Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Klinik Xander


__ADS_3

Ceklek !


Alex langsung pergi menemui Maryam di ruangan nya.


"Mas,Kamu kembali?"Maryam menoleh ke arah pintu.


"Saya permisi dulu!"Ayin,segera pergi dari ruangan itu.Saat mengetahui Alex telah kembali.


Alex mengangguk nya.


"Sayang,maaf Aku terlambat,tadi banyak pekerjaan yang harus ku kerjakan !"Alex menggenggam tangan Maryam.Sesekali mengecup punggung tangan sang istri.


"Tidak apa-apa mas.Tapi semua baik-baik saja 'kan mas?"


"Semua baik-baik saja,tidak ada yang perlu di perhatikan !"Ujar Alex.Maryam tersenyum,melihat ke arah Alex.


"Kamu sudah makan?"Tanya Alex,Maryam mengangguk nya.


"Mas,sudah?"Maryam menyentuh pipi Alex dengan tangan nya yang lembut.


"Aku sudah makan tadi di jalan dengan Jerry dan Caston"


"Kapan mas Kita bisa kembali pulang?"


Ceklek !


"Tuan,ijinkan Saya untuk memeriksa nya sebentar!"


"Eeem!"Alex segera berdiri,dan dokter Lauren mendekat ke arah Maryam.


"Dok,kapan Saya bisa pulang ?"


"Hari ini pun,tidak ada luka yang perlu di khawatirkan,semua nya baik-baik saja.Semua obat yang di sediakan Tuan,cukup bagus !"Pungkas dokter Lauren.


"Dok,siapkan kepulangan Saya.Boleh ya mas!"Maryam meraih tangan Alex.Pria ini mengerti kalau Maryam tidak betah berlama-lama di klinik.


"Dok,siapkan kepulangan dia!"Titah Alex.


"Baik Tuan!"


"Dok,jangan lupa Kami juga membawa baby Kami kembali!"Ujar Maryam yang sudah tidak sabar.


"Baik Nya!"


Dokter Lauren segera pergi,untuk menjemput baby yang ada di ruangan lain.


"Ada apa?kenapa buru-buru mau pulang?"


"Mau liat baby Al,El dan Ge!"Imbuh Maryam yang tersenyum gemes.


Cup ! Cup ! Cup!


Alex menci um beberapa kalian pipi Maryam,membuat Maryam geli.


"Mas!"He..He..He..

__ADS_1


"Mas,cukup,Kamu membuat Aku geli!"


"Belum puas!"Ujar Alex,masih menatap Maryam begitu dekat.


"Aku takut Kamu marah,saat Aku datang terlambat,Aku takut di bilang tidak menemani istri saat sedang begini!"Sambung Alex.


"Mas,Aku mengerti,Kamu sedang bekerja.Kenapa Aku harus marah!"Maryam membelai wajah Alex,membuat Alex tersenyum.


Cup!


Alex kembali mengecup dahi Maryam.


Ceklek !


Dokter Lauren dan beberapa perawat masuk ke dalam ruangan Maryam.Ke dua nya menoleh secara bersamaan,saat melihat box bayi yang di dorong oleh perawat.



Seketika membuat Maryam menggenggam kuat tangan Alex,sehingga membuat pria ini menoleh ke arah istri nya.


Maryam tidak berpaling dari tatapan nya melihat ke arah box baby,ia tersenyum begitu bahagia.Tanpa sengaja air matanya mengalir di pipi mulus nya itu.


"Sayang,kenapa Kamu menangis,apa yang salah.Apa bekas operasi membuat mu sakit,katakan padaku !"Alex menggenggam tangan Maryam dengan kuat,ia memperlihatkan raut wajah nya yang khawatir terhadap Maryam m.


"Mas,Aku tidak apa-apa,Aku tidak sakit,tapi Aku bahagia,ini air mata kebahagian Mas!"


Alex malah tercengang mendengar penuturan Maryam.Dia menangis,tapi bahagia,membuat Alex menggelengkan kepala nya.


"Nyonya,baby tampan dan cantik ada disini!"Ujar dokter Lauren,


"Hati-hati Sayang!"Alex membantu Maryam.


Dokter Lauren,mengeluarkan baby Ge di dalam box.Baby Ge masih tertidur.


"Assalamualaikum sayang!"Ucap Maryam,mencium pipi embul baby Ge.


"Waalaikumsalam "Sahut Alex,ikut menci um baby Ge.


