
Satu Minggu Elbarak tidak pulang ke rumah utama,ia harus menyelesaikan masalah nya di panti asuhan.Di dalam sebuah ruangan kerja milik direktur utama,di dalam ruangan itu ada El yang sedang memeriksa proposal nya.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk!"
"Tuan El,seseorang mencari Anda!"Ujar ibu panti.
"Suruh dia menunggu saya di ruang tamu,saya akan segera menemui nya!"
"Baik!"
Blam!
Pintu ruangan Direktur kembali tertutup.El segera berdiri dan membereskan semua berkas yang ia periksa tadi.Lalu,ia pergi dari ruangan tersebut untuk menemui tamu yang datang berkunjung.
Tap..Tap..Tap..Langkah kaki El terdengar bergema di dalam ruangan itu,wanita yang semula nya duduk menunggu ke datangan El,segera berdiri untuk menyambut pria itu.
"Assalamualaikum !"Ucap Khadijah,El berhenti melangkah tepat di belakang sofa,ia belum sampai ke depan Khadijah.
"Waalaikumsalam"El segera berjalan ke arah Khadijah setelah menatap wanita itu sekilas,wanita bermata biru yang El jumpai di panti asuhan ini sebelumnya.
"Apa ada hal penting yang membuat Anda datang berkunjung kemari?"Tanya El,kini duduk di sofa lain di depan Khadijah.
"Tuan muda El,maaf atas ke lancangan Saya datang kemari.Namun,kedatangan saya kesini hanya untuk mengirim undangan ini,undangan perayaan pernikahan Papa dan Mama saya.Papa sangat berharap jika Anda berkenan untuk datang ke Mesir!"Ujar Khadijah,menyodorkan selembar undangan merah muda di depan El.
"Terimakasih atas undangan nya,insyaAllah,jika Allah memberi saya umur panjang,sehat badan dan pikiran,saya akan menghadiri acara tersebut.Namun,jika saya tidak dapat hadir,mohon jangan berkecil hati"El tersenyum,Khadijah mengangguk pelan,mengerti dengan ucapan Khadijah.
"Mohon maaf Nona Khadijah,saya harus kembali ke rumah utama,saat ini Papa saya sedang sakit,maaf tidak dapat menemani Anda mengobrol lebih banyak!"Imbuh El,Khadijah pun ikut berdiri,saat melihat El yang berdiri.
"Tidak apa-apa,maaf jika kedatangan saya menganggu waktu Anda,saya permisi dulu,Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam !"El tersenyum,sembari mengambil surat undangan tersebut,dan menyimpan nya di dalam jas yang ia pakai.El masih melihat Khadijah yang pergi meninggalkan ruangan tersebut.Lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut agar bisa segera kembali ke rumah utama.
* * *
__ADS_1
Dua jam berlalu,El menempuh perjalanan yang lumanyan jauh.El baru saja tiba di halaman rumah utama,banyak pengawal yang siap siaga berjaga di depan teras dan halaman rumah serta di gerbang rumah utama.
El segera turun,melihat Caston yang menghampiri El begitu ia tiba.
"Tuan muda,Anda sudah kembali?"
"Eeemmm,dimana papa?"
"Tuan Alex,ada di kamar nya di lantai atas!"
"Saya akan menemui nya!"
"Silahkan !"El segera masuk,dan menunggak Caston di depan mobil.
"Tuan Muda Anda pulang!"Sapa Pak Kim,El hanya membalas dengan senyuman saja,lalu melangkah 'kan kaki nya menaiki tangga menuju lantai atas.
Tap..Tap..Tap..Langkah kaki El yang berjalan tergesa-gesa menuju kamar Alex.
Ceklek !
"Maaf.Assalamualaikum Umi,Pa!" Ucap El,baru melangkah 'kan kaki nya untuk masuk.
"Waalaikumsalam "El segera masuk dan menghampiri Maryam, dan Alex yang berbaring di ranjang.
"Bagaimana keadaan Papa Umi,apa semua nya sudah membaik?"El duduk di tepi ranjang,ia melihat kondisi Alex yang begitu serius.
"Papa baik-baik saja,kamu tidak perlu khawatir,ini saja Papa sudah bisa duduk dan berjalan,tidak ada yang begitu parah,dokter nya saja suka berlebihan!"Ujar Alex yang tersenyum.Maryam mengerutkan dahi nya mendengar penuturan Alex yang berbohong.
