Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 62


__ADS_3

Seharian sudah Ge menunggu Albert yang belum kembali,Ge tidak tahu jam berapa Albert pergi.Namun,ini sudah malam,mereka belum kembali membuat Ge tidak bisa duduk tenang di dalam kamar nya.


"Heeemm,Aku sudah menelpon tapi ponsel nya mati,begitu juga papa !"Gumam Ge,yang mondar mandir,di dalam kamar nya,sesekali menghela nafas saat merasakan sesuatu yang perih.


"Iisss"Desis Ge dengan kesal.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Ge segera menoleh,dan itu Albert yang baru saja pulang.


"Sayang!"Seru Albert merentangkan ke dua tangan nya ke arah Ge,seperti Ayah yang disambut oleh Anaknya saat pulang kerja,Ge segera berlari dan memeluk Albert.Pria ini segera mengendong Ge yang menghadap ke arah nya,Ge pun lupa dengan rasa sakit yang ada pada tubuh nya.


"Sayang,ada apa ?"Bisik Albert,saat Ge masih dalam gendongan nya.Lalu Albert duduk di tepi ranjang,ia membiarkan Ge masih di dalam pelukan nya,dan duduk di atas pangkuan Albert.


"Masih perih?"


Pak!


"Ha..Ha..Ha..Kenapa kamu memukul ku?" Albert tertawa yang geli dengan kelakuan sang istri."Wajar sayang Aku bertanya,tadi saat Aku bangun Aku melihat ada nod..."Ge segera menutup mulut Albert,membuat Pria itu membulatkan mata nya.Albert segera menurunkan tangan Ge dari bi-bir nya,lalu ia kecup punggung tangan Geisha dengan lembut.


"Aku hanya pulang sebentar,Aku akan pergi lagi,masih ada perkejaan yang harus ku selesaikan !"Ujar Albert.


"Aku ikut?"


"Enggak, Kamu enggak boleh ikut,kamu harus di rumah saja bersama dengan Bunda!"


"Umi bukan Bunda!"Geisha mengerutkan dahi nya,Albert hanya tersenyum smirk.


"Iya-ya Umi,kalau sayang ku ini apa?mau di panggil apa ?"Tanya Albert dengan menarik kulit pipi Geisha membuat Geisha memelototi nya.


"Sakit!"Ujar Geisha sembari mengelus itu pipi.


Cup Cup!dua kecupan mendarat di pipi bulat milik Geisha.


"Setelah urusan Aku beres,Aku akan membawa mu untuk melihat mama"


"Eeemmm,Mama?"


"Iya mama ku ibu mertua mu sayang"


"Awww"Pekik Geisha saat Albert menarik hidung mungil Geisha.


Tok..Tok..Tok..


"Tuan Muda,Tuan Alex memanggil Anda!"


"Iya!"Sahut Albert di dalam kamar.


"Ayo,kita keluar,Aku harus pergi !"Albert segera bangkit,dan menurunkan Geisha dari pangkuan nya.


Mereka berdua keluar dari kamar,menuju teras rumah,disana sudah ada Alex,Jerry ,Caston dan juga Ayin serta Maryam yang duduk di sebelah Alex.


"Sudah siap?"Alex menatap Albert yang baru saja keluar,tangan Geisha yang tak pernah lepas dari lengan Albert membuat Maryam ingin menggoda nya.


"Eheemm..Ehheemm..pengantin baru lengket kayak prangko!"Goda Maryam,Geisha yang sadar segera melepaskan lengan Albert.Tapi,Albert segera merangkul bahu Geisha dalam pelukan nya,membuat Ge semakin tersipu.


"Setelah menikah,dia terlihat seperti anak kecil yang mendapatkan pengasuh baru,padahal dulu paling mandiri di taekwondo!"Cibir Alex.Geisha hanya menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami,yang lain ikut tersenyum melihat ke harmonisan keluarga Alex.


"Dimana El?"Maryam baru sadar jika El tidak ada di antar mereka.


"El sudah pergi ke panti asuhan,masih ada masalah disana yang harus di bereskan oleh nya!"Alex segera bangkit,dan merapikan mantel nya.


"Kami tidak akan pulang cepat Kalian tidak perlu menunggu!"Sambung Alex lagi,Maryam mengangguk nya,Ayin masih duduk diam dari tadi,semenjak hamil,membuat Ayin banyak diam,apalagi dengan tubuh nya yang lemah.


"Kamu tidak perlu khawatir,Aku dan Ge akan menjaga nya!"Ujar Maryam saat melihat Caston yang khawatir terhadap Ayin .


