
Begitu tiba di rumah,Al segera turun dari motor dan berjalan masuk ke rumah.Ge mengikutinya dari belakang.
"Assalamualaikum!"Ucap Ge,melangkah masuk.
"Waalaikumsalam!"Sahut Maryam dengan suara dingin nya.Ge dapat merasakan,Jika suasana sudah mulai horor,pasti ada sesuatu yang telah terjadi.
"El!"Panggil Maryam.El tertegun lalu mendekat ibu nya.
"Apa yang telah terjadi?kenapa hari ini Kamu bersikap kasar kepada Aisyah?"
"Umi,Aku tidak sengaja,maafkan Aku!"El tertunduk,menyembunyikan raut wajahnya dari Maryam.
"Umi sudah pernah bilang,jangan pernah bersikap kasar kepada orang lain,Kita harus selalu menghargai orang !"
"Dan satu lagi,kenapa hari ini Kamu memukul anak juragan Kasim?Bima mengalami beberapa memar di wajah nya!"Sambung Alex.
"Apa?Kak El mukul Bima?waah,Aku senang Kakak bisa membalaskan mereka!"Cetus Ge.
"Ge,masuk ke kamar!"Titah Alex.
"Tapi pah!"
"Masuk!"
Ge segera nurut setelah melihat netra Alex yang menahan segala amarah nya.
"Jadi El,kenapa Kamu bersikap kasar kepada Maryam ?"Tanya Alex lagi.Namun,Al memilih untuk diam.
"Apa pertanyaan Umi sama Papa kurang jelas El?"Maryam kini melihat ke arah Al yang terus menundukkan pandangan nya.
"Aku tidak bermaksud bersikap kasar kepada nya.Hanya saja Aku belum pernah berbicara lembut dan bersikap lembut kepada wanita!"Tegas Al.Maryam terkejut.Tapi berbeda dengan Alex yang masih begitu tenang melihat Anak dan istri nya.
"Tidak pernah?"Maryam mengulangi kata-kata itu,ia terus saja melihat ke arah anaknya yang masih menundukkan kepala nya.
"Apa yang tidak pernah Kamu lakukan,Kamu dapat bersikap lembut kepada Umi dan Aisyah sebelum nya.Tapi,kenapa sekarang Kamu bilang tidak pernah bersikap lembut?"Sambung Maryam lagi,kini menatap Anak nya dengan tajam.
"El,tatap Umi!"Teriak Maryam dengan keras,membuat Alex tertegun,dan juga Al yang begitu terkejut.
Ke dua pria itu menatap netra Maryam yang berkaca-kaca.Al melihat ke arah Maryam yang saat ini duduk di depan nya dengan tubuh yang gemetar menahan amarah.
"Umi selalu mengajari mu,jangan pernah memukul orang,kita hanya bisa mengalah,jangan pernah mencari masalah dengan orang lain.Dan satu lagi,umi selalu mengajari Kamu agar menghormati Perempuan,tapi sikap Kamu hari ini membuat Umi kecewa!"Imbuh Maryam yang segera berdiri dari tempat duduk nya.
"Duduk!"Alex menarik kembali tangan sang istri.
"Tidak baik lari dari masalah,Kita harus menyelesaikan nya hari ini!"Sambung Alex,Maryam duduk kembali.
__ADS_1
"El apa ada yang ingin Kamu katakan ?"Alex bertanya dengan suara serak dan berat nya.
"Aku minta maaf sudah membuat Umi kecewa,harusnya Aku tidak kembali kesini,Aku tau kehadiran Ku banyak membuat orang kecewa!"Al berdiri dari tempat duduk nya.Maryam mulai mencerna ucapan yang baru saja di lontarkan Al.
"Al,kenapa Kamu tidak mengatakan nya pada Papa dan Umi,kalau Kamu kembali kesini!"Ucap Alex yang ikut berdiri dari tempat duduk nya.Al tercengang mendengar ucapan Alex.
Dari awal Al sampai di rumah,Alex sudah curiga dan dapat menebak nya,hanya saja Alex menunggu Al sendiri yang berbicara.Tapi,ternyata Al lebih betah menyembunyikan identitas nya dari pada berkata jujur.
"Mas,apa maksud mu?"Maryam ikut berdiri.
"Albarak Xander!"Panggil Alex,Al menatap lekat ke arah Alex,menyembunyikan identitas nya hanya demi rasa rindu.
Disisi lain,Maryam terkejut,membulatkan matanya menatap tajam ke arah Al.Begitu juga dengan Al ia memandang ke dua orang yang sedang berdiri dengan nya,dua orang yang tidak muda lagi,dua orang yang pernah menyayangi nya walaupun hanya sebentar ia rasakan.
Dua orang itu terus saja menatap nya dengan perasaan yang tidak percaya.Maryam melangkah ke arah Al,menyentuh pipi Al,melihat nya dengan mendalam.Maryam tidak berhenti di situ saja,kini ia memegang ke dua pipi anaknya.Air mata yang sejak tadi ia tahan kini luruh membasahi pipi Al.