"Sayang,dia cantik seperti Kamu!"Ujar Alex,melihat ke arah baby Ge yang masih tertidur.


"Mas,mau gendong?"


Alex ragu,tapi ia mengangguk pelan.


"Berikan pada Ku!"Alex mengulurkan tangan nya.


Maryam tersenyum melihat Alex yang belum mahir dalam mengendong anak.


"Mas,bisa enggak?"Maryam pun panik,saat melihat Alex,yang sedikit gemetar saat mengendong Baby Ge.


"Bisa sayang,harus bisa!"Alex tersenyum,lalu membenarkan posisi baby Ge dalam pelukan nya.


"Dok,mana baby Al dan Baby El!"


Dokter Lauren mengeluarkan ke duanya dengan di bantu oleh perawat.

__ADS_1


"Mereka sementara hanya di beri susu formula,Anda bisa memberikan Asi jika memang sudah keluar,karena Saya sudah menyediakan obat pelancar Asi!"Ungkap dokter Lauren.


Maryam mengangguk nya.


"Mas liat,mereka tanpa sekali,sepeti Kamu!"Ujar Maryam,yang mengendong ke dua nya.


Baby Al dan Baby El tersenyum ke arah Maryam yang berada dalam gendongan nya.Meskipun mereka belum bisa melihat,tapi mereka punya ikatan batin satu sama lain.


Alex kembali meletakkan baby Ge dalam box,begitu juga dengan baby El.Karena,Maryam harus menyusui baby Al yang menangis.


"Kami permisi dulu!"Dokter Lauren dan perawat segera keluar.


Alex melihat baby Ge dan baby El yang tidur dengan posisi sama,membuat Alex tersenyum.


"Ada apa mas?"


"Sayang,liat lah,mereka tidur begitu lucu,bahkan gerakan tangan mereka sama !"Ujar Alex.


"Mas,ingat.Dulu dokter Lauren pernah bilang,kalau Baby Ge dan El,satu ari-ari.Kemungkinan akan banyak kesamaan !"Pungkas Maryam.


Alex mengangguk nya.


"Awww!"Pekik Maryam,saat merasakan da da nya sakit.


"Ada apa?"Alex segera menghampiri Maryam yang sedang menyusui.


"Eemmm,enggak!"Sahut Maryam yang menahan rasa sakit.


"Biar Aku liat!"Alex memaksa.Namun,Maryam malu.


"Sudah sering Aku liat pun masih malu juga?"Tanya Alex yang berusaha memindahkan baby Al dalam box.


Maryam memalingkan wajahnya dari Alex.


"Mungkin karena pertama jadi sedikit sakit,Aku akan meminta dokter Lauren untuk memberikan obat pelancar asi yang bagus,jadi Kamu tidak perlu menahan sakit saat baby Kita menyusui!"


Maryam mengangguk nya.


"Mas,terimakasih sudah peduli sama Kamu berempat!"


"Sayang,gimana Aku enggak makin sayang,padamu.Kamu itu selalu saja merasa kalau Aku ini orang asing,dan Aku harus setiap hari menunjukkan rasa peduli ku padamu.Katakan apa yang Kamu inginkan,Aku akan selalu menuruti mu!"


"Jadikan Ayah dan suami yang baik, untuk Kami.Dan selalu ada saat Kami membutuhkan mu mas,jangan pernah berpaling dari Kami!"Maryam tersenyum,Alex memeluk sang istri dengan erat.


"Kamu yang membuat Ku tidak bisa berpaling kepada yang lain,Kamu adalah penyemangat Ku,dan Kamu juga hidup Ku!"Cup.Alex mengecup kening Maryam.


Ceklek !


"Ayin"Seru Maryam,saat melihat wanita itu masuk.


"Tuan,Nyonya.Semua nya sudah di persiapkan,dan juga segala yang Anda butuhkan sudah ada disini.Kita bisa kembali saat ini juga ke rumah utama!"Pungkas Ayin,lalu berjalan ke arah si kembar.


"Ayin,terimakasih atas kesetiaan mu,kepada Kami!"


"Nyonya tidak perlu berterimakasih,Anda dan Tuan adalah orang yang baik !"Ayin tersenyum.

__ADS_1


Alex membantu Maryam untuk membereskan semua barang-barang nya.Sementara Ayin meminta Caston untuk mendorong box baby ke arah mobil.


__ADS_2