
Malam Tiba. . .
Mereka semua baru saja kembali dari mengantar Ge ke bandara.
"Ada apa?Kamu terlihat sedih?"Tanya Alex,duduk di tepi ranjang bersama dengan Maryam.
"Rindu El,sekarang Ge juga pergi,mau nya mereka bertiga ada disini!"Maryam menatap Alex.
"Jika mereka disini terus,tidak ada perubahan untuk mereka,kadang mereka perlu belajar dunia luar!"Alex memeluk sang istri menenangkan nya.
Di sisi lain,ada Al yang sedang membaca buku milik El tentang agama,ia ingin belajar banyak,agar tidak sulit bagi Aisyah untuk mengajari nya.
"Ternyata tinggal disini lebih enak dari pada tinggal di NY.Tiap hari harus tertekan dengan peraturan dan pekerjaaan !"Gumam Al yang sedang duduk di meja belajar milik Al.
"Semua kelak bisa tinggal bersama dengan mereka bertiga!"Al memegang bingkai foto milik Ge dan El.
Al mengambil ponsel milik El,memeriksa nya,memang tidak ada pesan antara El dan Aisyah,tidak ada yang istimewa antara ke dua nya.Meskipun hidup di lingkungan yang sama,kedekatan Aisyah dengan El sangat minim.
* * *
New York. . .
Jam 12:00 dini hari.
Rumah utama,saat ini El sedang berada disana,dengan keadaan yang masih belum siuman.
"Bagaimana,apa ada perkembangan?"Tanya Ayin,yang berdiri di sebelah ranjang El.
"Detak jantung nya kembali normal,denyut nadi juga,dan pernafasan nya lancar.Hanya saja ia belum siuman !"Ungkap Wanita itu setelah memeriksa El,dan di dampingi oleh dua orang perawat.
"Jika dalam dua hari ini dia tidak siuman,Kalian akan tau akibatnya.Aku ingin segera ia membuka mata dan mejalani hidup nya seperti biasa!"
Dokter itu memandang Ayin yang sedang melihat El.
"Dokter Atika,Saya harap Kamu mengerti maksud Saya,Saya hanya ingin Dia siuman!"Sambung Ayin.
"Saya mengerti Nyonya.Saya akan berusaha semaksimal mungkin!"
"Eeeem"Ayin segera pergi meninggalkan kamar El.
"Kalian berdua bantu bersihkan tubuh Tuan Muda,kita akan menggantikan perban di dada nya!"Titah Atika.
__ADS_1
"Baik dok!"Dengan sangat hati-hati mereka bertiga membersihkan tubuh El,yang membuat Atika curiga,luka di kepala Al tidak membekas,karena beberapa hari lalu,Atika melihat Al kecelakaan,tapi saat ini ia menjadi dokter yang merawat El,cukup heran dengan perubahan itu.
Atika menyentuh kepala El,melihat memang tidak ada bekas luka disana.
"Dok,perban Kita habis,Aku akan pergi Carikan yang baru !"Ujar Perawat itu.
"Sekalian Kamu ikut bersama dengan nya,ambil 'kan beberapa obat yang habis,Aku akan menulis resep!"
"Baik dok!"
Atika segera menulis resep obat untuk ke dua perawat itu.
Blam!
Pintu kamar tertutup kembali,Atika melihat El dengan begitu dekat,dia ingin melihat kemana bekas luka itu hilang.Kenapa bisa sembuh dalam waktu tiga hari.
Tanpa sadar Atika menyentuh wajah El.Wajah yang begitu bersih dan juga lembut,tentunya tanpa ada garis-garis kerutan di raut wajah El,benar-benar bersih.
Atika juga melihat jari jemari El yang memang bukan pekerja keras,itu lebih lembut dari yang ia liat sebelumnya.
'Ada baik nya jika Kau tidak bangun!'Atika menatap lekat ke arah El,dengan netra yang memerah.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Atika segera melepaskan tangan nya.Atika melihat kepala pelayan datang berkunjung ke kamar El.
"Bagaimana kondisi Tuan Muda?"Tanya Pria itu.
"Sudah lebih baik!"Jawab Atika,mulai mencoba menghilangkan rasa gugup nya.
