Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Khawatir


__ADS_3

CASTON !


Nama seseorang yang muncul di layar ponsel Jerry.


'Kenapa Tuan menghubungi Caston?'


Jerry menatap dalam ke arah Alex,Alex mengetahui itu.


"Hallo Jerry !"


"Dimana Dia?"


"Tuan Alex!"


"Iya!"


"Nyonya sedang di kamar,hari ini tidak tahu kenapa Nyonya sedikit berbeda,tiba-tiba ia bersikap emosi kepada Ayin !"


"Apa yang terjadi ?"


"Aku juga tidak tahu jelas,hanya saja tadi sore gelas di tangan nya tiba-tiba terjatuh dan pecah,jadi kaki nya terkena beling,Ayin membantu nya mengobati,setelah itu Nyonya berubah menjadi emosi dan panik !"


"Aku segera pulang !"


Tut...Tut...Tut...


"Pulang ?"


Gumam Caston saat panggilan terputus.


"Bukankah ia mengalami doble luka dan harus di rawat dirumah sakit?"


Sambung Caston,lalu ia menyimpan ponsel ke dalam saku nya, saat melihat Pak Kim masuk ke dalam ruangan dapur.


Alex memberikan kembali ponsel Jerry kepada Nya,pria itu menatap Alex dan ingin penjelasan dari Alex.


"Kita akan kembali,Aku ingin pulang ke rumah utama!"


Alex berusaha untuk bangun.


"Tuan harus nya Anda pulang ke menara bukan ke rumah utama,karena hanya di menara Kita bisa mendapatkan dokter pribadi,karena mereka tinggal disana!"


Saran Jerry Law.


"..." Alex


"Baik lah,Saya akan memberitahu dokter Lauren!"


Jerry segera mengiyakan permintaan Alex saat melihat netra Alex yang menatap nya dengan nyalang.


Blam!


Jerry menutup ruangan Alex,di depan ruangan inap Alex Jerry melihat Darren yang sedang mengobrol dengan Lauren.


"Tuan Jerry ada apa?"


Lauren bertanya saat melihat Jerry keluar dari ruangan tersebut.


"Saya ingin membawa Tuan Alex pulang,Beliau tidak ingin di rawat disini,ia akan merawat luka nya dirumah!"


"Tidak bisa Tuan Jerry,itu doble luka,jika tidak di rawat dengan baik,maka akan mempengaruhi kesembuhan nya dari dalam!"


Dokter Lauren mencoba menjelaskan nya,namun percuma saja,Jerry menggelengkan kepala nya.


"Baik,biar Saya yang berbicara dengan Nya!"


Dokter Lauren masuk ke ruangan inap Alex.


Dokter Lauren melihat Alex yang masih terbaring lemah di atas ranjang.


"Tuan,bagaimana kondisi Anda?"


Suara itu membuat Alex menoleh ke arah nya.


"Sudah membaik!"

__ADS_1


Sahut nya singkat,lalu menatap dokter Lauren dengan tajam.


"Aku gak butuh nasehat,atau penjelasan medis,yang Ku butuh kan sekarang,bantu Aku melepaskan semua alat yang terpasang di tubuh Ku,Aku harus segera pulang!"


Tegas Alex,Lauren terkejut sehingga mata dan bibir nya sama - sama melongo menatap Pria dingin di depan nya.


"Eemm..apa tidak sebaik nya menginap walau hanya semalam ?"


Lauren merendahkan suara nya.


"Apa dokter tidak mendengar apa yang Ku katakan?"


Teriak Alex,Lauren kaget.


Ceklek !


Jerry segera masuk ke dalam,saat mendengar teriakan Alex.


"Tuan tenang lah,jangan berteriak,luka Anda belum kering!"


Jerry melihat ke arah luka yang terbalut perban.


"Sial!"


Umpat Jerry berjalan ke arah Alex.


"Luka nya berdarah lagi!"


Alex melirik ke arah perut nya,benar saja luka itu berdarah lagi.


"Tunggu biar saya periksa kembali !"


Ujar Lauren.


"Tidak perlu!"


Alex segera melarang nya.


"Apa yang kalian takutkan ,Saya bukan pria lumpuh!bukan Pria lemah!kenapa kalian harus bersikap begitu!"


Teriak Alex.


Jerry mencoba menyuruh Alex untuk berbaring kembali.


