Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Subuh


__ADS_3

Alex meraih ponsel Maryam yang ia letakkan di atas nakas,lalu memberikannya kepada Maryam.


"Nih !"


"Benar udah waktu subuh,kenapa alarm nya mati ?"


Maryam melihat ke arah Alex.


"Tadi Aku yang matikan!"


Maryam menaikan satu alis nya,Alex duduk di tepi ranjang.


"Mau sholat subuh bersama?"


"Eeemmm!"


Alex mengangguk nya,sembari berdiri dari tempat duduk.


"Mas mandi saja disini,Aku akan ke kamar bawah !"


Ujar maryam,seraya turun dari ranjang.


"Di dalam kamar ini terdapat dua kamar mandi,kenapa Gak disini aja?"


Maryam kembali menaikan alis nya.


"Iya,ada dua,hanya saja,tempat wudhu nya satu!"


Lanjut Alex.


"Eemm.."


Maryam mengangguk nya.


"Kamu gunakan kamar mandi itu,Aku gunakan yang itu!"


Alex berjalan ke arah sisi kamar,ia masuk ke dalam kamar mandi yang terhubung dengan ruangan kerja nya.


Ceklek !


Maryam segera masuk ke dalam kamar mandi,dan membawa semua perlengkapan baju nya.


Sepuluh menit berlalu melakukan ritual mandi nya,Maryam segera mengeringkan tubuhnya.


Maryam memakai baju nya yang lain,dan tidak lupa sedikit mengoles minyak kesturi di tubuh nya,wangi nya bikin ia betah.


Disaat Maryam kembali ke kamar,ia melihat Alex sudah siap dengan pakaian nya,dan sedang menunggu Maryam untuk sholat.


Maryam segera mengambil sajadah dan berdiri di belakang Alex.


Maryam menatap Alex dengan senyuman,ia berharap Alex akan menjadi imam yang baik untuk dirinya.


"Assalamualaikum......."


"Assalamualaikum........"


Ke dua nya telah selesai melakukan sholat subuh,seperti sebelumya,Alex kembali berbalik,dan Maryam menciumi punggung tangan suaminya.Alex mengecup mesra kening sang istri.


Ke dua nya segera berdiri membereskan perlengkapan sholat.

__ADS_1


Maryam tidak tahu semalaman Alex bergadang,dan tidak tidur,padahal Maryam tidak marah kepada Nya,ia pun bersikap seperti biasanya.


Biasa nya selesai sholat subuh,Maryam akan membacakan satu atau dua ayat suci al-quran.


Alex ikut duduk di samping Maryam,tatkala wanita ini sedang melihat layar ponsel nya,mengetahui Alex duduk di sebelah nya,Maryam segera menyimpan ponsel nya,hanya ingin menghormati sang suami.


"Kenapa di simpan?apa Aku menganggu Mu?"


Alex melihat ke arah Maryam yang menundukkan kepala nya.


"Enggak!bukan kah mengobrol sambil pegang ponsel itu tidak sopan?saya menghormati Mas!"


Sahut Maryam.


Alex tersenyum.Maryam terpaku melihat senyuman lebar di bi bir sang suami,yang selama ini sangat jarang ia lihat.


"Eehemm..maaf!"


Alex kembali berdehem,saat Maryam melihat ke arah nya yang sedang tersenyum,ia pun memalingkan wajahnya.


"Boleh Aku melihat wajah Mu?"


Alex sedikit ragu mengutarakan niat nya.Namun,Maryam segera mengangguk nya.


Maryam duduk menghadap ke arah Alex,Pria ini malah gugup,bahkan tangan nya gemetar.


Maryam menyentuh telapak tangan Alex.


"Tidak apa-apa,Aku bukan monster,Aku hanya ciptaan Allah yang banyak kurang nya,dan jauh dari kata sempurna!"


Ujar Maryam tersenyum.Alex menatap dalam netra Maryam yang sedang berbinar-binar,saat ini ia sedang tersenyum kepada dirinya.


"Apa Kamu gugup?"


Maryam segera mengangguk nya.


"Sama!"


Sambung Alex,lalu memalingkan wajahnya,tapi tangan ke dua nya masih menyatu belum terlepaskan.


Yang satu gemetar satu lagi gugup dan dingin,kini ke dua tangan itu mendadak jadi hangat.