"Terimakasih Nyonya!"Ucap Caston,sedikit menundukkan kepala nya.Maryam hanya mengangguk saja.Albert segera mengecup mesra kening Geisha.Begitu juga dengan Alex,dan yang lain,hanya Jerry yang terdiam dan terpaku melihat keromantisan dari para Mafia di depan nya.


"Aku dengan siapa?"Gumam Jerry,menatap mereka semua.


"Ha..Ha..Ha..Kau harus banyak-banyak sabar,ketika istri mu jauh!"Cibir Caston,Alex dan Albert hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat Jerry dan Caston.

__ADS_1


"Kami pergi dulu"Ujar Alex,yang segera masuk ke dalam mobil,beberapa mobil berwarna hitam sudah berbaris di halaman rumah utama.Jerry dan Alex pergi dengan mobil yang sama,sementara Albert dan Caston pergi dengan mobil yang lain.Tiga mobil lain nya adalah milik para pengawal.Setelah mobil tersebut pergi meninggalkan halaman rumah utama,Maryam dan Geisha serta Ayin langsung masuk ke dalam rumah.


* * *


Plaak !


Plaak !


Bugh!


Suara tamparan yang begitu keras melayang ke arah pipi kanan dan kiri Sandra, yang duduk di atas kursi,seketika tubuh itu jatuh tersungkur ke atas lantai,dengan tali yang masih terikat di tangan.


Sandra menoleh dan menatap tajam ke arah Pria yang baru saja menampar nya.Sudut bi-birnya berdarah,Peter yang berdiri di belakang Big tersenyum begitu puas.


"Bede-bah!berani nya Kau menampar Ku!"Teriak Sandra,dengan langkah besar Big berjalan ke arah wanita itu dan menarik rambut panjang Sandra.


"Aggrh,sia-lan,lepaskan Aku!"Teriak Sandra,saat rambut nya di tarik oleh Big,lalu di seret ke arah depan layar monitor.


"Kau liat!"Teriak Peter,yang ikut menarik lengan Sandra.


"Pria itu,yang memiliki garis wajah yang keras tanpa kerutan,itu be-nih sia-lan mu,dia berani menekan perusahaan Ku!"Ucap Peter dengan lantang.Sandra membulatkan mata nya,sudah 22 tahun lama nya,ia baru bisa melihat Albert lagi.


"Heeh!"Sandra menaikan sudut bi-birnya,melihat ke arah Peter,semakin membuat pria itu marah.


Plaak!


"Apa yang membuat mu tertawa haah?"


"Eegrh!"Peter,menyeret Sandra ke kamar mandi.


"Lepas!"Teriak Sandra,yang menahan sakit di kulit kepala nya yang di tarik oleh Peter.Big masih berdiri di depan layar monitor sembari melihat bagaimana Alex dengan seluruh klien yang awal nya sudah berpihak kepada Big,tapi kini malah beralih Kepada Alex lagi.


Prak!


"Sial-an!"Umpat Big yang melompat remote kontrol di tangan nya.


"Lepas!Peter apa yang Kau lakukan!"Teriak Sandra dari arah kamar mandi, Peter dengan sengaja membasahi luka yang ada di punggung Sandra bekas cambukan.Peter meredam Sandra dalam bathub berisi air dingin.Karena tidak sanggup menahan dingin nya air,akhirnya Sandra pingsan,dan di biarkan begitu saja di dalam bathub oleh Peter.


"Tidak,dia masih berguna!"Peter berjalan ke arah pintu ingin meninggalkan ruangan tersebut.


Braak!


"Ugh!"


Bugh!Tubuh Peter terdampar begitu jauh,Big yang mendengar suara itu segera menoleh dan terkejut,Big mengeluarkan senja-ta yang ada di dalam jaket nya,bersiap-siap untuk menembak.


Dor..Dor..


Big melepas dua peluru tanpa arah,tidak ada seseorang pun di depan pintu.Big segera berjalan ke arah jendela dan mengintip dari jendela,semua pengawal nya sudah mati terbunuh.


"Sia-lan!"Umpat Big,ia segera membantu Peter,


"Seperti nya mereka sudah mengetahui lokasi kita!"Ujar Peter yang bersembunyi di balik meja dan lemari bersama dengan Big.


Di tempat lain,ada Alex dan Jerry yang sedang menghancurkan gedung terbengkalai.


Duaar...


Boom!


Duuar..


Suara ledakan dimana-mana,tapi tidak ada Big ataupun Peter di tempat itu.


"Tuan Alex,Big dan Peter ada di gedung lama rumah sakit!"Suara dari earphone yang ada di telinga Alex dan Jerry.


"Oke,Kami akan kesana !"Alex dan Jerry bergegas pergi ke tempat di mana,Big dan Peter berada.


