Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Kesepian


__ADS_3

Selalu ada bintang di balik awan yang gelap. Selalu ada pelangi setelah hujan. Selalu ada matahari di balik mendung. Selalu ada hikmah di balik kesusahan.Dan selalu ada rasa sepi di balik kerinduan.


Begitulah suasana seorang bumil yang saat ini.Usia kehamilan sudah berjalan li-ma bulan.Namun,diantara kedua nya tidak ada yang penasaran akan jenis kelamin sang anak,setelah semua masalah teratasi Alex atau pun Maryam tidak mempermasalahkan jenis kelamin calon baby mereka lagi.


Maryam duduk di tepi balkon,memandangi langit yang gelap karena mendung.Cuaca menandakan sebentar lagi akan hujan,dan di perkirakan hari ini akan terjadi cuaca buruk, sinyal untuk terhubung ke Negara lain pun sedikit sulit.


Maryam sudah menunggu Alex sejak tadi,karena sang suami setiap jam 20:23 malam akan menghubungi nya.Namun,kali ini berbeda dari kenyataan sebelumnya.Alex belum menghubungi Maryam sudah dua hari berlalu.


Alex sudah empat hari di Inggris.Namun,hanya menghubungi Maryam dua hari,setelah dua hari ke depan Maryam belum mengetahui kabar sang suami,dan itu membuat nya sedikit cemas.


"Hallo Nyonya,Anda menghubungi Saya malam begini,apa ada sesuatu yang Anda butuh 'kan?"Suara Jerry di seberang sana.


"Tidak,Aku ingin bertanya,apakah Tuan hari ini menghubungi mu?"


"Tidak,hari ini Tuan belum menghubungi Ku,menurut ramalan cuaca akan terjadi badai angin topan di Inggris dalam satu hari ke depan,mungkin itu yang membuat Kita tidak dapat terhubung!"Pungkas Jerry.


"Jerry,jika Kamu mengetahui kabar Tuan,segera beri tahu Aku,Aku sangat khawatir!"


"Baik Nyonya,Saya mengerti.Apa Anda membutuhkan sesuatu,Saya bisa mencari nya untuk Anda!"Ujar Jerry,Pria ini dapat mendengar suara Maryam yang tidak biasa.


"Eem..Tidak.Namun,Jerry Aku butuh kabar Tuan Alex segera!"


"Baik Nyonya!"


"Terimakasih !"


"Eeem"


Maryam memutuskan panggilan nya,dan ia segera kembali ke kamar.


Inggris jam 01:13,cukup jauh beda nya dengan tempat Maryam.


Alex baru saja keluar dari ruangan rapat,seperti biasanya dan itu hampir terjadi setiap malam di Inggris.


"Tuan Dante,apa ponsel mu berfungsi?"Alex bertanya saat Mereka sama-sama keluar dari ruang tersebut.


"Aku belum mengetahui nya,kenapa Kamu terlalu formal,Kita sudah keluar dari ruang rapat!"Dante tersenyum,Alex hanya bisa menggelengkan kepala nya sembari berjalan ke arah pintu.


"Tuan Alex,benar.Ponsel Ku tidak berfungsi!"Dante memperlihatkan layar ponsel kepada Alex.


"Ikutan formal!" Ha..Ha..Ha..


Ke dua nya tertawa,melewati lorong tersebut.


Sampai di lantai atas,Dante dan Alex melihat semua orang yang terjebak di dalam gedung itu.


"Apa yang terjadi?"Dante terlihat bingung.

__ADS_1


"Selamat malam,Tuan Alex,Tuan Dante.Mohon untuk tidak kembali segera ke hotel,karena saat ini di perkirakan akan terjadi hujan badai,angin topan!"Pungkas seorang satpam,yang berjaga di tempat itu.


"Tapi kenapa Kami tidak ada yang tau,kalau itu bakal terjadi,harus nya ramalan cuaca akan Kita ketahui satu hari sebelum nya!"Alex kembali bertanya kepada satpam tersebut.


"Maaf Tuan,itu sudah di siarkan sebelumnya,mungkin Anda telah mengetahui nya!"


"Baiklah,terimakasih sudah memberitahukan Kami!"Sambung Dante,Satpam pun pergi dari tempat mereka berdiri.


Alex terlihat panik dan khawatir,dapat terpancar dari raut wajah mu.


"Apa yang terjadi?"Dante penasaran dengan raut wajah dan ekspresi Alex.


"Aku belum mengabari istri Ku,harusnya Aku sudah menghubungi nya sejak kemarin!"Pungkas Alex memegang ponsel di tangan nya,yang saat ini belum berfungsi.


"Bagaimana bisa?kenapa Anda melewatkan kesempatan nya kemarin?"


"Aku tidak melakukan itu dengan sengaja,kemarin waktu Kita kembali ke hotel itu sudah jam 03:00,kebetulan ponsel Ku mati,tapi Aku sudah mengirim email,hanya saja,mungkin itu gagal karena setelah nya terjadi sinyal buruk!"


