
Sudah dua hari di Mesir Elbarak.Namun,keluarga besar Abizar belum mengetahui jika El sudah tiba di Mesir.Karena El,berencana akan pergi jalan-jalan dulu,terlebih lagi,ia ingin pergi ke suatu tempat yang letak nya di Mesir,yaitu masjid Al-azhar.
Diantara banyaknya masjid tua di Mesir, tidak ada yang mampu bersaing dengan Masjid Al- Azhar dalam hal sejarah pendirian dan posisi pentingnya bagi sejarah islam. Didirikan pada tahun 970 Masehi oleh khalifah Fatimiyah Al-Muizz, Masjid ini dibangun untuk tujuan ibadah dan pembelajaran.
"Masih sama saat Aku meniti ilmu di sini!"Gumam El,yang berdiri di depan pintu utama masuk ke dalam masjid.Halaman nya yang luas dan terasa begitu sejuk saat kaki menginjak lantai keramik yang indah itu.Bangunan yang kokoh itu memancarkan aura positif,siapapun yang datang ke sini,akan mengembangkan senyuman setiap langkah nya menuju pintu masjid.
Dugh!
"Astagfirullah,maaf!"Disaat El ingin berbalik,tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang melewati tempat itu.El melihat seorang wanita yang sedang mengutip buku bawaan nya yang terjatuh di lantai,dengan tergesa-gesa ia segera membereskan buku nya.El segera berjongkok dan membantu nya.
"Tidak apa-apa Tuan,saya bisa sendiri!"Ujar Perempuan itu,
"Maaf,saya benar-benar tidak sengaja!"Wanita itu berdiri dan mengangguk nya,lalu pergi meninggalkan El di tempat itu.
El yang merasa sedikit canggung dan familiar dengan suasana itu,lantas menghentikan langkah kaki nya saat ia akan masuk ke dalam masjid.Sekali lagi,El menoleh,melihat wanita dengan pakaian serba hitam itu pergi meninggalkan tempat itu.
Malam pun tiba. . .
Acara di istana keluarga Abizar,El sudah bersiap-siap untuk pergi berkunjung.Namun,El ragu untuk datang kesana.El tidak ingin memberikan harapan kepada Khadijah,memang saat pertama kali ia merasakan sesuatu yang berbeda,kala pertama kali El menatap netra Khadijah yang bermata biru,wanita yang sama kerap hadir di mimpi El.Mimpi itu sudah hadir sebelum El bertemu dengan Khadijah.Tapi,El ragu jika Khadijah bukanlah sosok perempuan yang ada di mimpi nya.
Meskipun acara itu bersifat acara pribadi dan tertutup,banyak sanak saudara dari keluarga besar Abizar yang datang kesitu,dari China maupun dari LA.
"Tuan muda El,mobil Anda sudah siap!"Ujar seorang sopir hotel,yang akan siap mengantar kemana pun El pergi.
"Terimakasih !"Ucap El,yang segera masuk ke mobil.
El yang gelisah menyentuh dada nya,ia merasakan degup jantung nya cukup kencang.Bahkan ini bukan yang pertama bagi nya,justru ini sudah sering ia rasakan disaat ia akan pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
Mobil itu berhenti di depan sebuah istana milik keluarga Abizar.
Ceklek !
Sopir membuka pintu mobil untuk El,pria ini melirik ke arah pintu masuk.
"Tuan silahkan!"Ucap Sang sopir saat melihat El yang tidak bergerak untuk turun.El mengangguk,ia segera turun,dan berdiri di depan mobil nya,membenarkan jas yang ia pakai.Dari lantai atas seseorang sedang melihat El yang berada di bawah.Pria berpakaian rapi dengan sepatu pantofel nya melangkah maju menuju pintu istana.
Ceklek !
"Selamat datang Tuan!"Sapa pelayan yang membuka pintu untuk El,pria ini tersenyum sembari menangkup ke dua tangan nya ke depan dada.
Ini pertama bagi El menginjakkan kaki nya di istana keluarga Khadijah,semua tamu terlihat sudah berkumpul di meja makan.El sendiri langsung di antar ke meja makan oleh seorang pelayan laki-laki,disana sudah ada keluarga besar dari istri Tuan Abizar dan keluarga besar dari Abizar sendiri juga sudah tiba.
