Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
I'm Back


__ADS_3

Jerry masih berdiri di depan Tuan King,Pria Tua ini menatap Jerry dengan tatapan nya yang bringas.


"Sialan Kalian!"Teriak Tuan King.


Plaak!


Duuacchkk!


Tuan King menampar dan menendang Jerry.Jerry tidak bisa melawan Tuan King,jika dia akan melukai Pria tua ini,semua pengawal di rumah utama akan berpihak kepada Tuan King.Dan itu sangat berbahaya untuk posisi Alex.


Braak!


"Sayang!"Alex menendang pintu masuk,sembari berteriak memanggil Maryam.Namun,sosok yang di panggil tidak muncul.


Alex melihat beberapa pengawal yang terluka,dan juga rumah yang berantakan.


Koki dan Pelayan terlihat menundukkan kepala nya.


"Dimana Istri Ku!"Tanya Alex berjalan ke arah ruang tamu.


"Tuan Alex!"Caston dan Jerry segera menghampiri Alex.


Alex melihat bibir Jerry yang sobek,ia dapat menyimpulkan jika Tuan King,tidak membiarkan mereka lolos.


"Dimana Istri Saya?"Lirih Alex dengan pelan.Menatap Tuan King,dengan tatapan yang tidak biasa.


Namun,tidak ada yang berani menjawab biarpun itu Caston dan Jerry.


"Dimana Istri Ku!"Teriak Alex dengan keras.Tuan King,segera berjalan menghampiri Alex.


"Siapa yang Kamu teriaki,Haah!"


Tuk!


Tuan King,menodong tongkat kayu nya ke dada Alex,dengan keras,sehingga dapat terdengar bunyi nya.


"Pak Kim,Aku harap Kamu tidak menyembunyikan ini dari Ku.Jika Aku tau Anda terlibat,Anda tau apa konsekuensi nya!"Tegas Alex,lalu berbalik pergi meninggalkan rumah utama.


Jerry dan Caston mengikuti Alex dari belakang.


"Kemana dia akan pergi?"Tanya Tuan King,kepada Pak Kim.


"Tuan Alex akan pergi ke klinik.Tuan Alex,pasti sudah mengetahui kejadian ini,seluruh ruangan di rumah ini,baik pun di dalam atau di luar,dan di seluruh balkon kamar,ada cctv yang terpasang!"Pungkas Pak Kim.


"Kenapa Kau tidak memberitahukan Aku?"Tuan King,berjalan ke arah Pak Kim.


"Saya tidak berani Tuan,setelah kejadian Tuan Muda,Saya mendapat hukuman dari Tuan Alex,oleh sebab itu,saya tidak lagi ingin ikut campur masalah Tuan Alex!"


"Apa Kau berhenti mematai-matai mereka?Kau mencoba mengkhianati Ku,dan berpindah haluan kepada mereka,benar begitu?"Kini jarak antara Tuan King,dan Pak Kim,hanya berjarak dua langkah kaki saja.


Dugh!


"Saya mengaku salah Tuan,maafkan Saya.Tapi,Saya tidak dapat berbuat apa-apa,Tuan Alex,terlalu berbahaya!"Pak Kim,berlutut di depan Tuan King.


"Kita ke klinik!"Tuan King segera pergi meninggalkan ruang tamu.Beberapa dokter dan perawat yang ia bawa,segera di kembalikan ke LA.


Klinik Xander. . .


Dokter Lauren terlihat panik,apalagi memeriksa denyut nadi Maryam.


"Apa Aku boleh masuk?"Tanya Sandra kepada dokter Pria yang berdiri di depan pintu.


"Sudah menjadi peraturan disini,hanya dokter Lauren dengan satu perawat yang boleh masuk,selebihnya harus menunggu di luar!"Sahut Darren,dokter Pria.

__ADS_1


"Kamu tau siapa Saya?"Sandra meninggi 'kan suara nya.


"Saya tau Anda,tapi saat ini,kondisi pasien sangat lemah,jangan memperkeruh keadaan!"Tegas dokter Darren.


"Kenapa sekarang Anda berpihak kepada Nyonya Maryam.Sebelumnya,Anda bahkan berdiri untuk melawan nya?"Ayin berjalan ke arah Sandra.


"Aku hanya tidak ingin Albert menganggap Ku ingkar janji,Aku sudah melakukan semua ini dengan baik!"Pungkas Sandra,mengindari kontak mata dengan Ayin.


"Apa Anda pikir Tuan Muda tidak akan tau?"


Mendengar pertanyaan Ayin,Sandra segera berpaling dan menatap wanita yang lebih muda dari nya.


"Apa maksud mu?"Sandra berbalik bertanya.


Ceklek !


Dokter Lauren,keluar dari ruang pemeriksaan,membuat Ayin tidak melanjutkan perkataan nya.


"Dok,bagaimana keadaan Nyonya?"Tanya Ayin,


"Semua tidak baik-baik saja,detak jantung bayi tidak terdeteksi,dan itu lemah!"


"Apakah sudah Anda USG?"Sambung Sandra,


"Kalau kondisi ibu dan janin belum stabil,Kami tidak dapat melakukan USG,Kami harus menunggu si ibu untuk siuman,agar dapat memastikan kalau kondisi janin baik-baik saja!" Pungkas dokter Lauren.


"Saya permisi dulu!"


