Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Caston


__ADS_3

Brak!


Caston mendorong pintu toko dessert dengan keras,sehingga membuat Alex dan juga Cristian segera menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Maaf Tuan Aku terlambat!"Caston menundukkan kepala nya.Alex hanya mengangguk pelan,ia tahu Caston saat itu masih di klinik Xander.


"Kamu urus Cristian!"


Caston mengangguk,ia segera berjalan ke arah tempat dimana Mereka berdiri.


Caston mengunci kedua tangan Cristian kebelakang.Cristian mencoba memberontak,tapi percuma saja,Dia tidak akan bisa melawan Alex dan Caston.


"Cris,Kamu masih punya satu kesempatan lagi,bekerjasama lah dengan Kami,maka Aku akan mengijinkan Mu bertemu dengan seseorang !"Ucap Alex,Cristian menoleh,melihat ke arah Alex yang berdiri di belakang nya.


"Devano masih hidup!"Bisik Caston,Cristian membulatkan matanya saat mendengar nama tersebut.Lalu Cristian kembali menoleh ke arah Alex.


"Kamu cuma punya satu kesempatan,mau bergabung atau memilih ma ti!"Tegas Alex,dengan tatapan netra bak iblis pencabut nyawa.


Cris tidak langsung menjawab ia takut kalau ini hanya jebakan Mereka.


"Apa bukti nya kalau ia masih hidup?"Cris menatap Alex penuh keraguan.


"Aku bukan Tuan Guntur,yang berbicara manis tapi tidak ada pembuktian sama sekali,jika Kamu tidak bisa bergabung,maka Aku akan mengijinkan Caston menyiksa Mu sampai ma ti!"Ucap Alex datar,dengan raut wajah tanpa ekspresi.


"Aku setuju dengan Mu kali ini,tapi jika Kau berani berbohong,Kamu akan tahu akibat nya!"Ancam Cris,


Duaackhh!


"Aakkh!"


Caston menonjok dengan kuat perut Cristian,sehingga membuat Pria ini sedikit membungkuk merasakan sakit di bagian perut nya.


"Bukan Kau yang harus mengancam Ku,tapi Aku!"Tegas Alex,dengan netra yang memerah.


"Kau ku ijinkan untuk bernafas kali ini,tapi tidak untuk berikut nya,jika Kau berani berkhianat kepada Ku!"Sambung Alex,


Cristian tertunduk dengan ucapan Alex,ia tidak akan berani membantah nya lagi.


"Bawa Dia!"


"Baik Tuan !"


Caston segera menyeret Cristian menuju mobil.

__ADS_1


"Lepas,Aku bisa sendiri!"Berontak Cris,tapi Caston tidak menggubris nya.


"Bos Mu,sekarang bukan Tuan Guntur,Tapi Tuan Alex,jika Kau tidak bisa berbicara lebih sopan kepada Nya,pi sau Ku ini akan mengajarkan mulut Mu yang busuk ini!"Caston memperlihat kan pi sau yang ada di tangan nya kepada Cris,Pria ini terdiam dan tidak berani menjawab lagi.


Caston segera membawa Cristian bersama dengan Nya,sementara Alex dan Maryam masih di dalam toko.


Melihat mobil Caston yang sudah pergi meninggalkan toko dessert,Alex segera melepas pelukan sang istri.


"Sayang,Kamu enggak apa-apa?"Alex memegang ke dua bahu Maryam,wanita ini masih menundukkan kepala nya.


"Sayang.."Panggil Alex lagi,saat sang istri yang masih terdiam tanpa bersuara.


Alex mengangkat dagu Maryam,ia melihat netra sang istri yang berkaca-kaca,air mata membasahi wajah mulusnya.


"Jangan menangis lagi,Aku berjanji ini yang terakhir kali terjadi!"Alex menyeka air mata Maryam.


Bugh!


Maryam kembali memeluk sang suami,kali ini pelukan nya lebih erat dari sebelum nya.


"Sudah enggak apa-apa,semua nya sudah di bereskan,Kita pulang ya!"Alex mengusap lembut punggung sang istri.Maryam mengangguk nya.


Alex segera menuntun Maryam dalam keadaan masih memeluk nya,sebelum ia keluar dari toko dessert.Alex melepaskan jas milik nya.


