
Sementara Alex dan Maryam,serta Anak dan menantu mereka pun ikut menyusul berjalan ke arah ruang tamu.Ada foto Tuan King disana terpajang di ruang tamu,dengan foto yang begitu besar.
"Ge apa benar kamu hamil?"Tanya Maryam yang sudah penasaran semenjak di Mesir.
Ge dan Albert terkejut mendapati pertanyaan itu,karena mereka ingat bahwa mereka belum mengabari Maryam akan berita bahagia itu.
"Benar Umi"Sahut Ge,dengan senyuman di wajahnya.
"Alhamdulillah,semua nanti menantu Umi yang lain juga segera di beri rejeki yang sama oleh Allah!"
"Aamiin ...."Jawab mereka serentak,membuat Maryam tersenyum.
"Ini siapa?"Tanya Sandra melirik ke arah ke dua wanita yang bercadar.
"Ini istri El dan itu istri Al"Alex memperkenalkan kedua menantu nya.
"Salam kenal Tante,saya Aisyah"
"Saya Atika"Mereka semu berjabat tangan.
"Kalian semua sudah besar,aku sangat menyesal dulu banyak sekali melakukan kesalahan terhadap kalian semua "Ucap Sandra melirik ke arah Maryam.
"Kita adalah keluarga,sudah seharusnya saling memaafkan "Ujar Maryam dengan sopan.Sekali lagi membuat Sandra terharu,Maryam tidak pernah menyimpan dendam terhadap Sandra.
"Terimakasih,kamu selalu baik kepada Ku,tidak heran,Albert waktu kecil begitu menjaga dan melindungi mu,Aku sadar kalau kamu orang yang seharusnya mendapat perlindungan dari kami semua"Ujar Sandra,Maryam hanya tersenyum,menanggapi ucapan Sandra.
"Kalian berdua adalah wanita hebat,baik Mama mau pun bunda,sama-sama orang terpenting di keluarga King"Tukas Albert,
"Semoga Kita semua sehat,agar selalu dapat berkumpul seperti ini"Sambung El,yang duduk di sebelah Atika.
"Saya juga berharap begitu"Sahut Albert.
"Silahkan di minum,dan di cicipi makanan nya"Ge mempersilahkan keluarga nya untuk mencicipi hidangan yang telah di bawakan oleh pelayan.
Terlihat semua keluarga begitu harmonis dan bahagia saat berkumpul seperti itu,baru kali ini mereka semua dapat merasakan kebahagian yang sesungguh nya.Jika mengingat dua puluh tahun yang lalu,mustahil bagi mereka dapat berkumpul seperti ini.
"Nyonya,kamar tamu sudah di bersihkan"Ucap Pelayan yang menghampiri Sandra.
"Baik,kamu boleh pergi"Pelayan tersebut segera pergi.
"Al,El kamar kalian ada di sebelah sana,tentu Al akan tahu yang mana,kamar Kak Alex masih kamar yang lama"Tukas Sandra yang tersenyum.
"Terimakasih " Ucap Alex,Sandra hanya tersenyum saja.
"Kalian boleh istirahat dulu,Al bawa istri mu untuk istirahat dulu,begitu juga dengan El,kalian pasti sangat lelah!"
__ADS_1
"Kalau begitu kami duluan "Ujar Al dan El pun mengikuti sang Kakak.Di balas anggukan oleh Sandra.
"Aku juga perlu istirahat!"Alex segera berdiri dari tempat duduk nya.
"Mama mau tetap disini,atau mau kembali ke kamar?"Tanya Albert saat yang lain sudah pergi ke kamar masing-masing.
"Mama nanti juga akan istirahat,ini mau disini dulu"Ungkap Sandra.
"Kalau begitu kami mau ke kamar dulu"
"Iya"
Albert membantu sang istri untuk berdiri,dan mereka segera pergi meninggalkan ruang tamu.
"Pelan-pelan"Ujar Albert saat melihat Ge menaiki tangga.
"Ini juga sudah pelan mas,apa perlu aku ngesot?"Goda Ge,Albert tersenyum mendengar ucapan itu.
