
Maryam memikirkan perkataan Jerry yang terakhir,sembari memijit pelipis nya yang tidak sakit.
"Sudah selesai?"Alex menghampiri ke duanya.Mendengar suara Alex,Maryam segera menoleh.
"Baru saja selesai!"Sahut Maryam,yang langsung berdiri.
Alex memegang bahu Maryam,dan membantu nya untuk duduk kembali.
"Ada apa ?"Tanya Alex saat melihat Maryam memegang perut nya.
"Lapar?"Lirih Maryam melirik ke arah Alex.
"Pelayan !"Teriak Alex dengan lantang.
"Mas,Aku enggak mau makan nasi atau sejenis nya yang dirumah,gimana kalau Kita pergi keluar ?"
"Jam segini?"
Maryam mengangguk nya,Alex melirik ke arah jam yang ada di ruangan tamu,sudah jam 21:20.
"Tapi ini sudah jam 21:20 sayang "
"Aku mau makan spaghetti telur mata sapi!"Ucap Maryam sambil membayangkan makanan lezat yang baru saja Dia sebut.
"Dirumah ada bahannya,minta pelayan untuk buatkan"
"Baik lah !"Maryam mengalah.
"Pak Kim !"
"Iya Tuan,ada yang bisa Saya bantu?"Pak Kim berdiri samping Mereka dengan menundukkan kepala nya.
"Suruh koki Indonesia untuk membuatkan spaghetti kepada Nyonya,jangan lupa spaghetti telur mata sapi!"
"Telur mata sapi?"Ulang Pak Kim yang bingung.
"Iya,maksud Saya,Sunny side up egg,usahakan jangan pedas spaghetti nya !"
"Baik Tuan Saya mengerti !"
Pak Kim segera berlalu ke dapur,sementara Alex dan Jerry membahas tentang pertemuan keluarga Cristopan.
"Besok pagi,Kamu datang lah kemari,Aku butuh bantuan Mu untuk mengajari IstriKu ilmu bela diri tahap pertama,Aku tidak bisa mengajari nya karena besok ada rapat"Ingatkan Alex kembali pada Jerry yang sedang membereskan semua berkas yang ia bawa.
"Tuan,ini pesanan Anda tadi!"Pak Kim membawakan sepiring spaghetti ke depan Alex.
"Letakkan di atas meja!
__ADS_1
Pak Kim mengangguk nya,sembari meletakkan piring tersebut di atas meja,sesuai perintah Alex.
"Tuan,Saya permisi dulu jika memang tidak ada lagi pekerjaan untuk Saya !"Seru Jerry yang segera berdiri dari tempat duduk nya.Alex mengangguk,lalu menyuruh Pak Kim untuk mengantar Jerry ke depan teras.
"Pak Kim,tolong antarkan Jerry ke depan !"
"Baik Tuan!"
Jerry bersama dengan Pak Kim segera pergi meninggalkan ruang tamu.
"Mau makan sekarang ?"Tanya Alex,mengambil piring yang berisi spaghetti.
"Mau telur nya saja,seperti nya enggak mood lagi sama spaghetti nya!"Ujar Maryam,menggelengkan kepala nya.
"Sayang,ini baru saja di bikin,dan masih hangat,enak di makan pas lagi hangat-hangat nya.Aku suapi ya !"Alex segera mengambil sesuap dan mengarahkan sendok tersebut ke arah Maryam.
"Hueek..Hueeek!"Maryam merasa mual,ketika ia mencium saos bumbu spaghetti tersebut.
Maryam segera berdiri,sembari menutup mulut dengan ke dua telapak tangan nya.Meskipun,ia memakai cadar aroma dari saos bumbu itu sangat menyengat sehingga menusuk hidung nya,membuat ia sangat mual.
"Ada apa?"
Alex meletakkan kembali piring tersebut di atas meja,lalu ikut berdiri bersama dengan Maryam.
"Entah,tapi Aku sangat mual,ingin muntah tapi tidak bisa,aroma nya membuat Aku mual!"Ujar Maryam.
"Benar!"
Alex segera membawa Maryam ke kamar,saat keluar dari ruangan tamu,Mereka berpas-pasan dengan Pak Kim.
