
Maryam melihat ke arah Charlotte yang duduk membelakangi dia.
"Nona Charlotte!"Panggil Maryam,wanita itu terkejut dan segera menoleh.
Awal nya Charlotte yang di buat terkejut dengan kedatangan Maryam.Tapi,kini Maryam yang terkejut saat melihat kondisi Charlotte.
Charlotte berdiri sedikit jauh dari Maryam.Charlotte tersenyum ke arah Maryam.
'Dia hamil?'Maryam terus memperhatikan perut buncit Charlotte.
"Kamu tidak perlu takut,Aku hamil tidak hamil dengan suami mu,Aku hamil dengan orang lain!"Ungkap Charlotte.
Maryam mendekat.
"Apa yang terjadi,kenapa Kamu meminta Mas Alex,untuk datang kemari?"
"Ada satu hal yang harus Ku beritahukan Alex.Ini mengenai masalah yang terjadi di NY.Aku mengetahui ada pengkhianat di sekitar Alex!"
"Pengkhianat?Mas Alex tidak pernah menceritakan masalah itu,bagaimana Kamu tau?"
"Dia tidak menceritakan padamu,dia takut Kamu khawatir,Aku iri padamu,Kamu di cintai oleh Pria seperti Alex dengan tulus,Kamu sangat beruntung!"Imbuh Charlotte,tersenyum.Tapi jelas,mimik wajah nya sedang begitu sedih.
"Jangan berbelit-belit langsung pada intinya.Siapa yang Kamu maksud ?"
"Dia..."
Dor !
"Aaaggrh!"Charlotte memegang dada nya,
"Charlotte !"Teriak Maryam dengan keras,yang terkejut seseorang menembak nya secara tiba-tiba.
Dor !
Satu kali tembakan yang berasal dari belakang Maryam.Wanita ini segera menoleh ke belakang.Namun,tidak ada satu orang pun disana.
Maryam segera mengeluarkan sen jatanya untuk berjaga-jaga.
Namun,tidak ada seorang pun disana yang berada di taman belakang mansion.
"Charlotte!"Teriak Khai yang baru saja menyusul Charlotte ke taman.
Khai,melihat ke arah Maryam yang saat ini juga berada di sana.Khai,tertegun dengan senj ata yang ada di tangan Maryam.
"Sayang!"Teriak Alex,berlari ke arah Maryam.Dan segera memeluk sang istri dengan sangat erat.
"Charlotte!"
"Charlotte !"
Khai berulang kali memanggil nama itu.Namun,Pemilik nama tidak membuka mata,untuk melihat pria yang tulus yang datang disaat ia terpuruk dan menghiburnya saat dalam duka.
"Sayang,Kamu tidak apa-apa?"Alex,melihat seluruh tubuh istrinya.Namun,satu yang tidak baik-baik saja.Yaitu pandangan Maryam,ia terus saja melihat ke arah Charlotte yang terkapar tepat di depan matanya.
"Semua akan baik-baik saja.Kamu tidak perlu takut!"Alex kembali menenang 'kan Maryam.
"Kenapa Kau melakukan itu semua!Kau tau,dia datang kemari untuk menyelesaikan semua nya,dia datang kesini,dalam keadaan baik.Aku tau semua yang akan dia lakukan,Aku sudah melarang nya untuk menemui kalian.Tapi Aku tidak menyangka kalau ini benar-benar terjadi!"Teriak Khai dengan begitu lantang.
"Siapa yang Kau teriaki.Haah?"Alex mencengkram kuat leher kerah kemeja Khai.
Di tangan Khai penuh dengan noda darah Charlotte.
"Tidak heran,melihat Kau yang begini,Kau pasti akan membela wanita itu!"Khai menatap Maryam dengan tajam.Maryam terlihat begitu terkejut dan takut.
Duaahhkk!
Alex memukul Khai,Alex tidak senang ada orang lain yang melihat istri nya begitu.
"Charlotte !"Teriak Khai lagi,Pria itu segera mengendong tubuh Charlotte keluar dari taman Mansion.
"Mas,Bu-Bukan Aku!"Lirih Maryam,Alex kembali memeluk Maryam.Menenangkan sang istri.
Alex segera membawa Maryam ke dalam mansion,semua tamu terlihat sudah pergi dan pesta sudah di bubarkan.
"Apa yang terjadi?"Sandra mendekat saat melihat Maryam dan Alex kembali.
"Alex,apa yang terjadi?Aku melihat Khai yang begitu marah!"Tanya Tuan King.Dari awal Tuan King tidak tahu apa-apa mengenai konspirasi yang terjadi di keluarga nya.
"Seseorang menebak Charlotte,dan wanita itu sekarat.Tidak tahu bisa di selamatkan atau tidak.Tapi,"Alex melirik ke arah Maryam yang berdiri di sebelah nya.
