Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 12


__ADS_3

Lama sekali Alex melihat Al,terus pandangan nya di kejutkan dengan Maryam yang datang menepuk bahunya.


"Mas!"


"Eeemmm"Alex menoleh,Al melirik ke arah Alex sembari tersenyum dengan begitu sopan.


Semua nya duduk di kursi meja makan,untuk menikmati makan siang mereka.


"Dimana Joshua mas?"


"Dia pulang,nanti malam harus kembali ke Mesir!"


"Eeeem"Maryam melirik ke arah Al,yang terus saja menatap hidangan di atas meja.


"Kak El,kenapa bengong,bukan kah,ini kesukaan Kakak?"Ge mengangkat satu mangkuk yang berisi jengkol sambal teri.


Al tersenyum,ia tidak menjawab,tapi Al lebih seperti orang kebingungan.


"Ada apa?apa Kamu tidak suka?"Tanya Alex.


"Suka,tentu saja suka!"Sahut Al,langsung mengambil jengkol dan meletakkan di atas piring nya.


Maryam tersenyum,ia belum menyadari kalau itu bukan El.Hanya saja kali ini ia melihat Anak nya dengan orang yang berbeda.


Semua orang yang ada di meja makan melihat ke Al,yang terus menatap jengkol di atas piring nya.


"El,kalau tidak suka Kamu boleh tidak makan!"Sambung Alex,meletakkan sup ikan salmon di depan Al.


"Ini sup ikan salmon?"Al melihat ke arah Alex.Alex tersenyum sembari mengangguk.


Al segera mengambil mangkuk untuk menuangkan sup itu.Tentu saja membuat Maryam dan Ge terkejut.


"Kak !"Panggil Ge,yang melihat Al ingin memakan sup tersebut.


"Kakak 'kan alergi salmon?"Ge melihat ke arah Al,begitu juga Al yang terkejut.


"Umi masak salmon ini untuk Papa,karena Papa yang suka salmon disini.Aku sama Kak El 'kan alergi ?"


Al meletakkan sendok yang ada di tangan nya di dalam mangkuk.Lalu ia berdiri meninggalkan meja makan.Maryam dan Alex terkejut.


"Apa yang terjadi?"Tanya Alex.


"Mas,biar Aku liat!"


Alex mengangguk nya.


"Kak El benar-benar aneh,apa ia benturan di kepala nya begitu parah?"Gumam Ge,Alex melihat ke arah Ge.


Di teras rumah,Al menatap ke arah pemandangan pegunungan yang ada di depan nya.


"El!"Maryam memegang bahu anaknya.


"Ada apa?cerita sama umi!"


"Eeem,El tidak tau harus bagaimana,banyak yang El lupakan,kepala El sakit umi,apa ada yang salah dengan El ?"Al menatap dalam ke arah wanita yang duduk di sebelah nya.


Al menatap netra Maryam yang berkaca-kaca,tangan nya bergerak untuk mengelus kepala sang Anak.


"Tidak ada yang salah sayang,Kamu tetap anak umi!"Maryam menarik El dalam pelukan nya.


Alex yang berdiri di pintu melihat Maryam dan Al berpelukan.Dia tidak akan menganggu mereka.

__ADS_1


"Ayo,kita kembali ke dalam dan makan siang!"


Al mengangguk nya.Maryam segera menuntun sang Anak untuk masuk.


Alex dan Ge masih duduk di meja makan,menunggu Maryam dan Al untuk makan bersama.


"El mau jangkol!"


"Jengkol Kak!"Cetus Ge,saat mendengar ucapan Al salah.


"Iya itu maksud Kakak!"Al tersenyum kecut.


Alex terus saja memperhatikan Al,yang terus menahan rasa tidak enak di mulut nya saat menelan jengkol.


"Sayang apa itu enak ?"Tanya Maryam.


"Enak,apapun yang Umi masak tidak pernah gagal!"Sahut Al,


"Kamu memang pandai dalam mengambil hati Umi mu!"Cibir Alex,yang ikut tersenyum.


Maryam hanya berpikir kalau El mengalami amnesia sementara,jadi ia tidak ambil pusing dengan perubahan El.


Beberapa menit berlalu,semua nya sudah selesai makan,Al segera berdiri,Maryam dan Alex saling pandang satu sama lain.


"Kak El mau kemana?"Ge menatap Al yang berdiri.


"Kakak mau ke kamar,sekalian mau minum obat!"Bohong Al,


Ge mengangguk nya sembari mengintip ke arah Al yang pergi.


Alex semakin bingung,saat Al beberapa kali mondar mandir di depan kamar ruangan,ia terlihat sedang memilih kamar nya yang mana.


'Seperti nya ini kamar nya!'Al berdiri di depan kamar yang ada tulisan assalamualaikum,dengan gambar animasi taekwondo.Al memegang handle pintu kamar tersebut.


"Kamar mu yang itu!"Alex menunjukan kamar di sebelah tempat ia berdiri.Al melihat ke arah Alex dan tersenyum yang saat ini berdiri tepat di samping nya.


