Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Mario


__ADS_3

Semakin lama tubuh Mario semakin dekat dengan Maryam.


Duuaaackkk!


"Aaaggrrh!"


Maryam menendang tepat di junior Mario,Pria itu menunduk kesakitan memegang aset Nya.


Maryam segera pergi,tanpa menoleh ke belakang.


"Sial an !"Teriak Mario dengan keras.


"Tunggu saja,Aku akan membalas Nya lebih sakit dari ini!"


Mario masih memegang aset nya yang masih sakit,untuk saja tenaga Maryam bukan tenaga seorang Pria,jika tidak hancur masa depan Mario.


Brak!


Maryam mendorong dengan kuat pintu ruangan Alex.Maryam beberapa kali membuang kasar nafas nya.


Alex yang terkejut dengan kedatangan Maryam ia masih memperhatikan sang istri yang berdiri di belakang pintu.


"Apa yang terjadi?kenapa Kamu disini ?"


Tanya Alex berjalan menghampiri Maryam,yang berdiri di pintu.


Maryam tidak langsung menjawab,ia masih mengatur nafasnya,ia memegang dada nya,nafas nya terasa memburu,saat ia tiba di ruangan CEO.


"Aaakkh!"


Bugh!


Paperbag di tangan Maryam terjatuh,saat Maryam memegang perut nya yang terasa sakit.


Tap..tap..


Alex segera berlari untuk memegang Maryam yang tengah sakit.


"Kamu kenapa ?apa yang terjadi?"


Tanya Nya lagi,lalu menuntun sang istri ke sofa yang ada di dalam ruangan.


Alex membantu Maryam untuk berbaring di sofa,lalu ia kembali lagi untuk mengambil paperbag yang terjatuh.


"Apa semua baik-baik saja?kenapa Kamu terlihat begitu lelah dan takut ?"


Alex kembali bertanya saat ia tidak mendapat jawaban dari pertanyaan yang sebelum nya.


"Heem,Aku bertemu dengan Mario!"


Cetus Maryam yang tidak melihat ke arah Alex.


"Mario?"


Maryam mengangguk Nya.


Alex berdiri,lalu kembali ke meja kerja nya.Alex langsung memeriksa cctv yang ada di seluruh kantor Xander.


Alex melihat dengan seksama rekaman cctv kejadian beberapa menit yang lalu,kejadian yang dialami sang istri.


Brak!


Alex mengebrak meja,Maryam menoleh nya,melihat raut wajah Alex yang memerah karena menahan amarah.

__ADS_1


"Berani-berani Nya Dia menyentuh Istri Ku!"


Gumam Alex yang masih menatap layar di depan Nya.


Setelah melihat rekaman cctv,kini Alex kembali lagi ke sofa,di mana Maryam sedang berbaring.


"Apa yang membawa Mu kemari?"


Alex duduk di sebelah Maryam.


"Aku tau,pagi ini Mas belum sarapan,jadi disaat Kami membuat dessert pertama,Aku mengingat Mas dan membawa Nya sebagian untuk Mas cicipi !"


Pungkas Maryam.


"Kenapa tidak meminta Caston yang membawa nya kemari,kenapa harus datang sendiri,saat ini Kamu sedang mengandung !"


Alex terlihat marah saat memberi peringatan kepada sang istri,yang sedang berbaring di samping nya.


"Aku hanya ingin menemani Mas sarapan,dengan begitu Aku akan tau, apa penyebab mood mas pagi ini terlihat begitu kesal,Aku ingin tau apa yang terjadi kepada Mas,sehingga raut wajah mas begitu masam?"


Maryam menyentuh pipi Alex dengan lembut,melihat netra Maryam yang berkaca-kaca membuat Alex tidak tega mengabaikan Nya begitu lama.


"Aku tidak apa-apa,pekerjaan kantor akhir-akhir ini terlalu berat,jadi mungkin Aku sedang lelah !"


Alex memegang tangan Maryam,ia terpaksa berbohong,tidak ingin membuat Maryam kembali bersedih.


Dzzrrt...


Dzzzrrtt..


Ponsel Alex yang ada di atas meja bergetar.


"Tunggu sebentar Aku akan melihat siapa yang menelpon"


Alex berjalan ke arah dinding kaca yang sedikit jauh dari Maryam.


