Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 67


__ADS_3

"Tunggu,siapa nama mu,ijinkan Aku mengetahui nama Anda!"Teriak El,yang berdiri di depan sebuah mesjid yang ada di Mesir.Wanita itu,menoleh ia hanya mengangguk dan tersenyum terlihat dari netra nya berwarna biru.Wanita tersebut memakai baju serba hitam,ia terus saja melangkahkan kaki nya,mengabaikan El yang terus mengejar nya dari belakang.


"Tunggu,Ukhti,ijinkan saya untuk mengetahui nama Anda!"Teriak El lagi,saat melihat sosok bayangan itu yang terus saja menjauh saat ia kejar.


Tok..Tok..Tok..


"Tuan Muda..."


"Tuan muda..."


"Aaah!"El terbangun dari mimpi indah nya,ia duduk di atas ranjang,lalu menatap pintu kamar yang terus-menerus di ketuk dari luar.


"Apa pertanda dari mimpi itu?"Gumam El yang masih memikirkan mimpi indah nya.


Tok..Tok..Tok..


"Siapa?"


"Saya Tuan muda,Pak Kim!"


"Masuk!"


Ceklek !


"Tuan muda,Nyonya Maryam menunggu Anda untuk sarapan,Anda semalam tidak turun untuk makan malam,lalu pagi ini Anda juga tepat untuk datang sarapan,jadi Nyonya Maryam meminta saya untuk memanggil Anda!"


"Baik,saya akan segera turun !"El menatap jam di dinding kamar,tidak biasa nya El tertidur begitu lelap,sehingga melupakan kewajiban nya untuk melakukan sholat subuh.


"Astagfirullah,Aku melewati sholat subuh !"El mengusap kasar wajah nya,entah kenapa ia tidur begitu lelap.Namun,El teringat ia melakukan sholat subuh di sebuah mesjid yang begitu indah,sehingga ia bertemu dengan wanita itu di depan mesjid.


Setelah menepis semua bayangan wanita yang terus menganggu nya,El segera turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Ruang makan rumah utama . . .


Maryam dengan sabar melayani sang suami saat sedang serapan,bahkan ia menyuapi Alex dengan begitu sabar.


"Sayang,mas bisa sendiri,kamu makan saja sup iga mu!"Ujar Alex,

__ADS_1


"Biarkan Aku menyuapi mas dulu,aku bisa makan nanti,El juga belum datang!"Maryam langsung menyuapi sang suami kembali.Di sisi meja lain,ada Ayin dan Caston yang terus saja memperhatikan Alex dan Maryam.


"Assalamualaikum,Umi!"Sapa El yang baru saja datang,setelah mengucapkan salam,El melirik ke arah Caston dan Ayin,El tersenyum,lalu segera duduk di kursi nya.


"Waalaikumsalam!"Sahut Maryam,ia menyodorkan mangkuk sup ke depan El,lalu meletakkan salmon panggang di depan El,Maryam tahu anaknya akan berangkat pagi ini ke Mesir,ia ingin memberikan hidangan terbaik untuk El.


"Kenapa,wajah mu terlihat begitu suram?"El melirik ke arah Alex,lalu tersenyum.


"Enggak ada,rasa nya tidak ingin pergi ke Mesir.Namun,tidak mungkin menolak undangan Tuan Abizar,beliau saja menyempatkan diri untuk datang ke Indonesia waktu itu!bismillah"Ujar El,ia segera mencicipi sup yang ada di depan nya.


"Tuan muda mau saya temani?"El melirik Caston.


"Tante Ayin sedang tidak sehat,Paman harus banyak-banyak meluangkan waktu untuk Tante Ayin!"Caston mengangguk,ia menggenggam tangan sang suami.


"Caston,kalau kalian mau pensiun dan liburan Aku akan mengijinkan kalian untuk pergi!"Ujar Alex,Ayin dan Caston terperangah.


"Tapi,Tuan sedang tidak sehat,bagaimana kami bisa pergi?"


"Aku sudah sehat,mulai besok sudah bisa ke kantor lagi,Aku bisa memberikan menara untuk Kamu dan Ayin,kalian bisa tinggal disana sampai lahiran,disana juga ada pengawal dan dokter,setelah melahirkan kalian boleh pindah ke negara mana saja yang kalian suka,Aku akan menyiapkan semua nya sebagai hadiah untuk kalian!"Pungkas Alex,semakin membuat mereka bingung.


"Saya setuju,Caston ambil lah ini kesempatan bagus untuk kalian.Kalian harus menjalani hidup baru kalian!"Sambung Maryam.


"Kalau itu saran dari Tuan dan Nyonya,Kami yakin itu yang terbaik,terimakasih untuk Tuan dan Nyonya,yang sudah begitu baik pada kami!"Ujar Caston,


"Paman,kamu lah orang yang paling berjasa disini,pemberian Papa itu tidak ada apa-apa nya di banding dengan jasa paman !"Semua nya mengangguk setuju dengan pendapat El.


"Lanjut sarapan mu El,nanti Paman akan mengantar mu ke bandara!"


"Baik!"Semua nya terlihat sedang menikmati masing-masing hidangan yang ada di atas meja.


