Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 44.Maryam -Alex


__ADS_3

Setelah panggilan itu terputus,Alex menghampiri Istri nya yang duduk di meja makan.


"Jangan bilang mas setuju dengan permintaan Ge!"Seru sang istri saat melihat Alex menghampiri nya.


"Ayolah Sayang,itu hanya senior Ge,Kita membatasi mereka juga tidak mungkin,karena Ge sudah di sana selama satu bulan,dan pelatih nya mungkin ingin mengunjungi taekwondo Ku yang selalu perwakilan dari Indonesia untuk pelatihan Bodyguard!"


"Terserah Mas saja,pokok nya Aku enggak mau calon mantu Non muslim!"Tegas Maryam.


"Sayang,mereka hanya senior dan junior,tidak memiliki hubungan yang seperti Kamu bayangkan,Kamu terlalu serius untuk hal itu!"


"Terserah Mas!"Maryam ngambek,sembari bangkit dari tempat duduk nya dan pergi ke wastafel tempat cuci piring.Alex ikut berdiri dan berjalan ke arah sang istri.Lalu memeluk nya dari belakang,meletakkan dagu di bahu Maryam,sembari mengecup pekan bahu Maryam.


"Sayang,kenapa Kamu khawatir,Ge sudah besar,Dia tau mana baik,dan mana buruk.Mas tau,Kamu takut di cemoh 'kan tetangga 'kan?tenang saja,Mas bisa mengatasi mereka jika tiba disini,dan Mas yang akan mengawasi mereka"


Maryam hanya menoleh sebentar ke arah Alex yang masih betah memeluk dirinya.


"Sayang !"Bisik Alex,


"Eeemmm"


"Senior Ge dari LA Lo?Kamu enggak ingin ketemu?siapa tahu nanti tetangga Aku disana!"Timpal Alex lagi,


"Sekalian saja ajak tuh warga negara LA,Mas undang kesini,kebetulan 'kan dirumah sepi,biar rame gitu,sekalian undang CEO tampan dari LA,mungkin Aku akan dengan suka rela menerima mereka disini!"Ungkap Maryam,Alex segera membalikkan tubuh sang istri,sehingga menghadap dirinya,dengan gelas masih di tangan nya.


"Siapa yang berani datang kemari menggoda istri Ku.Aku tidak akan membiarkan mereka bernafas dengan tenang,walaupun hanya sedetik!"Tegas Alex,memeluk pinggang Maryam dengan erat.


Raut wajah Alex yang memerah menahan rasa cemburu kepada istri nya.Saat sang istri berharap ada pria lain yang datang berkunjung ke rumah nya,Alex tidak bisa tenang mendengar nya,emosi dan rasa cemburu nya langsung meluap.


"Pah!"Panggil Al,yang berjalan ke arah dapur,Maryam segera mendorong Alex,agar melepas pelukan nya.


"Ada apa?"


Al berdiri di ambang pintu dapur.


"Aku mau ke pesantren,Papa ada titip apa,mungkin Umi mau minta belikan rujak?"

__ADS_1


"Eeemmm,Umi titip ini saja,kasihkan kepada calon mantu Umi"Maryam memberikan satu Paperbag berisi undangan kepada Al.


"Apa ini Umi?"Setelah mengambil paperbag di tangan Maryam,ia segera membuka nya dan melihat isi di dalam,undangan pernikahan El dan Aisyah.


"Kapan Umi cetak ini?kok Al tidak tahu?"Raut wajah Al yang terkejut,dan sedikit kecewa.Alex mengerutkan dahi nya melihat ekspresi Al.


"Umi udah pesan ini saat Umi dan Papa pergi satu Minggu yang lalu,Kamu ingat,saat itu Umi titip toko kue pada mu!"Ujar Maryam,sembari melanjutkan pekerjaan nya.


Al melihat tanggal yang tertera disana,acara itu akan berlangsung satu Minggu lagi.


"Tanggal 25 bulan ini?"Tanya Al kembali,Maryam mengangguk nya.


"Tapi,El belum kembali?"


"Itu tugas Kamu sayang,Kamu akan menjemput El bukan?"Maryam berbalik menatap sang Anak.


