
Ayin menemani Maryam,ia tidak berpindah dari tempat itu walaupun hanya satu detik.
"Nona Ayin !"
Ayin menoleh,ia melihat seorang pelayan menghampiri Mereka.
"Nona Charlotte memanggil,Nyonya Maryam ke kamar nya.Nona Charlotte ingin bertemu disana !"Imbuh sang pelayan.
"Tidak bisa,kalau Nona Charlotte mau berbicara,suruh Dia yang kemari!"Tegas Ayin.
"Nona lupa,Istri Tuan Alex,di undang khusus untuk acara ini oleh Nona Charlotte,dan Kamu tidak bisa menolak nya!"
"Ayin,tidak masalah Kita akan pergi bersama !"Maryam memegang lengan Ayin.
"Nona Ayin,Anda hanya bisa mengantar sampai lift saja.Anda tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam kamar yang sama !"
Ayin ragu,ia melihat kedipan mata dari Maryam.Karena,Maryam benar-benar sudah mempersiapkan dirinya.
"Baiklah!"Ayin mengalah,lalu membawa Maryam ke kamar yang telah di tentukan Charlotte kepada pengawal nya.
"Kenapa tidak menggunakan tangga ?"Ayin melihat pengawal tersebut.
"Menggunakan lift lebih cepat sampai!"
Ayin segera mengirim pesan kepada Jerry dan yang lain.
Sampai di dalam lift,pengawal tersebut memimpin jalan,kemana Mereka akan pergi.
Kamar 012.
Di dalam kamar,dimana Alex masih bersama dengan Charlotte.
"Heeh!percuma tidak ada yang menarik,apa Kau tidak malu memperlihatkan hasil cakaran kucing kepada Saya?"Cibir Alex.Seketika Charlotte sadar dan segera menarik kembali baju nya walaupun tidak sesempurna sebelumnya.
Di bagian da da Charlotte penuh dengan hasil karya dari Peter,wanita ini lupa,dan sekarang dengan sangat gugup ia menutup nya.
"Katakan apa yang Kau ketahui tentang rencana Lauren?"Alex menatap Charlotte dengan nyalang.
"Aku tentu tau semua !"Imbuh Charlotte.
Charlotte maju satu langkah,lebih dekat lagi dengan Alex.
"Tuan Alex,Anda tidak menginginkan anak perempuan bukan?Anda berencana untuk menggugurkan Anak yang di kandung Istri Anda?apa itu yang Anda sebut sayang istri?"
__ADS_1
"Permainan apa yang ingin Kau mainkan !"Teriak Alex,mencekik le her Charlotte.
"Aaggrh..le-pas!"Charlotte berusaha melepaskan tangan Alex.
Bugh!
Alex menghempaskan tubuh Charlotte ke lantai.
"Kau bisa membunuh Ku,dan Aku pastikan kalau berita ini akan sampai ke Istri Kamu,silahkan pikirkan saat tiba nya istri Anda mengetahui itu,apa yang ia pikirkan tentang Kamu,Tuan!"Ucap Charlotte lagi,berusaha berdiri,dan menantang Alex.
"Apa yang Kau ingin kan?"
"Kamu tentu tau,apa yang Ku inginkan!"Charlotte menyentuh dada bidang Alex.
"Tuan,jika Kau menikah dengan Ku,Aku bisa memberi Mu anak laki-laki seperti yang di inginkan Tuan King,dan Kamu tetap bisa hidup bersama dengan istri Anda,tapi di bawah perintah Ku!"Ujar Charlotte dengan percaya diri.
"Mimpi!"Ketus Alex.
"Tuan,Kamu ingin menukar hasil USG Istri Kamu dengan yang palsu.Itu juga rencana cadangan Kamu kan?"Charlotte melipatkan ke dua tangan nya di dada.
"Katakan,siapa dibalik ini semua,kenapa Kamu bisa mengetahui ini semua,siapa yang telah Kamu pekerjakan !"Tanya Alex dengan lantang.Namun,Charlotte tersenyum smirk melihat Alex yang gelagapan,dan panik.Tapi,masih tenang.
"Jika Aku bisa tau,coba Anda pikirkan,siapa orang lain yang telah mengetahui rencana Anda?"Charlotte menaikan alis nya.Mendegar pertanyaan Charlotte,Alex segera mendapat jawaban nya.
"Tuan King!"
"Aku bisa mengatasi masalah Mu,dalam sa-tu panggilan saja!"Ujar Charlotte kembali menggoda Alex.