"Entah kenapa Aku curiga dengan mu,tapi Aku berharap Kamu dapat menjaga nya dengan baik,jika sesuatu terjadi kepada Tuan Muda,Kamu tidak dapat keluar dari tempat ini dengan selamat!"
Mendengar ucapan kepala pelayan,membuat Atika tercengang.Atika mengangguk nya.
"Pak Kim,kenapa Anda masih bekerja diusia Anda yang tidak muda lagi?"
"Karena Aku punya kewajiban seumur hidup untuk merawat keluarga ini!"Ungkap Pak Kim.Lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.
'Jika Aku membunuh dia sekarang,bukanlah hal yang baik untuk Ku,Aku akan membunuh dia perlahan-lahan dengan cinta Ku!'Atika membelai raut wajah El,yang masih terlelap dalam tidur nya,entah sampai kapan itu akan berlangsung.
Xander Grup. . .
__ADS_1
Jerry dan Caston baru saja selesai mengadakan rapat dengan staf karyawan dan juga dewan pemasaran.
"Tuan Jerry,kapan Tuan Muda akan kembali kesini,masih ada satu proyek yang harus di selesaikan oleh Tuan Muda!"Tanya Dewan pemasaran.
"Secepatnya,dia akan segera kembali,untuk saat ini Tuan Muda sedang liburan tidak bisa di ganggu!"Jerry terpaksa berbohong,agar berita mengenai kecelakaan El tidak di ketahui oleh musuh,yang Jerry tahu saat ini El adalah Al.
"Kalian semua tidak perlu khawatir,Aku dan Jerry lebih lama disini,Kami akan melakukan yang terbaik untuk semua proyek Kita!"Ungkap Caston yang ikut berdiri.
Semua orang mengangguk mengerti dengan ucapan Caston.
"Kalian semua boleh pergi,rapat nya sampai disini dulu!"
Semua orang bergegas membereskan berkas mereka,dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Siapa yang bertugas mengirim,obat-obatan dan juga minuman itu ke bar?"Tanya Jerry,saat semua orang sudah pergi meninggalkan ruangan itu.
"Tentu saja Ayin,dia akan segera pergi mengirim barang itu!"
"Semoga tidak ada yang mengacaukan kita,terakhir kali Peter merusak semua rencana kita!"
"Tunggu sampai Al sembuh,dia akan membereskan Peter,sebagaimana dia membereskan Khai dan Cristopan !"Ungkap Jerry.
"Khai dan Tuan Cristopan yang salah jalan,padahal keluarga ini sudah melupakan kejadian pada malam itu yang di sebabkan oleh Peter.Namun,mereka masih datang untuk membalaskan dendam dengan Tuan Muda,tidak ada salah nya mereka ma ti dengan cepat!"Sambung Caston.
"Yang terpenting Nyonya Maryam saat ini bebas dari tuduhan itu,Tuan Muda benar-benar bekerja begitu keras untuk kasus itu.Aku menginginkan ia segera sembuh dan dapat kembali bekerja,jika Tuan muda kembali bekerja semua masalah teratasi!"
"Benar!"
Caston memberikan satu map kepada Jerry,meminta pria itu untuk memeriksa nya.
"Caston,bagaimana kasus Tuan Guntur,apa Peter masih menuntut Tuan Muda,atas kejadian kecelakaan yang menimpa Tuan Guntur?"
"Tidak,Kami semua sudah menekan berita itu,Aku yakin Peter saat ini sedang menyusun rencana lain!"
"Eeeem,Kita harus bisa selalu waspada,terlebih lagi dengan kondisi Tuan Muda saat ini,jangan melakukan hal-hal yang besar dulu.Tunggu dia sembuh,baru Kita bicarakan !"
"Aku punya satu rencana,tapi tunggu Tuan Muda sembuh,Aku ingin menyerang markas Peter yang ada di Utara,markas tersebut tempat penyimpanan senjata keluarga Guntur.Jika Markas itu runtuh,maka Peter tidak punya kekuatan lagi untuk menyerang Kita!"
"Aku setuju,Kamu perlu menyusun strategi nya!"
Caston mengangguk nya,lalu ke dua nya keluar secara bersamaan dari ruangan tersebut.
__ADS_1