Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 3


__ADS_3

Suasana di ruang tamu,yang mulanya adem kini nampak sunyi dan sepi.Semua orang terdiam menunggu jawaban dari Aisyah.


"Biarkan Aisyah berpikir sejenak,silahkan di minum Umi Maryam dan yang lain,silahkan di cicipi kue nya!"Ujar Gus Zayn,yang tidak ingin suasana canggung itu terus berlanjut.


"Terimakasih!"Sahut Maryam.


Semua orang pun mencicipi hidangan di atas meja kecil.


Setelah semua rasa canggung itu berlalu,Aisyah sudah memantapkan diri untuk mengambil keputusan.


"Jadi Kak Aisyah,sudah punya jawaban ?"Tanya Ge,yang tidak mau menunggu begitu lama,dia sudah penasaran sejak tadi.


"Huss,Ge gak boleh mendesak Kak Aisyah!"Bisik Maryam yang duduk di sebelah Ge.Abah Karim tersenyum melihat tingkah Ge.


"Bismillah,Abah,Aisyah setuju dengan pilihan Abah,Aisyah menerima pinangan dari Abang El.Aisyah juga siap menjadi makmum yang baik untuk imam Aisyah kelak!"


"Alhamdulillah"


Semua nya berseru mengucapkan syukur atas jawaban Aisyah.


"Selamat Kak El dan Kaka Aisyah,semoga keputusan ini menjadi yang terbaik untuk Kak El dan Kak Aisyah!"Ungkap Ge,


"Amiin"Sahut semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Jadi Nak El,kapan akan berangkat ke Mesir?"Tanya Abah Karim.


"InsyaAllah,besok El berangkat nya!"


"Apakah semua proposal sudah di siapkan?"


"Semua proposal sudah beres Abah,Papa bantu mengerjakan nya!"


"Saya yakin kalau Guru Alex yang mengerjakan nya,insyaAllah pasti akan di terima!"Imbuh Abah Karim.


"Semoga saja "Sambung Alex.


Semua orang terlihat berbahagia dengan berlangsung nya lamaran Aisyah dan El.


* * *


Malam hari,semua orang terlihat sedang membantu El membereskan pekerjaan nya.Mempersiapkan semua nya termasuk apa yang akan di bawa ke Mesir.El sudah menyimpan proposal tersebut di dalam koper.


"El,sering-sering hubungi Umi,kalau Kamu tiba disana!"Ucap Maryam.


"Umi,ini bukan yang pertama Kak El pergi,Dia sudah pernah pergi selama enam tahun sebelumnya,ini cuma pergi satu Minggu kepada umi sedih begitu?"Sindir Ge.


"Kamu macam gak tau Umi mu saja,Dia terlalu baper!"Cibir Alex.Namun,kata - kata itu membuat Maryam menangis,ia teringat akan Al.


"Umi"Ge memeluk Maryam,melihat netra Maryam yang nanar.


"Maaf Umi,Ge enggak bermaksud buat Uni sedih!"


"Enggak apa-apa,Umi hanya sedih bila berpisah dengan kalian,Kamu tau,bulan depan Ge juga akan pergi!"Ungkap Maryam.


"Tapi,Kak El kan cuma seminggu Umi,sebelum Ge pergi,Kak El sudah kembali!"


"Sudah-sudah,pokoknya Anak-Anak kita akan sukses semua nya sesuai keinginan mu!"Ujar Alex yang ikut nimbrung.

__ADS_1


"El,jangan lupa pesan Abah,pernikahan mu dengan Aisyah hanya memiliki waktu li-ma bulan,persiapkan diri mu nak!"Maryam memperingatkan anaknya agar tidak melupakan janji itu.


"El enggak akan lupa Umi,El pasti ingat!"


"Tidur lah,besok pagi 'kan Kamu harus berangkat ke bandara!"


"Baik Umi,Pah,Ge El mau istirahat dulu,kalian boleh tinggalkan kamar El!"


Mereka pergi sembari mengangguk nya.


Tiba diluar kamar El,Ge terlihat bingung sehingga Maryam menegur nya.


"Ada apa?apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Enggak,Ge sedih kalau Ge harus ninggalin Umi sama Papa!"Ungkap Ge.


"Kalau begitu batal saja pergi nya!"Imbuh Alex,yang menggoda Ge.


"Papa!Papa 'kan tau,ini keinginan Ge dari dulu!"


"Jadi gimana?jadi pergi apa enggak?


"Jadi dong Umi,pokoknya Ge bisa menjalani pelatihan itu.Nanti saat Ge kembali Ge akan mengajari calon-calon pelatihan tahun depan !"


"Eeem"Alex mengusap kepala Anak nya,sembari menuntun sang Anak menuju kamar nya.


Ke esokan pagi nya. . .


Maryam bersama dengan Alex sedang menyiapkan keberangkatan El.Karena hari ini El akan pergi ke Mesir untuk ikut seminar.


"Umi,seperti nya Kalian tidak perlu mengantar El,karena Gus Zayn akan mengantar El ke bandara!"


"Yasudah,tidak apa-apa.Sayang,terus hubungi Umi kalau udah sampai disana!"


