
Inggris- Jam 13:12.
Sudah berada seminggu di Inggris bukan lah waktu yang terlalu cepat.Ge sudah melewati hari-hari nya yang sulit berada di tempat itu.Bahkan,Ge dapat melihat ada banyak orang yang keberatan dengan hadir nya Ge di tempat itu.
"Semua nya perhatikan,Kalian di kirim ke tempat ini untuk pelatihan,tidak ada yang boleh melanggar peraturan disini,dan membantah semua perkataan para senior!"Teriak seorang Wanita bertubuh besar dan kekar,yang sedang memimpin pasukan calon bodyguard itu.
Ge berdiri di barisan ke dua,penampilan Ge membuat Wanita itu tertarik,sehingga menyuruh Ge untuk berdiri di depan.
"Kamu!"Wanita itu menunjuk ke arah Ge,
"Berdiri disini!"Titah nya,Ge segera maju tanpa membantah.
Wanita itu kerap di sapa dengan nama ketua Juan,dia adalah pelatih wanita yang ada di asrama itu.Umur nya sekitar dua puluh lima tahun.Lebih tua dari Ge tiga tahun.
"Kenapa Kamu berpakaian seperti ini?"Juan menatap tajam ke arah Ge.
"Saya wanita muslim,menutup aurat adalah termasuk salah satu kewajiban Kami,sebagai umat Islam !"Tegas Ge,Juan mengangguk nya.
"Baiklah,Kamu bisa kembali ke barisan!"
Ge segera kembali ke barisan nya,dan berdiri bersama dengan yang lain.
"Perhatikan semua nya,hari ini Ketua Kalian telah kembali,dan Dia akan melatih 'kan Kalian beberapa Minggu ke depan,Saya harap Kalian semua dapat bersikap penurut dan juga menjadi orang yang kuat,agar lulus dalam pelatihan ini!"
"Siap!"Sahut mereka serentak.
"Ketua Juan,Ketua Senior telah tiba!"
"Eemmm"Juan mengangguk nya,saat
seorang bawahan memberitahukan kepada Juan,kehadiran Ketua Senior di tempat itu.
"Baiklah,Kalian bisa langsung berkenalan dengan ketua Senior,Beliau telah tiba!"
__ADS_1
Semua orang melirik ke arah kanan.Seorang Pria memakai kaos hitam ngepas di badan,dengan tubuh nya yang kekar,membentuk roti sobek di balik kaos nya itu.Lengan nya yang berisi,jari jemari nya yang terlihat begitu kuat saat Pria itu menggenggam botol minuman di tangan nya.
Langkah nya yang besar,semua orang terlihat terpesona dengan aura nya yang tidak biasa itu.Memakai celana jeans yang ketat,begitu serasi perpaduan dengan kaos hitam yang ia kenakan.
Tap..Tap..Tap..
Semua orang mengikuti langkah kaki pria itu,disaat Pria itu berjalan,dan berdiri tepat di depan semua nya,kepala mereka semua ikut memutar ke arah Pria itu.
"Selamat siang selamat semua nya!"Teriak Pria itu,dengan suara yang keras,dengan notice yang tinggi.
"Siang Pak!"Sahut semua nya.
"Panggil Saya,Master King.Saya bukan Bapak sekolah atau Bapak-bapak yang memiliki Anak!"Tegas Master King.Namun,membuat Ge tersenyum geli,Ge merasa mendengar sebuah candaan.
"Apa yang Kau tertawa 'kan?"Teriak Pria itu,Ge segera terdiam."Kamu,berdiri di depan !"Ge segera berjalan ke arah depan,dan berdiri tepat di sebelah Master King.
"Siapa nama mu?"Tanya Master King,dengan tegas,dan datar.Ia menatap Ge dengan tatapan dingin.
"Geisha Az-Zahra!"Jawab Ge,tanpa melihat ke arah Pria itu.
"Kamu perwakilan?"
"Saya perwakilan Indonesian!"
