
Full of Love ♥️
Setiap fajar,selalu dapat mendengar suara-suara binatang yang berkicau,selain burung pasti ada jangkrik.
Maryam sudah terbiasa mendengar suara itu.Hidup di kaki gunung adalah pilihan Maryam.Mereka membeli rumah dekat dengan tempat wisata.
Di pedalaman desa ini juga terdapat sebuah pesantren Al-kitab.Pesantren tempat Maryam berjualan cake,dan ia juga membangun toko kecil disana untuk berjualan keperluan santri.
Elbarak,baru saja kembali dari Mesir beberapa hari yang lalu setelah menyelesaikan bidang studi S1 nya.Dia mengambil jurusan Agama,di Al-Azhar khairo-mesir.Tempat dimana dulu menjadi impian sang ibu.
Kini El,di panggil sebagai ustaz muda yang tampan.
"Umi,dimana Ge ?"Tanya El yang baru saja menghampiri Maryam di dapur.El mengenakan kaos hitam lengan panjang,ia juga memakai sarung.El baru saja keluar dari kamar nya.
"Tuh di kamar,setelah sholat ia kembali tidur!"Sahut Maryam,tanpa menoleh.
"Umi,mau El bantu?"Suara lembut El membuat Maryam begitu adem,bahkan ia tidak rela untuk menolak tawaran El.
"Apa Kamu tidak lelah,Kamu tidak membiarkan Umi sendiri di dapur,Kamu baru saja kembali kemarin,tapi hari ini sudah membantu Umi di dapur!"Pungkas Maryam,meletakkan mangkuk sayur di atas meja.
El tersenyum,Maryam ikut tersenyum,
"Jangan sering-sering tersenyum,Kamu akan membuat beberapa gadis menangis mengejar mu!"Goda Maryam.
"Umi masih ingat saja,itu sudah berlalu beberapa tahun yang lalu!"Ujar El,ikut membantu menata piring di atas meja.
"Gimana Umi bisa lupa,begitu tau El mau berangkat ke Mesir,beberapa gadis datang kemari,memberikan banyak hadiah untuk El,bahkan Umi masih menyimpan nya di gudang!"Imbuh Maryam.
Sekali lagi El tersenyum,ia tersipu malu setiap kali Maryam menggoda nya.
"Umi,boleh kah,El bertanya?"
"Eeem"Maryam mengangguk nya.
"Tadi Aku membuka kotak yang Umi simpan di gudang,tanpa sengaja Aku menemukan ini"El mengeluarkan baju rajut bayi,
Maryam terkesiap,melihat baju rajut yang ia buatkan untuk Al.
"Kenapa Umi,tidak pernah memakaikan ini untuk El?"
"Pernah,siapa bilang tidak pernah,'Kan El ada foto nya !"Sahut Maryam,memang Maryam membuatkan baju itu untuk Anak-anak nya.Masing-masing dari mereka mendapat 'kan satu.
"El ingat Umi,dan El ada foto nya saat memakai baju itu bersama Ge.Tapi,Umi disini tertulis nama Al,sedangkan di baju Kami El dan Ge?"El masih mencari jawaban dari Maryam,wanita ini terdiam,mendengar pertanyaan El.
Maryam sudah berusaha sangat keras,agar bisa melupakan bayang-bayangan Al,tapi setiap kali ada pertanyaan seperti itu,selalu membuat Maryam ingin menangis.
"Itu karena Umi Kamu yang salah buat nama,tanpa merusak baju yang sudah jadi,ia membuat yang baru untuk Kamu!"Sambung Alex,yang baru saja datang ke meja makan.
"Papa baru kembali dari tempat pelatihan?"Tanya El,yang melihat Alex memakai baju pelatihan ilmu bela diri milik nya.
"Papa belum pergi,ini baru rencana mau berangkat,hari ini ada beberapa murid baru!"Ungkap Alex.
"Apa perlu El bantu pa?"
"Enggak,Kamu bantu Umi mu jualan hari ini,Papa akan meminta Ge untuk membantu Papa!"Ujar Alex.
Alex lebih senang di panggil Papa,dari pada Abi,menurut Alex,Abi cocok bagi lelaki yang kuat agama seperti Gus Zayn.
"El,bagaimana dengan tawaran lamaran dari Abah Karim,apa Kamu menerima nya?"Tanya Maryam disela-sela pembicaraan nya.
El terdiam,sekali lagi ia tersipu malu.
"Kenapa Kamu diam saja,Umi bertanya,Kamu harus jujur,dan katakan apa yang Kamu inginkan!"Tegas Alex,
"El menerima nya,asal menurut Umi dan Papa itu pilihan yang terbaik,El akan senang menerima lamaran itu!"Ungkap El.
"Tapi,Mas.Seharusnya Kita yang datang melamar kesana,jangan menunggu Abah Karim datang kemari,itu bisa membuat Kita malu,Aku segan Mas!"Pungkas Maryam,kini duduk di kursi,bersiap untuk makan.