Al tidak langsung menjawab,ia sendiri melihat ke arah Maryam yang saat ini juga melihat nya.


"Al?"


* * *


Tiba di depan gerbang pesantren Abah Karim.Al menatap tempat itu dengan lesu.Pria yang di kenal kejam dan tidak suka berbasa - basi tapi dapat merasakan sakit nya kehilangan.Selama ini banyak wanita yang ingin naik keranjang Al tanpa ada ikatan pernikahan.Tapi,Pria sosok Al terlalu mahal untuk bermain-main dengan wanita mura-han.Bahkan,ia tidak melirik mereka walau hanya dengan ujung matanya.


Al memasuki pesantren dengan langkah besar,lalu berjalan ke arah pondok yang terletak dengan rapi di tempat itu.Aisyah baru saja selesai mengajar ngaji anak-anak di sore hari.


Wanita bercadar,dengan pakaian serba hitam,yang hanya terlihat jari jemari nya yang putih bersih,dan bulu mata nya yang lentik,kedipan mata nya nya membuat rumput-rumput menunduk mengagumi kecantikan wanita tersebut.


Al yang berjarak begitu jauh dengan Aisyah,terpaku di tempat itu,menatap bidadari di depan nya yang berjalan melewati taman bunga di depan pondok.


Baju nya yang besar berlapis,berterbangan luar nya di terpa angin,Aisyah berusaha menahan nya dengan satu tangan,satu tangan lagi memegang cadar yang ikut terbang di terpa angin.


'Bagaimana bisa jatuh hati kepada wanita,yang bahkan Aku tidak pernah tau,bagaimana wajah dan keindahan yang ia sembunyikan selama ini?'


"Kak Al!"Suara Yakub mengejutkan Al,Pria dewasa ini menoleh ke arah Yakub.

__ADS_1


"Yakub,Kamu disini?"


"Aku memang disini Kak,Kak Al ngapain disini,bukan kah,Umi Maryam mengambil cuti selama sebulan,karena mau mempersiapkan acara pernikahan Kak El dengan Kak Aisyah?"


"Eeeeemmm"Al mengangguk nya,lalu melihat Aisyah yang sudah mau masuk ke bilik Abah Karim,Al segera menghampiri wanita itu.


"Assalamualaikum,Aisyah!"Seru Al yang masih berjarak begitu jauh,saat melihat Aisyah memegang handle pintu,Al segera memanggil nya.


Aisyah menoleh,saat nama nya di sebut seseorang.


"Waalaikumsalam Kak Al!"


"Umi titip ini,Selamat ya sebentar lagi,Aisyah akan menjadi bagian dari keluarga Kami!"Ungkap Al,dengan senyuman tampannya.


"Alhamdulillah,Kita di satu 'kan oleh tali pernikahan,Kita menjadi sebuah keluarga,semoga Pernikahan ini berjalan dengan lancar,dan Aisyah menjadi bagian dari keluarga Kak Al!"


Al tersenyum mendengar ucapan Aisyah,yang bermakna di satukan dalam tali pernikahan,Al berharap diri nya yang menjadi calon imam bagi Aisyah.


"Amiin"Jawab Al,begitu dalam setelah ia terdiam beberapa detik.


"Kak Al ada yang mau di bicarakan lagi?Aisyah harus pergi ke dapur pondok,karena sebentar lagi,anak-anak panti akan berbuka puasa!"


"Oh ya,Kak Al akan segera pulang"Al segera berbalik,sebelum meninggalkan tempat itu Al teringat tujuan pertama dia datang ke pesantren.


"Aisyah"Al berbalik lagi,


"Eeeem"Aisyah menunggu Al berbicara.


Al mengeluarkan satu amplop yang ia simpan di dalam sweater nya.Lalu,memberikan amplop itu kepada Aisyah.


"Apa ini?"


"Itu harapan Ku"Ucap Al sembari tersenyum,"Assalamualaikum"


"Wassalamualaikum"Jawab Aisyah,melihat punggung Al yang berjalan ke arah gerbang meninggalkan pondok tersebut.

__ADS_1


Setelah terdiam beberapa saat sembari menatap amplop yang di berikan Al,lalu Aisyah bergegas masuk ke dalam bilik Abah.


__ADS_2