
Li-ma orang Pria bertubuh besar masuk ke dalam toko dessert Maryam.
Ke ti-ga orang dari Mereka mengobrak abrik tempat itu.Salah satu dari Mereka berbicara dengan Ani dan Ana.
"Siapa yang mengijinkan Kalian berjualan disini?dan membuka toko dessert disini,apa Kalian tidak tau,diseberang sana ada toko kue yang telah berjualan begitu lama,Hah?"
Mendengar ucapan Pria itu,Ani menunduk ketakutan,dan Ana berjalan ke arah Pria itu untuk berbicara.
"Siapa saja bisa berjualan disini,dan tidak ada hubungan nya dengan Kalian!"
"Sia lan!Kau berani menjawab,Kau tidak tau siapa Aku,Hah?"Pria itu melangkah maju ke arah Ana.
Prang ..!
Prang !
Brak!
Beberapa dari Mereka menghancurkan jendela,dan juga kursi beserta dengan meja nya.
"Apa yang Kalian lakukan!"Teriak Ana dengan keras saat melihat Mereka menghancurkan kursi dan meja.
"Jika Kalian ingin meminta bayaran,katakan saja,Tuan Kami akan membayar nya,tapi jangan merusak tempat ini!"Lanjut Ana mencoba menghentikan Mereka.
"Apa yang terjadi?"Maryam melangkah keluar dari dapur,dan ia berjalan ke arah preman tersebut.
"Heeh!Kamu pemilik tempat ini ?"Pria itu berjalan ke arah Maryam.
"Saya pemilik toko ini,apa yang membuat Kalian datang kemari dan merusak toko Saya!"Ucap Maryam dengan suara yang lantang.
Preman tersebut menoleh ke arah teman nya yang ada di belakang,sembari memberi senyuman sinis kepada Maryam.
"Tujuan awal Kami untuk menghancurkan toko ini,tapi sebelum Kamu menghancurkan tempat ini Kami lebih dulu ini bersenang-senang dengan pemilik toko!"
"Ha..Ha..Ha..Ha.."
Gelak tawa mereka memenuhi ruangan tersebut.
Brak!
Dugh!
"Aakkh!"
"Hah"
Saat melihat Bos Mereka terjatuh,yang lain segera bergerak untuk menolong sang Bos yang terkapar di lantai.
Maryam dan yang lain menoleh ke arah kursi yang barusan melayang ke arah Preman tersebut,itu adalah perbuatan Alex.
Saat mendengar Preman itu ingin mele cehkan sang istri,telinga Alex memanas,mata nya memerah ia tidak bisa menahan diri untuk tidak membu nuh Mereka,meskipun Maryam,melarang Alex,untuk ikut campur.
__ADS_1
Tap..Tap..Tap...!
Alex berjalan ke arah,semua Preman yang ada disana mengenali Alex.
"Berdiri!"Teriak Alex.
Semua nya langsung sigap dan berdiri di depan Alex.
"Tu-Tuan Alex,maaf kan Kami sudah menganggu ketenangan Anda,Kami akan segera mengurus tempat ini,beri waktu kami li-ma menit!"Ujar Bos Preman yang belum mengetahui jika Maryam adalah Istri dari Alex.
Alex menaikan alis nya,ia menatap tajam ke arah Preman yang masih menunduk.
Bos Preman menatap Maryam,lalu segera mengangkat tangan nya,ingin meraih hijab yang di pakai Maryam.
"Ahhh!"Maryam terkesiap,ia segera mundur sambil memegang hijab nya.
Mata nya membulat saat Alex memegang tangan Preman itu,Alex mencengkram nya dengan kuat.
"Ugh!"Preman itu merasakan tangan nya yang sakit,berasa tulang nya yang mulai lunak.
Krak!
"Aaaggrrh!"
Alex mematahkan pergelangan tangan Preman tersebut.Teriakan Bos Preman,membuat yang lain gemetar,siapa yang berani menolong Bos mereka,jangan kan menyinggung Alex.Bahkan,Mereka tidak berani berbicara jelek tentang Alex.
Dugh!
Bahkan Bos Preman yang pergelangan nya patah pun ikut memohon ampun kepada Sang Bos Mafia,yang selama ini Mereka hormati.