"Selamat datang Tuan muda El!"Sapa Dante,El tersenyum.
"Selamat datang Tuan Muda El di kediaman saya yang sederhana ini,anggap saja seperti rumah Anda sendiri!"Sambung Abizar yang ikut berdiri menyambut kedatangan El.
Nyonya Ming Hao, menatap ke arah Khadijah dengan senyuman tipis di bi-bir nya.
"Baiklah,berhubung semua orang sudah disini,pelayan segera hidangkan makanan untuk para tamu dan keluarga saya!"Titah Abizar.
"Baik Raja!"Pelayan itu menunduk,lalu kembali ke dapur,untuk mengambil beberapa hidangan di dapur.
Beberapa saat kemudian,li-ma pelayan datang dari arah dapur,menuju meja makan,dengan membawa berbagai macam hidangan yang telah di sajikan di dapur keluarga Abizar.
Di tangan seorang pelayan wanita memegang nampan besar dengan isi Ful medames,makanan khas Keluarga ini,yang selalu di sajikan setiap ada acara di rumah.Dan makanan ini selalu menjadi makanan favorit untuk Khadijah.
__ADS_1
Disaat semua orang sedang sibuk melihat hidangan yang tengah di sajikan pelayan di atas meja.Pandangan El,justru teralih kepada seorang perempuan yang tak asing baginya,perempuan yang ia jumpai di masjid tadi siang.Perempuan itu membawakan hidangan minuman untuk para tamu dan juga keluarga yang saat ini berada di meja makan.
El memperhatikan gerak gerik wanita itu,dengan pakaian serba hitam itu,dan juga memakai cadar yang selaras dengan baju nya,El terus memandang wanita itu.
"Siti,duduk lah bersama kami,kita akan makan bersama !"Ujar Khadijah,Wanita ini menganggap Siti adalah teman nya bukan seorang pelayan.
"Tempat dia tidak disini,tempat dia tetap di belakang !"Tegas Ibu mertua Abizar,ibu dari Nyonya Ming Hao.Keluarga Ming Hao memang keluarga yang berada,tentu saja mereka akan membedakan pelayan dan Tuan rumah.
"Saya permisi!"Ucap Siti,Namun,Abizar memanggil nya kembali.
"Kursi di sebelah Khadijah kosong,Siti kamu bisa duduk di sana!"Tegas Abizar,tidak ada yang berani membantah.
"Abizar,kamu tidak..."Ibu mertua nya tidak melanjutkan ucapan nya,saat sang anak memegang tangan ibu nya,menyuruh nya untuk berhenti,dan jangan sampai berdebat saat berada di meja makan.
"Silahkan duduk Siti,Raja sudah mempersilahkan kamu untuk duduk!"Ujar Nyonya Ming Hao.
"Terimakasih Nyonya!"Ucap Siti dengan pelan.Siti segera duduk di sebelah Khadijah.
"Silahkan di nikmati makanan kalian semua,mohon maaf sedikit ada kerusuhan,tapi jangan sampai menghilangkan selera makan kalian!"Ucap Abizar,dengan senyuman di raut wajah nya.
Terlihat semua orang mulai mengambil beberapa makanan untuk di makan,bahkan ada yang segera melahap nya dengan begitu rakus.El hanya menikmati makanan sederhana nya saja,yaitu roti bakar.
Satu jam kemudian . . .
Semua orang telah selesai menikmati makan malam nya.Beberapa pelayan datang membereskan hidangan di atas meja,lalu kemudian menyajikan sedikit anggur dan jus ke atas meja makan.
El paham,kalau acara itu tidak berhenti di situ saja.Pasti ada acara lain nya yang akan segera mereka mulai,tapi acara apa El sendiri tidak tahu.
__ADS_1
Disaat Siti hendak berdiri,Khadijah menghentikan nya.
"Jangan pergi dulu,Papa tidak akan senang,ada yang meninggalkan meja makan,saat acara nya belum selesai!"Bisik Khadijah,Siti mengangguk nya.Khadijah memperlakukan Siti dengan begitu baik,El dapat melihat kebaikan Khadijah di depan matanya.