
Lima hari sudah berlalu,dari hari yang sudah di nanti-nanti,ada dua hari lagi untuk mempersiapkan pernikahan itu dengan segala nya biar acara sempurna dan tidak ada yang berkurang.
"Mas!"Panggil Maryam dari arah dapur,Alex yang mendengar suara Maryam segera menghampiri sang istri.
"Ada apa ?"Tanya Alex yang panik, sembari mendekat sang istri yang sedang memasak.
"Tidak ada,hanya rindu saja"He..He..Maryam tertawa kecil,Alex mengerutkan dahi nya.Lalu segera memeluk sang istri dari belakang dan menggelitik nya.
"Mas,apa yang kamu lakukan ha..ha..berhenti mas ha..ha.."Alex terus saja menggelitik Maryam.Dari arah pintu dapur,ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua.
"Nyerah nggak?"Tanya Alex,dengan tangan masih di pinggang Maryam.
"Nyerah mas nyerah!"Cup,setelah mencuri satu kecupan di pipi Maryam,Alex segera melepas tangan nya,lalu menatap fokus Maryam yang sedang memasak untuk mereka semua.
"Mas,kenapa tidak pergi ke tempat taekwondo?"
"Albert dan Ge sudah kesana,di gedung juga ada Arman,jadi bisa membantu mereka!"
"Mas,Kamu kenapa sih,tidak pernah suka dengan Arman ?"Maryam melihat sang suami,Alex diam sebentar,sembari berpikir.
"Aku bukan tidak suka,hanya saja dia tidak bisa menjaga batasan nya dengan Ge,dia selalu ingin menempel dengan Ge!"Terlihat wajah Alex yang cemburu.
"Mereka hanya teman saja,selagi masih di batas wajar tidak apa-apa hanya teman,tapi kalau udah kelewatan Aku sendiri yang akan memberi dia pelajaran !"Timpal Maryam,Alex tersenyum.
"Iya-ya,Sayang lah wonder woman!"Ledek Alex,Maryam mengerucutkan bi-bir nya,Alex dapat melihat itu,karena Maryam tidak memakai cadar.
"Bi-bir nya sayang kondisikan!"Tegas Alex yang geram.
"Weeekk!"Maryam malah meledek,membuat Alex tidak dapat menahan nya jika tidak menggoda sang istri lagi.
"Sayang"Bisik Alex,memeluk Maryam kembali dari belakang,saat Maryam sedang mencuci piring.
"Eeemmm"
"Habis cuci piring temani Aku di kamar !"Bisik Alex dengan manja,wajah Maryam langsung tersipu malu mendengar bisikan Alex.
"Eeemm,setelah ini ya nanti Aku mandi dulu!"
"Iya sayang,Aku bantu!"Maryam mengangguk,betapa bahagia nya dia dapat melihat ke dua orang tua nya begitu akur.
"Apa juga ingin memiliki jodoh seperti umi,selain sayang pada Anak-anak nya,dia juga perhatian kepada papa,semoga mereka bisa berjodoh dunia akhirat!"Gumam Al,lalu pergi meninggalkan tempat itu.Al teringat jika dia belum berkunjung ke pesantren Al-kita beberapa hari ini.
Al segera mengambil kunci mobil,dan pergi untuk berkunjung ke pesantren Al - kitab.
Beberapa menit berlalu,Al melihat di sekeliling pesantren,terlihat begitu ramai,pesantren sudah aktif seperti biasa,anak-anak sudah mulai belajar lagi,dan aktivitas yang lain pun sudah berjalan dengan lancar kembali.
Al segera turun dari dalam mobil,saat melihat sebuah mobil masuk dalam halaman pesantren .
"Assalamualaikum,Gus "Sapa Al,sembari memberi salam."Waalaikumsalam,Al.Baru tiba,atau bagaimana ?"
"Baru sampai Gus,ini sekalian mau liat - liat anak yatim"Zayn mengangguk,ia juga memperhatikan penampilan Al,dia tidak jauh berbeda dengan El,hanya saja raut wajah nya satu bringas,yang satu lembut dan teduh.