"Kalian maaf Aku maafkan?"Ucap Alex dengan datar,dan terdengar begitu dingin.Ucapan yang keluar dari Alex berasa seperti hembusan salju yang mendingin kan telinga Mereka.
"Mau-mau!"Angguk Mereka serentak.
Alex melirik kearah Maryam.
"Bereskan tempat ini,dan perbaiki barang yang rusak menjadi bagus lagi,satu lagi lindungi toko ini sebagaimana Kalian melindungi tempat lain,jika terjadi sesuatu disini ke depan nya,Kalian akan tau akibat Nya !"Tutur Alex dengan tegas,
"Ka-Kami menerima nya,akan segera Kami bersihkan tempat ini!"
Alex mengangguk nya,sembari menyuruh Mereka untuk memulai membersihkan tempat tersebut.
"Kalian berdua kembali ke dapur!"Titah Alex,Ani dan Ana segera pergi.
Alex menghampiri sang istri yang sedari tadi berdiri,Maryam sedang melihat ke li-ma Preman itu yang begitu nurut kepada Suami nya.
"Kamu enggak apa-apa?"Alex memegang bahu Maryam.
"Aku enggak pa-pa Mas!"Sahut Maryam sembari menggelengkan kepala nya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Ayin yang baru saja sampai ke toko dessert Maryam.
__ADS_1
"Ayin,akhir nya Kamu datang juga!"Maryam segera melewati Alex,dan menghampiri Ayin.
"Maaf Nyonya membuat Mu menunggu lama,tadi Saya ada urusan di kantor!"Bohong Ayin,karena Alex sudah mengedipkan ke dua matanya,saat Ayin melihat ke arah Nya.
"Heeem,tidak apa-apa,Kita masih ada waktu ayo!"Maryam menarik tangan Ayin.Namun,Alex menghadang nya di depan.
"Mau kemana?"Alex melipatkan ke dua tangan nya di dada.
Saking senang nya Maryam sampai lupa kalau Alex masih di toko nya.
"Eeem..."Maryam kembali menoleh ke arah Ayin.
"Tuan,hari ini Aku meminta Nyonya untuk mengajari Saya membuat cake,jadi Nyonya tidak perlu capek-capek di dapur seperti ini,Saya bisa membantu nya!"Ayin ikut bohong untuk melindungi Maryam.
'Jika Tuan tau Aku berbohong,Dia akan menghukum Ku lebih berat dari penipu!'
Gluk!
Ayin menelan ludah nya,saat mengingat penipu terakhir kali yang berurusan dengan Alex.
"Eeeemm..."Alex melihat Maryam,lalu beralih menatap tajam Ayin.
Ayin gemetar,tapi Maryam mencoba menggenggam tangan nya dengan kuat.Maryam tidak ingin Ayin mendapat masalah,jika Ayin terus gemetar Alex bakal tahu rencana Mereka.
"Mas...sampai kapan Kamu akan terus berdiri di depan Kami,Kami masih banyak pesanan orang!"Ucap Maryam dengan lembut,Alex pun tidak bisa menyelidiki lebih lanjut yang sedang di lakukan istrinya saat ini dengan Ayin.
"Eem..Baiklah,karena Ayin sudah disini,Aku akan kembali ke kantor,ada rapat penting di Xander!"Ujar Alex.
"Iya Mas,semangat kerja nya !"
"Aku pergi dulu,Assalamualaikum,Cup!"
Alex mengecup kening sang istri.
"Waalaikumsalam!"Jawab Maryam.Alex segera pergi meninggalkan Mereka.
Melihat Alex yang sudah berjalan ke arah tempat parkir,Maryam segera menarik Ayin ke ruangan gudang toko.
"Pelan-pelan!"Ucap Ayin,yang tangan nya di tarik Maryam.
Blam!
Maryam membanting pintu gudang dengan kuat,membuat Ayin menggelengkan kepala nya.
"Anda begitu semangat Nyonya!"
"He..He..Tentu dong!"Sahut Maryam dengan senang.
Di Tempat Parkir. . .
Alex yang sudah duduk di kursi kemudi pun ingin menelpon Jerry.Namun,ia baru sadar jika ponsel nya tertinggal di dapur toko dessert.
__ADS_1
Alex segera turun kembali,dan ingin mengambil ponsel nya yang tertinggal.