
Kini ke dua nya telah berada di lantai bawah menara,Alex memegang tangan Maryam dengan erat.
"Tunggu disini,Aku akan melihat Mereka di gudang!"
"Aku ikut Mas!"
"Kamu tunggu disini aja!"
Tegas Alex.Namun,Maryam tetap merengek.
"Mas ikut!"
"Eeemmm!"
Tanpa ada pilihan lain,Maryam dan Alex segera pergi ke gudang.
"Kalau Kalian berani buka ikatan Nya,satu lawan satu!jangan cuma bisa nya menggertak!"
Teriak Devano dari dalam gudang.Alex segera mempercepat kan langkah Nya.
"Buka ikatan Nya!"
Titah Alex,yang baru saja sampai ke gudang.
"Tapi Tuan!"
"Buka!"
Tegas Alex lagi,Jerry segera membuka Nya,Ayin dan Caston saling tatap satu sama lain,Maryam berdiri tidak jauh dari sang suami.
Begitu ikatan nya terbuka orang pertama yang di serang Devano adalah Maryam.
"Aaaggrh!"
Teriak Maryam,saat tangan nya di cengkram kuat oleh Devano.
"Revan,lepas!apa yang Kamu lakukan?"
Ucap Maryam melihat netra Devano.Namun,Maryam mengetahui sesuatu.
"Tunggu!Kamu bukan Revan!"
Sambung Maryam lagi,menatap netra Devano yang berbeda.
"Ha..ha..ha..iya,Aku bukan Revan,Aku Devano,Devano Alaska !"
Teriak Devano,Maryam terkejut ia melihat ke arah suami Nya.
Alex sendiri mulai takut,jika Maryam akan tahu hal tentang Revan.
"Lepas!"
Titah Maryam.
"Kamu menyuruh Aku untuk melepaskan Mu?Kamu tau gara-gara suami Mu,Aku kehi...."
Dor!
"Aaaah!"
"Uuh!"
"Dor!"
Bugh!
Maryam kembali pingsan,saat mendengar suara tembakan.
Alex terpaksa menembak Devano,karena jika Alex membiarkan Devano menceritakan tentang kematian Revan,itu akan membuat Maryam mungkin membenci Nya.
Alex menyimpan kembali sen jatanya.Lalu ia segera menggendong Maryam yang pingsan.
"Caston,Devano ku serahkan kepada Nya,seperti nya ia masih hidup,Aku akan membawa Maryam ke klinik Xander.Dan Kamu Ayin bereskan tempat ini,Jerry kirim kematian Devano ke Mafia Guntur,jangan biarkan Mereka tau kalau Devano masih hidup!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"
Alex segera membawa Maryam ke mobil.Lalu Alex mengelus perut rata Maryam.
"Semoga saja benar yang di katakan dokter Starla!"
Gumam Alex menyalakan mesin mobil.
Di dalam gudang menara,Ayin dan juga Caston,serta Jerry sedang membereskan semua masalah yang ada.
"Aku akan membawa nya ke rumah sakit kota,Jerry pastikan Tuan Guntur percaya dengan kematian Devano!"
Tegas Caston.
"Baik Tuan,Saya mengerti,menurut informasi yang Ku dapat,Tuan Guntur tidak terlalu peduli kepada Devano,ia hanya memanfaatkan Devano saja!"
Caston mengangguk Nya.
"Aku akan mengirim foto kematian Devano ke grup,Aku ingin melihat reaksi Mario tentang ini,apa ia akan bergerak atau diam saja bila melihat semua ini!"
"Baiklah,Aku harus segera pergi!"
Ayin mengangguk,Caston segera membawa Devano ke mobil,dengan di temani oleh beberapa pengawal.
Kriing...
Kriing...
Pak Tarkim menelpon Ayin.Namun,Ayin belum menjawab Nya,ia masih sedang mengurus pekerjaan nya.
Melihat tidak ada panggilan,Pak Kim menelpon Ayin terus-terusan.
"Hallo Pak.Apa yang terjadi?"
Tanya Ayin,setelah mengangkat panggilan itu.
"Apakah Nyonya bersama Kamu?"
"Nyonya bersama Tuan!"
Pak Tarkim segera memutuskan panggilan nya,Ayin menaikan satu alis nya,melihat sikap Pria tua itu yang aneh.
Begitu masalah di menara selesai,Ayin segera meninggalkan tempat itu bersama dengan Jerry.
"Jerry,apa tanggapan Tuan Guntur,saat Kau memberitahukan kematian Devano!"
