
Alex masih duduk dengan tenang,ke dua tangan nya dilipatkan di dada.Belum ada perkembangan dari ruangan pemeriksaan,sudah satu jam berlalu.Namun,dokter Lauren belum juga kembali keluar.
Kriing..
Kriing..
Kriing..
"Apa yang Kau lamun,kenapa Kau tidak mengangkat ponsel sialan mu itu,dari tadi berdering!"Ketus Tuan King dengan tajam.
"Ma-Maaf Ayah,Aku akan segera mengangkat nya!"Sandra segera merogoh ponsel yang ada di dalam tas nya.
Sandra terkejut saat melihat pembimbing pelatihan militer menelpon Sandra.
"Siapa?"Tuan King kembali bertanya dan menatap Sandra.
"Pembimbing pelatihan militer!"Ujar Sandra.
"Angkat!"
Sandra mengangguk nya.
"Hallo!"
"Hallo,selamat sore Nyonya Sandra,maaf telah menganggu waktu santai Anda!"
"Tidak masalah,Master menelpon saya,apa ada sesuatu yang ingin Anda bahas!"
"Maaf Nyonya,jika Saya harus mengatakan ini!"
"Eem,katakan !"
Degup jantung Sandra berdetak lebih kencang,ia takut sesuatu terjadi kepada Albert.Apalagi,sebelum ini,Ayin telah memberitahukan Sandra,jika Albert pasti sudah mengetahui semua nya.
"Tuan Muda menghilang,Kami sudah mencari nya,tapi tidak ada yang melihat Tuan Muda pergi dari tempat pelatihan,apalagi tempat ini di jaga dengan ketat.Tidak ada yang bisa pergi dengan mudah!"Pungkas Master pelatihan militer.
"Apa Anda sudah mencari kesemua tempat?",
"Sudah,Saya pikir Albert kembali ke tempat Anda,maka dari itu Aku menghubungi Anda!"
"Tidak,Master,tolong segera di cari sampai dapat.Aku yakin dia tidak akan pergi jauh dengan usia nya yang baru tujuh tahun itu!"
"Baik Nyonya,jika Aku menemukan nya Aku akan memberitahukan Anda!"
"Terimakasih !"
Tut...Tut..
Panggilan terputus.Tuan King menatap Sandra begitu lama.
"A-Ayah,seperti nya sesuatu telah terjadi.Albert kabur dari asrama nya!"
"Kirim 'kan orang untuk mencari nya!"Titah Tuan King.Alex segera berdiri dari tempat duduk nya,dan berjalan menghampiri Sandra.
__ADS_1
"Ayah,Aku curiga kalau Albert,sudah mengetahui semua nya!"Ujar Sandra.
"Tentu saja!"Sambung Alex,Tuan King berdiri dari tempat duduk nya.
"Apa yang Kau lakukan kepada Cucu Ku!"Teriak Tuan King.
"Anda tidak lihat?kalau Aku dari tadi disini?"Alex membalas tatapan Tuan King.Pria Tua ini segera memalingkan wajah nya.
"Ayah,bagaimana kalau mereka tidak menemukan Albert,Ayah tau usia nya masih sangat muda,bagaimana dia bisa hidup di luar lebih dari satu jam dengan usia baru tujuh tahun!"Sandra terlihat begitu gelisah,bahkan dia tidak berdiri dengan tenang.
Ceklek !
Pintu ruangan pemeriksaan terbuka,dokter Lauren keluar dari ruangan tersebut.
"Tuan Alex,Nyonya Maryam sudah siuman!"Ujar dokter Lauren.Alex segera berbalik dan berjalan ke arah dokter Lauren.
"Kami juga mau melihat ke dalam!"
"Mohon maaf Tuan Besar,untuk saat ini Anda tidak bisa menemui pasien,kondisi nya masih lemah!"Sambung dokter Lauren.
"Kapan USG akan di lakukan!"Tanya Tuan King.
"Jika Anda masih bertanya soal itu,Aku tidak akan membantu Anda untuk mencari Albert!"Ketus Alex,lalu melangkah masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
"Ayah,mari Kita kembali ke rumah dulu,saat ini menemukan Albert lebih penting dari segala nya.Anda bisa datang lagi besok setelah semua nya baik-baik saja!"
Tuan King mengangguk nya,lalu berbalik dan kembali bersama dengan Sandra.Pak Kim sudah lama menunggu di mobil.
"Kita kembali!"
Ceklek !
Pak Kim,membuka pintu mobil untuk Tuan King dan Sandra.
