
Setelah lepas dari masalah apa yang menimpa keluarga kecil Alex.Hari ini adalah hari dimana semua orang terlihat begitu tegang.
"Dante,apa semua nya sudah siap?"
"Semua nya sudah siap,Aku sudah tiba sejak tadi pagi di NY.Seperti nya keluarga Cristopan juga juga mendarat di NY."
"Sampai bertemu nanti malam!"
"Baik!"
Alex memutuskan panggilan nya dengan Dante,lalu meletakkan ponsel di atas meja kerja.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk!"
Ceklek !
"Mas,Aku bawakan kopi susu untuk Mas!"Ujar Maryam melangkah masuk ke dalam ruang kerja Alex.
"Letakkan disana!"Alex menunjuk ke arah meja sofa yang ada di dekat balkon.
"Apa semua baik-baik saja?"Kini Maryam kembali menghampiri sang suami di meja kerja.
"Eeem..Tapi jujur Aku masih khawatir dengan Mu sayang !"Alex memegang tangan Maryam yang menyentuh ke dua bahu nya.
"Tidak ada yang perlu di takutkan,Kita serah diri pada yang Kuasa,semoga Allah melindungi Kita semua !"
"Amiin"
Alex mengecup punggung tangan Maryam dengan lembut,membuat sang istri menjadi malu.
Alex segera membereskan semua pekerjaan nya.Alex hari ini tidak pergi ke kantor,karena harus mempersiapkan semua rencana nya sebaik mungkin.
"Mari turun kebawah,Kita perlu memeriksa untuk persiapan nanti malam !"Ajak Alex,Maryam mengangguk nya.
"Mas,apa sebegitu bahaya nya pertemuan itu?"Maryam melirik ke arah Alex yang saat ini sedang merangkul pinggang nya.
"Eeem,seperti yang Kita ketahui,keluarga itu licik,dan juga banyak rencana jahat!"
Ke dua nya sama-sama menuruni anak tangga menuju lantai dasar,di bawah sana beberapa pengawal sedang menunggu Alex.
"Tuan Alex,Tuan Jerry dan yang lain sedang ada di taman !"
"Pak Kim,dimana Albert?"Alex tidak melihat ada Albert di dalam rumah.
"Tuan Muda ada bersama dengan yang lain di taman,Saya sudah meminta nya untuk masuk.Tapi Tuan muda,menolak nya"
"Eeem,Aku akan melihat nya sendiri"
Pak Kim,mengangguk lalu mundur dua langkah,memberi jalan untuk Alex dan Maryam.
Maryam bersama dengan Alex,berjalan ke arah taman,dimana para pengawal sedang di seleksi oleh Jerry dan Caston.
"Kenapa ada dua kelompok disini?"
Semua orang menoleh ke arah sumber suara yang sedang bertanya kepada Mereka.
"Tuan Alex!"Jerry menundukkan kepala nya memberi hormat,yang lain juga ikut menundukkan kepala Mereka.
"Yang ini sudah diseleksi oleh Tuan Muda,dan beberapa dari mereka terpilih untuk ikut mengawal Tuan dan Nyonya nanti malam !"
Mendengar pernyataan Jerry,Alex melihat ke arah beberapa orang yang berdiri tidak jauh dari Mereka.Ada e-nam Pria bertubuh kekar di depan Alex dan Maryam.
Alex mengangguk nya setelah melihat ke e-nam Pria di depan nya,dengan seksama,dan semua nya masuk dalam kriteria pengawal Pribadi Alex.
"Pah,apa semua nya sudah siap?"Seru Albert mendekati Alex.
"Sudah,semua sudah Papa tangani!"
"Aku ingin berbicara dengan Papa,mari Kita ke ruang keluarga !"Albert memegang tangan Alex,melihat netra Albert,Alex mengerti,ada masalah serius yang ingin Albert sampaikan kepada Alex.
"Eeem,Kita masuk ke dalam!"Alex melirik Maryam,
"Mau tetap disini,atau ikut Kita masuk ke dalam ?"Sambung Alex bertanya kepada sang istri.
"Aku mau disini saja Mas!"
"Baiklah,Aku masuk dulu!"Alex mengecup pucuk kepala Maryam sebelum ia pergi meninggalkan taman.
__ADS_1
Maryam mengangguk nya,setelah Alex dan Albert pergi,Maryam menoleh melihat ke arah ke dua nya.
"Nyonya,apa Anda ingin duduk,disini ada kursi kosong untuk Anda!"
"Terimakasih !"Maryam segera berjalan melewati Jerry dan duduk di kursi besi yang ada di taman.
Jerry membagikan kertas lembaran kepada semua pengawal,sambil menjelaskan strategi yang akan Mereka main kan.