"Oh ya.Al,Gus masuk dulu,Gus mau memberikan ini kepada Aisyah!"Al mengangguk nya,ia melihat baju pengantin yang Gus Zayn ambil di tempat butik langganan Maryam.
Begitu Zayn pergi,tak berapa lama Aisyah keluar dengan kotak besar di tangan nya,ia tidak dapat melihat jalan.Bahkan hampir saja menabrak tempat jemuran.
"Hati-hati"Seru Al yang sigap langsung membantu Aisyah.
"Terimakasih "Ucap Aisyah,yang belum mengetahui siapa yang datang,tapi setelah mengucapkan terimakasih,ia sadar dengan suara itu.Aisyah segera mengintip dari balik kotak,ada Al disana yang sedang tersenyum ke arah nya.
"Sini,biar Kak Al bantu"
"Tidak per...."Al sudah keburu merebut kotak tersebut di tangan Aisyah,sebelum Aisyah selesai berbicara.
"Mau di bawa kemana?"
"ke pondok anak-anak Kak Al,ini cemilan untuk nanti sore,kasian mereka udah beberapa hari tidak sempat makan cemilan"Ungkap Aisyah,yang berjalan mengikuti Al,dari belakang.
__ADS_1
Tiba di pondok,Al segera membantu Aisyah untuk membagikan cemilan tersebut,bahkan Al dengan senang menemani Mereka belajar,dan juga tentu saja di awasi oleh Aisyah.
* * *
Taekwondo. . .
Seperti biasa Albert dan Arman tidak pernah akur,apalagi Arman beberapa kali mencuri kesempatan untuk mendekati Ge,itu membuat Albert tidak senang.
Banyak akal busuk yang di jalankan oleh Arman,salah satu nya ya kaki nya yang pura-pura keseleo,dan Ge sebagai dokter tentu saja akan memeriksa kaki Arman yang sakit.
"Apa ini masih sakit ?"Tanya Ge,Albert berdiri di samping Ge,dan Arman duduk di lantai.
"Enggak kok,ada Kamu disini,semua nya baik-baik saja"Ucap Arman yang tersenyum ke arah Ge,tapi Ge malah memalingkan wajah nya.
"Kalau sudah baikan,cepat berdiri,masih ada beberapa orang lagi yang harus Kita pantau!"Tegas Ge,Arman mengangguk,dan langsung berdiri.Arman sengaja memancing emosi Albert,dan membuat Pria ini marah.
"Biar Aku saja "Seru Albert
Hari ini ada murid pemula,jadi Albert ingin mengambil kesempatan untuk membuat Ge terkesan.Dan benar saja dari cara Albert mengajari anak - anak pemula membuat Ge terkesan,tapi tidak dengan murid perempuan ada beberapa orang yang datang untuk menggoda Albert.
Ge yang mengetahui ia hanya tersenyum kecut.Albert tahu Ge cemburu,ia malah senang memanasi Ge,sangat terlihat dari raut wajah Ge.
"Om kamu tampan sekali,otot-otot nya juga kekar!"Ucap salah satu remaja perempuan,langsung membuat Ge mengerutkan dahi nya.
"He...He..Thank You!"Albert nyengir kuda,Ge sudah panas sejak tadi.Arman yang melihat itu langsung mengambil kesempatan untuk mengajak Ge pergi untuk beristirahat dan ia tidak lupa merangkul pundak Ge,tentu saja itu membuat Albert marah.
"Apa yang Kamu lakukan !"
Dugh!
Satu pukulan melayang ke wajah Arman,dan membuat ia tersungkur ke lantai.
"Om!"Teriak Ge dengan keras,saat Albert memukul Arman.Ge membantu Arman untuk berdiri.
"Kamu enggak pa-pa?"
Dugh !"Fu-ck You!"Umpat Albert.Ge langsung mendorong tubuh Albert,untuk menjauh dari Arman.Albert terkejut saat Ge mendorong nya,dan memilih untuk membela Arman.
"Stop!Om apa yang Kamu lakukan,dia bisa ma-ti kalau terus - terusan kena bogem Om!"Teriak Ge,
"Dia bukan ban-ci hanya satu pukulan membuat ia ma-ti!"Jawab Albert,yang masih menatap Arman dengan marah.
