
"Aku akan segera turun !"
Pengawal itu mengangguk lalu pergi meninggalkan Mereka.
"Selamat menikmati hadiah Mu,anggap saja,itu hadiah perkenalkan dari Istri Ku!"Ucap Alex.
"Akan Ku ingat kejadian hari ini, Ku pastikan Kamu tidak bisa lolos di pertemuan berikut nya"Tegas Charlotte,lalu melenggang pergi dari hadapan Mereka dengan wajah yang masih kesal.
"Uuh"Charlotte membuang selimut yang diberikan Maryam beberapa menit yang lalu.
Tap...Tap..Tap..
Blam!
Charlotte membanting dengan kuat pintu kamar tersebut.
Setelah Charlotte pergi,Maryam segera duduk di tepi ranjang.
"Sayang,are you oke?"Alex berjongkok di depan Maryam yang duduk di tepi ranjang.Memegang ke dua lutut Maryam.
"Kita perlu segera pergi dari sini,dan ikut melihat bagaimana reaksi keluarga itu,saat menerima hadiah dari mu!"Cetus Maryam dengan nada yang tenang.Namun,masih menyimpan sedikit kekesalan terhadap sang suami,itu tidak dapat di pungkiri nya.
Alex mengangguk lalu segera berdiri,dan membantu Maryam untuk berdiri.Ke dua nya sama-sama keluar dari kamar itu,dan ternyata Ayin sudah menunggu Mereka di depan kamar.
"Ayin!"
"Tuan,semua nya telah teratasi,dan mari Saya antar ke ruang dimana,akhir pertemuan itu berlangsung,saat ini suasana dibawah begitu riuh!"Imbuh Ayin.
"Apa yang Mas lakukan?hadiah apa yang Mas berikan?Mas hanya bilang hadiah,tapi tidak pernah menjelaskan hadiah apa yang Mas maksud!"Maryam melihat ke arah Alex penuh intimidasi.
"Kita turun segera,dan Kamu akan mengetahui nya!"Alex tersenyum,Maryam mengangguk nya.
Sampai di lantai bawah,dimana semua orang sedang melihat ke arah layar yang berada di depan mereka.
Maryam dapat mendengar,cacian dan makian orang yang hadir pada acara tersebut.
"Apa yang terjadi?"Maryam bertanya kepada Alex,Pria ini menunjuk ke arah layar yang ada di depan nya.
"Astagfirullah"Ucap Maryam sembari menutup mulut nya.
"Mas"Lirih Maryam lagi.
Alex menarik Maryam dalam pelukan nya.
"Ayo,Kita pulang!"Ajak Alex,Maryam mengangguk nya.
"Ayin,bereskan ke pulangkan Kita!"
"Baik Tuan !"
__ADS_1
Ayin menunduk,sebelum ia pergi meninggalkan tempat tersebut.
Maryam dan Alex,juga bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Tatapan dan sorotan mata Charlotte membulat,seakan biji mata nya keluar dari tempat nya.
"Matikan layarnya !"Teriak Charlotte,semua orang masih sama,masih bersedia bergosip,dan juga mencaci maki wanita yang ada di dalam layar itu.
"Aaah..Tuan Peter,teruskan..!"
Volume suara vidio itu semakin membesar,disaat seorang pengawal ingin mematikan layar itu.
"Apa yang Kau lakukan,apa Kau ingin ma ti,kenapa tidak Kau matikan layar itu!"Teriak Charlotte lagi dengan lantang.
"Maaf Nona,tapi tombol ini tidak berfungsi,malah suara nya semakin besar!"Pengawal tersebut terlihat gemetar.
"Hancurkan benda itu!"Teriak Charlotte, menunjuk ke arah benda berwarna putih yang dapat memantul 'kan cahaya.
*Prang !
Prang* !
Beberapa pengawal bergegas,menghancurkan benda itu.
Semua orang juga terlihat di bubar 'kan oleh beberapa pengawal keluarga Cristopan.
Jam 23:30.Tepat nya di dalam sebuah ruangan,dimana keluarga Cristopan sedang berkumpul.
Sebuah tamparan melayang di pipi Nona besar keluarga Cristopan.
"Kamu sama ja lang nya dengan ibu mu!"Teriak seorang Pria yang memakai jas putih dan senada dengan gaun Wanita yang saat ini terhempas ke lantai.
