
Cris dapat melihat nya,Tuan Guntur hanya akan memanfaatkan kebodohan Devano saja.Tapi Devano tidak dapat membedakan mana yang baik mana yang buruk.
Devano hidup di antara orang-orang yang munafik,sebelum nya Revan tidak pernah melibatkan Devano dalam setiap masalah apapun,karena Revan tahu tingkat kepintaran Devano.
Kekuatan Devano belum juga untuk ikut bertempur di Medan perang, disaat dua kubu melakukan peperangan.
Devano berpikir sejenak,sesekali menatap ke arah Cris,sebisa mungkin Cris untuk memberikan Devano kontak mata agar ia tidak mengambil keputusan yang gegabah.
"Ayah,beri Aku waktu untuk berpikir,jika Ayah hanya berada di belakang Ku,Aku takut mengecewakan Ayah,jadi beri Aku waktu untuk berpikir!"
Mendengar jawaban Devano membuat Tuan Guntur sedikit kesal.
"Baik lah!"
Sahut Nya,memperlihatkan senyuman kecut.
Cris akhir nya lega,setidak nya Devano telah mengulurkan waktu nya,beberapa hari ke depan,sampai Cris bisa meyakinkan Devano,kalau keputusan itu sangat berbahaya untuk dirinya.
📱Kling..kling ..Ting..kling kling ...Ting...
Tuan Guntur menatap layar ponsel nya,Lion menghubungi dirinya.
"Hallo!"
"Tuan,Mafia King menolak untuk bertemu,saat ini ia,karena masih ada urusan lain.Namun,Aku telah mengirim pertemuan untuk Alex,ia menerima nya !"
"Bagus!.Atur jadwal yang baik,Aku ingin memulai semua nya dari sekarang !"
"Baik Tuan !"
Tuan Guntur,segera memutuskan panggilan nya,dan kembali melihat Devano,yang masih duduk di depan Nya.
"Kamu boleh memikirkan nya,setelah ada jawaban segera mungkin beri tah Aku!"
Ucap Tuan Guntur sembari berdiri,dan menatap tajam ke arah Devano.
"Baik Ayah!"
Devano memberi hormat kepada Pria tua itu.
"Kita pulang!"
Cris mengangguk nya,Tuan Guntur melewati tempat dimana Cris berdiri.
Sampai di dalam mobil,Tuan Guntur terlihat begitu marah,ia tidak berpaling pandangan nya melihat Cris yang sedang menyetir.
Satu jam berlalu perjalanan Mereka,kini Mereka telah sampai kembali di Markas sebelum nya.
Ceklek !
Cris membuka pintu mobil,Tuan Guntur segera turun,lalu masih menatap nya dengan marah.
Blam!
Cris kembali menutup pintu mobil.
Plak!
Cris terkejut saat ia mendapati satu tamparan dari Tuan Guntur.
"Siapa yang mengijinkan Mu untuk membuat Devano berubah pikiran?"
Teriak Tuan Guntur.Cris tercengang,ternyata Tuan Guntur mengetahui niat Cris untuk melindungi Devano dari jeratan kejahatan Nya.
"Untuk terakhir kali Ku ingatkan,jangan pernah sekalipun Kamu melindungi Anak sialan itu!"
Tegas Tuan Guntur,lalu berbalik meninggalkan Cris di depan mobil.
Cris melihat ke arah Tuan Guntur,Pria ini tidak menjawab satu patah kata pun,untuk membantah perkataan Tuan Guntur.
__ADS_1
Cris memegang sudut bi bir nya yang berdarah.
Lalu kembali untuk melihat perkembangan yang di lakukan Lion di markas utama.Cris harus bisa mendapatkan informasi tentang kesibukan Lion di markas utama.Agar ia dapat mengetahui semua perkembangan dan pergerakan kejahatan Tuan Guntur.
***
Jam 22:00 Malam.
Alex bersama dengan Maryam,baru saja sampai ke rumah utama.
Ceklek !
"Tuan Alex!"
Sapa Pak Kim,saat melihat Alex bersama dengan Maryam,telah pulang ke rumah utama.
"Dimana Albert dan juga Sandra?"
Tanya Alex yang tidak melihat keberadaan Mereka di dalam rumah.
"Nyonya Muda bersama dengan Tuan Muda Albert telah kembali ke LA.Tuan Besar menyuruh mereka kembali!"