Alex dan Dante mencari tempat duduk.


"Nah,Dante,bagaimana dengan Jasmine?"


Dante menghela nafas berkali-kali,lalu melirik ke arah Alex dengan senyuman smirk nya.


"Kamu terlihat bahagia!"Tebak Alex,satpam yang tadi berbicara dengan mereka,datang lagi membawa dua kopi kup kepada Mereka.


"Kau terlihat seperti kerbau yang baru siap kawin!"Cibir Alex.


"Sialan!"


Duagh!


Dante memukul Alex.


"Sudah lama Kita tidak mengobrol seperti ini,ternyata menjalankan bisnis yang seperti ini ada untung nya juga.Kita dapat mengobrol lebih banyak!"Imbuh Dante.


"Terakhir kali Kita bertemu di usia dua puluh tahun,sebelum Tuan King membuat peraturan nya yang super ketat.Jangan 'kan untuk bebas,kadang bernafas saja susah hidup di dekat nya!"Pungkas Alex.


"Alex,apa Kamu punya keinginan untuk kembali ke Indonesia?"


Bertanya tentang Indonesia,membuat Alex sedikit semangat.


"Aku berencana akan membawa istri Ku kembali ke Indonesia.Tapi,tidak untuk saat ini.Kamu tau,jika Tuan King mengetahui nya itu akan membahayakan Istri dan calon anak Ku,itulah kenapa Aku masih bertahan disini!"Imbuh Alex lagi.


"Hei,apa ini,Kau itu Bos Mafia,tapi kenapa sikap mu menjadi lemah begini?"Ujar Dante.


"Jaga ucapan mu,saat ini Kita sedang di luar,jangan membiarkan orang lain tau,identitas Ku,ada banyak musuh di sekitaran Kita!"Pungkas Alex sedikit berbisik.

__ADS_1


"Opps..Sorry.Aku hanya lupa,disini yang menjadi Pria kantoran dan tidak memiliki sisi keras seperti mu ya cuma Aku!"


"Kamu salah,setidak nya,terakhir kali Kau sudah membantu Ku menghadapi keluarga Cristopan!"


"Ha..Ha..Ha.."


Dante tertawa,ada banyak orang disana menoleh ke arah mereka.


"Aku teringat kejadian itu,membuat Aku ingin tertawa lebih keras,melihat wajah Tuan Cristopan,seperti menahan beol yang begitu keras!"Cibir Dante.


"Aku penasaran,apa yang membuat mu mau membantu Ku?"Alex melirik ke arah Dante,selama ini jika ke dua nya saling bekerjasama pasti ada yang di untungkan.Tidak da namanya teman dalam bisnis.


"Kau ingat sepupu Ku yang kuliah di Mesir?Dia pengagum istri mu"Cetus Dante.


"Eeh,tunggu Kau jangan cemburu dulu,Dia hanya pengagum,bukan pembinor!"Tegas Dante.


"Bagaimana Mereka bertemu?"Alex masih belum bisa mengingatnya.


"Di toko desert istri mu,harusnya sekarang Kau mengingatnya"


Dante melihat Alex yang mengangguk 'kan kepalanya.


"Tuan Alex yang terhormat,Anda harus ekstra hati-hati dalam menjaga istri mu,akan ada banyak kumbang yang menunggu istri Anda di luar sana,termasuk Aku!"


"Mau ku hajar Kau!"Alex menarik kerah kemeja Dante dengan kuat.


"Santai,saat ini Aku sudah memiliki putri Wali kota,Aku hanya senang menggoda mu!"


Alex kembali melepas tangan nya dari kerah kemeja Dante.


Raut wajah Alex tidak dapat di sembunyikan,kalau saat ini Dia sedang mengkhawatirkan kondisi sang istri.


"Tuan Alex,Tuan Dante,apa Anda ingin kembali?"Satpam kembali mendatangi mereka.


"Jam berapa sekarang ?"


"Kenapa Kau bertanya,kenapa tidak melihat di tangan mu saja!"Ketus Alex dengan bringas.


"Lupa!"Sahut Dante singkat.


Saat ini menunjukkan pukul 03:35.Tidak terasa mereka telah duduk lama di depan pintu keluar.


"Kami akan segera kembali ke hotel jika keadaan sudah membaik!"Alex berdiri dari tempat duduk nya.


"Ponsel nya sudah berfungsi!"Dante memperlihatkan layar ponsel milik nya kepada Alex.Namun,seseorang memanggil pria itu,yaitu Putri Wali kota.


"Eemm"Alex segera membuang wajah nya,Dante tersenyum smirk dan mengangkat panggilan nya.

__ADS_1


Alex sudah menghubungi Maryam berkali-kali,tapi tidak di angkat oleh sang istri.


__ADS_2