"Aaww"Pekik Charlotte saat Alex memelintirkan tangan Charlotte.
"Jangan pernah sentuh Aku.Apa lagi mencoba menggoda Ku,Aku tidak akan terpengaruh dengan rayuan Mu yang sampah itu!"
" Aaaggrh!"
Alex kembali menghempaskan tubuh Charlotte,kali ini ia masih mampu mengimbangi tubuh nya agar tidak terjatuh.
Alex menatap nya dengan tajam ke arah Charlotte sembari memberi peringatan tegas kepada Wanita itu.
Alex segera berbalik,melihat Alex yang hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut.Charlotte segera menghalang Alex untuk pergi,dan memeluk Pria itu dari depan.
Dengan cepat Alex berbalik dan mencoba melepas pelukan Charlotte.
"Apa peringatan Ku itu tidak membuat Mu untuk mundur?"Tanya Alex lagi,dengan nada yang lebih tinggi.
__ADS_1
"Aku mencintai Mu,apa salah,Ku!"Teriak Charlotte.
"Tidak bisakah Kamu memilih Ku,Aku selalu berharap Kamu melihat Ku walau hanya sebentar,Aku juga ingin dicintai,seperti Kamu mencintai istri Mu!"Sambung Charlotte lagi dan berusaha meraih wajah Alex untuk menc ium nya.
Plaak !
Dugh!
Alex melayangkan satu tamparan kepada Charlotte membuat wanita itu terjatuh ke lantai.
"Ucapan Ku bukan sekedar kata-kata,ini adalah peringatan,kalau Kamu masih melampaui batas Mu,Aku akan menghancurkan seluruh keluarga Mu!"Teriak Alex dengan lantang,mengancam Charlotte.
"Aku tidak heran kalau Kamu seorang Pria yang bren gsek dan kejam.Kamu bisa menggugurkan da rah daging Mu sendiri,Aku yakin Kamu juga tidak akan segan untuk membunuh orang lain!"Cibir Charlotte.
Meskipun sudah di tolak berkali-kali oleh Alex.Charlotte masih saja tidak menyerah,untuk melepaskan Alex.
"Jaga ucapan Mu!"Teriak Alex,suara Alex bergema di dalam ruangan.
"Aku tidak akan diam,hari ini Aku akan mengatakan semua nya,siapa Kamu sebenarnya,Aku akan mengatakan itu kepada Istri Mu.Kalau Aku tidak bisa memiliki Mu,orang lain juga tidak berhak memiliki Mu!"Ancam Charlotte.
Dengan sisa tenaga yang ia miliki,Charlotte berusaha berdiri.
Sudut bi bir nya berda rah,robek akibat tamparan Alex.
"Apakah menyenangkan bermain seperti ini?"Tanya Charlotte dengan wajah smirk.
"Heeh!.Masih bisa tersenyum?kalau Kau bertindak di luar batas Mu,Ku pastikan Aku akan meledakkan tempat ini.Dan Kamu bisa melihat mayat keluarga Mu yang hangus!"
Alex menatap Charlotte dengan tatapan tajam nya.Namun,Wanita seperti Charlotte sudah kebal meskipun disakiti berkali-kali.
Bukan sekedar obsesi kepada Alex.Tapi,Charlotte benar-benar mencintai Suami Maryam.
Krak !
Alex menarik pelatuk senjata nya.Charlotte masih tersenyum tenang.
Melihat senyuman di wajah Charlotte,Alex dapat melihat netra Charlotte yang tidak biasa.
Alex segera tersadar,dan ia mengikuti pandangan netra Charlotte.Wanita ini menatap ambang pintu dengan senyuman smirk nya.
Alex juga melihat ke arah pintu,disana ada seorang Wanita yang sedang berdiri mendengar,dan menyaksikan perseteruan antara Alex dan Maryam.
"Maryam ..."Gumam Alex,Pria ini segera berbalik dan menyimpan senjatanya.
__ADS_1
Maryam melihat ke arah Charlotte lalu berpindah menatap Alex.Melihat Pria berstatus suami nya bersama dengan wanita lain,di dalam kamar hotel.
Maryam melangkah masuk ke dalam kamar tersebut,berjalan ke arah Mereka yang sedang berdiri menatap Maryam.Dengan wajah yang bingung.Apalagi Alex,ia tahu kalau ini bakal terjadi.Namun,ia lupa kalau ia sudah terjebak begitu dalam.