"Hari ini karena hari pertama saya tiba disini,saya maafkan Kamu,tapi lain kali jika Kamu melakukan kesalahan,maka Kamu akan mendapatkan hukuman!"Ujar Master King,masih menatap Ge.
"Ketua Senior,jika Anda mau memberi hukuman silahkan saja,tidak masalah untuk melatih mereka agar lebih menghargai yang tua!"Ujar Ketua Juan.
"Hari ini,saya hanya ingin bersantai,sembari mengenali semua nya,tapi untuk ke depan nya,saya tidak akan bertoleransi terhadap kesalahan apapun!"Tegas Master King.
"Siap!"Jawab Mereka serentak,Master King mengangguk nya.
"Semua nya ikut Saya menuju kolam renang.Hari ini Kalian semua akan di latih kecepatan dalam berenang!"
__ADS_1
Semua orang segera mengikuti Master King,menuju kolam renang yang ada di samping gedung.
Terlihat kolam renang dengan ketinggian diatas orang dewasa.
"Kolam renang ini,khusus untuk pelatihan Bodyguard,orang biasa tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam ini!"Ujar Ketua Juan,semua calon peserta mengangguk nya.
"Siapa diantara Kalian yang tidak bisa berenang!"Teriak Master King.Tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat tangan nya,memang semua orang sudah menyiapkan diri mereka jauh-jauh hari.
"Baiklah,kalau begitu,Saya menganggap semua nya bisa berenang.Ambil posisi kalian masing-masing,satu kali putaran akan di mulai dengan sepuluh orang,karena kalian hanya ada dua puluh orang maka akan di buat dua kali putaran saja,segera ambil posisi masing-masing!"Tegas Master King dengan suara bariton nya.Semua peserta mengambil posisi nya,Ge memilih putaran kedua,ia lebih memilih untuk memperhatikan orang lain dulu.
Master King menatap ke arah Ge yang terlihat begitu serius memperhatikan teman nya yang bersiap-siap untuk renang.
"Kamu yang paling pendek diantara mereka,siapa yang mengirim mu kemari?"Tanya Master King berdiri di sebelah Ge.
"Saya perwakilan taekwondo Guru Alex,Macan putih!"Ungkap Ge,masih fokus melihat ke arah kolam renang.
'Guru Alex,macan putih?',Pria itu menatap ke arah Ge.
Putaran pertama telah selesai,saat nya tiba giliran putaran ke dua.Ge segera mengambil posisi nya,Master King memperhatikan itu.
'Macan putih,bukan kah itu nama rahasia keanggotaan mafia yang di pimpin Papa?',
Master King,terus saja menatap ke arah Ge,ia melihat raut wajah Ge yang begitu imut dan juga cantik.Tanpa sengaja Master King tersenyum smirk melihat wajah Ge.
Juan yang menyadari Master King tersenyum pun terkejut,sebelumnya Master King di kenal dengan Pria kulkas dua pintu,yang jarang bangat tersenyum.
Juan sudah mengenal Pria itu lebih dari lima belas tahun lamanya.Namun,selain dia yang sedikit bicara,Master King juga jarang tersenyum kepada orang.Bahkan Juan tergolong orang yang paling lama mengenal Master King saja,tidak pernah melihat Pria ini tersenyum.
"Semua nya siap,satu..dua..tiga..Lompat!"Teriak Master King.
Bruuumm!
Semua peserta terlihat melompat dengan begitu bagus le dalam kolam renang dengan kedalaman yang cukup dalam.Bahkan mereka tidak di perbolehkan untuk berdiri karena itu akan membuat Mereka tenggelam.
__ADS_1
Ge yang sudah lama tidak berenang membuat nya kesusahan,di tambah lagi,tiba-tiba kaki nya keram.Ge tidak dapat bergerak.
Master King yang sejak tadi melihat ke arah Ge nampak terkejut,saat tangan Ge melayang keatas sebelum ia benar-benar tenggelam.