
Di meja makan Kini hanya ada Maryam dan juga Alex.Ke dua nya duduk berdampingan.Alex tetap duduk di kursi kepala keluarga sedangkan Maryam disebelah nya.
"Pak Kim!"
Teriak Alex.Maryam kaget.
"Iya Tuan!"
Pak Kim menundukan kepala nya.
"Kenapa semua nya makanan kesukaan Saya?dimana makanan yang di sukai Maryam?"
Tanya Alex begitu melihat isi meja makan yang besar itu.
"Mas,ini juga kesukaan Aku!"
Sambung Maryam memegang tangan Alex yang ia letakan di atas meja.
"Benar?"
Alex masih ingin memastikan nya kepada Maryam.
"Iya!enggak pa-pa Pak Kim boleh pergi!"
Maryam membiarkan Pak Kim pergi.
"Dimana Ayin dan Caston ?"
"Mereka sedang di luar,akan pulang terlambat!"
Maryam segera mengambil nasi untuk Alex,setelah siap ia baru mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
Di sepanjang waktu Mereka menikmati makan malam,yang hanya terdengar adalah suara sendok dan garpu yang bertabrakan.
Tadi hanya gerimis yang membasahi bumi,kini hujan pun mulai deras terasa begitu dingin suasana malam ini.
Kini ke dua nya telah selesai makan,Alex segera mengajak Maryam untuk kembali ke atas.
"Ingin bersantai di ruangan televisi boleh?"
Maryam bertanya kepada suaminya.
"Boleh,tapi Mas ada pekerjaan yang belum selesai,tidak apa-apa sendiri disini?"
Tanya Alex.
"Gak apa-apa,Aku akan naik saat sholat insya!"
"Baik lah!"
Alex segera naik ke lantai atas,sementara Maryam memilih untuk bersantai di ruangan televisi,sambil menonton film kartun.
Beberapa pelayan terlihat mengawasi Maryam,dan menemani nya menonton,meskipun tidak di minta oleh Maryam.
Waktu berlalu begitu saja,Maryam masih menonton film kartun di lantai bawah,sementara Alex sedang menyelesaikan tugas nya.
Alex memblokir email Charlotte,dan juga mengantikan email nya dengan yang baru,sebisa mungkin ia menghindari wanita itu.
Alex baru ingat,kalau ia meminta Caston untuk menyelidiki number Privat yang masuk ke ponsel Maryam.
Alex segera mengambil ponsel Maryam,dan disaat Alex ingin membuka nya,ponsel itu menggunakan kata sandi,dan Alex tidak bisa membuka meskipun ia sudah menebak nya beberapa kali.
Alex menyimpan kembali ponsel Maryam di dalam laci.Ia segera kembali ke ruangan kerja nya.
Ting!
[Tuan Aku sudah melacak markas Alaska,ada satu email yang mencurigakan,seperti nya itu email yang sedang melacak keberadaan Tuan!]
Jerry Law mengirim pesan kepada Alex.
__ADS_1
[Jangan biarkan mereka tahu posisi Kami,hilangkan informasi mengenai keberadaan dan tempat tinggal Kami]
Ting !
[Baik Tuan]
Alex meletakan ponsel di atas meja kerja nya,lalu melanjutkan untuk menyelesaikan laporan pekerjaaan nya.
Tepat di jam 22:10,telah memasuki waktu sholat insya,Maryam telah tiba di lantai atas,ia segera menghampiri sang suami di ruangan kerja nya.
Tok..tok..tok...
"Siapa ?"
Sahut Alex dari dalam.
"Mas,ini Aku!"
"Masuk,tidak di kunci!"
Ceklek !
"Mas udah waktu nya sholat insya !"
Ujar Maryam berjalan ke arah Alex.
"Boleh duluan saja,sebentar lagi,biar sekalian istirahat!"
"Yasudah,Aku duluan Mas!"
Alex mengangguk,ia segera menuntaskan pekerjaan nya.
Maryam telah kembali ke kamar nya sembari untuk melakukan sholat insya.Tidak butuh waktu lama untuk nya melakukan kewajiban,Maryam segera mengambil wudhu dan sholat.
Begitu selesai ia segera berganti pakaian,sesuai yang diinginkan suami nya.
