasti saat itu ada pria lain di hati Maryam yang bernama Revan.
"Ketika anda harus memilih antara bertahan dan melepaskan, dengarkan logikamu. Karena jika tulus, hatimu takkan berimu pilihan."
Makna itu terdapat di dalam bacaan buku yang sedang di pegang oleh Alex,Ia mengerti kenapa sekarang Maryam bertahan sejauh ini,Alex berharap Maryam tulus berada di dekat nya.
Alex teringat lagi jawaban Maryam beberapa hari yang lalu,saat Alex memberikan pilihan kepada Maryam untuk meninggalkan nya atau bertahan di sisi nya.Saat ini Maryam memilih bertahan,karena Maryam merasakan ketulusan dari dalam diri Alex saat melamar nya.
"Caston,bisa Kamu percepat kan laju mobil nya!"
Ucap Alex datar,
"Bisa Tuan!"
Sahut Caston yang sedang fokus menyetir.
"Saya ingin segera sampai !"
Ujar Alex,menyimpan novel yang ia baca barusan,lalu memejam mata nya sebentar.
"Seperti biasa Tuan,butuh waktu sehari semalam !"
"Lakukan apa yang ku katakan,dan berhenti berpendapat!"
Tegas Alex,Caston terdiam.
__ADS_1
Caston melirik Alex yang masih memejamkan matanya.
Di rumah utama,Ayin yang pulang duluan masih di perjalanan pulang,dan ia belum sampai.
Booom!
"Aaaaa!"
Teriak Ayin dengan keras saat sesuatu terdengar meledak seperti bom,dan mobil yang di naiki Ayin terbalik,masih bergeser sejarah li-ma meter dari tempat kejadian terbalik nya mobil.
"Bagaimana Kak,apa ia akan mati?"
"Kamu tenang saja Devano,Dia orang kepercayaan Alex,jika Kita membunuh Wanita ini,maka Kita telah menyingkirkan satu kekuatan Alex!"
Jawab Revan yang berdiri tidak jauh dari mobil Ayin.
Mobil Ayin terbalik,dan tanki bensin bocor sehingga terjadi kebakaran di mobil Ayin.
"Ayo,Kita pergi, takut ada yang melihat Kita!
Ujar Devano menarik tangan Revan untuk kembali masuk ke dalam mobil.
Meskipun Revan dan Devano adalah penjahat yang yang kejam,hampir setara dengan Alex,namun Revan dan Devano masih warga Indonesia,setiap apa yang ia lakukan di New York harus di pertimbangkan dengan baik,tidak leluasa seperti Alex.
Ayin berusaha merangkak keluar dari mobil,dan tiba saat nya.
Duuuaarrr!
Suara letakan sekali lagi mengagetkan Revan dan Devano yang sudah berada di dalam mobil,melihat mobil itu sekali lagi meledak dan hancur berkeping -keping,Revan dan Devano segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
Kobaran api telah melahap si biru milik Ayin,yang selama ini menemani wanita ini,mobil itu adalah pemberian Alex saat pertama kali Ayin di terima sebagai Asisten pribadi Alex,dan Pria ini menghadiahi satu unit mobil untuk Ayin.
"Tuan,seperti nya di depan telah terjadi kebakaran mobil,apinya sudah mulai padam seperti nya sudah berlangsung dua jam!"
Ujar Caston melihat ke depan jalan.
"Coba turun dan periksa apa pemilik mobil selamat"
Tegas Alex,Caston segera turun dan melihat bekas mobil yang terbakar.
Caston menemukan plat mobil yang tercecer di sekitar ke jadian 4712,melihat nomer tersebut Caston segera berlari ke arah Alex.
Tap...tap...tap..
"Tuan,mobil itu adalah milik Ayin !"
Ucap Caston yang gemetar,Alex kaget,Pria ini segera turun dari dalam mobil.
Ceklek !
"Apa Kamu yakin ?"
Tanya Alex yang berdiri di dekat mobil nya.
Blam !
__ADS_1
"Alex membanting pintu mobil,lalu berjalan ke arah TKP.
Alex segera mecari Ayin di sekitar kejadian.
"Menurut pengalaman,dan pelatihan Ayin,seharusnya ia lolos!"
Ujar Alex,yang berdiri di dekat mobil,dengan segumpal asap yang masih terbang.
"Cari di sekitaran hutan,dan temukan Dia,Aku yakin ia selamat!"
Ucap Alex,yang percaya dengan kemampuan Ayin.
"To...long...to ..long..!"
Mendengar suara minta tolong,Alex segera berjalan ke arah pohon besar yang berada tidak jauh dari tempat ia berdiri.
Krak!
Alex menginjak ranting kayu yang rapuh,yang tercecer di pinggir hutan .
"To..long ..to ..long Saya!"
Alex yakin suara yang di dengar nya adalah milik Ayin.
"Tuan,Aku tidak menemukan adanya korban!"
Pungkas Caston,Alex melirik ke arah nya,lalu menunjuk pohon besar.
"Akan ku periksa !"Ucap Caston .
Caston segera menghampiri pohon besar,Caston juga melihat darah yang tercecer di sekitaran pohon tersebut.
"Tolong !"
Bugh !
Seseorang jatuh di depan Caston,Pria ini awal nya terkejut,tapi saat mendapati yang ia lihat adalah Ayin,Caston segera membantu nya.
"Tuan,Ayin disini!"
Teriak Caston,Alex segera berlari ke arah mereka.
"Periksa denyut nadi,dan detak jantung nya!"
Tegas Alex.
"Denyut nadi dan detak jantung melemah,Tuan Kita harus melakukan pertolongan pertama !"
Ujar Caston yang memangku Ayin.
"Bawa ke mobil 20 menit lagi Kita akan sampai ke apotik swasta yang tidak jauh lagi dari sini !"
Caston segera mengendong Ayin,dan membawa nya ke mobil,sementara Alex mengikuti nya dari belakang .
Ceklek !
__ADS_1
"Letakan dengan benar,jangan biarkan kepala nya tanpa alas!"
Ujar Alex,Caston segera mengambil boneka bantal di jok belakang,lalu meletakan nya di bawah kepala Ayin .