
Lion membawa Cris kembali ke markas dua,untuk menghindari Tuan Guntur.
Meskipun sikap Lion keras terhadap Orang lain,ia selalu bersikap lembut kepada Cris.
Pria ini sudah lama jatuh cinta kepada Cris.Namun,melihat Cris yang suka dengan seorang Wanita ia mengurungkan niat Nya untuk menyatakan perasaan terpendam nya kepada Cris.
Lion lahir di Jerm*n.Lingkungan dan masa lalu membuat nya menjadi seorang yang bis*ksual.Lion tertarik kepada Wanita ataupun Pria,bagi nya adalah hal yang wajar,karena cinta itu tidak memandang bulu,siapapun dan kapan pun bisa saja terjadi.
Sampai di markas dua,Markas yang di pimpin oleh Cris,dan Devano di balik perlindungan Nya.Namun,saat ini Cris telah kehilangan Devano karena sifat jahat Tuan Guntur.
Semua pengawal yang di pimpin oleh Cris datang untuk menghadap sang ke Tua.
Pandangan Mereka tertuju kepada Lion yang sedang memapah tubuh Cris.
"Tuan Lion,Kami akan membantu Anda!"
Ucap salah satu pengawal yang di percayakan Cris.
"Tidak perlu,Aku bisa sendiri,bawa Saya ke ruangan nya!"
"Baik Tuan!"
Semua orang mengenali Lion,sebagai Bos Mereka di Markas satu,tapi tidak ada yang tahu sifat menyimpang Nya Lion.
Ceklek !
"Tuan silahkan !"
Ucap Pengawal tersebut dengan menundukkan pandangan nya.
Lion segera membawa Cris masuk ke ruangan Nya,lebih tepat nya adalah kamar tidur nya Cris.
"Tutup kembali pintu Nya!"
Titah Lion,Pengawal tersebut mengangguk Nya.
Dengan hati-hati,ia membaringkan tubuh Cris di atas ranjang,lalu membantu Cris untuk berganti pakaian.
"Meskipun Kau bersikap kasar padaKu.Namun,Kau tetap Pria yang Ku cintai!"
Lion membantu Cris membersihkan tubuhnya,begitu siap ia segera menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Pria yang ada di depan Nya.
Melihat Cris yang masih belum siuman,Lion segera pergi meninggalkan ruangan itu,karena Tuan Guntur meminta Nya untuk kembali.
***
Sampai di rumah utama,Maryam sedang merapikan rambut nya hendak tidur,sementara sang suami sudah duluan menunggu nya di atas ranjang.
Alex melihat Maryam dengan wajah yang penuh kebahagian,apalagi mengetahui saat ini sang istri tengah mengandung.
"Ada apa ?kenapa terus menatap Ku?"
Tanya Maryam,saat melihat Alex tidak berkedip menatap Nya.
"Kamu cantik,Kamu juga anggun !"
Sahut Sang suami,Maryam hanya bisa tersenyum malu,menatap kaca rias di depan Nya.
Maryam menyimpan kembali sisir setelah siap merapikan rambut nya.
Maryam segera naik ke atas ranjang,dan duduk disebelah sang suami.
"Sedang apa?"
Tanya Maryam yang melihat Alex menatap layar ponsel nya,sedang kan Alex jarang sekali main ponsel saat sedang bersama sang istri.
Maryam mengintip nya,Alex segera menyembunyikan Nya.
"Eeemm"
__ADS_1
Maryam mengerucutkan bi bir nya.Alex tersenyum.
"Tambah cantik kalau begitu!"
Goda Alex,Maryam membulatkan matanya.
"Apa yang Mas sembunyikan ?"
Maryam bersikukuh ingin tahu.
"Enggak ada,ayo tidur!"
Ajak Alex,Maryam masih penasaran dengan apa yang di sembunyikan suaminya.
"Mas..!"
Maryam mengulurkan tangan nya,Alex terpaksa memberikan ponsel nya saat melihat Maryam yang merengek di depan nya.
Cup!
Alex mengecup bi bir Maryam,membuat istri nya terkejut.
"Curang!"
Ucap Maryam tersenyum,lalu segera membuka ponsel milik suami,yang memang tidak di kunci.
Terlihat dari album galery foto yang sedang di lihat oleh Alex banyak sekali foto Maryam,bahkan foto nya yang barusan sedang merias pun ada di album tersebut.