"Tidak ada tanggapan,bahkan dari Lion juga!"
Jerry menatap layar ponsel nya,ia melihat tidak ada tanggapan dari Lion.
"Seperti nya dugaan Tuan Alex benar,kalau Tuan Guntur hanya menjebak Devano saja!"
Jerry mengangguk nya.
Ayin segera menaikan kecepatan mobil Nya,agar lebih cepat sampai ke tujuan Mereka.
***
Begitu sampai di Xander,pengawal yang mengetahui mobil Alex,mereka segera mendekat.
Alex turun dari mobil,Mereka semua nya membungkuk di depan mobil Alex.
"Tuan Alex!"
Sapa mereka semua memberi hormat kepada Alex.
Namun,Alex segera mengendong sang istri untuk di periksa oleh dokter Lauren.
"Lauren !"
Teriak Alex,seisi klinik terkejut,dan semua orang keluar untuk melihat nya.
Lauren yang sedang makan pun terkejut,dan menyimpan kembali makanan Nya.
__ADS_1
"Tu-Tuan Alex,apa yang terjadi ini sudah begitu larut malam!"
Tanya Lauren.
"Pertanyaan Mu saat ini tidak penting untuk di jawab,ada yang lebih penting lagi,segera periksakan istri Ku!"
Tegas Alex,dengan posisi masih menggendong Maryam.
"Tuan bawa Nyonya ke ruang Ku!"
Alex segera membawa Maryam ke ruangan Lauren yang disebelah tempat mereka berdiri.
"Lauren,sekalian tolong Kamu USG Dia,Aku ingin tau hasil Nya hari ini!"
Titah Alex,
"Tuan,kalau begitu Kita ke ruangan satu lagi,di sana alat Nya lengkap !"
Alex mengangguk Nya,ia segera mengendong Maryam.Padahal dokter Lauren memegang kursi roda,untuk memberikan kepada Alex.
"Aku bisa menggendong Nya!"
Ujar Alex membawa Maryam keluar dari ruangan dokter Lauren.
Lauren hanya bisa menggelengkan kepala nya,melihat sikap arogan sang Bos Mereka.
Ceklek !
Lauren membuka pintu ruangan satu lagi,disana ada beberapa perawat yang menunggu Mereka.Namun,Alex menyuruh mereka untuk keluar.
"Tinggalkan ruangan ini!"
Titah Alex,Mereka semua mengangguk Nya,tidak ada yang berani membantah.
Alex segera membaringkan Maryam di ranjang,Lauren dengan hati-hati memeriksa Nya.
Alex melihat dokter Lauren yang sedang memeriksa Maryam.
"Tunggu,Kamu sedang apa?"
Alex menghentikan dokter Lauren yang ingin menaikan sedikit baju yang di kenakan Maryam.
"Tuan,jika Aku tidak menaikan separuh baju Nya,Aku tidak bisa memeriksa nya lebih lanjut!"
Lauren melihat Alex,yang sedang menahan baju Maryam.
"Baiklah!"
Sahut Alex mengalah.
Lauren segera menutupi tubuh Maryam dengan selimut pasien,lalu baru menaikan baju Maryam kembali.
Alex melihat dengan jelas perut rata sang istri,tanpa sengaja,dokter Lauren tertegun saat melihat beberapa titik merah yang ada di perut Maryam.
"Eheeem!segera lakukan tugas Mu!"
Titah Alex yang malu,Lauren mengangguk dengan segera tidak berani bertanya.
Terlihat dengan jelas layar monitor yang menampakan janin baru berusia dua Minggu itu.
"Tuan liat lah,ini janin yang baru berusia dua Minggu,meskipun belum berbentuk begitu sempurna,ia terlihat begitu sehat di dalam sini,terus perhatikan kondisi ibu dan juga tolong jaga makanan yang ia makan selama kehamilan!"
Alex tidak menjawab,mata nya terlalu fokus melihat layar monitor itu.
"Berikan satu lembar kepada Kamu hasil USG Nya!"
"Baik Tuan !"
Dokter Lauren melanjutkan pemeriksaan nya,lalu membenarkan kembali baju yang di kenakan Maryam.
Setelah semua nya selesai,dokter Lauren juga memberikan beberapa vitamin ibu hamil kepada Alex,dan memberikan susu ibu hamil juga.
"Mas..."Panggil Maryam begitu siuman dari pingsan Nya.
__ADS_1
Alex segera menoleh ke arah Maryam yang ada di hospital bed.