"Ingat,e-nam dari Kalian akan ikut masuk ke dalam bersama dengan Tuan dan Nyonya.Dan sepuluh mobil lain nya,berjumlah ti-ga puluh orang dari kalian yang ikut akan berjaga di luar gedung,masing-masing dari kalian akan mendapat 'kan sebuah sinyal,untuk mengetahui keadaan di dalam"Jerry memperlihatkan benda hitam yang ada di tangan nya kepada para pengawal.
Semua pengawal dapat melihat benda yang ada di tangan Jerry,tanpa memindahkan pandangan Mereka.
"Tombol hijau adalah keadaan aman,jika tiba-tiba,muncul tombol merah,Kalian harus bersiap-siap untuk menyerang,berarti ini dalam masa sulit atau masa tegang,mungkin saja akan terjadi sesuatu.Dan jika satu menit kemudian,tombol berubah menjadi kuning,Kalian harus segera menerobos masuk,Orang pertama yang harus Kalian selamatkan adalah Nyonya.Apa Kalian mengerti?"
"Mengerti!"Jawab Mereka semua dengan serentak,lalu Jerry membagikan benda tersebut kepada semua pengawal yang berbaris di depan Mereka.
"Jerry,kenapa orang pertama yang harus di selamatkan adalah Aku,kenapa tidak Tuan,bisa saja banyak musuh yang sedang mengincarnya!"Tanya Maryam dengan heran.
"Nyonya Anda lupa?tidak ada yang bisa menyakiti Tuan,semua orang akan mencari kelemahan Tuan,dan menurut Saya kelemahan Tuan itu adalah Nyonya,dan tentu orang pertama yang akan Kami selamatkan adalah Nyonya!"Jelas Jerry,Maryam mengangguk nya.
Satu jam telah berlalu,Jerry sudah memeriksa semua mobil yang akan mereka gunakan,bahkan Ayin sudah tiba di sana mengantar gaun yang akan di pakai oleh Alex dan Maryam untuk pertemuan nanti malam.
Malam Tiba. . .
Jam 20:00,Alex sedang duduk di tepi ranjang,menunggu sang istri yang sedang berada di kamar mandi.
Ceklek !
"Mas,belum siap-siap?"Maryam bertanya,saat melihat Alex belum mengantikan baju nya.
"Aku menunggu Mu!"Alex segera berdiri,dan mengambil gaun untuk Maryam.
"Apa Aku akan memakai ini ?"
Alex mengangguk nya,Maryam mengambil gaun bewarna hitam di tangan Alex.
"Dan ini untuk Kamu pakai,ini bisa melindungi Kamu dari peluru,setidak nya akan melindungi bagian depan dan belakang tubuh Mu"
Maryam kembali mengangguk dan mengambil semua barang yang di berikan Alex.
Sepuluh menit berlalu,ke dua nya sama-sama telah memakai baju,dan bersiap-siap untuk pergi ke pertemuan.
"Tunggu!"Alex menghentikan Maryam saat Wanita ini akan memakai hijab nya.
Maryam melihat benda yang ada di tangan Alex,dan membulatkan matanya.
"Apa yang Kamu liat,ambil,dan simpan ini!"
"Eeem..."Maryam mengambil pis tol yang ada di tangan Alex,lalu ia menurunkan resleting depan baju nya,yang sengaja di pasang sampai ke pinggang.
Maryam menyimpan sen jata yang di berikan Alex di dalam baju nya.
"Baju ini memiliki tiga lapisan.Lapisan ke dua untuk menyimpan sen jata dan juga perlengkapan lain,yang bagian luar sengaja di desain seperti gamis biasa.Tapi,sebenarnya,bisa melindungi Mu dari benda tajam,Kamu harus menjaga bagian wajah,dan telapak tangan,karena itu tidak terlindungi,dan Ayin sudah mengirim shoes yang akan Kamu kenakan !"
Alex mengambil kotak shoes,yang ada di atas ranjang.Lalu membuka nya.
"Shoes ini juga bisa Kamu gunakan dalam ke adaan darurat,Kamu hanya perlu membuka bagian bawahnya.Maka,akan ada sebuah pis au yang tersimpan disini!"Alex memperlihatkan nya kepada Maryam.
"Kenapa Aku merasa pertemuan ini sangat mengerikan,Aku seperti akan mengantar nyawa kesana!"Ucap Maryam,Alex mengerutkan dahi nya.
"Jika Kamu ragu,Kamu bisa mundur dari sekarang,Kamu tidak perlu datang oke!"Alex menyentuh pipi sang istri.
"Tidak,Aku tidak akan mundur,Aku sudah belajar begitu lama,dan sudah mempersiapkan diri Ku untuk pertemuan ini!"Maryam meyakinkan Alex,kalau dirinya sudah siap.
