
Ruang makan. . .
Terlihat semua orang yang sedang menikmati sarapan pagi mereka.Seperti peraturan yang telah di tetapkan oleh Alex sebelum nya,di saat semua orang sedang sarapan tidak di perbolehkan untuk berbicara sekali pun berkomentar untuk rasa hidangan makanan yang di sajikan.
Atika melirik ke arah semua orang yang begitu tenang,Atika juga memperhatikan El yang begitu santun dalam menguyah sarapan nya.Atika sendiri segan untuk terlihat buruk di depan mereka.Jadi,sebisa mungkin Atika bersikap lembut di depan mereka semua.
"Tante,Aku berangkat dulu,Kamu bisa pergi bersama dengan Tante dan juga Paman Caston!"El menatap Atika sekilas,lalu pergi meninggalkan ruang makan.
"Tuan Muda,hari ini ada rapat di restoran Inggris,Proyek baru yang baru saja Tuan Muda terima!"
"Saya mengerti Tante,Saya akan mengambil berkas itu nanti di kantor!"
"Baik"
El segera pergi menuju teras,disana sudah ada sang sopir yang menunggu El.
Ayin memperhatikan Atika yang sedang mengunyah sarapan nya.
"Apa makanan nya enak?"Tanya Ayin,Atik melirik melihat wanita yang duduk di sebelah nya.
"Saya pikir tidak boleh makan di meja makan itu masih berlaku!"
"Memang masih berlaku,kita semua sudah selesai,hanya Kamu yang tersisa!"Sambung Caston,Atika membulatkan mata,lalu menatap piring nya dan juga melihat ke arah ke dua orang yang saat ini berada di meja makan.
"Kalau begitu,ayo berangkat sekarang,Saya juga sudah selesai!"Ungkap Atika sembari tersenyum dan berdiri dari tempat duduk nya.
Ayin mengangguk,dan mengajak suaminya untuk pergi ke kantor.
* * *
Tiba di perusahaan Xander,Ayin dan Caston berpisah dengan Atika di lobi.Sementara Atika,segera pergi ke lantai dua.
Atika melangkah masuk ke dalam ruangan UKK,disana sudah ada dua orang perawat yang sedang menyusun kotak obat.
"Selamat pagi dokter Atika"Sapa ke dua perawat itu.
"Pagi "Atika tersenyum,lalu meletakkan tas nya di atas meja.
"Anda mau kemana?"Tanya salah satu perawat yang melihat Atika memegang handle pintu.
__ADS_1
"Eeemmm,Saya mau pergi ke toilet sebentar"
Atika segera pergi,tiba di luar ruangan Atika melihat Ayin dan beberapa staf lain menuju ke arah nya.
"Dokter Atika!"Ayin berdiri tepat di depan wanita itu.
"Kami membawakan beberapa kotak obat yang Anda perlu 'kan,dan juga sebentar lagi,akan ada orang yang mengantar oksigen kemari.Kotak merah ini tolong di pisahkan dari yang lain,ini adalah obat untuk Tuan muda yang tidak boleh di campur dengan orang lain,letakkan di lemari yang berbeda!"
"Baik Saya mengerti!"
Atika segera mengambil kotak tersebut yang ada di tangan mereka,dan membawa nya masuk ke dalam ruangan UKK.
"Biar Saya bantu"Seorang perawat mengambil alih kotak yang ada di tangan Atika.
"Yang ini biar Aku yang simpan,ini milik Tuan Muda!"
Perawat itu mengangguk,dan membiarkan Atika menyimpan nya.Begitu selesai,Atika keluar lagi,dan pergi ke toilet.
Di tempat lain,El yang baru saja tiba,ia baru saja kembali dari restoran Inggris.Jerry segera menghampiri El.
"Bagaimana ?"
"Tuan muda,Aku perlu berbicara dengan Anda!"
"Kita bicara di ruang VIP!"
Jerry mengangguk nya,lalu mengikuti El yang berjalan ke arah ruangan di dekat resepsionis.
