
Negara NY.Satu Minggu berlalu. . .
Seseorang yang sedang duduk di samping ranjang,dengan ponsel di tangan nya.Namun,sesekali melirik kearah Pria yang berbaring lemah di atas ranjang.
Orang itu menggerakkan jari jemari nya,Atika perempuan yang merawat nya,segera memegang tangan itu.
"Tuan Muda!"Lirih nya,saat melihat kelopak mata itu bergerak.Dan bi birnya bergerak.Atika segera memeriksa denyut nadi dan detak jantung.Selama seminggu ini normal tidak ada yang bermasalah dengan kesehatan tubuh El.Bahkan Atika merawat nya dengan baik.
Ceklek !
"Nyonya Ayin!"Atika seketika berdiri dan menundukkan kepala nya.
"Bagaimana kondisi Tuan Muda?"Ayin berdiri tepat di samping ranjang El.
"Tuan Muda semakin hari semakin membaik,hari ini juga sudah mulai menggerakkan jari-jari nya!"
Ayin dan Atika membahas tentang kondisi El yang di ketahui oleh mereka bahwa itu adalah Al.El mulai membuka mata nya perlahan-lahan,sehingga ia mampu menatap langit-langit kamar dengan mata terbuka dan juga lebar.
"Tuan Muda!"Seru Ayin,saat melihat El yang tiba-tiba sudah membuka mata.El menatap Ayin dengan heran,ia membulatkan matanya.
"Nyonya,biarkan Saya memeriksa nya sebentar!"
Atika segera memeriksa El,Ayin berdiri di sisi lain ranjang El.
El yang belum terbiasa bersentuhan dengan perempuan,ia pun menatap heran ke arah Atika yang begitu leluasa menyentuh tangan dan juga mata nya.
"Si-siapa Kalian ?"Tanya El,membuat Ayin dan Atika terkejut.
'Apa karena benturan di kepala nya membuat ia hilang ingatan ?tapi bekas luka itu sudah tidak ada?'Atika menatap El dengan bingung.
"Apa yang terjadi?kenapa dia tidak bisa mengingat Aku?"Ayin syok,mendengar pertanyaan El barusan.
"Nyonya tunggulah di luar,biarkan Aku memeriksa nya sekali lagi!"
"Tolong periksa dengan benar,jangan biarkan sesuatu terjadi!"
"Saya mengerti!"
Ayin segera pergi meninggalkan kamar itu.Disaat Atika hendak memegang tangan El kembali,dan ingin memeriksa ulang denyut nadi nya,El menghindar,membuat wanita ini terkejut.
"Tuan muda,apa yang terjadi?"Tanya Atika,dengan raut wajah yang panik.
"Biarkan Saya memeriksa Anda lagi!"Sambung nya.
__ADS_1
"Siapa Kamu?kenapa Kamu sebelumnya ingin membu nuh Ku?"Tatapan El membuat Atika terkesiap,ia baru mengingat satu Minggu yang lalu,Atika pernah mencoba menghilangkan nyawa El.
"Sa-saya tidak bermaksud!"Atika gugup,ia takut jika kejahatan nya akan terungkap,maka niat dia untuk menghancurkan keluarga ini akan gagal begitu saja.
"Siapa pun Kamu Saya tidak peduli.Tapi,tolong beri tau saya,saat ini Kita sedang ada dimana?"Satu pertanyaan El lagi,membuat Atika melongo.
"Tuan Muda benar tidak ingat apapun?"
El menggelengkan kepala nya.
"Saat ini Kita sudah ada di NY.Dan berada di kediaman Tuan Muda,di rumah utama,Anda mengalami kecelakaan,dan Saya yang membawa Anda ke rumah sakit waktu itu,mungkin Saya rasa dengan ingatan Tuan Muda,Anda tidak akan mengingat nya!"
Atika benar-benar berfikir kalau Al hilang ingatan.Atika tidak pernah tahu kalau itu adalah El.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Jerry dan Ayin masuk bersamaan.
"Atika,tinggalkan Kami bertiga,jika ada apa-apa,Aku akan memanggil Kamu lagi!"
"Baik Nyonya!"Atika segera pergi meninggalkan kamar Al.
"Tuan Muda bagaimana kondisi Anda?"Tanya Ayin,memegang tangan El.