"Ada apa?"Alex melihat Al yang terdiam.


"Apa Papa merindukan Ku?"Tanya Al tiba-tiba.


"Tentu saja,kemarilah!"Alex merangkul pundak Al,mengajak Al untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


Mereka berdua duduk di sofa,Al terus saja melihat Alex.


"Meskipun Kamu dekat nya sama Umi,Kamu tetap Anak Ku,Kamu tetap orang yang selalu menjadi Wali untuk Adik mu kelak!"Pungkas Alex,menepuk punggung Al berkali-kali.


Al mengangguk,memalingkan pandangan nya dari Alex.


"Aku harus kembali ke kamar Pah!"Al segera berdiri,Alex menatap Al dengan tatapan nya yang curiga.


Sebelum Al masuk ke kamar,ia menoleh ke arah Alex yang masih melihat nya.


Blam!


Al berdiri di depan pintu,memegang dada nya yang berdegup.


"Aku yakin papa pasti curiga.Tapi,Aku senang akhirnya berada disini,untuk pertama kali setelah dewasa Aku bisa melihat mereka!"Gumam Al yang berjalan ke arah ranjang El.


Al melihat kamar El penuh dengan piagam penghargaan tentang Agama,sangat berbeda dengan dirinya.


Al juga melihat foto keluarga mereka yang ada di atas nakas,Al mengusap foto tersebut.

__ADS_1


"Suatu saat Kita akan kembali bersama El,Aku harap hidup mu baik-baik saja disana.Dan Paman Jerry dapat mengenali mu secepat nya.Agar ia tidak menempatkan hidup mu dalam bahaya"


Al meletakan kembali foto tersebut,lalu ia beralih ke arah lemari buku.Banyak buku yang tersusun disana.


"Sebelum mereka curiga,lebih baik Aku mempelajari beberapa hal tentang El!"


Krak!


Al membuka laci lemari tersebut.Dia menemukan baju rajut bayi yang dulu sempat El temukan di gudang.


Baju rajut tersebut atas nama Al.


"Ini!"Al memegang nya,sembari melihat tulisan namanya disana.Al tersenyum,ia tahu kalau keluarga nya tidak pernah melupakan nya.


Tok..Tok..Tok..


"Kak El,Umi panggil !"Seru Ge di balik pintu kamar,Al segera berjalan ke arah pintu.


Ceklek !


"Kenapa ?"


"Ge enggak tau,pokonya Umi manggil Kak El ke ruang tamu!"


"Baik,tunggu sebentar!"


Ge mengangguk,lalu pergi meninggalkan Al.Setelah menyimpan baju rajut itu kembali,Al segera menemui Maryam di ruang tamu.


"Umi manggil El?"Tanya Al.Maryam mengangguk nya.


"Duduk lah!"


Al segera duduk di sofa single,di sebelah Maryam ada Alex yang terus memandang nya.


"Mana yang Kamu suka?"Maryam memperlihatkan beberapa dekorasi pelaminan kepada Al.


"Ini?"Al menaikan alis nya karena terkejut.


"Iya ini untuk mempersiapkan pernikahan mu,Kita kan udah pernah membicarakan ini sebelumnya.Begitu Kamu kembali dari Mesir,kita akan membahas masalah kelanjutan pernikahan mu!"


"No!"Al berdiri saat Maryam membicarakan pernikahan,meskipun Al tidak terlalu bagus dalam menggunakan kalimat Indonesia.Tapi Al pandai dalam berbagai bahasa,ia dari kecil sudah belajar dengan IQ nya yang tinggi.


Melihat semua orang yang terkejut dengan sikap nya,Al kembali duduk.


"Tapi Umi,bukan kah,ini terlalu terburu-buru ?"


Alex malah terkejut mendengar jawaban Al.


"Terburu-buru?bukan kah,El setuju menikah setelah tiga bulan lamaran?"Alex kembali bertanya.


"Iya,tapi saat ini El,sedang dalam keadaan kurang sehat,berikan El waktu untuk memulihkan kondisi El!"Al terpaksa menunda waktu nya sampai ia dapat menjemput El kembali,dan mereka akan bertukar posisi mereka lagi.


"Kak,Aku pengen sebelum Aku ke Inggris,Aku ingin liat Kak El nikah dulu!"Sambung Ge.


"Kakak akan menikah jika Kamu kembali dari Inggris,berapa lama Kamu disana?"


"Satu bulan !"


"Oke,begini saja,Ge fokuskan dulu saja ke Inggris,soal pernikahan Kakak bisa diatur setelah itu !"Ungkap Al.


Semua orang menatap Al dengan heran,dari cara dia berbicara dan gerak tubuh Al,saat-saat berbeda dengan El.

__ADS_1


"I only wish the best for my sister"Al memegang pipi Ge,yang membuat Alex dan Maryam tertegun.Lalu Al beranjak pergi menuju kamar nya.


Maryam dan Alex,saling tatap satu sama lain,Mereka berdua benar-benar bingung dengan sikap El yang saat ini,yang ternyata adalah Al yang sedang menyamar sebagai El.


__ADS_2