Di dalam ruang pemeriksaan. . .
Alex melangkah masuk ke dalam ruangan,Maryam menoleh melihat ke arah sumber suara tapak kaki orang berjalan.
"Mas.."Lirih Maryam,sembari mengangkat tangan nya yang terpasang infus.
"Sayang,jangan bergerak dulu!"Alex segera mendekat dan membantu Maryam yang berusaha untuk duduk.
"Mas,Aku merindukan mu!"Ucap Maryam,segera memeluk Alex yang duduk di tepi ranjang.
Alex dapat melihat netra Maryam yang banyak menahan kesedihan disana,dan mimik wajah nya tidak dapat ia sembunyikan di balik cadar,karena saat ini Maryam tidak memakai cadar.
"Maaf,Aku datang terlambat!"Alex mengusap kepala Maryam yang masih berbalut hijab.
"Tidak ada yang terlambat,jika mas saat ini sudah disini!"
Alex semakin memeluk erat tubuh Maryam.beberapa kali ia mencoba mengecup pucuk kepala istri nya.Alex tidak dapat menahan air mata yang mengalir tanpa sengaja di pipi nya.
"Mas,nangis?"Tanya Maryam melepas pelukan Alex.
__ADS_1
"Eng-enggak!"Bantah Alex secepat mungkin.
"Terus ini apa?"Maryam menyeka air mata yang membasahi wajah suaminya.Alex tersenyum.
"Kata nya laki,Bos mafia,kok nangis?Mafia apaan ini,kalau begini saja sudah nangis!"Cibir Maryam,yang sengaja menggoda sang suami.
"Aww.."
Maryam menarik kulit wajah Alex dengan kuat,membuat Alex berteriak.
"Bagaimana mas bisa pulang?apa pekerjaan mas sudah kelar?"
Alex terdiam tidak langsung menjawab,ia tahu jika saat ini ia sudah meninggalkan pekerjaan nya demi sang istri.
"Aku melakukan yang terbaik untuk istri dan Anak ku,berhenti bertanya soal pekerjaan,ada yang lebih berharga saat ini selain pekerjaan!"Pungkas Maryam,memegang ke dua pipi Maryam.
Tok..Tok..Tok..
"Siapa?"Sahut Alex,didalam ruangan,saat mengetahui seseorang mengetuk pintu kamar.
"Saya dokter Lauren!"
"Masuk!"
Ceklek !
"Malam Nyonya,Tuan,maaf Saya menganggu waktu Anda berdua,ijin 'kan saya untuk memeriksa keadaan Nyonya!"
Alex mengangguk nya,ia segera berpindah tempat ke kursi yang ada di dekat ranjang.Lalu melihat dokter Lauren memeriksa keadaan Maryam.
"Dok,pastikan jika jarum suntik itu sudah di steril!"Tegas Alex.
"Tentu Tuan,ini sudah saya periksa sebelumnya!"
Dokter Lauren,melanjutkan pekerjaan nya.
"Denyut nadi nya sudah stabil,seharusnya semua nya sudah baik-baik saja,apa tidak ada yang ingin mengetahui jenis kelamin baby? Saya rasa ada kejutan tidak terduga disana!"Saran dokter Lauren,seketika raut wajah Alex berubah saat mendengar ucapan dokter Lauren yang terakhir.
"Mas.."Lirih Maryam,memegang tangan Alex.
"Ayo Kita USG,Aku juga penasaran,Aku ingin tau,bagaimana keadaan calon baby Kita!"
Melihat Maryam sudah menerima nya,Alex pun setuju untuk melakukan USG itu.
"Dok,lakukan USG,Kami berdua sudah siap!"
"Haah?tapi yang di USG hanya Nyonya bukan Tuan!"Ujar dokter Lauren,
"Dok,kalau Anda sudah mulai lelah,silahkan Anda keluar dan beristirahat dulu,besok pagi bisa melakukan USG nya!"Tegas Alex,dengan mimik wajah yang datar.Dokter Lauren menelan ludah nya,lalu mengangguk 'kan kepala nya dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut.
Maryam tersenyum melihat ke arah Alex yang memarahi dokter Lauren.
"Aku bahagia saat melihat senyuman di wajah mu ini begitu cantik,tersenyum lah selalu!"Tutur Alex, menyentuh pipi Maryam.
__ADS_1
"Mas lah alasan Aku tersenyum!"Pungkas Maryam.Alex semakin tersenyum smirk ke arah Maryam.
Vote+like 😘