Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Jam


__ADS_3

Setelah menyimpan ponsel nya kembali,Alex melihat jam di dinding sudah waktu nya untuk beristirahat.Alex segera naik ke atas ranjang,dan berbaring di sebelah sang istri.


"Apa perut nya sudah membaik?"Alex menyentuh perut sang istri,Maryam menoleh ke arah Alex yang berbaring di sebelah nya.


Maryam mengangguk nya,tanpa mengucap sepatah kata pun.


"Ayo tidur"Alex menarik kepala sang istri dalam pelukannya,Alex memeluk Maryam dengan erat,ia tahu ada yang sedang di pikirkan Maryam tentang dirinya.


Seiring nya berjalan waktu jam yang berputar di dinding,ke dua nya terlelap dalam tidur,sehingga dapat melupakan sedikit masalah yang terjadi hari ini.


Besok nya. . .


Di meja makan,terlihat Albert yang melirik ke arah ke dua orang yang duduk bersama dengan nya,untuk sarapan pagi.


"Pah,apa semua baik-baik saja?"Albert membuka suara nya,Alex segera menatap Albert dengan tajam.


"Tuan muda,Anda tau,saat sedang makan di larang berbicara!"Seru Pak Kim yang membawakan sup iga,dan meletakkan nya di atas meja.


"Kita baru saja sampai disini,dan belum juga mulai sarapan,Aku hanya bertanya karena melihat raut wajah Papa yang jelek!"Cibir Albert,Alex mengerutkan dahi nya.


"Sayang,makan dulu,Kita bisa bicara setelah sarapan oke!"Sambung Maryam,memberikan satu mangkuk bubur ayam kepada Albert.Alex menatap nya dengan cemberut.


Albert melirik ke arah Maryam.


"Bunda bisa kah Aku berpindah duduk di sebelah Bunda?"Albert sengaja untuk memancing ke cemburuan Alex.


"Loh,kalau disana kenapa Sayang,kan sama saja?"Maryam melihat Albert dengan heran.


"Aku ingin disuapi Bunda!"


Albert sengaja memperlihatkan wajah imut nya kepada Maryam.


"Duduk di tempat Mu!.Kita makan sekarang!"Titah Alex,Albert hanya mengerucutkan bi bir nya saja melihat ke arah Alex.


Alex segera mengambil bubur yang ada di depan nya.


"Mas,ini punya Mu?Maryam mengangkat mangkuk bubur yang sudah ia siapin untuk Alex.


"Enggak,mau yang ini saja!"Sahut Alex dengan wajah kesalnya,karena cemburu kepada Albert.


Li-ma belas menit berlalu,Mereka berti-ga telah selesai sarapan,dan Alex seperti biasa,bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Tuan,Caston dan Ayin sudah di depan !"Ujar Pak Kim.


"Eeem"Alex cuma mengangguk saja,dan membersihkan tangan nya dengan tisu basah.


"Mas,kenapa akhir - akhir ini Mereka jarang sarapan di rumah?"Maryam melirik ke arah Alex.


"Karena ada tugas yang harus Mereka selesaikan sebelum malam pertemuan!"Alex berdiri dari tempat duduk nya.


"Pah,bisa kah Kita bicara ?setelah Aku melihat kejadian kemarin seperti nya Kita perlu berbicara berdua,tanpa ada Bunda disini!"Cetus Albert yang turun dari kursi nya.


Maryam membulatkan matanya,entah apa yang mau di bicarakan Albert dengan Alex.


"Kalau begitu,Bunda tunggu di depan saja,sekalian Bunda mau sapa Ayin !"


Maryam segera keluar dari ruang dapur,sementara Alex dan Albert masih di ruang tersebut.


"Apa yang mau Kamu bicarakan?"


Albert tidak langsung menjawab,ia segera berjalan menghampiri Alex.


"Pah,Aku tau,Bunda istri Papa,dan Papa tidak harus terus membuat nya sedih,atau menyakiti perasaan nya terus!"Pungkas Albert,Alex menaikan satu alisnya,ia belum paham apa yang di maksud Anak itu.


"Apa maksud Mu?"Alex menatap nya dengan dingin,Albert mengerti raut wajah Alex saat ini.


"Bisa tidak jangan melihat Ku seperti itu,Aku bukan orang jahat,Aku hanya seorang laki-laki yang ingin melindungi wanita,apalagi Wanita seperti Bunda!"Ujar Albert lagi.