"Up to You!"Ge langsung membantu Arman untuk berdiri,Arman masih menatap Albert senyuman sinis nya.
"Ge kemari,Kita akan pulang!"Ajak Albert,Ge langsung berbalik saat Albert akan menghampiri nya.
"Apa lagi?apa Om belum cukup puas sudah memukul nya dua kali?"Tanya Ge,sembari berkacak pinggang dengan tubuh mungil nya yang berhadapan dengan tubuh kekar milik Albert.
"Ge ayo kita pergi saja"Seru Arman memegang lengan Ge,Albert ingin maju lagi,Ge langsung menahan dada Albert dengan ke dua tangan nya.
"Arman Kamu pulang lah,Aku akan mengurus nya sendiri!"Ujar Ge,
"Tapi Ge..."Arman masih menatap ke arah Albert.Wajah Albert kini ibarat kepiting rebus warna nya sangat merah menahan amarah.
"Ge kita sudah janji hari ini akan singgah di warung Mak beti lagi !"Sambung Arman.
"Kenapa Kau tidak pergi saja!"Ketus Albert,yang berusaha untuk maju.Tapi,Ge masih menahan nya.
"Om cukup,bukan saat nya untuk bertingkah sok jagoan,kita harus pulang!"
"Kenapa ?apa yang salah?apa Aku tidak berhak untuk cemburu dan membela orang yang penting.Apa Aku akan diam saja disaat yang lain akan merebut nya?"Albert memegang pergelangan tangan Ge dengan kuat,dan itu terasa sakit.
"Apa yang Kamu lakukan,Kamu membuat Ge kesakitan"Arman segera menarik tangan Ge dari Albert,tapi Albert tidak ingin melepaskan nya.
"Sia-lan!"
Dugh!
__ADS_1
"Om... "
Teriak Ge,saat satu pukulan melayang lagi di wajah Arman.
"Kenapa ?apa Kamu takut semua orang tau kalau Aku ini ..."
"Om ayo kita pulang,om saat ini sedang marah !"Ge segera menarik tangan Albert,agar tidak melanjutkan ucapan nya.Ge takut Alex tahu jika Albert pernah menyatakan perasaan nya kepada dia.
"Jauhi Ge,kalau Kau mau hidup!"Teriak Albert sekali lagi,lalu menyeret Ge untuk pulang.Arman segera berdiri dan berlari untuk menyerang Albert,ia menarik bahu Albert,
"Sia-lan lepaskan tangan mu!"
Dugh !
Arman berhasil menonjok wajah Albert dengan begitu keras,
"Apa yang Kamu lakukan?"Ketus Ge dengan kesal menatap Arman.
"Ge,katakan apa yang Kamu sedang sembunyikan pada Ku?"Tanya Arman,
"Tidak ada Kamu pulang lah dulu,Kita akan membahas ini besok !"
"Tapi,Aku mau tau hari ini juga!"Tegas Arman,
"Kamu enggak dengar dia menyuruh mu untuk pulang!"Disaat Albert mau maju lagi,sekali lagi Ge menahan dada Albert agar tidak menyerah Arman untuk kesekian kali nya.
"Kamu pulang!Aku juga akan pulang "Teriak Ge kepada Arman,lalu berbalik menarik tangan Albert dan pergi meninggalkan tempat itu.Arman menatap kepergian Ge dan Albert,Arman sangat yakin jika hubungan mereka lebih dari sekedar Om dan ponakan.
Malam Pun Tiba. . .
Albert duduk di teras,disaat mereka pulang tadi sore,tidak ada yang berani bertanya mengenai luka di sudut bi-bir Albert.
"Kenapa disini?enggak merasa dingin?"Albert menoleh,Alex menghampiri nya.
"Pa,boleh Aku bertanya?"Alex menggangguk.
"Apa syarat nya untuk menjadi muslim?"Alex mengerutkan dahi nya,saat mendengar pertanyaan itu.
"Apa Kamu sudah pikirkan apa yang Kamu tanya itu?"
