Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2 Eps 86


__ADS_3

Di kamar tamu. . .


Atika menatap kamar itu dengan begitu intens.


"Apa yang sedang kamu liat sayang?"Tanya El,kini memeluk Atika dari belakang.Bukan nya menjawab,Atika malah mengatur nafas nya yang tak beraturan.Entah kenapa setiap kali El mendekat selalu membuat jantung Atika berdegup kencang.


"Apa kamu mendengar sesuatu?"Besik El,Atika hanya menggeleng.


"Tapi Aku dengar"


"Apa yang mas dengar?"Atika menoleh,El meletakkan dagu nya di bahu sang istri.


"Aku mendengar detak jantung mu yang berdetak begitu kencang!"Ujar El,Atika seketika menyentuh da-da nya.El kembali tersenyum.


"Mas,aku ingin membersihkan diri,bisakah Kamu melepaskan Aku pergi?"


"Jangan pergi,nanti Aku rindu"Goda El,


"Mas,aku ingin mandi"


"He..He..mandi lah,boleh ikut?"


"Mas"Atika kembali merengek,El segera melepaskan pelukan nya.


"Aku mandi dulu mas"Ucap Atika menyentuh pipi El,lalu pergi meninggalkan El di samping ranjang.


Di kamar yang lain,masih di mansion yang sama.


"Mas,bantu ambilkan handuk,Aku lupa membawa nya"Pinta Aisyah di dalam kamar mandi.Mendengar suara sang istri membuat Al begitu semangat,padahal ia tengah berbaring di tempat tidur nya,dan segera turun dari ranjang.


Tok..Tok..


"Buka"Titah Al,Aisyah segera membuka pintu.


Ceklek!


Al melihat rambut Aisyah yang masih terurai,setelah selesai keramas.

__ADS_1


"Nih"Al memberikan handuk itu kepada Aisyah.


"Terima..."


Blam!


Ucapan Aisyah terputus,Al sudah menutup kembali pintu kamar mandi.


"Sedang apa mas disini,Aku sudah selesai,biarkan Aku keluar dulu"Aisyah berusaha untuk keluar dari kamar mandi.Namun,Al tidak membiarkan sang istri untuk pergi.


"Ayo mandi sama lagi"Pinta Al,


"Enggak"Aisyah berusaha meraih handle pintu.Namun,Al segera mendorong tubuh Aisyah ke dinding kamar mandi,membuat Aisyah tidak dapat pergi dari sana.


Dari jauh terdengar suara air yang jatuh dari shower,Al sudah kembali mandi bersama dengan Aisyah,sebelum selesai mandi,Al lebih dulu mengambil ja-tah nya dari sang istri.


"Tolong sedikit pelan mas..."Terdengar suara Aisyah dari dalam kamar mandi.


"Eemmm"Aisyah mencengkram kuat ke dua bahu sang suami,saat Al mencoba melepaskan has-rat nya yang membara.


"Apa kamu senang?"Bisik Al,yang berjalan di samping Aisyah.


"Mas..."Aisyah paling malu jika di tanya akan hal itu.Namun,Al hanya tersenyum saja saat Aisyah malu.


"Keringkan dulu rambut nya,nanti kamu masuk angin"Ujar Al,yang membantu mengambil hairdryer di laci.


"Eeemm"Aisyah segera duduk di kursi rias,Al begitu sabar membantu mengeringkan rambut Aisyah yang tengah basah.


"Wangi sekali sayang"Aisyah mendongakkan kepala nya menatap sang suami yang berdiri di belakang dirinya.


Cup!Satu kecupan kembali di curi oleh Al,setelah mendapatkan itu,Al pun tersenyum.Berbeda dengan Aisyah yang selalu malu menerima perlakuan sang suami yang begitu manja dan romantis itu.


Begitu selesai mengeringkan rambut Aisyah,Al menyimpan kembali benda itu di laci.Aisyah segera berdiri dan berjalan ke arah lemari untuk mengantikan baju nya dengan piyama gamis.


"Sudah waktu nya insya,apa mau sholat dulu?"Tanya Al,


"Boleh,ayo sholat sama"Al segera mengambil perlengkapan sholat di koper nya,serta milik sang istri.