"Pak Kim,bereskan meja tamu ya!"
"Baik Tuan !"
Ke dua nya bergegas pergi menuju lantai dua,dimana kamar Mereka berada.
Jam 01:00 Tengah Malam.
Maryam merasa tidak dapat tidur dengan nyenyak,ia merasa jika perut nya mulai keroncongan kembali,padahal Dia telah makan malam bahkan ia juga mencicipi makanan penutup.Namun,masih membuat perut nya lapar karena dengan kondisi yang sedang hamil.
Maryam membuka matanya,lalu mengucek pelan,merasakan sesuatu yang hangat melingkar di perut nya,itu adalah tangan kekar Alex yang melingkar di pinggang Maryam.
Dengan perlahan,Maryam memindahkan tangan tersebut,baru saja berhasil mengangkat nya,Alex sudah membuka mata nya.
"Sayang!"Panggil Alex,Maryam terkesiap.
"Mas,bagaimana Kamu tidur,sedikit gerak saja,Kamu sudah bangun!"Cetus Maryam menoleh ke arah Alex,yang ikut melebarkan matanya.
__ADS_1
"Aku tidak pernah tidur nyenyak selama ini,Aku hanya tidur kalau Kamu tidur saja!"Alex segera duduk di atas kasur.
"Apa yang membuat Mu terbangun tengah malam !"Alex melihat jam di dinding kamar.
"Mas,Aku lapar!"Lirih Maryam pelan,sebenarnya Dia tidak berani bersuara setelah menolak memakan spaghetti beberapa sebelum Dia tidur.
"Ayo,Aku akan membawa Mu mencari makanan di bawah!"Alex segera turun dari ranjang,Maryam menatap nya dengan heran.
"Mas,tidak lanjut tidur?"
"Bagaimana Aku bisa tidur,saat ini Anak dan istri Ku sedang lapar,tentu Aku akan membantu Kamu untuk mencari makanan agar lapar nya hilang !"Imbuh Alex membantu Maryam untuk turun dari ranjang.
Maryam meraih cadar yang ia simpan di laci nakas,lalu segera memasang nya.
Maryam juga merasa kalau perut nya mulai keram,bahkan ia sebisa mungkin untuk bisa menghilangkan rasa keram tersebut.
"Apa perut Mu sakit?"Tanya Alex lagi,saat melihat Maryam mengusap perut nya.
"Aku merasa keram,bahkan punggung belakang Ku sangat sakit saat ini!"Ujar Maryam.
Alex segera mengusap lembut punggung Maryam,membuat sang istri lebih sedikit rileks.
"Masih sanggup jalan,atau tunggu disini saja?"
"Sudah enggak apa-apa,Aku masih sanggup jalan Mas!"
Ke dua nya turun secara bersamaan menuju lantai dasar,terlihat Alex begitu sabar,menuntun sang istri sampai kebawah.
Meskipun Maryam bisa berjalan sendiri,Alex ti dak pernah melepaskan walau hanya sedetik genggaman tangan Maryam.
Alex menarik kursi untuk Maryam begitu tiba di meja makan.
"Apa ada yang ingin Kamu makan?"Tanya Alex lagi,Maryam masih memikirkan sesuatu,apa yang saat ini ingin Dia makan,agar tidak terbuang sia-sia.
"Aku ingin makan kentang goreng saos cabe tabur lada putih,pasti enak !"Ujar Maryam.Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Sayang,apa tidak ada yang ingin Kamu makan selain itu?"Tanya Alex lagi untuk memastikan apa yang ingin di makan sang istri.
"Tidak,tapi Aku mau itu,Mas yang bikin ?"Maryam memegang tangan sang suami.
"Heeem.."Alex menghela nafas nya,sembari berkacak pinggang.
"Yasudah tunggu sebentar!"Alex mengusap kepala sang istri yang berbalut hijab,Maryam mengangguk nya.
Alex segera memakai celemek,dan mengambil kentang yang ada di kulkas.
Sesekali Maryam menoleh ke arah Alex yang berjarak lumanyan jauh dari tempat Dia duduk.Dapur dan ruang makan hanya di batasi dinding kaca,tapi memiliki pintu yang berbeda.
__ADS_1