Sementara,Caston dan Albert juga bersembunyi di dalam gedung menunggu kedatangan Alex.Big dan Peter sudah menelpon para pengawal dan kini mereka sudah tiba disana lebih dulu dari Alex dan Jerry.


Ckiiittt!

__ADS_1


Mobil Alex berhenti.Namun mereka langsung di serang.


Dor.Klang..Dor..Klang..Duarrr...


"Semua nya sembunyi!"Titah Alex,mereka mengambil tempat persembunyian,"Kalian tetap disini,Aku akan memancing mereka untuk menembak,setelah peluru mereka habis,kita sedang secara bersamaan!"Ujar Alex,dan segera memancing para pengawal itu.


Dor...Dor ..Dor...Dor..Dor..Syuut..!


"Aggrhh!"Alex terjatuh,dan tubuh nya berguling di antara rumput - rumput di depan gedung.


"Serang!"Teriak Jerry,


Duarr..Duarr..Duaar..Boomm..Dor..Dor..


Duaachkk .."Aah"Bugh! Dor!


Duaacchhkk "Ugh!"Dugh Dor!


Pengawal yang berkelahi dengan Jerry sekali jatuh langsung di tembak ma-ti.Setelah melihat semua keadaan aman,Jerry segera mencari Alex yang sudah berguling dari bawah bukit itu.


"Kalian masuk ke dalam,Aku akan mencari Tuan Alex!"


"Baik!"Sahut mereka serentak,lalu berlari masuk ke dalam gedung.


Braaakk!


Mereka menendang pintu hingga terbuka,dan segera masuk ke dalam,disana sudah ada Albert dan Caston di samping pintu,dengan sen-jata yang siap menembak.


"Jangan ada yang menyerang!"Titah Albert,ia takut jika Big dan Peter akan menjadikan ibu nya sebagai sandera.


"Ha..Ha..Ha.."Terdengar suara tawa Big,dari arah ruangan,Albert segera keluar dan berdiri di depan pintu.


"Lepaskan Mama Ku!"Titah Albert,menatap Peter dengan tajam,kobaran api di netra nya seakan ingin segera melahap pria itu.Peter menompang tubuh Sandra,sementara Big,mengambil pisau yang ia simpan di laci meja,di dekat layar monitor.


"Bagaimana rasa nya,jika pi-sau ini masuk ke dalam daging pa-ha ibu mu ini?"Big memainkan ujung pi-sau yang ada di tangan nya.


"Jangan sakiti dia,jika Kau berani,Aku akan mengeluarkan bola mata mu saat ini juga!"Tegas Albert.


"Ha..Ha..Kau berani mengancam ku?"Big segera mendekatkan pi-sau di pa-ha Sandra yang masih pingsan.


"Tunggu!apa mau mu?"Albert menatap Big dengan nyalang.


"Aku mau saham perusahaan king!"


"Mimpi!Cuih"Albert membuang ludah nya,membuat Big semakin marah.


"Kau mau melihat ini"Big meletakkan pi-sau tersebut di kulit pa-ha Sandra,dan terlihat garis berwarna merah,pi-sau itu sangat tajam sedikit saja tergores sudah membuat Sandra mengeluarkan banyak darah.


"Turun 'kan sen-jata Kalian !"Titah Big,


"Turunkan senja-ta kalian"Seru Albert kepada semua orang,dan Albert memberi isyarat kepada Caston,mereka semua meletakkan sen-jata di lantai.Disaat Big lengah dengan pi-sau nya.


Dor..Dor..Albert segera menembak Big dan Peter hingga jatuh.


Tap...Tap...Tap..Albert berlari menangkap tubuh Sandra yang akan terjatuh ke lantai.


"Beres-kan sampah itu!"Setelah mengatakan itu,Albert membawa Sandra keluar dari ruangan tersebut.


"Agggrrrhh... Tidaaak!"Suara teriakan dari dalam ruangan tersebut.


"Aaaaaggrrhh"


Albert sudah berhasil membawa Sandra keluar dari tempat itu.


"Apa yang terjadi?"Tanya Albert saat melihat Alex yang berbaring di tanah,dengan lengan yang berdarah.


"Tuan tertem-bak!"Ujar Jerry mengikat lengan Alex dengan sapu tangan nya.


"Kita harus ke rumah sakit,denyut nadi nya melemah!"Albert memeriksa denyut nadi Sandra,dan wajahnya terlihat begitu pucat.Setelah meletakkan Sandra di dalam mobil bersama dengan Alex.Caston dan beberapa bawahan keluar,Caston memberikan empat bola mata kepada Albert.


"Jadikan ini hiasan dimesium king!"Titah Albert,Caston mengangguk,lalu menyimpan bola mata itu di mobil.Jerry segera mengambil alih kemudi,mereka semua pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2