"Al"Lirih Maryam,menarik Al dalam pelukan nya.
"Aaaaa....."Maryam segera menangis dengan begitu kencang
"Anak Ku,sudah Ku katakan Aku akan melihat nya lagi.Hiks..Hiks..Hiks.."Maryam menangis dalam pelukan Al.Pria ini pun memeluk erat sang ibu.
Ge yang sejak tadi mengintip pun akhirnya keluar,dengan kenyataan yang baru saja ia dengar.
Alex ikut merasakan kerinduan itu,sudah 22 tahun lama nya mereka berpisah,dan di pertemukan dengan keadaan seperti ini.
"Pah!"Panggil Al.Alex menghampiri Al.
"Kamu persis seperti papa waktu muda,bagaimana papa tidak mengenali Anak Papa yang lain.Awal nya papa hanya curiga saja,tapi El tidak memiliki otot yang keras,El tidak memiliki tato,El jarang berbicara dengan bahasa lain.Satu lagi,El tidak berbicara kasar kepada Aisyah,dan El tidak pernah memukul orang !"
Alex tersenyum,menatap lekat ke arah Anakny.Al merentangkan tangan nya,meminta Alex segera memeluk nya.Alex pun berjalan ke arah Al,dan memeluk Al dengan Maryam masih dalam pelukan Al.
"Kakak!"Panggil Ge,Mereka bertiga menoleh.
"Ge!"Al melepas pelukan ke dua orang tuanya,lalu datang ke arah Ge.
"Ge,dia Kakak sulung mu,yang tinggal di LA!"Ujar Alex,
"Al sudah lama tinggal di NY pa!"Itu membuat Alex bingung dan melihat ke arah Al,yang kini memeluk Ge.
"Jika ini bukan Kak El ?terus Kak El dimana ?"Tanya Ge,semua orang juga ingin mendengar jawaban dari Al.
"El ada di NY.Bersama dengan Paman Jerry,tapi seperti nya El tinggal bersama paman Caston dan juga Tante Ayin!"Ungkap Al.
Tapi,masih membuat Alex penasaran kenapa El bisa sampai disana.
__ADS_1
Jadi Al pun duduk bersama dengan keluarga nya.Al menceritakan semua kronologi,bagaimana dia dan El tertukar.Namun,Al tidak tahu kalau misalnya El mengalami luka tembak.
"Begitu lah Umi,mungkin saja,saat Al dirumah sakit,El bertemu dengan Paman Jerry saat Paman Jerry mencari keberadaan Al.Mungkin seperti itu!"Imbuh Al,
"Al,Papa mau bicara dengan Jerry,bagaimana Kita bisa menghubungi mereka?"
"Pa,semenjak Kakek meninggal,Kami semua hidup dalam aturan Mama Sandra,bahkan Al hidup atas perintah nya.Al pernah dengar Mama Sandra punya anak laki-laki.Namun,selama Al tinggal bersama,Al tidak pernah melihat anak Mama Sandra kembali!"Ungkap Al,
"Albert tidak pernah kembali ?"Sambung Maryam.
"Bagaimana Umi kenal dengan Tuan Muda Albert?"Tanya Al,
"Albert adalah orang yang pernah menyelamati ibu mu.Dan mereka itu sangat dekat,bahkan Albert lebih patuh pada Umi mu dari pada sama Sandra!"
"Kalau Albert tidak kembali ke LA,dimana dia sekarang?"Tanya Al,
Alex dan Maryam menggelengkan kepalanya,mereka berdua tidak tahu keberadaan Albert.
Alex melihat ke arah Al.
"Seperti nya harus ada yang di luruskan,Kita tidak bisa hidup selalu dalam masalah,dan juga tidak bisa hidup selalu dalam dendam !"Pungkas Alex,
"Aku setuju mas!"Sambung Maryam.
"Bagaimana cara Kita menjemput Kak El?"Tanya Ge.
"Biarkan El yang tinggal disana untuk sementara,setelah Kamu kembali dari Inggris.Papa akan memikirkan cara untuk membawa El kembali!"
"Mas,dengan kepribadian El,Aku takut dia akan terluka tinggal disana!"
"Umi,tidak perlu khawatir,Paman Caston merawat Ku dengan baik,Aku yakin dia akan merawat El dengan baik juga,ada istri nya Tante Ayin yang akan merawat El!"
"Apa?mereka sudah menikah?"
Al mengangguk nya.
"Namun,mereka belum memiliki anak,selama ini mereka merawat Al dengan sangat baik,dan perusahaan papa juga berkembang dengan pesat di bantu oleh Paman Jerry!"Imbuh Al,
"Al,Umi perhatikan Kamu tidak belajar agama dengan baik,maukah Kamu menyempurnakan agama mu?"Tanya Maryam.
Al mengangguk nya.
"Besok Umi akan memperkenalkan seseorang untuk mengajari Kamu agama!"
"Baik Umi,Al setuju!"
__ADS_1
Mereka berempat terlihat begitu bahagia dengan kabar itu.Bahkan Maryam tidak henti-henti nya melihat ke arah Al.Pria itu sangat mirip dengan El.