Maryam mengangkat tangan nya yang di genggam oleh Alex,lalu meletakkan di wajah nya yang masih tertutup.


Alex menoleh melihat ke arah istri Nya.


"Bagaimana Aku dimata Mu?"


Pertanyaan Maryam membuat Alex tertegun.


"Kamu Wanita keras kepala,dan suka membantah perkataan Ku,dan juga sering melawan jika Aku memberikan pekerjaan !"


Jawab Alex dengan tegas,sekali membuka mulut ia telah mengutarakan semua isi hati Nya,di depan Maryam.


"Bagaimana dengan Kamu?"


Alex berbalik bertanya.


"Mas adalah kelebihan yang menutupi kekurangan Ku,dan Mas adalah kekurangan yang akan ku tutupi dengan kelebihan Ku,tapi percayalah,Aku hanya lah manusia biasa yang banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna!"

__ADS_1


Maryam menundukkan pandangan setelah menjawab pertanyaan Alex,tangan Alex masih menempel di pipi kanan Maryam.


Alex mengangkat wajah Maryam,agar melihat diri nya.


Kini ke dua nya nampak saling menatap satu sama lain,sama-sama berkenalan melalui netra yang beradu.


Ke dua jari jemari Alex menyentuh bagian tali cadar Maryam.Seketika membuat Maryam memejamkan matanya.


"Boleh kah?"


Melihat Maryam yang memejamkan matanya,Alex kembali bertanya,sang istri secepatnya menganggukkan kepala.


Satu tali terlepas dengan di ikuti tali lain nya.Terlihat Alex yang mencoba menghela nafas nya bekali-kali,seakan -akan ia merasakan sesak seperti habis berlari seribu kilo meter tanpa henti.


Tangan nya berhenti sejenak,Maryam masih menundukan kepala nya,matanya masih terpejam.


Jantung nya berdegup begitu kencang,bahkan ke dua nya dapat mendengar detak jantung yang saat ini sedang bergetar di dalam sana.


Dup..Dup..Dup...Dup...


Alex memandang bulu mata yang hitam dan lentik milik Maryam,dan juga kelopak mata nya yang putih bersih,seakan -akan tanpa noda.


Maryam merasakan hembusan nafas dari hidung sang suami,saat Alex menuntun wajah nya lebih dekat dengan Maryam.


Tiba-tiba tangan Alex kembali gemetar,Maryam merasakan itu.


Maryam segera menyentuh pergelangan tangan Alex.


"Jika engkau belum siap,jangan di paksakan!karena sesuatu yang terpaksa itu tidak akan baik !"


Ujar Maryam,dengan mata kini terbuka,menatap Alex.


"Aku sudah mempersiapkan diri Ku sejak Aku melamar Mu,dan saat ini Wanita yang duduk di depan Ku,adalah istri Ku,tempat Aku melabuhkan duka dan suka!"


"Kali ini,Maryam binti Yusuf Kamal,bersedia kah,Engkau berada di sisi Ku,saat duka maupun suka,saat Aku terjatuh,dan saat Aku kehilangan arah,mau kah Kamu menemani Ku hingga maut memisahkan Kita!"


Maryam mengangguk.


"Aku mencintai Mu karena Allah,dan Aku menemani Mu atas ijin Allah,maka cintailah Aku sekedar saja,jangan melebihi cinta Mu kepada Allah!"


Sekali lagi Alex di buat tertegun oleh jawaban Maryam,ia yang minim pengetahuan agama jelas sangat terkejut dan bingung.


Alex sekali mengangguk,dan tanpa mulut nya mengucapkan basmalah.


"Bismillahirrahmanirrahim"


Ucap Alex,Maryam menunduk.


Tangan Alex berhasil menurunkan cadar yang


sejak dari tadi menghalangi pandangan Nya.


Kini cadar Maryam ada di tangan nya,Pria ini menatap nya,lalu ia meletakan cadar itu di sebelah dirinya.


Maryam masih menundukkan pandangan nya .Sekali lagi Alex menghela nafas nya,ia merasakan dirinya sangat sulit untuk bernafas.


Lalu Alex meraih gelas panjang berisi air putih,dan segera meneguk nya.


Gluk...gluk...

__ADS_1


Setelah meletakan gelas tersebut di atas nakas,Alex kembali melihat Maryam,yang masih menundukan pandangan nya.


__ADS_2