__ADS_1


Di kamar El,Atika baru saja selesai sholat El mengambil perlengkapan di tangan Atika,lalu menyimpan nya di rak kecil yang ada di kamar.


Jeddderr. . .


"Astagfirullah!"Suara petir mengejutkan Atika yang sedang membaca buku pedoman Islam,yang di berikan Khadijah beberapa hari yang lalu.


"Waah,hujan"El segera berjalan ke arah jendela,ia menutup semua jendela.El berbalik dan melihat sang istri yang sedang membaca buku,El berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang,tepat nya di samping Atika.


Cup!El mengecup bahu Atika,membuat Atika melirik ke arah El.


"Sayang,jika malam ini aku meminta hak Ku kamu sudah siap?"Bisik El,tentu saja Atika membulatkan matanya.Bagaiamana tidak,itu adalah hak suami atas diri istri,tapi dengan sopan nya El masih bertanya kepada Atika,karena ia tidak akan memaksa sang istri untuk melakukan itu,kalau Atika belum siap.


"Heeemm"Atika mengangguk pelan,masih dengan posisi yang semula,El segera mencari resleting piyama Atika,ia masih mengecup sekilas seluruh wajah sang istri.


El memegang ke dua bahu Atika,lalu merebahkan nya secara perlahan ke atas kasur.El menurunkan piyama Atika sampai ke bahu,sehingga memperlihatkan putih nya kulit le-her dan bahu Atika,El beberapa kali mengecup sekilas le-her dan baru Atika.Bahkan,El meninggalkan bekas kepemilikan di sana.


Atika gugup dan tubuh nya sedikit gemetar,saat tangan El menyentuh dan memainkan tubuh dirinya,membuat Atika beberapa kali menarik nafas lalu membuang nya.


"Rileks sayang"Bisik El,saat mengetahui Atika begitu tegang.El membelai wajah sang istri,bi-bir El dan Atika kini menyatu satu sama lain,El kini melakukan French kiss,Ciu-man yang paling pa-nas dan menggairahkan,entah bagaimana El dapat mengetahui hal itu.Namun,ia benar-benar melakukan nya dengan baik,bahkan Atika terlihat begitu menikmati nya,meskipun bi-bir masih menyatu,ke dua nya tangan nya sudah berhasil membuang pakaian yang semula nya menutup tubuh mereka.


"Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” 


"Eeeemm"Suara Atika tertahan,ketika sesuatu yang asing menusuk dirinya,El menahan nya sebentar saat melihat Atika yang mencoba memejamkan mata nya.


"Aagrh"Suara itu terdengar di dalam selimut itu,terdengar sedikit samar di bawah hujan turun yang begitu gemuruh membasahi bumi.


Hanya melakukan nya begitu pelan,karena El sadar dengan cakaran di punggung nya yang terasa sedikit perih,saat ca-iran hangat mengalir di sela-sela pa-ha nya.Atika tidak melepaskan tangan nya di punggung El,entah berapa garis ia sudah melukis nya disana,tentu saja juga membuat El tidak akan dapat melupakan hal itu.


"Aah,mas pelan..."Lirih Atika,dengan suara begitu pelan.


Setelah lima belas menit itu berlalu,semua nya terasa lebih nyaman dari sebelumnya,rasa sakit pun kini berganti dengan rasa nikmat.Setelah menggerakkan tubuhnya maju mundur di atas tu-buh sang istri,kini tubuh El pun terkapar di samping Atika. El mengecup ke dua kening sang istri,dan juga mengecup pucuk kepala Atika.Dan menci-um sekilas pipi kiri dan kana Atika.


"Terimakasih sayang,Aku mencintai mu"


"Aku juga mencintai mas!"El memeluk Atika dengan erat sampai ke dua nya terlelap.


"Sudah lama, aku memindai sosok mu pada derai gerimis,memastikan setiap serpih mimpiku untuk bersama.Membangun surga mahligai cinta bersama mu dapat menjadi nyata"El menatap dalam ke arah kelopak mata yang kini sedang tertutup,tangan nya masih sibuk mengusap kepala Atika dengan begitu lembut.

__ADS_1


__ADS_2