Alex semakin di buat bingung oleh ucapan Albert.


"Kalau Kamu terus berbicara seperti itu,Aku akan pergi ke kantor!"Alex berbalik.


"Pah tunggu!"


Alex kembali menoleh,dan menghentikan langkahnya.


"Kalau Papa tidak bisa membahagiakan Bunda,Aku bisa pah,Aku bisa membuat Bunda selalu bahagia,dan Aku tidak akan membuat Bunda sedih atau menangis!"Sambung Albert.


Alex mengerutkan dahi nya,Alex ingin sekali menganggap ucapan Albert hanya lah sebuah candaan,apalagi usia Albert yang baru memasuki tujuh tahun itu,pasti belum mengerti apa yang barusan ia katakan.


"Papa mengerti,Kamu pergilah belajar dengan benar,agar Kamu bisa lebih dewasa dan pintar!"Tegas Alex,sambil menunjukkan senyuman nya kepada Albert.


"Papa menganggap ucapan Ku ini adalah candaan?"Tanya Albert dengan wajah serius,saat melihat raut wajah Albert,Alex mengetuk jika Anak ini sedang tidak main-main.

__ADS_1


"Apa yang Ku miliki lebih baik dari apa yang Papa miliki!"Tegas Albert,kini terlihat Albert seperti sedang menantang Alex.


"Berhenti khawatir dengan Bunda,Kami sedang tidak ada masalah apapun,Kami baik-baik saja.Dan satu lagi,berhenti bersikap seperti orang dewasa,tugas Kamu hanya belajar dan belajar,jangan ikut campur urusan orang dewasa!"Tegas Alex,Albert mengerutkan dahi nya.


"Pah,Aku tau semua masalah pertemuan beberapa hari lagi,Aku harap Papa bisa melindungi Bunda dari keluarga Cristopan,jika Aku tau Papa gagal,Aku tidak akan membiarkan Papa kembali dengan Bunda!"Ancam Albert,


"Eeem,Aku mengerti !"


Alex segera pergi meninggalkan ruang makan,Albert masih berdiri di tempat nya.Pak Kim datang menghampiri Albert.


"Tuan Muda,apa yang Anda katakan kepada Tuan Alex,Anda tau ini bukan lah ucapan Anak seusia Anda!"Seru Pak Kim berdiri di depan Albert.


"Pak Kim,Saya peringatkan Anda,jika Anda berani berbuat macam-macam disini,dan melaporkan semua nya kepada Tuan Besar,Anda tau apa yang bisa saya lakukan terhadap Anda!"Ancam Albert,lalu pergi meninggalkan ruang makan.


"Lebih mudah menghadapi Tuan Alex dari pada Tuan Muda,ia terlihat lebih kejam dari Tuan Alex,ia sama persis dengan Tuan Besar!"Gumam Pak Kim,yang masih berdiri di ambang pintu ruang makan.


Di Teras,Maryam sedang menunggu Alex,


"Sayang,Aku berangkat dulu!"Alex merangkul bahu Maryam,lalu mengecup kening sang istri.


"Hati-hati Mas!"Maryam mencium punggung tangan Alex.Alex mengangguk nya,sembari turun dari teras,menuju mobil yang di parkir Caston.


Blam!


Caston menutup kembali pintu mobil,Caston menundukkan kepala nya sembari berpamitan kepada Maryam.


Alex masih melihat Maryam yang berdiri di teras,sampai mobil tersebut pergi meninggalkan halaman rumah utama.


"Tuan,sesuatu terjadi,gudang penyimpanan barang -barang,dan obat-obatan Kita ada yang membobol nya,bahkan sebagian barang Kita rusak !"Imbuh Ayin,sambil melihat layar Ipad nya.


"Berapa kerugian yang Kita alami dari kerusakan itu?"


"Sedikit,hanya seratus milyar saja!"


Alex terlihat memijit pelipis nya,lalu segera meminta Ayin untuk mengurus masalah itu.


"Segera periksa pelaku nya!"


"Baik Tuan !"


Alex masih memikirkan ucapan Albert,meskipun usia Albert yang masih kecil tapi pemikiran nya cukup dewasa,Alex berpikir,jika itu juga sebuah ancaman untuk nya.

__ADS_1


__ADS_2