"Kenapa tidak ada yang memberitahu Aku ?"
Alex menatap nyalang ke arah Pak Kim,yang sedang menundukkan kepala nya.
"Maaf Tuan,Kami telah menghubungi Anda beberapa kali.Namun,panggilan nya tidak terhubung!"
Alex segera memeriksa ponsel nya.Benar saja ponsel nya mati karena kehabisan baterai
"Aku akan menghubungi nya nanti,ponsel nya mati,semalam tidak ingat untuk mengisi nya ulang!"
Pungkas Alex,lalu mengajak Maryam untuk masuk.
"Pak Kim,antar makan malam ke kamar atas!"
"Baik Tuan !"
Ceklek !
Maryam tersenyum melihat ke arah suaminya yang sedang membuka pintu kamar.
"Ada apa?kenapa melihat Ku begitu?"
Tanya Alex,sembari memegang tangan Maryam untuk menuntunnya masuk ke dalam kamar.
"Mas,Aku ini enggak buta,kenapa harus di tuntun begini?"
Ujar Maryam yang mengerut kan dahi nya.
"Kamu baru saja mengalami hal yang berbahaya,tapi masih bisa memprotes kepedulian Ku ini?"
Alex menatap tajam ke arah Maryam.
"Mas,Aku enggak apa-apa!"
Ucap Maryam lagi,
"Aaww!"
"Ada apa?apa yang sakit?"
Tanya Alex panik,saat mendengar Maryam mendesis.
"Kepala Ku terasa sakit!"
Jawab Nya,melihat nanar ke arah Alex.
Alex segera membantu istri nya untuk rebahan,lalu menyelimuti nya.
__ADS_1
"Istirahat dulu,Aku akan mengambil sendiri nasi di bawah,setelah itu Kita minum obat!"
Tok..Tok..Tok...
"Tuan Ini Aku!"
"Masuk!"
Sahut Alex dari dalam.
Ceklek !
Pak Kim segera masuk ke dalam kamar.Namun,hanya berani berdiri di ambang pintu.
"Tuan,ini makan malam nya!"
Alex segera mengambil nampan yang ada di tangan Pak Kim.
"Tutup kembali pintu nya!"
Pak Kim mengangguk,lalu segera pergi meninggalkan kamar tersebut.
Di atas nampan di dalam piring tersedia makanan khas Negara ini,sedangkan Maryam belum terbiasa sepenuh nya untuk itu.
Ikan asap,dengan Katz's Delicatessen Maryam menatap nya dengan rasa mual,apalagi ikan nya yang setengah matang,membuat Maryam ingin memuntah Nya.
"Apa yang salah?kenapa wajah Mu begitu jelek ?"
Alex melihat Maryam yang sedang membuka cadar.Namun,raut wajah Maryam tidak seperti biasa,tampilan Nya begitu jelek.
"Huueeek!"
Maryam merasa mual melihat Katz's Delicatessen,roti dengan campuran daging setengah matang,membuat nya tidak tahan ingin segera memuntahkan nya.
"Kamu kenapa ?"
Alex meletakkan nampan di atas nakas.
"Mas,Aku enggak bisa makan,makanan seperti itu,rasa nya Aku mau muntah,itu makanan belum matang !"
Ketus Maryam,sambil menutup hidung dan mulut nya.
"Jadi apa yang mau Kamu makan?"
Alex menaikan alis nya.
"Aku ingin makan ikan pepes!"
Ujar Maryam sambil tersenyum.
"Ikan pepes?"
Maryam mengangguk nya saat sang suami kembali bertanya.
"Heeem..Aku akan meminta koki untuk memasak nya besok,hari ini Kamu hanya bisa memakan ini saja!"
Tegas Alex,
"Aku enggak mau!"
Maryam kembali mundur,saat Alex memegang nampan berisi makanan yang bikin ia mual.
"Baik lah,enggak usah makan,tahan saja,enggak usah di makan lagi ini,Aku akan membuang nya !"
Ketus Alex,lalu berdiri,dan membawa nampan bersama dengan nya,keluar dari kamar.
Blam!
Alex menutup pintu kamar dengan kasar,Maryam tertegun melihat perlakuan suami nya yang tiba-tiba kembali marah.
__ADS_1