Ge baru saja bangun,dan berjalan ke arah meja makan.
"Morning pa,emmuach!"Ge mengecup pipi Alex,sebagai sapaan pagi nya.
"Pagi apa jam segini,ini sudah jam 08:00 pagi,Anak gadis kok bangun nya siang!"Cibir Maryam.
"Pah,liat tuh Mama,senang sekali pagi-pagi ngomel!"Ge mengadu ke Alex.
Namun,Pria ini hanya bisa tersenyum,melihat tatapan Maryam yang tajam,seakan memberi peringatan kepada nya,untuk berhenti membela Geisha.
"Jadi mas,kapan rencana Kita akan ke rumah Abah Karim?"
"Kita cari hari yang baik!"
"Hari Jumat mah!"Sahut Ge.
__ADS_1
Semua orang melihat ke arah Ge,
"Ada apa ?apa jawaban Ge salah?"Ge terlihat bingung,saat di lihat oleh semua orang.
"Jadi dari tadi Kamu sudah menguping pembicaraan Kami?"Tanya Maryam.Ge mangut-mangut,sembari tersenyum.
"Benar,pilih hari Jumat saja!"Sambung Alex.Mereka pun setuju,dan melanjutkan sarapan pagi .
Jam 09:00 Pagi.
Alex dan Ge menggunakan sepeda motor untuk pergi ke tempat pelatihan ilmu bela diri,tempat itu bersebelahan dengan pesantren Al-kitab.
Sementara,El mengantar Maryam menggunakan mobil untuk pergi ke pesantren.Mereka membawa banyak pesanan kue untuk santri dan ibu-ibu komplek.
Tiba di depan toko kue milik Maryam,ke dua nya segera turun dari mobil.Maryam berjalan ke arah toko untuk membuka toko.Sementara,El masih di mobil,sedang menurunkan semua jualan sang ibu.
"Assalamualaikum,Umi Maryam !"Sapa Seorang gadis,Maryam menoleh.
"Waalaikumslam,Aisyah!"Maryam terlihat begitu bahagia saat melihat Aisyah menyapa nya.
Wanita berpakaian serba hitam itu,sedang asyik mengobrol dengan calon ibu mertua nya.
"Kenapa pagi-pagi Aisyah ada disini?apa Aisyah tidak ada kelas mengajar hari ini?"Tanya Maryam,
"Ada Umi,Abah Karim,meminta Abang El untuk datang ke bilik Abah,saat Aisyah keluar dari bilik Abah.Aisyah melihat mobil Abang El lewat,jadi datang kemari sekalian untuk memberitahu Abang El!"Ungkap Aisyah,dengan suara nya yang pelan dan juga lembut.
El pun tiba di pintu toko,Aisyah menyadari kehadiran El,sehingga membuat nya gugup dan menundukkan pandangan nya.
"El,kebetulan sekali,El sudah selesai meletakkan kotak kue Umi.Abah Karim,meminta El untuk datang ke bilik nya sekarang juga,Karena Abah Karim ingin berbicara dengan El!"Ujar Maryam,mengambil
kotak terakhir di tangan El.
"Eeem"El mengangguk nya.
"Apa Aisyah bisa mengantar Abang El kesana?"
Aisyah mengangguk nya tanpa menjawab,rasa malu dan juga rasa gugup masih menyelimuti Aisyah.
Aisyah wanita bercadar,yang berbicara lembut dan juga sopan.Dia begitu cocok di sandingkan dengan El Pria yang pendiam dan juga lembut dalam berbicara.Terlebih lagi,El sangat menghargai seorang wanita.
Ke dua nya sampai di depan bilik Abah Karim.
"Abang El,Aisyah pamit untuk pergi mengajar anak-anak dulu.Silahkan Abang El bertemu dengan Abah!"Ucap Aisyah,dalam keadaan masih menundukkan pandangan nya.
"Terimakasih Aisyah !"
Wanita itu mengangguk sebelum ia pergi meninggalkan El di depan bilik Abah Karim.
Tok..Tok..Tok..
"Assalamualaikum,Abah!"
"Waalaikumsalam,masuk nak El!"Sahut Abah Karim.
Ceklek !
Terlihat Abah Karim yang sedang duduk bersandar diatas ranjang single nya.
Semenjak istri Abah Karim meninggal,Aisyah yang merawat Abah Karim,apalagi kesehatan nya semakin memburuk,Aisyah selalu berada di samping Abah Karim.
El dan Abah Karim pun mulai mengobrol tentang lamaran yang tadi pagi di bahas oleh keluarga nya.
* * *
Ge langsung turun dari motor,Ge kali ini hanya memakai baju santai,Ge tetap memakai hijab,ia memakai celana jeans dan juga kaos lengan panjang.
"Ge,kenapa memakai jeans?"Tanya Alex,saat melihat Anak nya yang semakin tidak karuan bertingkah seperti preman.
"Pah,Kita akan berlatih,tentu Ge akan memakai jeans,masak ia memakai rok?"Ge langsung pergi melewati Alex.
