Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Incaran Musuh


__ADS_3

Alex secepat kilat menarik Maryam bersama nya,saat mendengar suara tembakan.


Klang..


Klang ..


Syut..


Ke ti-ga peluru tersebut meleset,sehingga ke dua nya tidak terluka.


"Kamu enggak apa-apa?"


Alex memegang ke dua bahu istri nya,ke dua nya bersembunyi di samping mobil.


"Aku enggak pa-pa!"


Alex melihat tubuh Maryam yang ketakutan,ia segera memeluk sang istri nya.


"Tenang lah,ada Aku disini yang akan melindungi Mu!"


Ucap Alex,mengelus punggung Maryam,lalu mengambil pis tol yang ia simpan di dalam jas nya.


Dor..


"Aah!"Teriak Maryam yang terkejut,dengan suara pis tol di dekat nya.


Bugh!


Satu musuh sudah berhasil di bu nuh oleh Alex,Pria ini belum mengetahui ada berapa orang yang mengincar Mereka saat ini.


"Tenang lah,enggak apa-apa oke,kalau kamu takut,peluk erat tubuh Ku,lalu pejamkan mata Mu!"


Bisik Alex di telinga Maryam yang masih memeluk nya.


Maryam segera mempererat pelukan nya,lalu memejam matanya,seperti yang di sarankan Alex barusan.


Alex mengintip sedikit dari balik mobil,tidak ada seorang pun yang ada di sekitar tempat itu.


Dor..


Klang !


Alex bersembunyi kembali,saat ia merasa kalau dirinya belum aman,musuh masih ada di sekitar tempat itu.


Alex melihat ponsel berada didalam mobil,jadi ia tidak bisa menghubungi bawahan nya.


Dor..


Dor..


Syut !


Syut !


Dua anak peluru terbang ke arah mobil Mereka,tapi Alex belum mengetahui dimana penembak tersebut.


Alex melihat peluru yang terjatuh di dekat nya,lalu ia sudah mengetahui siapa yang sedang mengincarnya.


"Peluru sen jata Designated marksman rifle?"


Gumam Alex,


Alex segera melihat amunisi senjata nya,ia merasa amunisi nya masih cukup untuk melindungi dirinya dan sang istri.


Dalam keadaan Maryam memeluk nya,Alex merangkak ke samping dari sisi mobil,demi untuk melihat keberadaan musuh.

__ADS_1


Setelah merasa dirinya cukup aman,Alex segera bangun untuk mengintip kembali.


'Pantesan,tidak terlihat.Mereka berada di atas gedung restoran kepiting'


Berarti Alex dan Maryam telah di incar sejak Mereka pergi dari toko dessert.


"Sayang,Aku akan membuka pintu mobil,Kamu masuk ke dalam mobil,nanti Aku menyusul!"Ujar Alex,


"Enggak Mau!"Maryam menggelengkan kepala nya,ia takut berpisah dengan Alex,apalagi mendengar suara tembakan membuat dirinya gemetar.Biasanya Maryam akan pingsan bila terkejut dengan suara tembakan.


"Sayang,Kamu harus percaya,tidak akan terjadi apa-apa oke,Kamu akan aman berada di dalam mobil,karena mobil ini anti peluru!"


Pungkas Alex lagi menyakinkan Maryam.


"Ayo Kita masuk sama-sama!"


Ajak Maryam,memegang tangan Alex.


"Tidak bisa,kalau Kita masuk secara bersamaan itu akan membuat musuh sadar dengan pergerakan Kita,Aku akan mengalihkan pandangan Mereka,Kamu langsung masuk ke dalam mobil!"


Alex mencoba membuka pintu mobil,setelah ia berhasil membuka nya sedikit,lalu menyuruh sang istri untuk masuk duluan.


Dor..


Klang!


"Aah!"


Maryam kembali bersembunyi saat mendengar suara tembakan,padahal ia sudah hampir masuk ke dalam mobil.


"Sayang..."


Maryam langsung berbalik memeluk Alex lagi,saat Alex memanggil nya.


Alex mulai khawatir dengan kondisi Maryam yang semakin ketakutan,ia takut itu akan mempengaruhi janin yang ada di dalam rahim Maryam.


"Sayang,dengar,disaat Aku bilang masuk,Kamu harus masuk oke !"Ucap Alex lagi.


"Enggak,Aku enggak mau!"


