
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,seorang pelayan mengantar lemon dan juga garam,serta satu botol air cuka di atas nampan.
"Dimana Caston?"Alex melirik ke arah pelayan tersebut.
"Tuan Caston ada di lantai bawah,seorang tamu VIP berkunjung hari ini!"
"Letakkan di atas nakas,Kamu bisa keluar !"
"Baik Tuan !"
Pelayan tersebut bergegas pergi meninggalkan kamar 034.
Alex berjalan ke arah Lion,melihat Pria itu dengan tatapan dendam nya.Masih terngiang di telinga Alex tangisan istri di dalam mobil,membuat Ia tidak bisa berhenti sebelum mengakhiri pandangan yang ada di depan nya.
Alex mengambil sebuah pi sau yang ada di atas nampan,melihat ujung nya yang tajam,lalu mengarahkan benda tersebut ke arah tubuh Lion.
"Apa yang mau Kau lakukan ?"Lion menatap Alex dengan ujung mata nya,lalu beralih ke arah mata pi sau yang sedang berada di tubuh nya.
"Tidak,Aku hanya kasian,kenapa pelanggan hanya mencambuk tubuh Mu dari belakang saja,ini sungguh tidak adil,bagian depan masih bersih begini!"
sreeiittt!
"Aaaaggrrhh!"
"Sssttt!"Alex meletakkan ujung pi sau di bi bir Lion saat Pria itu berteriak.
Darah segar mengalir dari dada hingga pusar,Alex melihat nya dengan senyuman bahagia.
"Bu nuh saja Aku,kalau Kau ingin Aku ma ti!"Teriak Lion lagi,dengan netra nya yang memerah.
"Bu nuh?"Alex mengulangi kata-kata itu,
"Bu nuh terlalu cepat untuk Mu,menyiksa lebih menyenangkan!"Alex kembali merobek kulit perut Lion dengan kejam.
"Aaakhhh!"
"Aaagggrrrh!"
"Eeeghhh..Aaahh!"
Terdengar suara teriakan dari kamar Lion,sejak Pria itu menempati kamar tersebut,tidak ada waktu tidak berteriak,setiap rasa sakit yang ia alami Lion akan berteriak.
Hingga penghuni kamar sebelah sudah terbiasa dengan itu,meskipun mereka tidak tahu maut sedang mempermainkan Lion.
Lion menatap Alex dengan tatapan mematikan.Namun,perlahan -lahan netra nya mulai redup.Lion tidak dapat bernafas secara teratur,darah nya terus saja mengalir membasahi sprei.
Alex mengambil dua buah lemon yang telah di siapkan pelayan.Lalu,membelah nya menjadi dua belas bagian.
Alex mengambil dua sisi belahan lemon lalu Alex meremas lemon tersebut ke atas tubuh Lion.
"Aaaggrrhhh"
__ADS_1
Perasan air lemon mengalir di sekujur luka Lion,dan Alex menaburkan garam di atas nya,sehingga membuat Lion tidak berhenti berteriak,sampai suara nya serak.
Alex mengambil segenggam garam lain nya lalu mengoles dengan kasar di punggung Lion.
"Aaaaa....Aakkhh!"Suara teriakan itu menggema di seluruh ruangan kamar tersebut.Hingga di akhir terdengar suara yang sangat ringan dan juga lemah.
Plak Plak !
Alex menampar Lion dua kali saat melihat Lion yang tertunduk lemah di depan nya.
Melihat Lion sudah cukup tersiksa,Alex segera mengeluarkan sen jata milik nya,lalu mengarahkan nya ke arah Lion.
Krak !
Dor .. "Ugh"
Dor.. "Aakh"
Dor.."Aggrhh!"Lion memegang aset nya yang di tembak oleh Alex.
Dor.."Ugh!"Peluru terakhir membuat Lion menutup mata untuk selamanya.
"Ti-ga peluru untuk ti-ga wanita yang telah Kau sentuh,dan peluru terkahir untuk salam perpisahan dari Ku!"Ujar Alex,dan menyimpan kembali sen jata milik nya di dalam jas.
Ceklek !
Caston baru kembali,lalu melihat ke arah ranjang.
"Bereskan tempat ini,jangan ada satu pun yang tersisa barang bukti disini!"Titah Alex,Caston mengangguk nya.