"Sudah,Aku sudah memikirkan ini sejak usia ku tujuh tahun,tapi kata bunda,Aku belum cukup memahami saat itu,tapi saat ini usia ku 29 tahun,Aku ingin belajar Agama,Aku ingin seperti kalian semua!"
Alex terdiam,ia tidak tahu harus berkata apa,masih ada Sandra satu orang lagi yang memiliki tanggung jawab ini.
"Apa Kamu sudah memikirkan ini dengan begitu mantap,karena menjadi mualaf bukan untuk main-main,Kamu harus fokus!"Tegas Maryam yang baru saja keluar dan ikut nimbrung.
"Sudah,Albert sudah yakin bunda,bantu Albert!"Terlihat dari raut wajah nya yang memohon kepada Maryam dan Alex.
"Besok subuh,ikut lah Kak El ke surau pesantren disana ada Gus Zayn dan teman nya,mungkin mereka akan membantu mu,tinggal di pesantren selama satu Minggu untuk memperdalam 'kan ilmu mu tentang agama!"
"Albert setuju !"Jawab nya begitu mantap,Alex segera menyuruh nya untuk kembali ke kamar .Alex bingung entah apa yang membuat Albert begitu yakin untuk menjadi mualaf.
Di tempat lain,di sebuah kamar yang sederhana,milik Ning Aisyah Humairah.Wanita itu sedang menatap foto baju pengantin yang terletak di atas kasur nya,lalu mengelus nya dengan perlahan.Setelah menatap baju itu begitu lama,Aisyah menarik selimut untuk menutupi wajah nya,ia menatap langit-langit kamar nya.
"Mengenal mu membuat ku semakin percaya bahwa ikhtiar itu sangat penting,namun tawakal itu wajib.Dari kisah ini sepenuh nya aku sadar,Aku harus berjuang untuk mempertahankan pilihan ku.Namun,Aku semakin percaya Qada dan Qadar itu ada,seberat apapun masalah yang di hadapi,jika nama mu yang tertulis di lauhul Mahfudz untuk ku.Maka,kita akan tetap bersama.Saat ini Aku hanya bisa berserah diri kepada Allah,Kamu sudah hadir di setiap doa-doa ku,dan Kamu yang ku harapkan,dan percayalah Aku tidak pernah menyesal untuk memilih mu!"Terucap kata-kata itu dari bi-bir Aisyah,tatkala ia memejamkan matanya.
Berbeda dengan El,yang baru saja selesai sholat insya,dan hendaknya ia mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan bahu seraya menghimpun kedua tangannya, bukan memisahkannya. Bagian dalam telapak tangan menghadap ke arah langit, sementara bagian luarnya menghadap ke arah tanah.Mulut nya terbuka,saat ia mengucapkan beberapa kata untuk harapan nya ke depan.
"Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkan lah hatiku di atas agama-Mu.Dan berikanlah kepuasan kepada hati ku atas apa yang telah ku pilih,dan berikanlah petunjuk-Mu kepada ku,jangan biarkan hati ku salah dalam melangkah!"Setelah berdoa,El bangun,dan merapikan sajadah beserta baju Koko nya kembali.
Di kamar lain,ada Al yang hendak tidur,masih menatap langit-langit kamar,ia berbaring di sebelah Albert yang sudah tertidur.
'Ketika mengenalmu adalah caraku mengambil napas, maka melupakanmu sama halnya sepertiku berhenti bernapas.Bagaimana aku bisa membuang kenangan, lantas dirimu selalu ada dalam bayang ingatan!'Al masih bergelut dengan hati nya,dua hari lagi adalah pernikahan El dan Aisyah,sangat sulit bagi Al untuk merelakan itu,tapi ia terus saja berusaha semaksimal dan semampu dia,untuk mengubur perasaan itu dalam-dalam.
Ada Aisyah,El dan juga Al di bawah langit yang sama,diatas bumi yang sama,ke tiga nya masih merasa gelisah,bahkan meskipun sudah mendekat di hari H.
Kurang semangat liat view yang nurun✌️☹️yukk vote + Hadiah,tinggalkan komentar kalian🤗author masih berusaha untuk up setiap hari.
__ADS_1