"Kita pulang!"Ucap Alex lagi,menutup kepala Maryam dengan jas milik nya,lalu kembali menuntun sang istri menuju mobil.


Ceklek !


Alex membuka pintu mobil untuk Maryam,membantu Maryam masuk ke dalam mobil.Maryam masih betah dengan keadaan diam,tapi Alex tetap berusaha menghibur Maryam agar mood nya kembali baik lagi.


"Apa ada yang ingin Kamu makan?"Tanya Alex saat ia sudah duduk di kursi kemudi.Maryam menggeleng pelan kepala nya,sembari membenarkan cadar milik nya.


"Apa Kamu baik-baik saja?"Alex memegang tangan Maryam yang masih terasa dingin.


Hiks..Hiks..Hiks..Alex dapat mendengar isak tangis sang istri,bahkan ia sendiri merasakan hati nya yang terluka.Apa yang di alami Maryam hari ini adalah satu pukulan keras untuk Alex,sang bos mafia yang merasa gagal untuk melindungi istri nya.


Alex menarik Maryam kembali dalam pelukan nya,lalu ia mengusap lembut punggung sang istri.


"Kita akan pulang,begitu sampai rumah,semua akan baik-baik saja!"Ujar Alex,menenangkan Maryam,sang istri hanya bisa mengangguk pelan,ia enggan untuk bersuara.


Alex segera menyalakan mesin mobil nya,lalu. bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.


Disepanjang jalan Alex terus saja melihat ke arah Maryam yang hanya diam saja,membuat hati Alex semakin sakit.

__ADS_1


Alex mengepalkan tangan nya,ia merasa kesal dan juga sangat marah kepada diri nya sendiri.


30 menit berlalu,perjalanan Mereka menuju rumah utama.


Pagar otomatis,yang ada di rumah utama,membuat Alex tidak perlu turun dari mobil,hanya menggunakan remote kontrol,pagar tersebut langsung terbuka.


Alex memarkirkan mobil nya di depan rumah,beberapa pengawal masih berbaris di sana.


Pak Kim dan beberapa pelayan keluar dari rumah utama,menyambut Maryam dan Alex.


Ceklek !


Alex membantu sang istri yang turun dari mobil,Pak Kim segera menghampiri Mereka.


"Tuan Alex,apa semua baik-baik saja?bagaimana dengan Nyonya?apa perlu memanggil dokter Lauren kemari?"Pak Kim berdiri di sisi mobil Alex.


"Iya,panggil Lauren kemari,suruh Dia datang dalam waktu 10 menit,jika telat,pecat saja!Aku tidak butuh orang yang datang terlambat!"Ketus Alex,menatap Pak Kim dengan tajam,yang saat ini sedang terkejut.


'10 menit?bukan kah jarak klinik kemari 25 menit ya,itu pun kalau ngebut?'Pak Kim menatap Alex dengan raut wajah yang terkejut.


"Ada apa?apa perkataan Ku ada yang salah?"Alex kembali bertanya,Pak Kim segera menggelengkan kepala nya.


"Bagus,lakukan sesuai perintah Ku!"Sambut Alex,lalu segera membawa sang istri masuk ke dalam rumah.


Pak Kim ikut masuk ke dalam rumah,dan di susul oleh dua orang pelayan di belakang nya.


"Pelayan !"Teriak Alex dengan keras,saat ini raut wajah nya tidak seperti biasa,ia seperti ada jadwal pencabut nyawa hari ini,sehingga membuat semua orang takut untuk menatap Alex lebih lama.


"Iya Tuan!"Ke ti-ga pelayan yang baru saja datang dari arah dapur,membungkuk di depan Alex.


"Siapkan air hangat,dan handuk kecil,hantar ke kamar Saya!"


"Baik Tuan !"


"Yang lain,siapkan bubur,dan juga jus untuk Nyonya!"


"Baik Tuan!"


Ke dua pelayan telah pergi,kini sisa satu pelayan yang masih menanti perintah dari Alex.


"Kamu bisa menunggu dokter Lauren untuk datang kemari!"


"Baik Tuan !"

__ADS_1


Alex segera mengendong sang istri menuju lantai atas.


__ADS_2