"Dokter Lauren tinggalkan Kami,tolong siapkan obat luar dan dalam untuk Tuan,Aku akan mengambil nya nanti waktu Kami akan pulang!"


"Ba..baik Tuan!"


Lauren segera pergi meninggalkan ruangan Alex.


Blam!


"Sudah ku katakan,jangan membujuk Nya kamu gak dengar!"


Ujar Darren,sang teman dokter nya.


"Bagaimana perempuan itu bisa bertahan menjadi istri seorang pria seperti Tuan Alex,di liat dari penampilan nya,Nyonya Maryam cukup lembut dan lemah!"


"Diam lah,apa yang Kamu katakan,jangan sampai Tuan Alex mendengar nya!"


Dokter Darren membawa Lauren pergi dari depan ruangan Alex.


Jerry membantu Alex untuk berganti perban baru.


"Sudah !"


Tanya Alex.


"Tunggu Tuan sebentar lagi!"


Jerry segera memutarkan satu kali lagi perban di tangan nya.


"Sudah !"


Begitu Jerry siap menutup luka itu,Alex segera turun dari ranjang,dan melepas sendiri infus darah.

__ADS_1


"Hati-hati Tuan!


Jerry berusaha untuk mengingat Alex.Namun,Jerry sudah terlambat,sehingga darah muncrat kembali kearah ranjang,Jerry hanya bisa menggelengkan kepala nya,ia sudah terbiasa dengan sikap keras kepala Alex.


"Kita pulang!"


"Baik!"


Alex segera keluar dari ruangan nya,saat Jerry membuka pintu,bahkan Jerry tidak bisa membantu nya ke mobil,Alex akan menolak nya.


"Tuan Jerry,ini obat dan perlengkapan perawatan lain nya!"


Ujar dokter Darren memberikan satu paperbag kepada Jerry.


"Baik!"


Jerry segera mengambil nya,lalu membawa nya bersama.


Alex sudah sampai di mobil,Jerry segera membuka pintu,pengawal berbaris di depan jalan saat Alex akan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Rumah utama !"


"Baik Tuan!"


Jerry menyalakan mesin,pengawal masih membungkuk sampai mobil Alex meninggalkan tempat itu.


Alex duduk menyandarkan kepala di jok mobil,Jerry mengintip nya dari kaca spion,ia tahu saat ini Alex sedang menahan rasa sakit,seperti biasa,ia akan tetap keras kepala.


Di Rumah Utama!


Maryam membuka matanya saat mendengar alarm di ponsel nya,ia tahu sudah waktu nya sholat magrib.


Maryam segera turun dari ranjang.Lalu menatap jam di dinding,ia tahu Alex belum kembali.


Maryam segera ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi serta mengambil wudhu.


Tok..tok..tok...


Ayin mengetuk pintu kamar Maryam,namun tidak ada jawaban,Ayin khawatir kalau Maryam bersikap berlebihan di kamar.


"Nyonya ...!"


Panggil nya,tapi benar memang tidak ada jawaban.


Selesai berwudhu Maryam segera mengambil perlengkapan sholat nya.


Tok..tok..tok...


Ayin mengetuk untuk ke dua kali nya.Maryam segera berjalan ke arah pintu kamar.


Ceklek !


"Nyonya apa Anda baik -baik saja ?"


"Ya Saya baik!"


Maryam bersembunyi di balik pintu kamar,karena ia sedang tidak memakai cadar.


"Apa Nyonya mau makan sekarang?"


"Tidak,Saya akan sholat !"


"Nyonya....."


Blam!


Maryam segera menutup pintu kamar nya.Padahal Ayin belum menyelesaikan pembicaraan nya.


Maryam segera berjalan ke arah sajadah yang sudah ia terlentang kan.


15 menit berlalu ia selesai sholat,lalu memanjatkan doa nya kepada sang Pencipta.


"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari rasa pengecut dan kikir.Ya Allah Kami semua hanya meminta perlindungan dari -Mu,sebaik-baiknya kekuatan adalah kekuatan Mu yang maha Agung,lindungilah Suami hamba dimana pun ia berada serta lindungilah ia dalam kesulitan apapun !"


Amiin.

__ADS_1


Maryam mengakhiri doa nya,lalu menatap jam, di dinding pukul 20:40.Di New York.


Ada yang belum beri hadiah + vote yuk bisa yuk dukung karya ini๐Ÿ˜˜


__ADS_2