Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Rasa yang dulu


__ADS_3

FLASBACK!


Begitu sampai di menara,Maryam dan Ayin segera turun.Senua pengawal terkejut melihat Maryam yang datang bersama dengan Ayin.


"Selamat datang Nyonya Muda!"


Sapa semua pengawal,lalu menundukkan kepala nya.


"Dimana Tuan?"


Tanya Maryam.


Tapi tidak ada yang berani menjawab atau memberitahukan Maryam dimana Alex.


"Nyonya,mari Kita masuk ke dalam !"


Ajak Ayin,saat melihat ekspresi wajah pengawal.


"Maryam mengangguk nya.Namun,tiba di pintu ia mendengar suara Alex dan juga Devano,sehingga suara itu menuntun Maryam untuk melihat nya.


"Nyonya,Anda mau kemana?"


Ayin mengikuti nya dari belakang,Maryam berjalan menuju gudang belakang.


"Aku mendengar suara Tuan,seperti ada di belakang!"


Ujar Maryam.


"Salah dengar,Tuan tidak pernah kesini,mungkin Tuan di dalam!"


Sangkal Ayin,tapi Maryam sudah berada di dekat gudang dan tidak jauh,dengan pintu yang terbuka.


FLASBACK Selesai!


"Mas!"


Panggil Maryam,yang baru saja tiba dengan Ayin.


Alex menoleh karena terkesiap mendengar suara Maryam.Begitu juga Caston dan Jerry.Ponsel Alex ada di tangan Maryam.


"Sa..sayang !"


Alex mendekat,Maryam mundur dua langkah,Alex tertegun melihat sikap istri Nya.


"Maryam,Kamu datang ?"


Ucap Devano dengan nada sedih nya,dan wajah nya yang lembab,serta sudut bi bir yang sobek,Maryam melirik ke arah Pria itu.


"Mas apa ini?bukan kah sebelum nya Kita sudah membicarakan ini,Aku sudah tidak berhubungan dengan Nya lagi,apa yang Kamu lakukan terhadap Nya!"


Maryam menatap Alex dengan lekat,netra nya memerah,tangan nya gemetar.


"Sayang,tenang,Aku bisa jelasin oke,ini enggak seperti yang Kamu bayangkan!"


Alex terus berjalan untuk mendekati Maryam.


"Stop!Mas jangan mendekat !"


Semua orang yang ada di dalam ruangan terlihat begitu tegang,apalagi saat mengetahui kalau Devano dan Maryam memiliki masa lalu.


"Aku bisa jelasin!"


Alex tetap mendekat,meski Maryam menolak Nya.


"Caston urus Dia!"


Titah Alex,


"Baik Tuan!"


Alex berusaha untuk membujuk Maryam.


"Sayang tenang!"

__ADS_1


Ucap Alex lagi,kini menyimpan senjata nya di dalam jas.


"Berhenti,jangan mendekat !"


Teriak Maryam yang kini,sudah tersedu-sedu menangis di depan Alex.


Hiks..hiks...hiks..


Alex segera menarik Maryam ke dalam pelukan nya,ia tidak peduli,Maryam menolak atau membenci nya saat ini,yang ia tahu Maryam adalah istri Nya.


Dugh! Dugh! Dugh!


Maryam memukul dada bidang Alex.


"Mas,lepas!" Dugh !Dugh!


Alex semakin memeluk Nya dengan erat,ia tidak membiarkan Maryam melepas pelukan nya.


"Aku tidak akan melepaskan Mu!"


Alex memegang ke dua pipi istrinya,lalu mereka saling pandang satu sama lain begitu dekat.


Melihat Maryam yang terus saja memberontak,Alex segera mengendong Maryam seperti karung beras dan membawa nya masuk ke dalam menara.


Sampai di lantai atas di kamar Nya,Alex menurunkan Maryam di dekat ranjang.


"Mas,kenapa Dia ada disini?"


Tanya Maryam,Alex terdiam.


"Jawab Mas,kenapa Revan ada disini?"


Sambung Maryam lagi.


'Revan?'


Alex menaikan alis nya,mendengar nama itu.


"Jawab Mas,hiks..hiks!"


"Sayang tenang,kalau Kamu terus begini,Aku tidak bisa menceritakan Nya!"


Alex memegang kedua tangan Maryam yang mengepal.


"Sayang,siapa Revan?siapa Dia untuk Mu?"


Kini Alex yang bertanya kepada Maryam.


Karena informasi yang di berikan Jerry tidak lengkap,Mereka hanya memeriksa Devano sebelum nya.