"Umi,kenapa Umi terlihat begitu pucat?apa Umi tidak istirahat dengan cukup?"Kini El menatap Maryam yang duduk di depan nya.
"Umi mu sangat keras kepala,Aku sudah menyuruh nya untuk tidur dan istirahat yang cukup saat di rumah sakit.Namun,ia memilih untuk bergadang,demi merawat Papa!"imbuh Alex yang kembali tersenyum.
"Siapa yang bisa tenang saat melihat kondisi mu begini?pokoknya mulai sekarang tidak ada lagi hal yang seperti ini,dokter sudah melarang mu mas!" Tegas Maryam dengan netra yang membulat,Alex hanya bisa tersenyum saja melihat istri nya begitu cerewet.
"Eeemmm"Alex mengangguk dengan raut wajah yang masih menyimpulkan senyuman ke arah Maryam.
__ADS_1
"Pokoknya,Papa harus istirahat yang cukup,supaya cepat sembuh.Pah,dimana Ge?"
"Ge sudah ikut Albert kembali ke LA untuk merawat Sandra!"
"Eeemm,kalau begitu El mau mandi dulu,sekalian mau istirahat sebentar!"Ujar El,yang hendak berdiri.Namun,Maryam menghentikan nya.
"Tunggu El!"El menoleh,Maryam menyuruh nya untuk kembali duduk.
"Ada apa Umi?"Tanya El,kini kembali duduk di depan Maryam.
"Kita dapat undangan dari Tuan Abizar,Namun,Umi dan Papa tidak bisa hadir,apa Kamu bisa menggantikan kami untuk datang ke acara itu?"El tidak langsung menjawab,ia ragu untuk datang kesana,karena saat ini El sedang belajar menerima apapun yang menjadi takdir nya,El tidak ingin kisah cinta yang berakhir dengan kesedihan itu kembali terulang.
"Eeemmm,Tuan Abizar juga bertanya sama Umi dan Papa,apa Kamu bersedia ta'aruf dengan Khadijah,anak Tuan Abizar?"Terlihat keraguan dari raut wajah Maryam saat bertanya kepada El.El tersenyum,ia memegang tangan Maryam.
"Umi,jodoh itu rahasia Allah,sebagaimana Aku menjaga nya.Namun,pada akhirnya ia juga akan berjodoh dengan orang lain.Boleh kah untuk sementara El menenangkan pikiran El dulu?"El berbalik bertanya kepada Maryam.
"Tentu boleh sayang,Umi tidak keberatan dengan pilihan El.Boleh kah Umi bertanya satu pertanyaan lagi?"
"Eeemm"El mengangguk.
"Apakah ada wanita lain,yang membuat El lebih tersentuh,dan juga yang membuat El dapat mengikhlaskan Ning Aisyah kepada Al.Umi yakin,dalam keikhlasan El memberikan Ning kepada Al,pasti ada sosok wanita yang membuat El mengingat nya,siapa dia ?"Maryam memegang erat tangan anaknya,Maryam ingin El terbuka dengan nya,karena Maryam tidak ingin hal serupa terulang lagi.
El terdiam,ia tidak langsung menjawab nya,El melirik ke arah Alex,Pria itu mengangguk nya meminta El untuk jujur.
"Ada,dia wanita yang selalu hadir di mimpi dan di doa ku.Dia juga menatap ku dengan sayu,bola mata nya yang berbinar,netra nya berwarna biru,membuat aku sering mengingat bayangan nya,ia kerap hadir di mimpi ku,aku pernah sholat istikharah,malam nya bayangan itu selalu menghantui ku.Bahkan lebih sering dari sebelumnya!"El menunduk setelah menceritakan itu semua kepada Maryam dan Alex.
"InsyaAllah,jika dia jodoh yang Allah siapkan kepada El,maka El akan tau siapa wanita itu nanti nya.Apa El akan menghadiri acara Tuan Abizar?"
"Untuk menghargai undangan beliau,El akan pergi ke Mesir!"
"Terimakasih sayang!"
"Eeemmm,El kembali ke kamar dulu!"Maryam mengangguk,El segera pergi.
Maaf,dua hari author sibuk,terimaksih untuk vote dan hadiah nya 😘see you.
__ADS_1