"Tuan Muda benar tidak mengingat Kami?Aku Ayin,dan ini Jerry.Tuan Muda biasa memanggil Ku bunda dan dia Paman Jerry.Kami sudah merawat Anda puluhan tahun,bagaimana Anda bisa melupakan Kami!"Ayin,merasa sedih saat Anak yang diasuh nya tidak mengingat dirinya.
"Tunggu dulu!"Jerry melihat raut wajah El,lalu melihat postur tubuh El.Jerry memegang tangan El dengan paksa,saat El menolak nya.
"Siapa Kamu?"Tanya Jerry,yang membuat Ayin terkejut.
"Apa Kamu juga merasakan hal yang aneh?"Tanya Ayin,kepada Jerry,Pria itu mengangguk nya.Ayin berdiri di sebelah Jerry.El hendak duduk di atas ranjang,dengan tubuh nya yang lemah,Jerry segera membantu El.
"Siapa nama mu?"Jerry melihat raut wajah El yang begitu teduh dan juga sejuk,berbeda saat ia melihat Al,wajah yang garang dan juga bringas.
"El"Sahut El menatap Ayin yang terkejut begitu juga Jerry."Elbarak Xander!"Sambung El lagi.Ayin segera duduk di tepi ranjang El,melihat Pria itu dari dekat.
"Tuan Muda,kedua.Anda ini !"Ayin,menyentuh punggung tangan El.
"Si-siapa Kalian?"El masih menunggu jawaban yang membuat ia bingung berada di tempat itu.
"Kenapa Aku bisa berasa disini?dan siapa Tuan Muda yang kalian maksud?"
"Apa Papa dan Mama mu Tuan Alex,dan Nyonya Maryam ?"Ayin masih memastikan itu .
__ADS_1
"Benar"Sahut El,di saat Ayin,mau memeluk wanita itu,El langsung menghindar nya.
"Maaf Tante,Kita bukan muhrim!"
Ayin tercengang mendengar perkataan El.
"Kamu seperti ibu mu,bagaimana kabar mereka?"Tanya Ayin.
"Tunggu dulu,El,kalau Kamu disini,dimana Al?"
"Al?siapa Al?"
"Dia Kakak tertua mu,kalian kembar tiga!"Jerry langsung menceritakan semua rahasia keluarga itu kepada El,bagaimana mereka terpisah waktu kecil,dan bagaimana El bisa berada di NY,saat ini.
"Begitulah kira-kira cerita nya El!"
El mangut-mangut mendengar kisah hidup mereka yang seperti di kehidupan novel.
"El,Paman meminta satu hal kepadamu.Selama Kamu tinggal disini,bersikap kah seperti Al,jangan sampai ada yang tahu,kalau Kamu itu El.Kita masih memerlukan Kamu di Xander!"
"Kapan Aku bisa kembali ke Indonesia?"
"Kamu bisa kembali kalau kondisi Kamu sudah membaik!"
El mengangguk,dan mengerti maksud dari permintaan Jerry.
"Aku ingin sholat,apa ini sudah waktu nya sholat ashar?"Ayin tahu jadwal sholat saat Alex dan Maryam tinggal di rumah utama.
"Li-ma menit lagi,baru masuk waktu sholat ashar,Paman Jerry akan membantu Kamu untuk mengambil wudhu!"
"Eeem"El mengangguk nya.
"Dimana ponsel Ku?"Tanya El,
"Ponsel?Aku hanya membawa barang - barang Al,Aku tidak mengetahui barang-barang mu yang lain.Kalau Kamu menginginkan ponsel,Aku akan membeli yang baru.El,Kamu ingat nomer ponsel mu?"
El menggelengkan kepala nya."Tidak apa-apa,Kita akan membeli yang baru.Namun,untuk saat ini Kita perlu mencari tau keberadaan Al!"
"Aku setuju dengan Kamu,mungkin saja Al masih di Mesir!"Sambung Ayin.
"El,untuk sementara,dokter Atika akan merawat mu sampai sembuh.Jangan katakan apapun kepada dokter itu,kecuali tentang kesehatan mu,jika dia bertanya soal tentang kehidupan mu yang lain,Kamu bisa bilang tidak ingat apapun!"Ayin tidak ingin ada yang tahu,jika saat ini El yang berada di rumah utama bukan Al.
"Saya mengerti,dapat kah Saya sholat sekarang ?"
__ADS_1
Jerry mengangguk nya,lalu membantu El untuk turun dari ranjang.