"Ini demi kebaikan mu sayang"
"Iya Aku tau mas"Ge segera melangkah 'kan kaki nya begitu pelan saat menginjak satu persatu anak tangga menuju lantai dua.
Di kamar tamu. . .
Atika menatap kamar itu dengan begitu intens.
"Apa kamu mendengar sesuatu?"Besik El,Atika hanya menggeleng.
"Tapi Aku dengar"
"Apa yang mas dengar?"Atika menoleh,El meletakkan dagu nya di bahu sang istri.
"Aku mendengar detak jantung mu yang berdetak begitu kencang!"Ujar El,Atika seketika menyentuh da-da nya.El kembali tersenyum.
"Mas,aku ingin membersihkan diri,bisakah Kamu melepaskan Aku pergi?"
"Jangan pergi,nanti Aku rindu"Goda El,
"Mas,aku ingin mandi"
"He..He..mandi lah,boleh ikut?"
"Mas"Atika kembali merengek,El segera melepaskan pelukan nya.
"Aku mandi dulu mas"Ucap Atika menyentuh pipi El,lalu pergi meninggalkan El di samping ranjang.
__ADS_1
Di kamar yang lain,masih di mansion yang sama.
"Mas,bantu ambilkan handuk,Aku lupa membawa nya"Pinta Aisyah di dalam kamar mandi.Mendengar suara sang istri membuat Al begitu semangat,padahal ia tengah berbaring di tempat tidur nya,dan segera turun dari ranjang.
Tok..Tok..
"Buka"Titah Al,Aisyah segera membuka pintu.
Ceklek!
Al melihat rambut Aisyah yang masih terurai,setelah selesai keramas.
"Nih"Al memberikan handuk itu kepada Aisyah.
"Terima..."
Blam!
Ucapan Aisyah terputus,Al sudah menutup kembali pintu kamar mandi.
"Sedang apa mas disini,Aku sudah selesai,biarkan Aku keluar dulu"Aisyah berusaha untuk keluar dari kamar mandi.Namun,Al tidak membiarkan sang istri untuk pergi.
"Ayo mandi sama lagi"Pinta Al,
"Enggak"Aisyah berusaha meraih handle pintu.Namun,Al segera mendorong tubuh Aisyah ke dinding kamar mandi,membuat Aisyah tidak dapat pergi dari sana.
Dari jauh terdengar suara air yang jatuh dari shower,Al sudah kembali mandi bersama dengan Aisyah,sebelum selesai mandi,Al lebih dulu mengambil ja-tah nya dari sang istri.
"Tolong sedikit pelan mas..."Terdengar suara Aisyah dari dalam kamar mandi.
"Eemmm"Aisyah mencengkram kuat ke dua bahu sang suami,saat Al mencoba melepaskan has-rat nya yang membara.
Setelah beberapa menit berlalu,ke dua nya keluar secara bersamaan dari kamar mandi,dengan raut wajah Aisyah yang merona.
"Apa kamu senang?"Bisik Al,yang berjalan di samping Aisyah.
"Mas..."Aisyah paling malu jika di tanya akan hal itu.Namun,Al hanya tersenyum saja saat Aisyah malu.
"Keringkan dulu rambut nya,nanti kamu masuk angin"Ujar Al,yang membantu mengambil hairdryer di laci.
"Eeemm"Aisyah segera duduk di kursi rias,Al begitu sabar membantu mengeringkan rambut Aisyah yang tengah basah.
"Wangi sekali sayang"Aisyah mendongakkan kepala nya menatap sang suami yang berdiri di belakang dirinya.
Cup!Satu kecupan kembali di curi oleh Al,setelah mendapatkan itu,Al pun tersenyum.Berbeda dengan Aisyah yang selalu malu menerima perlakuan sang suami yang begitu manja dan romantis itu.
__ADS_1
Begitu selesai mengeringkan rambut Aisyah,Al menyimpan kembali benda itu di laci.Aisyah segera berdiri dan berjalan ke arah lemari untuk mengantikan baju nya dengan piyama gamis.