"Kalian duduk dulu,Kita perlu membicarakan ini dengan kepala dingin !"Saran Tuan King,Alex mengangguk,lalu membawa Maryam ke sofa.
Bi Dona,datang dengan sebotol minuman di tangan nya.Alex segera mengambil dan memberikan nya kepada Maryam.
__ADS_1
"Jadi,yang menjadi tuduhan tersangka saat ini berpihak kepada Maryam ?"Tuan King,melihat kearah Alex.
"Benar,Aku tiba satu langkah lebih telat dari Khai,Pria itu melihat Maryam yang memegang sen jata!"Ujar Alex,tangan Alex gemetar,memegang tangan Maryam yang dingin.
Mereka semua memikirkan cara untuk menghapus semua tuduhan yang menuduh Maryam,atas kejadian itu.
"Tuan Besar,Komisaris kepolisian ada disini!"Ujar seorang pengawal yang menghadap Tuan King.
Maryam terkejut,Alex juga ikut kaget,semua orang terkejut.
Seluruh keluarga berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku akan pergi menemui nya!"Ujar Alex,
"Biar Aku saja!"Sambung Tuan King.Namun,belum sempat mereka meninggalkan ruangan itu.Komisaris kepolisian sudah duluan masuk ke dalam.
"Selamat malam Tuan King"Komisaris menyapa tuan rumah.
"Malam!"Sahut nya singkat.
"Kamu harus membawa menantu perempuan Anda ke kantor,atas tuduhan pembunuhan berencana!"Ujar Komisaris.
"Siapa yang melapor?Tidak ada yang membunuh orang disini!"Teriak Alex dengan keras,yang berusaha melindungi istrinya.
"Kami sudah menerima laporan itu lima menit yang lalu,dan pelapor nya tidak menyebut nama.Demi kelancaran penyelidikan,mohon ikut Kami ke kantor!"
"Bawa dia!"Sambung komisaris itu.
"Berhenti!"Teriak Alex,yang berusaha melindungi Maryam.
"Tidak ada yang boleh menyentuh istriku!"Alex mengeluarkan senjata nya untuk mengancam komisaris itu.
"Tuan,mohon kerjasama nya,jangan membuat Kami kesulitan.Maka hukuman nya akan lebih berat!"
"Alex,biarkan mereka membawa Maryam ke kantor,Kita akan ikut bersama.Kita bisa menyelesaikan semua ini !"Tuan King,menenangkan Alex.
"Aku akan ikut,Kami akan pergi bersama!"Imbuh Alex,menyimpan kembali senjatanya.
"Borgol tangan nya!"
"Tidak perlu,Aku akan menjaga nya!"Sambung Tuan King.Komisaris itu mengangguk nya.
"San,Aku titip Anak-anak Ku,tolong jaga mereka selama Kami di kantor polisi!"
"Eem,iya!"Sahut Maryam lemah.
"Kamu tidak perlu takut,ada Aku disini!"Alex kembali merangkul pinggang Maryam,dan pergi menyusul komisaris yang sudah pergi ke mobil.
Di dalam perjalanan menuju kantor polisi,Maryam terlihat begitu ketakutan.Dia tidak tahu kecerobohan nya membuat semua nya jadi kacau.
Sandra yang masih di mansion,lalu pergi untuk melihat keadaan Anak-anak Alex.
Kriing ...
Kriing...
"Hallo!"
"Bagaimana ?apa Kau suka dengan rencana Ku?"
"Baji ngan!"Teriak Sandra dengan lantang.
"Ha..Ha ..Ha..Aku tau,Kau akan berubah pikiran,jadi Aku perlu bergerak sendiri!"Ujar Peter,yang tertawa begitu keras.
Sandra memutuskan panggilan itu,ia berdiri tepat di kamar anak Alex.
Ceklek !
"Nona Sandra ?"Seru Jerry,saat melihat Sandra masuk ke dalam kamar.
"Apa mereka tidur?"Sandra menghampiri Box baby.
"Mereka baru saja tidur kembali,tadi sempat terbangun!"Ayin mendekat ke arah box.
"Nona Sandra,Saya perlu bicara !"Ujar Caston,Ayin melirik,melihat ke arah dua orang yang sedang berbicara di depan nya.
"Kita bisa berbicara di luar kamar!"
Caston mengangguk,lalu segera pergi.
Blam!
Pintu kamar tertutup,Ayin masih melihat kearah daun pintu yang mematung disana.
__ADS_1
Pak!
"Apa Kau akan terus menatap benda yang tidak bernyawa itu?"Seru Jerry,menepuk pundak Ayin.
"Jerry!"Ayin terlihat kesal,lalu pergi duduk di sofa.
Ayin terus saja melihat ke arah pintu kamar,sudah sepuluh menit berlalu.Namun,Caston dan Sandra belum kembali.
"Kalau Kamu penasaran,kenapa enggak langsung samperin saja!"Jerry duduk disebelah Ayin.