* * *


Swiss,di siang hari . . .


Albarak bersama sang istri,baru saja sampai di lobi hotel,penampilan Aisyah menarik sejumlah perhatian para pengunjung yang menginap disana,tidak sedikit dari mereka berbicara tentang Aisyah.


"Pria itu sangat tampan,beruntung wanita yang bisa menikah dengan pria tampan seperti itu.Aku juga melihat latar belakang pria itu juga bukan dari keluarga biasa!"Ujar resepsionis saat melihat Aisyah dan Al,sedang menunggu jemputan di lobi.

__ADS_1


Al mengerti dengan situasi itu,ia yakin Aisyah akan terganggu dengan gosip itu,karena ini baru pertama kali bagi Aisyah berkunjung ke negara Swiss.


"Kamu liat,wanita itu terlalu tertutup,bahkan kita tidak dapat melihat wajahnya,bagaimana bisa wanita itu di katakan ia sebanding dengan pria tampan itu!"Sambung wanita lain,yang ikut bergosip tentang Aisyah.


Al yang mendengar itu,segera berdiri dari duduk nya,lalu berjalan ke arah sang istri.


"Ayo,kita pergi,tempat ini terlalu buruk untuk kita tinggal disini,Aku tau tempat yang lebih bagus untuk kita!"Ujar Al,memegang tangan sang istri,lalu mengajak Aisyah keluar begitu saja dari tempat itu.


"Mas,tersinggung mendengar ucapan mereka ?"Seru Aisyah begitu tiba di luar hotel.Al menoleh,melihat ke arah sang istri yang saat ini berada di belakang nya.


"Aisyah tidak apa-apa,Aisyah tidak tersinggung dengan ucapan mereka,apa yang mereka katakan,tentu yang mereka liat bukan?Aisyah tidak mengharap pujian dari manusia.Namun,Aisyah sangat senang,jika suami Aisyah bisa menerima kekurangan serta kelebihan Aisyah,itu sudah lebih dari cukup!"Al segera memeluk sang istri,Aisyah tertegun melihat Al yang tiba-tiba memeluk nya.


"Kamu adalah harta terindah yang Allah berikan kepada ku,selama hidup ku,Aku belum pernah bertemu dengan orang yang begitu lembut hati nya,Umi saja kalah lembut dari mu"Ujar Al yang kini memegang ke dua pipi Aisyah.


"Husss,apa yang mas katakan,Umi adalah wanita pertama yang dengan lembut memeluk mas,meskipun mas tidak mengingat itu!"Ucap Aisyah yang kini menatap netra sang suami,ada pancaran sinar cinta dari sana untuk dirinya.Aisyah berharap jika Al lah pria satu-satu nya yang selalu menjadi imam sampai maut memisahkan mereka.


"Permisi,Tuan Albarak?"Seru seorang sopir yang datang menyapa mereka berdua.Al segera menoleh,lalu melepaskan tangan nya dari wajah sang istri.


"Benar,dengan saya sendiri,apa sudah siap untuk pergi?"


"Sudah!mari Tuan !"Al segera merangkul pundak Aisyah,dan berjalan ke arah mobil,yang terparkir tidak jauh dari tempat ia berdiri dengan Aisyah.


St.Moritz. . .


Al sengaja memilih St.Moritz,tempat untuk berwisata kali ini,karena ini musim salju,ketempat seperti akan lebih menyenangkan.Awal nya St.Morutz di kenal sebagai tempat wisata musim panas.Namun,saat pertama butiran salju turun di St.moritz para wisatawan lebih senang berkunjung ke tempat ini,selain nyaman disini juga tergolong tempat yang paling aman untuk di kunjung.


"Sayang,apa kamu suka?"Tanya kepada Aisyah yang masih berada di dalam rangkulan nya.


"Eeemm,ini pertama kali Aisyah kesini,Aku akan menyimpan momen ini di dalam ponsel!"Ujar Aisyah mengeluarkan ponsel jadul nya.Al melirik ponsel yang ada di tangan sang istri,lalu ia mengeluarkan milik nya memberikan nya kepada Aisyah.


"Gunakan yang ini,nanti foto nya akan lebih cerah dan indah,jika mau di abadikan di album!"Ujar sang suami,Aisyah segera mengambil nya di tangan Al.


"Terimakasih!"Ucap Sang istri,Al yang gemes segera mendekat dan menyentuh kepala Aisyah,ia mengecup nya dengan mesra.


"Kita suami istri,jangan ada kata-kata terimakasih,oke!"Al tersenyum,Aisyah mengangguk nya,lalu mereka berdua segera mengambil beberapa foto di tempat itu,dengan pemandangan yang cukup indah.


Kebahagian,itu terukur dari mereka yang saling melengkapi,Aisyah tidak pernah mengeluh terhadap Al yang banyak kurang nya tentang agama,justru Aisyah malah melengkapi kekurangan Al dengan segala kelebihan nya itu,begitu juga sebaliknya.Oleh sebab itu ke dua nya terlihat begitu akur dan kompak karena ke dua nya sama-sama mensyukuri apa yang mereka miliki saat ini.

__ADS_1


__ADS_2