"Mas,apa - apaan ini?"
Maryam memperlihatkan layar ponsel Alex kepada pemilik nya.
"Sudah biarkan saja!"
Alex menutup layar ponsel dengan telapak tangan Nya.
Maryam menghela nafas nya,lalu menyimpan ponsel milik Alex di atas nakas.
Ujar Alex mengusap perut rata Maryam,lalu mengecup nya beberapa kali.Maryam ikut membelai kepala Alex,saat sang suami menci um perut rata Nya.
"Mas...!"
Panggil Maryam,saat Alex masih betah tidur di atas pa ha nya.
"Eeemmm"
SahutNya masih dengan posisi semula.
"Apa yang terjadi dengan Revan?"
Alex tidak langsung menjawab nya,bahkan ia menganggap pertanyaan Maryam hanya angin lalu.
"Mas..!"
Panggil Nya lagi,mengusap kepala sang suami.
Alex segera bangun dan duduk di sebelah Maryam,kini ia menatap sang istri dengan dalam nya.
"Kenapa ?kenapa Kamu ingin sekali mengetahui Nya?"
Tanya Alex,menatap Maryam dengan aura dingin nya,ucapan nya begitu datar,membuat Maryam sedikit ragu untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan sebelumnya.
"Sayang..."
Lirih Alex,kini menggenggam tangan Maryam dengan erat.Maryam menaikan satu alis nya,melihat sikap suami Nya,yang tiba-tiba kembali hangat,setelah satu detik yang lalu bersikap dingin.
"Kamu percaya sama Aku ?"
Tanya Alex kembali,saat melihat raut wajah Maryam yang cemas.
__ADS_1
Maryam mengangguk Nya.
"Aku tidak membu nuh Nya!"
Pungkas Alex.
Maryam terkejut,ia membulatkan matanya menatap Alex.
"Kenapa menatap Ku begitu?"
Alex menyentuh pipi sang istri dengan lembut.
"Kamu enggak percaya sama Aku,menatap Ku begitu Nyalang?"
Sambung Alex lagi,Maryam segera menggelengkan kepala Nya.
"Tapi Mas,Kamu menembak Nya,dan Aku melihat itu send..."
Alex segera menutup bi bir Maryam dengan telunjuk Nya.
"Aku hanya melumpuhkan Nya,karena ia ingin menyakiti Mu,tapi Aku bukan membu nuh nya.Dia masih hidup,Caston sudah membawa nya ke klinik Markas,tapi saat ini siapapun tidak akan bisa datang menjenguk nya!"
Pungkas Alex.
"Eeemmmm!"
Maryam hanya mangut-mangut saja,mendengar penjelasan sang suami.
"Ada apa ?apa Kamu senang,bila ia masih hidup?"
Tanya Alex lagi,kini tatapan netra nya,sudah siap menerkam jika Maryam salah menjawab nya.
"Bagaimana Aku bisa jujur kalau tatapan Mas mengerikan !"
Sahut Maryam.
"Jadi Kamu senang?"
Alex menaikan satu alis nya.
"Aku senang,karena Mas tidak membunuh Orang,dan Revan beruntung ia masih hidup.Ada apa?apa Mas cemburu?"
Goda Maryam dengan senyuman genit nya.
"Iya,Aku pencemburu,dan juga posesif,Aku enggak mau dengar tentang masa lalu Mu lagi !"
Pungkas Alex,menggenggam erat tangan Maryam.
"Bagaimana bisa enggak di bahas,Mas menyandera masa lalu Ku,setiap hari Kalian pasti akan membahas tentang Dia!"
Ujar Maryam.
"Cukup oke!"
Kini Alex melihat sang istri dengan tatapan peringatan.
"Kapan mau mulai membuka toko dessert?"
Sambung Alex.
"Besok?"
Cetus Maryam,Alex terkejut melihat semangat dalam diri istri Nya.
"Ingat,hati-hati saat berada di luar rumah,jaga baik-baik calon junior Ku,ini pewaris Ku!"
Cup!
Alex kembali menci um perut rata sang istri.
__ADS_1
"Kalau ini anak cewek?"
Alex mendongakkan kepala nya menatap sang istri saat mendengar pertanyaan Maryam.