"Baik Tuan"
Blam!
Alex menutup kembali pintu kamar 034,lalu berjalan ke arah tangga.
Sampai di lantai bawah,Alex tanpa sengaja bertemu dengan kolega nya,dan saling menyapa.
"Tuan Alex,sudah lama tidak melihat Anda semenjak Anda menikah!"
"Saya terlalu sibuk,sehingga tidak dapat menemani Anda minum akhir-akhir ini!"Alex berjabat tangan dengan kolega nya yang bernama Tuan Dante.
Dante lebih muda ti-ga tahun dari Alex,Dante Pria lajang yang sama seperti Alex terlalu bersemangat di dunia karir dan bisnis nya,sehingga lupa untuk menikahi seorang gadis.
Namun,Dante tidak pernah kesepian,ia selalu di kelilingi oleh perempuan mana pun,berbeda dengan Alex,Alex melajang,tapi tidak pernah mendekati wanita manapun.
"Apa Kamu akan menggunakan kamar malam ini?"Alex bertanya saat melihat di sisi kanan dan kiri Dante, sudah ada dua perempuan yang duduk disebelah nya.
"Iya,Aku akan menggunakan nya sampai besok pagi,Aku harap Kamu memberikan Aku diskon untuk pelanggan tetap!"Goda Dante,Alex hanya tersenyum kaku mendengar gurauan dari sang Bos yang terkenal di Negara LA.
"Tentu,Aku pasti akan memberikan kamar gratis pada Mu!"
"Ada apa ?kenapa raut wajah Mu terlihat begitu suram?"Dante membaca mimik wajah Alex yang tidak biasa ia lihat.
__ADS_1
"Tidak,Aku hanya lelah saja!"Tegas Alex,menolak untuk menceritakan nya kepada Dante.
"Aku besok senggang,mari Kita mengobrol lebih baik!"
"Baik,Aku menunggu Mu di kantor,setelah rapat kita akan minum bersama!"
"Baik lah,sampai ketemu besok!"
Alex sekali lagi menjabat tangan Dante,sebelum Pria itu menggandeng kedua wanita nya ke lantai atas.
Alex hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat kolega nya itu,sekaligus teman baik Nya.
"Tuan !"
Alex menoleh saat seorang pelayan memanggil nya.
"Seseorang memberikan Anda segelas Vodka!"Ujar pelayan tersebut,
"Siapa?"
Pelayan itu segera melirik ke arah wanita yang duduk di depan bartender.Wanita dengan pakaian selutut dan terlihat begitu sexy.
"Aku menolak nya,lain kali,jangan sembarangan menerima apapun yang di berikan orang,jika ke depan nya ada yang seperti ini lagi Kamu langsung di pecat!"Tegas Alex,lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Bos,memang tidak bisa di tebak isi hati Nya,dulu meskipun tidak banyak minum,setidaknya ia tidak akan menolak orang dengan kejam begini!"Gumam Pelayan tersebut,sembari membawa nampan minuman kembali pada pemilik nya.
Alex kembali ke mobil,lalu menatap arloji yang ada di tangan nya,ini sudah larut malam,ia tahu kalau sang istri pasti sudah tertidur.
Dor..
Klang!
Dor..
Klang!
Alex menunduk,saat mendengar suara tembakan,lalu mengintip dari kaca mobil,ada beberapa orang berkendaraan sedang menembak ke arah mobil Alex.
"Lindungi Tuan Alex!"Teriak beberapa pengawal saat mendengar suara tembakan.
Dor..Dor..Dor..Dor..Dor..
Li-ma menit berlalu setelah suara tembakan terdengar beberapa kali,akhirnya berhenti juga,Alex masih mengintip,orang yang sebelumnya mencoba menyerang Dia telah pergi.
Tok..Tok..
Seorang pengawal mengetuk kaca pintu mobil Alex.
"Tuan apa Anda baik-baik saja?"
"Saya baik-baik saja,tetap berjaga disini,mungkin Mereka akan kembali,Saya akan segera pulang!"
"Baik Tuan,hati-hati!"
__ADS_1
Alex mengangguk nya,lalu menaikan kembali kaca pintu mobil tersebut.
Beri Hadiah+Vote ๐ penyemangat Author๐