Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Satu Bulan berlalu


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu,setelah kepergian Albert secara diam-diam pada malam itu.Pak Kim tidak dapat berkutik lagi,Pak Kim telah di beri hukuman yang setimpal oleh Alex.


Sandra juga memberitahu Alex,jika Albert pergi atas keinginan Tuan King,bukan keinginan Dia sendiri.Sebelumnya,Albert tidak ingin pergi pelatihan militer,Albert lebih memilih menjadi seorang pebisnis seperti Alex.


Namun,Tuan King memaksa nya.Kali ini Albert pergi, setelah memberi syarat kepada Tuan King,sehingga satu bulan ini hidup Alex dan Maryam berjalan begitu damai.


Alex juga lebih memilih menghabiskan waktu nya untuk menemani sang istri dirumah,apalagi saat ini usia kehamilan Maryam berjalan li-ma bulan.


Alex keluar dari ruang makan,bersama dengan Maryam,mungkin karena kehamilan pertama,membuat Maryam belum terbiasa dengan kondisi perut nya yang semakin lama semakin buncit.


"Tuan Alex!"Seru Jerry yang menundukkan kepala,ia sudah lama menunggu Alex di dekat ruang tamu.


"Sudah lama menunggu?"


"Baru sa-tu jam!"Sahut Jerry,tersenyum ke arah Alex.


"Kenapa tidak langsung ke ruang makan,setidaknya bisa sarapan bersama !"Imbuh Maryam .


"Kebetulan Saya sudah sarapan dirumah!"Jerry masih memperlihatkan senyum nya.


"Apa Kamu tidak capek terus tersenyum begitu?"Ketus Alex,Pria ini tidak akan senang jika ada Pria lain yang tersenyum kepada istri nya.


"Ma-Maaf,Saya hanya merasa bahagia melihat ke harmonisan Nyonya dan Tuan,maafkan kelancangan Saya!"Jerry kembali menundukkan kepala nya.


"Tidak apa,jangan terlalu di anggap serius,Bos Kamu tidak terbiasa tersenyum,maka Dia akan sensitif kalau ada yang tersenyum di depan nya!"Goda Maryam.


"Kalau Mas,mau berbicara dengan Jerry,Aku akan pergi sendiri ke taman!"Sambung Maryam.


"Aku antar!"


"Mas,Aku mau ke taman,bukan ke kebun binatang,dan taman itu ada diluar rumah,tidak jauh dari sini,berhenti mengkhawatirkan Aku begitu!"Ujar Maryam,mencoba melepaskan genggaman tangan Alex,di lengan nya.


"Hati-hati,pokoknya,kalau capek segera istirahat,tidak perlu tiap hari berkeliling di taman bunga!"


Alex berulang kali memperingati Maryam,agar tidak terlalu capek,karena melihat kondisi sang istri yang sedang hamil saja membuat Alex begitu capek.


"Iya Mas,Aku pergi"


"Eeemm"


Maryam segera pergi berjalan ke arah pintu utama,Alex menyuruh dua pelayan wanita untuk mengikuti sang istri dari belakang.


"Jerry,Kita berbicara di ruang keluarga,Pak Kim siapkan minum untuk Jerry!"


"Baik Tuan !"Sahut Pak Kim,yang berlalu ke dapur.


Jerry mengangguk,sembari mengikuti langkah kaki Alex.


Berada di taman setiap pagi adalah keinginan Maryam.Terlepas dari semua masalah adalah mimpi Maryam untuk hidup lebih damai dari sebelumnya.

__ADS_1


Dari kejauhan Alex melihat nya dengan wajah smirk,betapa bahagia nya Alex saat melihat sang istri dapat hidup dalam kedamaian.


"Jerry,katakan apa kedatangan mu kesini?"Alex menoleh ke arah Jerry yang berdiri di depan pintu.


Jerry segera melangkah agar lebih dekat dengan Alex.


"Tuan,bukan kah sebulan yang lalu,Aku memberitahukan Anda,kalau seorang penghianat sudah Kami tangkap,dan Dia di sekap di gudang menara?"


Alex berpikir sejenak,dan baru mengingatnya.


"Benar,Aku sampai melupakan nya!"


"Jadi Tuan,dua hari yang lalu saat Saya ingin melihat nya lagi,ada seseorang yang membunuh nya,melenyapkan bukti yang ada!"Pungkas Jerry.


Alex berbalik,menatap tajam ke arah Jerry.


"Ma-maaf Tuan,ini di luar prediksi Kami,seharusnya ini tidak terjadi,Saya juga heran kenapa seseorang ingin membunuh Dia!"Imbuh Jerry.