Dokter Lauren segera pergi meninggalkan mereka,dan kembali ke ruangan nya.


"Apa Anda puas,apa yang Anda inginkan akan segera terjadi!"Cibir Ayin.


"Apa maksud mu,jaga ucapan mu,Kamu tau siapa Aku!"Sandra memperingatkan Ayin.


Jam 10:00 Pagi,


Ayin masih dengan setia menunggu di depan ruang pemeriksaan,begitu juga dengan Sandra.


Semua suasana menjadi ricuh,Ayin menoleh ke arah halaman Klinik.


"Apa yang terjadi?"Sandra berdiri dari tempat duduk nya.


"Tuan Alex,telah tiba!"Jawab Ayin,santai.


Sandra terlihat panik,ia segera berdiri dari tempat duduk nya.


Tap..Tap..Tap...


Suara langkah kaki Alex yang bergema di lorong klinik,semua perawat melihat ke arah Alex.Namun,mereka tahu pasti sesuatu akan terjadi sebentar lagi.


"Tuan!"Ayin,menundukkan kepala nya.


"Dimana istri Ku?"Alex masih bisa menahan emosi nya untuk sesaat,di belakang Alex ada Caston dan Jerry,yang sedari tadi mengikuti Alex.


"Kak!"Sandra berjalan ke arah Alex.


"Aku sedang tidak ingin berbicara,setidak nya bersikap netral,tidak menempatkan Istri Ku di dalam masalah!"Ujar Alex dengan tegas,melewati tempat di mana Sandra berdiri.


Sandra mengepalkan tangan nya.


"Sandra!"


Mendengar seseorang memanggil namanya,Sandra menoleh.

__ADS_1


"Ayah,sedang apa Kamu disini?"


Sandra memegang bahu Tuan King.


"Aku belum menyelesaikan tugas Ku!"Tuan King segera berjalan ke arah Alex yang berdiri di ruang pemeriksaan.


"Bagaimana keadaan nya?"


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Tuan King,baik Alex sendiri,atau yang lain,semua diam membisu.


"Apa Kalian semua membisu!"Teriak Tuan King.


"Apa yang Anda lakukan disini,tidak ada yang mengharap Anda datang kemari!"Teriak Alex dengan keras,mencengkram kuat leher mantel jas Tuan King.


"Kak,apa yang Kamu lakukan,lepaskan tangan mu!"Sandra berusaha melepas tangan Alex yang masih berada di kerah mantel Tuan King.


"Jika hari ini terjadi sesuatu kepada nya,tidak ada satu pun yang bisa lolos dari maut,tidak kamu,tidak juga Anda!"Ucap Alex dengan lantang,menatap Sandra,lalu beralih melihat ke arah Tuan King.


Bugh!


"Ayah!"


Alex menghempaskan tubuh Tuan King ke tempat duduk yang ada disana.


Sandra membantu Tuan King untuk berdiri.


"Kamu berani mengancam Ku?"Tuan King,masih tidak mau menyerah.


"Kenapa tidak?"Alex menoleh,menatap Tuan King dengan nyalang.


"Kamu mencurigai Aku,Aku akan membunuh Anak mu,apa Kamu lupa?Kamu merencanakan untuk menggugurkan anak itu,saat usia nya dua Minggu!"


"Itu urusan Aku,bukan urusan Anda,urusi saja diri Anda,jika Anda berani bertindak diluar batas,Ku pastikan Aku akan menggantung kepala Anda di gerbang Klinik!"Teriak Alex dengan keras.


Brak!


Pintu ruangan pemeriksa terbuka,dokter Lauren mendorong nya dengan kasar.


"Apa hanya ini yang bisa Anda semua lakukan,pasien sedang berjuang di dalam,tapi kenapa Anda membuat keributan disini!"


"Dok,bagaimana istri Saya?"Alex berbalik menghampiri Lauren.


"Nyonya Maryam,masih belum siuman,Kami masih berusaha,Anda semua harap tenang,detak jantung baby lemah,Kami belum bisa melakukan USG"Pungkas dokter Lauren.


"Saya mohon,Anda semua harap tenang,biarkan Kami melakukan tugas Kami dengan baik,Aku akan berusaha semaksimal mungkin,agar pasien dan calon baby baik-baik saja!"


Alex dan Tuan King terdiam,dokter Lauren kembali masuk ke dalam ruangan tersebut.


Blam!


Alex menatap tajam ke arah Tuan King,lalu berjalan ke arah kursi tunggu yang ada di depan nya.


"Ayah,apa Kamu baik-baik saja?"Sandra memegang bahu Tuan King.


"Ayo,Kita kembali ke LA!"Sambung Sandra lagi.


"Aku mau disini,tidak ada yang bisa menghentikan Aku hari ini,biar pun nyawa Ku taruhan nya!"Tegas Tuan King,Alex menatap nyalang ke arah Tuan King,saat mendengar ucapan Tuan King.


'Masih belum menyerah juga?rencana apa kali ini yang akan ia jalankan !'Alex terlihat khawatir,meskipun ia ingin selalu menghalang Tuan King,dan melawan nya.Namun,Alex masih kalah jauh di bawah kendali Tuan King.


"Aku mau liat,Anak yang Ku besarkan,bagaimana dia akan melenyapkan Ku kali ini !"Sambung Tuan King.


Alex mengepalkan tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2