Alex menggelengkan kepala nya.Ternyata Ge lebih keras kepala dari diri nya dulu.
Alex senang dengan apa yang di miliki oleh Anak nya.Alex tidak akan memaksa mereka untuk menyukai apa yang tidak mereka sukai.Alex akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan keluarga kecil nya.
Alex dan Ge pun,mulai melatih semua murid yang ada di aula pelatihan.
Merasa sudah lelah,Ge pun beristirahat di depan aula,sembari meneguk air minuman yang ada di tangan nya.
"Ge..!"Seorang pria yang baru saja datang merangkul bahu Ge,membuat wanita ini tidak nyaman.
"Arman !"Teriak Ge dengan keras,saat pria itu memeluk nya.
"He..He..He..!Kamu sendiri?"Tanya Arman,sembari tersenyum.
__ADS_1
"Eeem,lepas!.Kalau papa Aku liat,bisa di geprek Kamu!"Ujar Ge melepas pelukan Arman.Pria itu segera melepas nya.
"Ya,ya"Arman duduk di sebelah Ge.
"Berhenti bertingkah begitu,Kamu tau bagaimana Umi dan Papa Ku,mereka enggak akan suka Aku berteman begitu dekat dengan laki-laki,jadi Kamu berhenti memeluk Ku,merangkul Ku!"Tegas Ge.
"Siap bos!"Sambil mengacung tangan untuk menghormat.
"Eheem"Alex berdehem dan berdiri di belakang mereka.
Ge dan Arman,segera menoleh.Arman secepat kilat sudah berdiri.
"Om,Saya permisi dulu!"Arman segera berlari meninggalkan Ge bersama dengan Alex.
"Pa"Ge ikut berdiri.
"Ayo,pulang,Papa udah selesai!"
Ge mengangguk nya.
Tiba di motor,Alex melihat raut wajah Ge yang kurang bersemangat.
"Ada apa?"Alex memegang bahu Ge.
"Pa,boleh gak?kali ini Ge yang ikut pelatihan ke Inggris ?"
"Haah?"Alex menaikan alisnya.
"Iya pa,Ge juga ingin memperdalam ilmu bela diri Ge,Papa selalu mengirim orang terbaik Papa ke Inggris untuk menerima pelatihan khusus bodyguard.Ge 'kan juga pengen!"
"Tapi Ge,Umi mu enggak akan senang!"
"Papa lah yang bujuk,Ge sudah mengikuti keinginan Umi menjadi dokter.Sekarang Ge pengen ikut pelatihan bodyguard.Papa tau,Ge suka dengan ilmu bela diri.Please Pa,Ge janji pulang dari Inggris Ge akan memakai cadar!"
Alex memang tidak bisa menahan bujuk rayuan Ge,apalagi melihat raut wajah Ge yang imut,dan juga sangat memelas kepada nya.Membuat Alex tidak dapat menahan nya.
"Ee,ya ya.Berhenti bertingkah imut!"Teriak Alex,yang kesal di bujuk terus-terusan oleh Ge.
"He..He..He..Belum ada yang bisa menahan pesona Ge"Ha..Ha...
Ge pun tertawa sembari naik keatas motor Alex.
* * *
Maryam melihat El yang kembali dari bilik Abah Karim.
"El,sudah kembali!"
"Iya Umi,apa yang bisa El bantu?"Tanya El.
"Enggak,Umi udah siap semua nya kok,ini Umi mau pergi ke pasar mau beli sayur,tadi Ge nitip Pete sama jengkol!"Ujar Maryam.
"Haah?Pete jengkol?"
"Eeem,kenapa Kamu terkejut,bukan kah,Kamu dan Ge suka itu?"Maryam menatap El.
"Iya"Sahut El singkat,menyimpulkan senyum nya.
"Ning,Aisyah !"Panggil Maryam,Wanita itu segera menoleh,dengan keranjang belanjaan di tangan nya.
"Iya Umi!"
El melihat Aisyah dengan malu,lalu memalingkan wajahnya.Semnetara Aisyah menundukkan pandangan nya.Belum pernah secanggung ini saat bertemu,sebelum mereka tahu mereka di jodohkan.
"Aisyah mau ke pasar?"
"Benar Umi!"
"Boleh Umi titip Pete sama Jengkol?"
"Boleh!"
"El akan temani Aisyah,Umi harus jaga toko,karena Umi lagi nunggu ibu-ibu komplek ambil pesanan!"
"Eeem"Aisyah mengangguk nya.
El tidak bergerak,dari tempat duduk nya.Sementara Aisyah sudah keluar dari toko.
"Apa yang Kamu tunggu,buruan pergi,jangan lupa Pete sama Jengkol!"
"Iya Umi,El pergi dulu.Assalamualaikum !"
"Waalaikumsalam!"
__ADS_1
Dari jauh Maryam memperhatikan El dengan Aisyah.Sungguh pandangan yang begitu indah.