Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 36


__ADS_3

Hyun Bin,duduk kembali di tempat nya,begitu juga dengan El.


Tok..Tok..


"Masuk!"Sahut El dari dalam.


Ceklek !


Ayin datang bersama dengan sebuah laptop di tangan nya.Lalu,ia segera menghampiri El dan yang lain.


"Tuan Muda,ini laptop Anda!"


El segera mengambil benda itu di tangan Ayin,dan mulai membuka nya.Hyun Bin,menunggu dengan cemas,salinan di laptop El.Begitu juga dengan Caston.


"Ada apa?"Caston bertanya saat melihat El belum juga menampilkan salinan berkas.


"Tunggu sebentar!"


El segera membuka file yang sudah ia sembunyikan dari dokumen lain,yang mungkin tidak di ketahui orang.


"Presdir Hyun Bin,liat lah,ini lah berkas yang saya siapkan untuk Anda,bukan seperti yang Anda perlihatkan kepada Saya.Karena Saya tidak akan membuang-buang waktu Anda hanya karena sebuah berkas ini.Jika Saya ingin mengacaukan proyek Anda,kenapa dari sekarang,kenapa tidak saat Kita bertemu di LA.Kita pernah menghadiri sebuah acara disana,dan Kita mengobrol banyak,jika saya tidak ingin Proyek ini berlanjut mungkin dari sejak itu saya sudah mengambil keputusan untuk membatalkan nya!"Ungkap El.Disini Caston terlihat bingung,ia menatap El dengan heran.


'Kapan ia bertemu dengan Presdir Hyun Bin,bukan kah,yang bertemu dengan Presdir Hyun Bin,adalah Al?'Caston masih melirik ke arah El,Pria itu segera memberi kode kepada Caston,sehingga membuat Caston mengangguk nya,ia sudah mengerti yang di maksud oleh El.


"Baiklah,jika memang sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya,Aku meminta salinan berkas ini,dan maaf telah menyalahkan Anda sebelumnya!"Presdir Hyun Bin,mengulurkan tangan nya ke arah El.


"Terimakasih sudah datang jauh-jauh untuk hal ini,jika Anda tidak datang,mungkin Saya tidak akan tau soal ini!"


"Sama-sama !"


"Paman Caston,antar Presdir Hyun Bin,ke depan!"


"Baik Tuan Muda!"


Presdir Hyun Bin,Caston dan beberapa yang lain nya,keluar dari ruangan VIP.


"Tuan Muda,Aku sudah memeriksa CCTV yang ada di ruangan mu,tapi tidak ada yang salah,bahkan tidak ada seorang pun yang masuk ke ruangan Anda!"


"Tante,ada satu hal yang Kita lewatkan,Aku akan memeriksa nya nanti,Aku akan mencari tau siapa yang berani mencuri di Xander.Kalau pun karyawan disini,itu tidak mungkin karena gaji yang di berikan Xander,tidak membuat mereka kekurangan,bahkan mereka di beri fasilitas yang layak selama berada di Xander!"


Ayin mengangguk nya.Memang benar apa yang di katakan El masuk akal,pasti ada penyusup.

__ADS_1


"Tapi,Tuan muda,pagi ini saat Aku memeriksa CCTV,ruangan Anda,Aku melihat Peter datang berkunjung,apa ini ada hubungan nya dengan Peter?"


"Tentu saja ada,bagaimana tidak,dia tidak akan bersaing secara sehat,pasti jalan sampah yang akan ia gunakan untuk menjatuhkan lawan!"Ungkap El,yang duduk di sofa,dengan menyilang 'kan kaki nya.


"Tante,apa Kamu sudah menemukan,latar belakang keluarga Atika yang sebelumnya,sulit untuk Anda ketahui?"


"Sudah,Aku mendapat 'kan sedikit informasi,Aku mendapatkan sebuah fakta kalau ia pernah tinggal di panti asuhan selama li-ma tahun,dan hidup sendirian selama hampir lebih enam tahun,di condo nya!"