"Dia masa lalu Ku!"


Jawab Maryam,Alex melepaskan tangan Nya yang semula memegang tangan Maryam.


'Revan?masa lalu Maryam,Aku yang membu nuh Revan,jika Maryam tau apa pendapat nya tentang Aku?'


Alex kini menatap nyalang ke arah Maryam.


"Masa lalu?"


Alex mengulangi ucapan itu.


Maryam mengangguk nya.


"Mas,jadi apa yang membuat Mu membawa nya kemari,kenapa Dia ada disini?"


Tanya Maryam lagi.


"Apa Kamu tidak tau latar belakang Revan?"


Kini Alex menyembunyikan indentitas Devano,jika Devano ingin dirinya menganggap sebagai Revan,Alex akan tenang,karena Maryam tidak akan tahu mengenai kematian Revan.


Maryam menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Revan Alaska adalah Mafia Guntur,Mereka punya perselisihan dengan Kami,dan ia berada disini,karena melakukan penyerangan terhadap markas.Kamu tau,siapapun yang bersalah wajib di hukum!"


Pungkas Alex.


"Di hukum?dengan membu nuh Nya?"


Maryam kini memberanikan diri menatap netra Alex.


"Emmm,tergantung perintah dari Tuan Besar!"


Sahut Alex yang menghela nafas nya.


"Mas,membu nuh orang bukan lah karma baik,itu adalah dosa besar,Mas tau itu!"


Tegas Maryam.


"Jadi Aku harus bagaimana ?apa Aku harus melepaskan nya?"


Alex menaikan satu alis Nya,kini netra nya berkaca-kaca,Alex merasakan rasa cemburu mulai menyerang diri Nya.Saat sang istri membela masa lalu Nya.


Alex tetap berdiri tegar,dan menatap netra Maryam tanpa berkedip.


Maryam masih terdiam.


"Kamu masih mencintai Nya?"


Pertanyaan itu berhasil lolos dari bi bir Alex,dengan tenang ia menunggu jawaban dari istrinya.Justru Maryam yang terkejut mendengar itu.


"Apa Kamu mencintai Nya?"


Alex mengulang lagi kata-kata itu.


Melihat tidak ada jawaban dari Maryam,Alex segera mengambil kesimpulan Nya sendiri.


"Cukup!tidak usah di jawab,Aku sudah mengerti,diam Mu ku anggap jawaban nya adalah iya.Aku sadar sejak dulu memang Kamu tidak pernah mau berada disini,alasan Mu adalah ini,orang yang Kamu cintai adalah Dia bukan Aku !"


Alex segera berbalik,berjalan ke arah pintu kamar.


Maryam mengejar nya,lalu memeluk tubuh kekar Alex dari belakang.


Bugh!


Alex terkesiap melihat pelukan itu,ia masih berdiri mematung,melihat ke dua tangan lembut yang memeluk diri Nya.


Alex mencoba melepaskan tangan Maryam.Namun,Maryam menolak nya,ia tidak ingin melepaskan Nya.


"Mas jangan pergi!"


Lirih Maryam menahan Alex.


Alex terdiam,mendengar Nya.


"Jangan pergi,bukan Dia yang Ku ingin kan,tapi Mas!"


Sambung Maryam lagi masih memeluk Alex.


"Mas yang ku cintai bukan Dia,Dia hanya masa lalu,tapi Mas mas depan Ku!"


Ujar Maryam,Alex segera membalikan tubuh nya.


Lalu menatap netra Maryam,Maryam mengangguk Nya.


"Ia Mas yang Aku cintai,Aku bukan ingin membela nya,hanya saja Aku tidak ingin Mas membu nuh Nya!"


Pungkas Maryam.


"Apa yang membuat Mu melarang Aku untuk tidak membu nuh Nya?"


Tanya Alex memegang bahu Maryam.


"Karena Aku tidak ingin suami seorang pembu nuh,dan juga Ayah dari anak-anak Ku tidak boleh membu nuh,karena akan terjadi karma buruk ke depan Nya jika terus melakukan pembu nuhan!"


"Maryam ini lah Aku,Aku seorang mafia,Aku adalah orang jahat,Aku yang menjalan kekuasaan terbesar di negara ini,Aku tidak bisa tidak melakukan tugas Ku,beri Aku waktu untuk meninggalkan semua ini!"

__ADS_1


Alex membujuk Maryam.


Vote+berihadiah 🤗Dukung karya Kita sampai Tamat ya 😘


__ADS_2