"Iya Umi,El pergi dulu!"Ujar El saat melihat mobil Gus Zayn di depan rumah nya.


"Sayang hati-hati!"


El mengangguk sembari menarik koper milik nya keluar dari dalam kamar.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!"


Alex dan Maryam berdiri di ambang pintu,melihat El menghampiri mobil Gus Zayn .


Beberapa saat kemudian,mobil itu telah pergi meninggalkan halaman rumah.Maryam masih melihat nya dengan raut wajah yang sedih.


"Sudah,kenapa harus sedih begitu,El hanya pergi satu Minggu,kenapa Kamu terlihat tidak begitu merelakan nya?"


"Bagaimana pun,Aku masih merindukan nya,Aku ingin bertemu dengan nya.Aku ingin tau,bagaimana kabar nya?pasti saat ini dia sangat tampan dan sangat mirip dengan El,bahkan Kita sulit membedakan mereka dulu"Ungkap Maryam,melirik ke arah Alex.


"Berapa kali Aku katakan,kadang Kita perlu ego untuk tidak menyakiti diri sendiri!"Tegas Alex,Maryam kembali diam,lalu pergi meninggalkan sang suami di pintu depan.


Ge yang baru saja bangun,tanpa sadar mendengar ucapan Maryam dan Alex.


Saat Maryam terlah pergi kembali ke dapur,Alex baru sadar kalau Ge berdiri di depan kamar nya.

__ADS_1


"Ge baru bangun?"Tanya Alex,Ge tersenyum,lalu pergi menyusul Maryam di dapur.


Ge melihat Maryam yang sibuk di dapur membereskan piring kotor dan juga menyimpan semua makan di lemari es untuk di panaskan lagi nanti.


"Ge!"Seru Maryam saat mengetahui anak nya duduk di meja makan.


"Ge mau makan?"


Ge menggelengkan pelan.


"Jadi apa yang Ge inginkan,hari ini Umi gak jualan,Umi seharian dirumah!"Pungkas Maryam yang mondar - mandir di depan Ge.


Ge berdiri dari tempat duduk nya,lalu memegang tangan Maryam yang hendak berlalu mengambil mangkuk sayur di atas meja.


"Ada apa?Umi terlihat sedih?Umi bisa bercerita sama Ge.Ge selalu siap mendengar semua keluh kesah Umi!"


Maryam memegang tangan Ge yang saat ini menggenggam tangan nya satu lagi.Maryam tersenyum,meskipun netra nya sedikit memerah menahan tangis.


"Umi,enggak pa-pa,wajar Umi sedih,hari ini Kakak mu pergi ke Mesir,mungkin Umi bakalan rindu banget sama El!"Pungkas Maryam memeluk Ge.


"Umi,Ge sama Kak El mirip,bahkan mirip banget,kalau Ge gak berhijab dan berpakaian seperti Kak El,mungkin orang akan bingung bedain Kami.Kalau Umi kangen kak El,Umi bisa meluk Ge!" Ujar Ge,mengusap punggung Maryam.


Tiba-tiba,hati Maryam tersentuh,ia meneteskan air mata yang sudah berusaha ia tahan sejak tadi.


"Hiks. . Hiks. .!"


"Makasih Sayang,Kamu selalu ngertiin Umi!"Ucap Maryam,melepas pelukan Ge.


Ge mengangguk,sebelum ia kembali ke kamar,untuk mandi dan berganti pakaian.


Satu jam berlalu,Alex menunggu Ge di ruang tamu.


"Ge...."Teriak Alex,yang bosan menunggu anak gadis nya itu.


"Mas,kenapa berteriak,enggak enak di dengar tetangga!"Maryam membawakan secangkir kopi untuk Alex.


"Lama sekali Ge,entah apa yang ia kerjakan di kamar!"Protes Alex dengan kesal.


"Ge disini pah!"Seru Ge,berpenampilan begitu feminim.


"Kamu mau ke tempat pelatihan atau ke pesantren Abah Karim?"Tanya Alex,


"Ke tempat pelatihan,tapi Ge hanya berkunjung saja enggak mau berlatih!"Cetus Ge yang tersenyum.Alex pun hanya bisa mangut-mangut melihat tingkah anak nya itu.


Begitu Alex dan Ge pergi meninggalkan halaman rumah dengan mobil miliki nya.El menelpon Maryam.


"Assalamualaikum!"Seru Maryam meletakkan ponsel milik nya di daun telinga.


"Waalaikumsalam,Umi!"


"Sayang,Kamu sudah sampai?"


"Umi,El mau ngabarin kalau El akan segera berangkat,nanti El matikan ponsel kalau di pesawat,tiba disana El akan ngabarin umi lagi!"


"Iya sayang,hati-hati!"


"Baik Umi,El pergi dulu!Assalamualaikum"

__ADS_1


"Eeem,Waalaikumsalam!"


Maryam kembali menatap layar ponsel yang ada di tangan nya.Semua kenangan tentang Al sudah hilang.Semenjak,ponsel lama mereka hilang di bandara LA,saat kembali ke Indonesia.Bahkan satu pun foto Al tidak di miliki oleh Alex dan Maryam.


__ADS_2