"Hallo,Ayah!"


Alex meletakkan benda pipih itu di telinga nya .


"Bagaimana ?apa hasil Nya?,Pak Kim bilang Maryam sedang mengandung ?"


Mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan Tuan King.Membuat Alex menelan ludah nya,Alex tidak menyangka secepat itu Tuan King mengetahui kehamilan Maryam.


"Aku sudah konsul dengan dokter Starla,katanya,usia empat bulan baru bisa di ketahui jenis kelamin baby yang di kandung Maryam !"


"Aku akan menunggu nya,ingat,Aku hanya menerima Anak laki-laki,kalau Anak perempuan,Kamu tinggal milih mau menggugurkan Anak itu,atau tinggalkan Istri Mu!"


Tut..Tut..Tut..


Panggilan terputus,Tuan King memutuskan panggilan Nya.


Alex mengepalkan tangan Nya mendengar ucapan sang Ayah angkat.Namun,ia belum bisa bertindak lebih lanjut untuk melawan Pria Tua itu.


Alex berbalik menghampiri Maryam yang kini sedang duduk di sofa.


"Apa yang terjadi?"


Maryam melihat raut wajah Alex yang masam.


"Tidak ada,hanya masalah pekerjaan!"


Alex mengambil paperbag yang di bawakan Maryam.

__ADS_1


"Aku akan mencicipi Nya!"


Maryam mengangguk Nya.


"Apa itu enak?"


Tanya sang istri saat Alex sedang menguyah pie yang di bawakan Maryam.


"Kemari"Ucap Alex,Maryam mendekat.


Cup!


Alex menci um kening Maryam,"ini manis dan enak!"


Ujar Alex,memakan sisa pie yang di tangan nya,Maryam tersipu malu saat mendapat pujian dari sang suami,apalagi berbarengan dengan ciu man manis yang di berikan Alex.


"Aku akan mengantar Mu ke toko!"


Pungkas Alex yang membereskan kotak kue.


Maryam mengangguk Nya,ia juga berpikir,ia akan aman jika bersama dengan Alex.


Maryam dan juga Alex,keluar dari ruangan CEO,saat akan masuk ke dalam lift Alex melihat Mario yang sedang keluar dari ruangan dewan pemasaran.


Alex sengaja tidak masuk duluan,ia ingin menunggu Mario sampai ke depan nya.


Dugh !


Langsung saja satu pukulan mendarat di pipi Mario,Maryam kaget melihat Alex dengan secepat kilat telah memukul Mario.


Mario menatap tajam ke arah Maryam,ia tahu kalau Maryam telah mengadu kepada Alex,tanpa ia tahu Alex telah memeriksa cctv yang terpasang secara tersembunyi di kantor itu.


"Tundukkan pandangan Mu,jika tidak Aku akan mengeluarkan bola mata Mu saat ini juga!"


Kecam Alex,Alex saat ini melihat Mario penuh amarah.Alex mencengkram kuat kerah kemeja Mario.


"Mas,apa yang Kamu lakukan!"


Maryam menarik lengan Alex.


Bugh!


Alex melempar Mario ke lantai,Mario menatap Alex dengan tajam.


"Sejak awal sudah ku ingatkan,menjauh lah dari istri Ku,jika peringatan Ku kau anggap angin lalu.Maka Aku juga bisa menganggap Nyawa Mu ibarat satu kecoa yang mati tidak ada arti nya di Xander!"


Tegas Alex,lalu ia menarik Maryam untuk masuk ke dalam lift.


"Sial!"


Teriak Mario,saat Alex dan Maryam telah pergi dengan lift.


Mario segera berdiri,membenarkan pakaian nya yang berantakan.


"Tunggu saja,Aku pasti akan membalas nya!"


Sambung Mario lagi,ia menggertakkan gigi nya yang sedang kesal dan juga marah saat mengetahui Alex berani mengancam nya.


"Mas,tangan Ku sakit!"


Lirih Maryam,yang melihat Alex masih memegang lengan Maryam dengan kuat.


"Maaf Sayang,Aku hanya tidak bisa mengontrol emosi Ku!"

__ADS_1


Alex mengelus lengan Maryam dengan lembut,Maryam tersenyum saat melihat Alex kembali bersikap lembut kepada Nya.


__ADS_2