"Siapa Pria penghianat yang Kamu tangkap!"


"Mario Obberow!"


Alex mengerutkan dahi nya saat mengetahui Pria itu bertindak begitu berani.


"Kemungkinan yang membunuh Mario adalah orang yang memperkerjakan nya,tapi siapa?"Alex kembali bertanya kepada Jerry.


"Benar Tuan,Aku juga berpikir begitu,tapi siapa yang mengkhianati Tuan,selama ini Mario bekerja untuk Tuan Besar!"


"Eeem,Kamu benar!"


Alex berbalik,berdiri di depan dining kaca ruang keluarga.


"Dimana istri Ku?"Tanya Alex.


"Bukan kah Nyonya ada di taman Tuan?"


"Tidak ada,harusnya dia ada di taman saat ini,Jerry cari istri Ku segera!"Titah Alex.


"Baik Tuan !"Jerry segera pergi untuk mencari Maryam di taman.


Sementara Alex,hanya berdiri di dalam ruang keluarga,melihat apa yang akan di lakukan oleh Jerry untuk menemukan Maryam.


"Tuan Jerry"Sapa para pengawal saat melihat Jerry keluar dari rumah utama.


"Kalian semua berpencar tempat ini,dan temukan Nyonya Maryam !"Titah Jerry,dengan lantang,semua pengawal berpencar untuk menemukan Maryam.


"Jerry,apa Kamu sudah menemukan istri Ku?"Suara itu terdengar di telinga Jerry,earphone yang ia pakai sudah terhubung dengan Alex.


"Belum Tuan,Aku sudah menyuruh semua pengawal untuk ikut membantu!"

__ADS_1


"Bagus,temukan dia segera!"Titah Alex dengan datar.


Jerry segera pergi ke taman belakang rumah utama.


Jerry tidak menemukan adanya Maryam,semua nya terlihat sepi,hanya ada beberapa pengawal yang sedang mencari keberadaan Maryam.


"Pak Kim,apa Kamu melihat Nyonya Maryam ?"


"Tidak,Aku baru saja sampai ke tempat ini,dan Aku ingin memeriksa kandang kuda!"Imbuh Pak Kim meninggalkan taman.


Jerry kebingungan mencari Maryam di tempat itu.Tempat ini masih kawasan rumah utama,mustahil jika Maryam hilang dalam kawasan rumah utama.


"Apa Kalian sudah menemukan nya?"Tanya Jerry dengan lantang,semua pengawal menundukkan kepala nya.


"Tuan,Kami sudah mencari semua tempat,hanya satu tempat yang belum kami cari,yaitu kebun binatang di belakang rumah!"Ujar seorang pengawal.


"Ayo,Kita kesana,Kita harus segera menemukan nya!"


Semua pengawal mengangguk dan berlari ke arah utara rumah utama.Jerry memimpin jalan,tiba di kebun binatang,Jerry melihat Tiger sedang memakan daging,Jerry sendiri,tidak tahu,kalau itu bukan Maryam.


"Apa yang kalian tunggu,cepat cari kunci nya,Nyonya ada di sana!"Teriak Jerry dengan kuat,saat melihat Tiger mencabik-cabik pakaian Maryam.


Semua pengawal mencari cara untuk membuka pagar besi itu,dan Jerry terlihat yang paling panik di antara mereka.Sampai Jerry akan memanjat pagar besi tersebut.


"Jerry,Kamu dimana?"


"Saya ada di kebun binatang Tuan!"


"Kembali ke sini,Istri Saya sudah ada disini,dia tadi pergi ke kandang kuda!"Ujar Alex.


"Baik Tuan!"


Jerry kembali turun dari pagar besi,dan memerintah semua pengawal untuk ikut kembali ke rumah.


Ruang Keluarga. . .


"Mas,kenapa Kamu melakukan itu?"Alex menoleh ke arah sumber suara,yang sedang duduk di sofa.


"Aku sudah lama tidak bekerja bersama dengan bawahan Ku,Aku perlu sesekali bermain-main dengan mereka!"Ujar Alex,berdiri dari meja kerja nya.


"Berhenti mempermainkan orang Mas!"


"Kamu tidak tau sayang,saat ini Kita harus lebih berhati-hati,ada satu pengkhianat lain disini,yang mencoba mengkhianati kita,dan itu bisa saja orang terdekat Kita!"Pungkas Alex,kini duduk disebelah Maryam.


"Jadi Mas sudah melihat semua di layar laptop,apa yang mas dapat?"


"Aku sudah mendapat semua nya,Jerry bukan orang yang Kita cari!"


"Eeem"Maryam mengangguk pelan.

__ADS_1


__ADS_2