"Ingat,tetap lindungi perut Mu,dalam keadaan apapun,jangan biarkan sesuatu terjadi atau melukai anal-anal Kita!"
Alex memegang ke dua pipi Maryam,lalu mengecup kening sang istri dengan begitu lembut.
Setengah jam telah berlalu,semua nya telah menunggu di depan teras.
"Dimana Ayin?"Tanya Alex saat sudah berada di depan mobil.
"Ayin ada di dalam mobil,dan Caston serta Tuan Jerry sudah siap!"Ujar Pak Kim.
"Semua nya dengar,tetap sesuai yang di rencanakan Jerry,jangan ada yang melanggar dari aturan awal,semua nya di perintahkan untuk masuk ke dalam mobil,Kita akan segera berangkat !"
Mendengar perintah dari Alex,semua pengawal masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil Mereka,yang sudah berbaris.
"Kita akan segera pergi,apa Kamu sudah siap?"Tanya Alex lagi,Maryam mengangguk nya.Lalu segera berjalan ke arah mobil.
__ADS_1
"Pah!"Panggil Albert,saat Alex akan menyusul Maryam.
"Semoga pertemuan ini berjalan dengan lancar,dan sesuai rencana Kita!"
"Tentu,Papa berangkat dulu,dan Kamu tetap dirumah,Kamu bisa memantau nya dari sini!"
Albert mengangguk nya,Alex segera pergi meninggalkan teras.
Semua mobil yang berbaris di depan teras,segera keluar dari halaman rumah utama,dan semua mobil tersebut,telah melewati gerbang rumah utama.
Beberapa menit kemudian,semua jalan terlihat begitu sepi,seperti biasanya,tidak ada yang perlu di curiga kan,semua terlihat baik-baik saja.
"Apa semua nya aman?"
"Aman!"Jawab Jerry,saat Caston bertanya melalui earphone bluetooth yang ia kenakan.
"Tetap pantau keadaan di depan jangan lengah!"
"Baik !"
Bruuummm...
Bruummm...
Bruuummm..
Semua mobil terlihat tenang melewati jalan dan perbatasan,meninggalkan daerah persembunyian Mereka.
Dor..Dor..
Klang ...
Dor..
Klang ..
"Lindungi mobil depan !"Perintah Jerry kepada semua pengawal.
Dor...Dor...Dor...Dor...
"Semua nya jangan tinggalkan barisan!"Teriak Jerry saat belum mengetahui dimana asal tembakan itu.
Dor.. Klang ..
Dor..Dor...Dor..
Tembakan itu berasal dari dalam hutan yang ada di sekitaran jalan,banyak penembak jitu utusan seseorang mengepung tempat tersebut.
*Dor...
Boom..Boom..
Duaaaarrrr...
Braaakk!
Mobil paling depan yang di ketahui oleh pengawal adalah milik Tuan Alex,semua orang terlihat panik.Karena,mobil tersebut mengalami kecelakaan saat seseorang melempar bom ke arah mobil itu,dan terjadi ledakan ringan,bahkan mobil itu sempat menabrak pohon yang ada di sebelah kiri jalan,saat sang sopir membanting setir.
"Semua nya hentikan mobil,lindungi mobil yang mengalami kecelakaan !"Titah Caston,semua mobil pengawal yang ada di belakang mobil utama berhenti secara serentak.
Sebelum keluar dari mobil,Mereka memastikan keadaan di sekitar,agar Mereka tidak terluka.
Dor..Dor..
Klang..Klang..
Dor..Dor..
Duaaaarrr..
Booomm...
Di Tempat Lain,di sebuah hotel mewah,hotel yang akan di gunakan keluarga Cristopan untuk acara pertemuan tersebut.
Di dalam kamar hotel,seseorang mendapatkan telepon dari bawahan nya.
"Nona Charlotte,Aku sudah menyelesaikan perintah Anda,dan mobil yang di tumpangi Istri Tuan Alex,mengalami kecelakaan,dan bahkan sempat terjadi ledakan ringan.Kehancuran dan kerusakan sangat parah,setidak nya yang berada di dalam mobil pasti tidak bisa di selamatkan,Dia akan mati di tempat!"Ujar Seseorang melapor kepada seorang wanita dengan gaun Merah nya dan berdiri di balkon kamar.
Tut..Tut..Tut..
__ADS_1
Charlotte memutuskan panggilan tersebut,dan ia segera menghancurkan ponsel yang ia gunakan untuk menelpon bawahan nya barusan.
"Sudah Ku katakan,sebelum nya belum ada yang berani bermain-main dengan Ku!"Gumam Charlotte menatap langit dengan senyum bahagia di wajahnya.