Wajahnya merona,saat Maryam memegang kain tipis berbentuk baju dalaman wanita,itu adalah lingerie yang beberapa hari lalu di pilihkan oleh Alex.
Ceklek !
Alex kembali ke kamar,Maryam segera menyembunyikan baju itu,di bawah pan tat Nya.
"Sudah sholat?"
"Sudah!"
"Aku sholat dulu,malam ini Aku ingin Kamu menemani tidur Ku!"
Pungkas Alex,lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Maryam sudah mengerti apa yang di maksud dari perkataan Alex barusan.
Sementara Alex di kamar mandi,Maryam segera menyelinap ke kamar mandi satu lagi.
Alex baru saja keluar dari kamar mandi,dan melakukan sholat insya,ia tidak ingin menunda nya lagi.
Maryam berada di kamar mandi,ia gugup melihat benda yang ada di tangan nya,begitu tipis dan juga seperti bertela njang jika memakai nya.
"Bismillah,demi menyenangkan suami!"
Maryam segera berganti pakaian nya,ia melihat dirinya di cermin,sungguh itu membuat ia malu.Tapi,Maryam tidak bisa menyangkal kalau tubuh nya begitu indah dan bahkan terlihat menggoda saat mengenakan lingerie hitam tersebut.
Tok..Tok...
"Mar..Maryam,sedang apa Kamu di dalam,kenapa begitu lama?"
Alex sudah selesai sholat,langsung mencari keberadaan Maryam.
"Tu..Tunggu sebentar Mas!"
__ADS_1
Sahut Maryam yang gagap dari dalam kamar mandi.
Alex segera kembali ke tempat tidur,sembari menunggu Maryam,ia memainkan ponsel nya.
Alex hanya mengenakan boxer nya saja,ia telah menyiapkan diri untuk bertempur lagi.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka,Alex menoleh,ponsel di tangan terjatuh keatas ranjang.Saat pemandangan di depan lebih menggoda ketimbang ponsel nya.
Gluk !
Alex dengan bersusah payah menelan Saliva nya,Maryam melangkah mendekati ranjang dimana Alex sedang berbaring.
"Bagaimana ?"
Tanya Maryam mengembangkan senyuman manis nya,rambut nya terurai,membuat ia lebih cantik lagi.
"Sungguh menarik!"
Jawab Alex,senyuman nya masih saja menghiasi wajahnya yang kaku itu.
Maryam segera naik ke atas ranjang,sembari merangkak untuk duduk di sebelah Alex.
"Kenapa Kamu memakai ini?"
Tanya Alex saat Maryam telah duduk disebelah nya.
"Aku ingin membuat Mas senang!"
Jawab nya menunduk malu.
"Jujur Kamu berhasil membuat Aku tidak bisa mengedipkan mata,bahkan hanya sekali lihat saja,seluruh tubuh Ku terasa panas!"Bisik Alex di telinga Maryam.
Alex memegang tangan Maryam,lalu mengecup nya dua kali,Alex menatap netra yang membuat nya jatuh cinta,netra yang selalu membuat nya ingin berada di sisi nya.
"Kamu cantik !"
Bisik Alex,menyatukan ke dua dahi mereka.Maryam tersenyum begitu juga Alex.
Tangan nya mulai nakal menggoda gunung kembar milik Maryam.
Alex menarik tali yang mengikat di le her Maryam sehingga menampakan dua gunung kembar dengan begitu jelas.
"Boleh Aku bertanya?"
Kini Alex,berada di atas Maryam,menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Katakan apa yang ingin mas tanyakan?"
"Bagaimana perasaan Mu terhadap Ku?"
Deg...
Deg..
Maryam gugup,pertanyaan macam apa itu?apa Alex sedang bertanya tentang cinta?
"Boleh bohong?"
Goda Maryam.
Alex menggeleng.
"Kamu hanya boleh jujur saja!"
"Perasaan Ku masih sama,saat pertama kali Mas mengau li Ku,saat itu juga Ku terima Mas dalam hidup Ku sebagai pasangan hidup Ku,saat ini besok dan selamanya"
Pungkas Maryam.
__ADS_1
Yang belum vote di tunggu ya,jangan lupa beri hadiah 😘