Rengek Maryam yang semakin takut.


"Tidak apa -apa,Aku akan berdiri mengalihkan pandangan Mereka !"


"Enggak!itu bisa membahayakan diri Mas!"


"Tenang saja,Aku tau apa yang harus Ku lakukan,Kamu tidak perlu cemas!"


Alex kembali meyakinkan Maryam.


"Sekarang berbalik lah,disaat Aku teriak masuk,Kamu harus segera masuk!"


Alex kembali mengingatkan Maryam agar tidak salah bertindak.


Maryam mengangguk kan kepala nya,sebelum masuk ia kembali menoleh ke belakang,melihat Alex yang tersenyum kepada Nya.


Alex mengedipkan ke dua mata nya sembari memberi isyarat aman kepada Maryam.


"Satu...Dua...Tiga...Masuk!"


Teriak Alex dengan keras,Maryam segera masuk ke dalam mobil,dan secara bersamaan Alex juga berdiri dari tempat persembunyian nya untuk mengecoh kan penembak jitu yang sedang mengincar dirinya.


Dor..


Bugh !

__ADS_1


"Mas!"


Teriak Maryam,saat melihat tubuh Alex terjatuh di dekat mobil,Maryam ingin turun kembali.Namun Alex menggelengkan kepala nya,meminta Maryam tetap berada di dalam mobil.


"Mas.."Lirih Maryam dengan suara nya yang gemetar.Air mata kini sudah membasahi pipi nya,kain cadarnya pun ikut basah,saat melihat tubuh Alex yang terkapar di tanah.


10 menit kemudian,Alex merangkak ke arah pintu mobil yang masih terbuka.


"Mas"


Panggil Maryam,saat Alex duduk di samping pintu mobil.


"Aku tidak apa-apa,hanya tergores saja,peluru tidak bisa melukai Ku,Kamu jangan khawatir!"


Alex melirik ke arah Maryam yang saat ini sedang khawatir dengan dirinya.


Maryam melihat lengan jas Alex yang sobek akibat peluru meleset,tapi tetap luka tersebut mengeluarkan darah walaupun hanya tergores.


"Kita akan segera pergi,tunggu 10 menit lagi,setelah mereka pergi !"


Maryam mengangguk nya.Alex mencoba mengintip kembali,dan benar saja,penembak itu telah pergi dari atas gedung tersebut.


Alex segera masuk ke dalam mobil.Dan menoleh ke jok belakang ada istrinya yang sedang khawatir.


"Tidak apa -apa,mau pindah kedepan ?"


"Heeem..."Maryam segera mengangguk nya.


Alex membantu Maryam untuk pindah posisi,agar bisa duduk disebelah nya.


Tangan Maryam terasa begitu dingin saat Alex memegang nya,ia tahu saat ini istrinya pasti ketakutan sekali.


"Masih takut?"


Maryam kembali mengangguk kan kepala nya.


Cup! Alex mengecup punggung tangan Maryam.


"Sudah enggak apa-apa,saat ini Kita sudah aman!"


Pungkas Alex.


Maryam menyentuh lengan Alex yang tergores peluru,lalu ia melihat ke arah suaminya.


"Apa ini sakit?"


"Tidak,ini tidak seberapa dengan rasa nikmat saat Kamu mencakar punggung Ku diatas ranjang!"Goda Alex,


"Aaww...sakit!"Teriak Alex,saat Maryam mencubit bagian lengan nya yang tergores peluru.


"Rasain !"Ketus Maryam,memalingkan wajahnya.


"Maaf!"Ucap Alex.


Bugh!


Maryam segera berbalik dan memeluk Alex,membuat Alex kebingungan.


"Jangan pernah mengorbankan diriMu seperti tadi,jika harus berjuang Kita akan berjuang sama-sama,jika harus menghadapi nya Kita akan menghadapi sama-sama,dan jika ma ti Kita akan ma ti ber...."


"Ssst!"Alex meletakan jari telunjuk nya di bi bir Maryam yang tertutup cadar.


"Jangan katakan itu,jika harus ma ti maka Aku yang akan ma ti,Kamu harus hidup untuk menyelamatkan anak-anak Kita!"


Alex mengelus perut rata Maryam.

__ADS_1


Maryam ikut melihat kearah tangan Alex yang sedang mengelus perut rata Nya.


__ADS_2