"Kamu bisa enggak,jangan terlalu ikut campur masalah orang lain!"Ayin,terlihat kesal.Namun,Jerry hanya tersenyum,sembari menggelengkan kepala nya.
"Eeem,Aku tau semua.Tau apa yang terjadi di Bar free!"Ungkap Jerry.Ayin terkejut,lalu menatap Pria itu dengan tajam.
"Apa yang Kamu ketahui!"Ayin menoleh,dan kini wajah nya sangat dekat dengan Jerry.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Caston masuk ke dalam,dan melihat kedekatan Ayin dengan jerry.
"Maaf,maaf Aku menganggu !"Ucap Caston,sembari tersenyum bodoh.
Ayin segera berdiri dan berjalan ke arah box baby,untuk melihat keadaan mereka.
Jerry terus saja melihat ke arah Caston,yang dari tadi memperhatikan Ayin.
"Apa yang Kau liat,mending langsung samperin!"Sindir Jerry.Namun,Caston tidak menjawab, hanya membalas dengan jari tengah nya saja,membuat Jerry tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
"Jadi,apa yang Kamu bicarakan dengan Nona muda?"
Ayin melirik,Jerry mengetahui nya.
"Tidak,tidak ada yang serius,Aku hanya bertanya tentang masalah yang baru saja terjadi!"
"Jadi,apa yang Kamu dapat 'kan?"
"Ya apa lagi,ternyata benar,selama ini Nona muda yang menjadi pengkhianat di sekitar Tuan Alex.Sialan memang itu,gara-gara kejadian di markas dan di villa.Aku merasa selalu harus was-was,dan berasa selalu di curigai!"Ketus Caston dengan kesal.
"Kenapa Kau yang kesal,Villa tanggung jawab Ayin,dan Markas tanggung jawab Ku,kenapa Kau yang merasa di curigai.Harusnya kan,Aku yang kesal?"
Jerry menaikan alis nya,Caston baru sadar kalau ia salah bicara.
"Ya pokoknya,Aku enggak suka di curigai,bagaimana pun Kalian berdua 'kan rekan satu tim dengan Ku!"Timpal Caston,lalu merebahkan kepala nya di sofa.
Jerry melirik ke arah Ayin,yang sedari tadi mencoba menguping pembicaraan dia dengan Caston.
kantor polisi. . .
Di ruangan interogasi,Alex tidak di perbolehkan untuk masuk,hanya Maryam saja yang boleh berada di dalam ruangan itu.
Alex sudah memberitahukan Alex,jika pengacara mereka belum datang,Maryam tidak boleh mengatakan apapun yang di tanyai oleh Polisi.
"Alex,Kamu harus tenang,Kita akan membebaskan Istrimu malam ini juga!"Tegas Tuan King.
"Ayah tau,kalau saja Sandra tidak melakukan hal bodoh,tidak akan terjadi hal ini!"Alex terlihat begitu kesal.Dia sudah mondar-mandir sejak saat mereka sampai di kantor polisi.
"Maaf,Tuan Besar,saya datang terlambat!" Seru seorang pengacara keluarga King.
"Andrian,tolong Kamu bantu menantu Saya,Dia di tuduhkan untuk melakukan pembunuhan berencana!"Ujar Tuan Besar.
"Aku akan masuk ke dalam,Anda mohon tunggu disini!"
Tuan Besar,mengangguk nya.Alex masih terlihat begitu cemas.
Alex melihat dari balik kaca yang ada di dinding ruangan itu.Andrian berbicara dengan komisaris.Namun,ternyata kasus itu tidak semudah yang di bayangkan oleh keluarga King.
Ceklek !
Maryam dan pengacara itu keluar.Alex segera menghampiri sang istri.
"Sayang,apa Kamu baik-baik saja?"
Maryam mengangguk nya.
"Tuan Alex,Saya sudah berbicara dengan komisaris kepolisian.Namun,kasus ini tidak bisa di selesaikan begitu saja.Ada orang lain,yang menekan kasus ini agar di perpanjang!"Pungkas Andrian.
"Apa Kamu mengajukan pembebasan dengan jaminan?"
"Iya,Saya juga menawarkan pembebasan jaminan.Tapi,itu tidak semudah yang Kita bayangkan.Terlebih lagi,Nyonya Xander bukan asli orang LA.Dan juga beliau tidak memiliki jaminan untuk tinggal disini!"Sambung Andrian.
"Jadi,apa yang harus Kita lakukan?"Alex semakin cemas.
"Komisaris mengajukan sebuah saran,tapi saya belum yakin.Tuan Alex mau setuju atau enggak?"
__ADS_1
Alex melihat ke arah Maryam,lalu menatap Tuan Besar.Sementara Andrian saat ini masih menunggu persetujuan dari Alex,untuk melanjutkan kasus ini.