"Tuan,sabar,Kita bisa selesaikan ini dengan kepala dingin !"Ujar seseorang yang mencoba menahan Tuan Cristopan,Pria itu adalah penasehat keluarga Cristopan.
Namanya Khai,Dia sudah menjadi penasehat keluarga itu,saat usia Charlotte lima tahun.
Cristopan mundur,dan duduk kembali di sofa nya.Sementara,Khai membantu Charlotte untuk berdiri.
Bisa di hitung hari ini Charlotte mendapat ti-ga tamparan sekaligus,dan itu benar-benar membuat dirinya hancur.
"Harus nya Kamu sadar,kenapa Mama bisa seperti itu!"Teriak Charlotte.
"Jaga ucapan mu,jangan membuat Aku membu nuh mu saat ini juga!"Teriak Tuan Cristopan berdiri dari tempat duduk nya.
"Apa yang salah,semua perkataan Ku benar kan?kenapa Kau tidak jujur saja,mama pergi itu karena perbuatan mu,Dia enggak akan tahan dengan Pria yang banyak aturan seperti mu"
Charlotte menatap Tuan Cristopan dengan nyalang,dan ini bukan sekali atau dua kali Anak dan Ayah ini berantem soal keluarga nya.
"Khai,bawa Dia ke kamar!jangan biarkan Dia keluar dari tempat itu!"Titah Tuan Cristopan.
__ADS_1
"Baik Tuan !"
"Kau tidak bisa memperlakukan Aku begini,Aku berhak menentukan hidup Ku!Aku bosan kalau terus menjadi boneka mu!"Teriak Charlotte di dalam pelukan Khai,yang terus menyeret nya keluar dari ruangan menuju kamar yang lain.
Ceklek !
"Lepas!"Teriak Charlotte,saat ini sudah berada di dalam kamar,
"Nona tenang lah,percuma Anda melawan,Tuan besar tidak akan membiarkan Anda pergi dari sini,Anda harus mematuhi peraturan Tuan besar,sebelum Kita kembali ke LA!"
"Katakan padaKu Khai,Aku harus gimana ?Aku begini juga karena Dia,Dia yang membuat Mama pergi,Dia yang membuat hidup Ku menderita,setiap ada bisnis Dia selalu mengirim Aku untuk bertemu dengan klien nya.Apa Di pernah memikirkan tentang perasaan Ku Khai!"Teriak Charlotte berdiri di depan Khai.
Tanpa sengaja air mata Charlotte mengalir dan membasahi pipi nya.Khai segera menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
Awalnya,Charlotte memberontak untuk melepas pelukan itu.Namun,akhirnya Charlotte tenang setelah Khai menenangkan wanita nya.
"Tenang Nona,Aku akan selalu membantu Nona,Aku tidak akan membiarkan hidup Nona dalam menderita,percayalah padaku Nona !"Ujar Khai,membelai rambut Charlotte,membuat wanita ini sedikit tenang.
Di dalam ruangan,Tuan Cristopan masih terlihat begitu gelisah,ia merasa gusar setelah Vidio Charlotte terekspos di acara pertemuan yang diselenggarakan oleh keluarga nya sendiri.
Kriing..
Kriing..
Di tengah kegelisahan nya,Tuan King menelpon.
"Hallo,Tuan King!"
"Tuan Cristopan,selamat atas acara pertemuan nya!"
"Terimakasih !"Sahut Pria ini dengan sedikit gugup.
"Aku sudah melihat Vidio yang terekspos di acara pertemuan malam ini,Aku juga tidak menyangka putri Anda dapat melakukan itu !"Ujar Tuan King dengan datar.
"Sa-saya minta maaf,seandainya Saya lebih ketat mengawasi nya,mungkin kejadian ini tidak akan terjadi!"Pungkas Tuan Cristopan.
"Karena itu terjadi di Negara NY.Bagaimana pun Saya tidak dapat melanjutkan perjodohan ini,karena semua orang sudah tau siapa Charlotte,dan Saya tidak dapat membahayakan keluarga King,Saya rasa Anda mengerti dengan maksud Saya!"Tegas Tuan King.
Tuan Cristopan mengepalkan tangannya.
"Saya mengerti,Saya minta maaf!"
Tut...Tut..Tut...
Tuan King telah memutuskan panggilan tersebut.
"Si al!"
Prang!
__ADS_1
Teriak Tuan Cristopan melemparkan ponsel nya ke lantai.