"Kirimkan alamat condo dia ke email Ku,mungkin Aku akan datang bertamu!"


"Haah?Tuan Muda mau bertamu ke tempat Atika?kalau begitu Aku akan ikut Tuan Muda!"


"Aku bisa pergi sendiri,Aku hanya ingin berbicara beberapa hal kepada nya!"


"Baiklah Tuan muda,kalau begitu bawa beberapa bawahan bersama dengan mu !"


"Baik!"


El segera berdiri dari tempat duduk nya,lalu keluar dari ruangan VIP.


"Kenapa Kalian ada disini?"Tanya El,saat melihat dua perawat yang berjalan ke arah lobi.


El mengangguk nya,lalu segera berlalu dari tempat itu,menuju ruangannya.


Ruangan CEO. . .


Tap tap tap


Suara Keyboard yang di tekan oleh El,terlihat ia begitu cemas dan panik menunggu hasil yang baru saja di riset nya.


"Untung saja,Papa pernah mengajari Aku cara kembalikan file yang hilang,akhirnya ini berguna juga!"


Memang tidak ada jejak cctv siapa yang telah mencuri berkas di ruangan El,tapi El akan berusaha dengan keras agar ia tahu siapa yang telah berkhianat kepada nya.


Tap,Enter.


Sedikit demi sedikit Vidio nya mulai loading dan sedang di perbarui,El harus menunggu selama beberapa menit untuk loading itu supaya sukses sampai 100%.


Kriing ..


Kriing..

__ADS_1


"Hallo!"


"Tuan muda,Kami sudah berasa di ruangan meeting,bisa kah,Anda kemari?"Terdengar suara Jerry di balik telepon genggam yang ada di tangan El.


"Baik,Aku segera kesana !"


Jerry sudah memutuskan panggilan itu,El menatap layar itu masih loading.Ia segera menyimpan itu di lemari bawah meja nya,dengan kondisi laptop yang masih menyala.


El,mengambil satu map biru di atas meja nya,lalu pergi menemui Jerry di ruangan meeting.


Ceklek !


El segera berjalan kearah kursi nya.


"Tuan muda ini berkas proyek yanh Anda minta kemarin,Aku sudah menyiapkan nya untuk Anda!"


El mengambil nya,dan melihat isi berkas itu,ada beberapa tulisan yang mungkin menganggu nya.


"Paman,jika lahan ini kosong,siapkan satu mushola disini,bisa jadi ada orang muslim yang datang dan singgah di tempat ini!"Saran El.


"Baik Tuan muda,apa ada yang lain yang ingin Anda ajukan ?"


"Eeemmm,untuk sementara cukup itu saja dulu paman.Bagaimana perkembangan gudang,apa semua barang itu sudah di hancurkan ?"El memberikan kembali berkas tersebut kepada Jerry.


"Sudah,semua nya sudah Kami bereskan !"


"Paman,apa Anda butuh liburan?Aku dapat memberikan beberapa tiket liburan untuk Anda?"Seru El yang tersenyum.


"Tidak,Tuan muda,untuk saat ini biarkan Kami disini dulu membantu Anda,masih banyak masalah yang belum diselesaikan!"


"Baiklah,kalau emang itu yang Paman ingin 'kan!"


El segera bangkit dari duduk nya,dan berpamitan kepada Jerry,untuk kembali ke ruangan nya.


Tiba di dalam ruangan CEO,hal pertama yang di lakukan El adalah,memeriksa hasil Vidio cctv itu,setelah berhasil di unggah,ia segera menyimpan nya di laptop,El kembali keluar dari ruangan itu,dan pergi meninggalkan Xander.


"Kemana dia pergi!"Tanya Caston,saat melihat El pergi sendiri.


"Ke tempat dokter Atika"Jawab Ayin,masih menatap mobil El yang pergi meninggalkan Xander.


Caston berdiri sembari berkacak pinggang,memikirkan sesuatu,yang belum ia utarakan kepada sang istri.

__ADS_1


__ADS_2