"Ada apa paman katakan ?"Seru El dengan begitu lembut dan sopan,sangat berbanding terbalik disaat Pria ini berada di depan semua orang.
"El,Kami semua sudah bersiap-siap untuk melakukan penyerangan terhadap markas Peter,apa Kamu sudah siap?"
"Eeemm,Aku siap Paman,nanti Paman perintahkan Paman Caston untuk membawa semua gadis ke tempat yang lebih aman,Aku akan membiayai mereka sampai ke tujuan.Sementara Aku,paman,dan Tante Ayin,akan menyerang tempat itu,Kita bisa langsung membakar tempat itu!"Pungkas El.
"Eeemmm,Saya setuju!"
"Paman,bagaimana dengan informasi yang Aku minta,apa paman sudah menemukan keberadaan Tuan Muda Albert?"
"Sudah!"Jerry mengeluarkan iPad yang ada di dalam jas nya,lalu memberikan itu kepada El.
__ADS_1
"Eeemm,apa benar ini Tuan Muda Albert?bukan kah,paman bilang dia paling sulit di cari?"
"Kami sudah memeriksa nya,dan itu benar Tuan muda Albert,saat ini ada di Inggris,dan semua data nya lengkap,mungkin ia sudah membuka semua jaringan yang pernah Kami selidiki,sebelumya semua tertutup,itu hampir terjadi selama 20 tahun belakangan ini!"
El menatap foto yang ada di layar iPad Jerry,dan membaca semua informasi yang diberikan Jerry.
"Untuk saat ini Kita tidak bisa langsung menyuruh orang untuk membawa Tuan Muda Albert.Karena dia bukan orang bodoh yang akan gampang di tipu dengan keadaan,Kamu tau El,saat ini ia adalah tentara militer yang di segani banyak orang di luar sana,hanya saja identitas masa kecil nya tersembunyi!"
"Tuan Muda Albert bukan Anak kecil,ia sudah dewasa,jika Dia tau LA adalah tempat nya,dia sudah kembali sejak dulu!"Imbuh El,
"Anda benar Tuan muda El,tapi Tuan Muda Albert tidak tau tentang kematian Tuan King!"
"Bagaimana bisa?seharusnya ia tau,dengan cerita yang Aku dengar dari paman,mungkin ia sudah tau,sejak dulu.Dan bisa jadi,karena kematian Tuan King,membuat Tuan Muda Albert tidak ingin pulang,bisa jadi,ia juga merasa bersalah !"Timpal El,Jerry mengangguk nya.
"Tuan Muda benar,Aku tidak memikirkan hal itu,ternyata ada yang lebih rumit dari yang ku bayangkan!"
El segera berdiri dari tempat duduk nya,lalu menatap Jerry yang menyimpan kembali iPad nya.
"Paman,nanti malam Kita berangkat jam 20:00,jangan biarkan ada yang tau!"
"Baik Tuan muda,saya mengerti!"
El segera pergi meninggalkan ruangan VIP.Saat yang bersamaan,Atika juga baru saja kembali dari lobi,dan memasuki lift yang sama dengan El,karena tujuan mereka sama,lantai dua.
Tanpa mereka sadari,lift yang mereka gunakan adalah lift dalam masa perbaikan.Kertas yang di tempel di dinding lift sudah terlepas,dan terjatuh.Sehingga El dan Atika tidak memperhatikan itu.
El berdiri dengan begitu tenang,di dalam lift hanya ada mereka berdua.Begitu juga dengan Atika,wanita ini membulatkan mata,sesekali memutarkan bola mata nya.
Prak!
"Aagrh!"Teriak Atika dengan keras,El berpegangan di sisi dinding lift.
Brak!
"Aaah.Apa yang terjadi?"Teriak Atika yang panik.
"Mungkin tejadi kemacetan pada lift ini"El menatap ke arah Atika yang sedang panik.
Kaki Atika seketika lemas,ia merasa begitu takut,dada nya sesak,bahkan ia tidak bisa bernafas dengan begitu lega,saat ia merasa panik.
__ADS_1